Paham

Sorotan terbaru dari Tag # Paham

Gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, BPDP Edukasi Mahasiswa Biar Paham Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 05 Juni 2026 | 15:15 WIB

Gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, BPDP Edukasi Mahasiswa Biar Paham Sawit

Denpasar, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan literasi generasi muda terkait sektor perkebunan. Pergelaran ini wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih komprehensif peran strategis industri kelapa sawit Indonesia, termasuk peluang, tantangan, serta arah pengembangannya di masa mendatang. Lebih dari 300 peserta mahasiswa mengikuti pergelaran dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, dan praktisi industri guna memberikan perspektif yang objektif, dan berbasis data mengenai sektor kelapa sawit Indonesia. Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menerangkan GenSawit di antara upaya BPDP dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Hingga tahun 2025, luas perkebunan sawit Indonesia mencapai sekitar 16,8 juta hektar, dengan sekitar 42 persen di antaranya dikelola oleh perkebunan rakyat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sawit bukan hanya industri berskala besar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia. "Indonesia saat ini masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi sekitar 46,5 juta ton pada tahun 2025, menghasilkan devisa sekitar US$30,5 miliar, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 19,5 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelasnya. Selain berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tambah Aida, industri sawit juga mendukung ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B40 sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Pada pergelaran tersebut, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, menjabarkan materi mengenai peran komoditas kelapa sawit dalam perekonomian nasional serta pentingnya pembangunan industri sawit yang berkelanjutan (sustainable). Dalam pemaparannya, Prof. Yanto bedah komoditas kelapa sawit memiliki kontribusi besar mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, hingga penguatan ekonomi daerah. Di sisi lain, kupasnya, aspek keberlanjutan juga menjadi faktor penting agar industri sawit mampu terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan. Sedang, Djono Albar Burhan, Ketua Departemen SDM dan Hubungan Internasional DPP APKASINDO, menguraimateri mengenai manfaat dan peran kelapa sawit bagi petani Indonesia. Kata Djono, industri sawit tidak hanya berkaitan dengan perusahaan besar, tetapi juga melibatkan jutaan petani rakyat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor tersebut. "Keberadaan sawit memberikan manfaat ekonomi yang luas melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Lebih lanjut," terangnya. Djono menekankan pentingnya dukungan terhadap petani melalui peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri sawit yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Melalui paparan para narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sektor sawit, mulai dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional hingga manfaatnya bagi masyarakat dan petani Indonesia," harapnya. BPDP menginginkan lewat kegiatan GenSawit ini generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi melalui inovasi, penelitian, teknologi, dan penguatan narasi berbasis data. Kegiatan GenSawit 2026 diharapkan mampu memperluas wawasan peserta, meningkatkan kepedulian terhadap sektor perkebunan, serta mendorong lahirnya ide, dan kontribusi nyata bagi masa depan industri sawit Indonesia yang berkelanjutan.

Bukan Sekadar Paham AI, Telkom Dorong Talenta Muda Jadi Solusi Tekno
Tekno
Rabu, 06 Agustus 2025 | 07:51 WIB

Bukan Sekadar Paham AI, Telkom Dorong Talenta Muda Jadi Solusi

Jakarta, katakabar.com - Telkom percaya generasi muda tak hanya perlu mahir AI, tapi juga paham dampaknya dan siap menciptakan solusi Disrupsi yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi, khususnya akal imitasi, telah mengubah wajah dunia kerja secara drastis. Beragam jenis pekerjaan mulai tergantikan oleh otomatisasi, sementara permintaan terhadap keterampilan baru meningkat tajam. Tapi, minimnya akses terhadap pelatihan kecerdasan buatan, kesenjangan literasi teknologi, dan belum terintegrasinya kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri membuat generasi muda berisiko tertinggal. Di tengah perubahan ini, penguasaan keterampilan baru serta pemahaman yang etis terhadap teknologi menjadi semakin mendesak. Menanggapi kondisi tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo menyelenggarakan AI Connect dengan tema "Skillset Penting untuk Pekerjaan di Era AI". Kegiatan ini berlangsung pada 25 Juli 2025 di Telkom Landmark Tower, Jakarta, dan diikuti oleh 35 peserta dari berbagai latar belakang. AI Connect menghadirkan tiga narasumber, yaitu Andreas Tjendra (AI National Advisor), Abil Sudarman (AI Consultant), dan Andika Deni Prasetya (Founder & CEO Rakamin), yang membagikan perspektif seputar keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi transisi dunia kerja berbasis AI. Melalui diskusi interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, adaptabilitas, serta kesadaran etis dalam mengadopsi teknologi. esi panel diskusi AI Connect: Skilset Penting dalam Pekerjaan untuk Era AI Menurut Andreas Tjendra, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesiapan individu memanfaatkannya secara bijak dan merata. Andreas menekankan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya memperlebar kesenjangan, tetapi justru menjadi peluang untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif. Dalam pandangannya, talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh bersama teknologi, asalkan didukung oleh akses dan pendekatan belajar yang relevan. Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo Telkom Indonesia, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperkuat kapasitas digital generasi muda. Menurutnya, ruang dialog seperti AI Connect tidak hanya penting untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk membangun pola pikir yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Patricia berharap para peserta dapat tumbuh sebagai individu yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan solusi. "Kami percaya pemahaman terhadap AI bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan fundamental," ujarnya.

XRPL, XRP, dan Ripple: Kenali Perbedaan Biar Tidak Salah Paham Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 10 Desember 2024 | 15:25 WIB

XRPL, XRP, dan Ripple: Kenali Perbedaan Biar Tidak Salah Paham

Jakarta, katakabar.com - Dalam dunia kripto dan blockchain, tiga istilah yang sering muncul adalah XRP, XRPL, dan Ripple. Bagi banyak orang, ketiga istilah ini sering terdengar serupa, padahal memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang ketiganya, penting untuk mengenali peran masing-masing dalam ekosistem blockchain. Mari kita bahas satu per satu supaya kamu bisa lebih paham dan tidak bingung lagi. XRPL: Jaringan Blockchain yang Menjanjikan Pertama-tama, kita akan membahas XRPL atau XRP Ledger, yang merupakan jaringan blockchain dasar tempat XRP Coin beroperasi. XRPL adalah platform terdesentralisasi yang didesain untuk memberikan transaksi yang cepat, biaya rendah, dan aman. Keunggulan utama XRPL terletak pada kemampuannya untuk memproses ribuan transaksi per detik, jauh lebih cepat dibandingkan dengan jaringan blockchain lainnya. Dengan sifat desentralisasinya, tidak ada pihak tunggal yang mengendalikan jaringan ini, sehingga membuatnya lebih transparan dan tahan terhadap sensor. XRP: Token Kripto yang Menggerakkan Jaringan XRPL Jika XRPL bisa dianalogikan sebagai jaringan internet, maka XRP adalah mata uang digital yang mengalir melalui jaringan tersebut, memungkinkan transaksi untuk berjalan. XRP digunakan untuk membayar biaya transaksi dan memastikan keberlanjutan operasi di dalam XRP Ledger.

Menangkal Paham Radikalisme di Peresmian Pabrik Kelapa Sawit Sawit
Sawit
Kamis, 28 November 2024 | 22:25 WIB

Menangkal Paham Radikalisme di Peresmian Pabrik Kelapa Sawit

Simalungun, katakabar.com - Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra MH, bersama jajaran komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas, serta mencegah paham radikalisme. Sosialisasi menangkal penyebaran paham radikalisme gencar dilakukan di setiap ada momentum, termasuk saat menghadiri undangan ke PT Sumber Bumi Sawit Jadi Jaya atau SBSJJ di Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, di pekan keempat November 2024.

Disbun Kalimantan Tengah Bilang Ini Arti Plasma Nasional
Nasional
Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:34 WIB

Disbun Kalimantan Tengah Bilang Ini Arti Plasma

Palangkara, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Kalimantan Tengah, Rizky R Badjuri menjabarkan pengertian plasma. Plasma itu, terbagi dalam bentuk kebun, lahan, kemintraan, ekonomi kreatif untuk masyarakat. Contohnya, ujar Rizky, seperti dilakukan Sinar Mas Group dengan pengurus dan pengawas Koperasi Pelangi Danau Seluluk Kabupaten Seruyan. Dijelaskannya, plasma dalam bentuk kemitraan, berupa berbentuk transportasi, atau ekonomi produktif untuk masyarakat. "Untuk mekanisme yang lain, bisa ditetapkan oleh ketentuan yang berlaku. Misalnya ada yang tidak kebun, maka diperlukan kebun masyarakat untuk ekonomi produktif," bebernya, dilansir dari laman borneonews.co.id, pada Selasa (31/10). Menurut Rizky, berdasarkan petunjuk perintah Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, perusahaan dapat merealisasikan plasma buat masyarakat. "Dari persentase terdapat baru berkisar 80 persen perusahaan yang telah melaksanakan plasma," terangnya. Diinformasikan Rizky, sedang berdasarkan peraturan pada 2007 ke bawah tidak wajib plasma, tapi di 2007 ke atas wajib plasma. "Otomatis Izin Usaha Perkebunan (IUP) perusahaan yang ada itu rata-rata di bawah 2007. Jadi mekanismenya berbeda, ada yang fasilitas kebun masyarakat dan ada yang ekonomi produktif. Itu tadi, lahannya memang tidak ada. Soal ada di wilayah kawasan lagi proses pelepasan gawenya ada di Satuan Tugas (Satgas) sawit," tandasnya.

PNI Ingin Petani Sawit Mandiri Paham Teknis Budidaya dan Pemetaan Nasional
Nasional
Selasa, 17 Oktober 2023 | 21:51 WIB

PNI Ingin Petani Sawit Mandiri Paham Teknis Budidaya dan Pemetaan

Ketapang, katakabar.com - Seribuan Petani kelapa sawit yang tergabung dalam Koperasi Pangkat Longka Ketapang Sejahtera belakangan ini antusias dan sibuk mengikuti kegiatan 'Sosialisasi, Pembinaan dan Pendampingan Petani dan Pekebun Kelapa Sawit Berkelanjutan'. Poetra Nusantara Institute (PNI) yang mendampingi para petani kelapa sawit mandiri di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Sosialisasi dan pendampingan yang mereka ikuti, diantaranya soal legalitas dan status lahan, pengukuran dan pemetaan lahan yang akurat, pemilihan bibit yang unggul, perawatan tanaman, serta manajemen perkebunan sawit mandiri milik masyarakat. Direktur Eksekutif PNI, Willy Lesmana Putra didampingi Direktur Program, Sumadya Widada menjelaskan, kegiatan ini Program Pengabdian Masyarakat dari PNI. ”Saat ini kami mendampingi petani dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan lahan, berikutnya ada agenda lain yang sudah disiapkan,” ujar Willy lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (17/10). Pemetaan lahan milik petani dilakukan menggunakan pesawat drone jenis paling mutakhir agar tingkat akurasi sangat tinggi mengukur luas lahan dengan detail yang sangat jelas. "Hasil pemetaan yang dilakukan mencakup data topografi, digital terrain model, digital elevation modeling, serta data fotogrametri," jelasnya. Petani kelapa sawit Desa Sungai Besar, Narson mengaku bersyukur dapat pembinaan dan pendampingan dari PNI. “Saya mewakili petani sawit mandiri ucapkan terima kasih atas program pengabdian masyarakat yang digelar di Kabupaten Ketapang. Kami sangat terbantu dapat wawasan dan pengetahuan bagaimana mengelola kebun lebih baik, produktif, modern serta sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit mandiri,” terangnya. Selain petani di desa-desa yang ada di Kecamatan Matan Hilir Selatan, petani kelapa sawit mandiri di wilayah Kecamatan Sandai, Nanga Tayap dan Hulu Sungai dapat pendampingan serupa. PNI memastikan dalam pekan ini bakal menuntaskan rangkaian kegiatan termasuk kegiatan pemetaan lahan di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang.

Bagus S: Pekebun dan Perusahaan Kelapa Sawit Pahami Aturan Kemitraan Riau
Riau
Minggu, 23 Juli 2023 | 21:43 WIB

Bagus S: Pekebun dan Perusahaan Kelapa Sawit Pahami Aturan Kemitraan

Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis gelar sosialisasi perkebunan inti dan plasma, di gedung Serbaguna Kantor Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana, di pekan keempat Juli 2023. Wakil Bupati Kabupaten Bengkalis, Bagus Santoso yang buka kegiatan, tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pekebun dan perusahaan kelapa sawit mengenai aturan kemitraan. "Sosialisasi ini penting, lewat kegiatan ini diterangkan berkaitan dengan hak dan kewajiban bagi koperasi maupun perusahaan yang bermitra," ujar Bagus Santoso. Dijelaskan mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini, Kabupaten Bengkalis memiliki hamparan perkebunan kelapa sawit yang luas. Dari catatan statistik perkebunan tahun 2021 lalu, terdapat lahan kelapa sawit rakyat seluas 130.547,7 hektar dengan jumlah pekebun sebanyak 41.650 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di sebelas kecamatan. Sebagian besar pekebun belum bermitra dengan perusahaan tegas Bagus. Padahal telah diatur kemitraan di dalam Permentan Nomor 66 Tahun 2006 maupun Permentan Nomor 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, diatur tentang kemitraan di mana perusahaan harus merealisasikan kebun plasma 20 persen dari luas Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan pemerintah. Menurutnya, pembangunan kemitraan harus dalam kerja sama yang transparan dan akuntabel. "Setiap saat harus disertai dengan pelaporan sebagai bentuk pertanggungjawaban dari kemitraan yang dilakukan," bebernya. Perusahaan sawit lanjutnya, harus mengurus segala perizinan dan membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat dengan pemerintah setempat. "Ikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah dibelakang hari," imbaunya. Untuk itu tambah Orang Nomor Dua di Kabupaten Bengkalis ini, sosialisasi ini harus dapat memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat dan perusahaan sawit mengenai program kemitraan sebagaimana yang diinginkan Permentan Nomor 98 Tahun 2013. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Derah Pemilihan (Dapil) Bukit Batu dan Siak Kecil dan Bandar Laksamana, Zuhandi, Camat Bandar Laksamana, Ade Suwirman, perwakilan PT Pertiwi Palma Makmur, Thoufiq, Pihak Investor Charlie. Selain itu, Kepala Desa Tenggayun Muhammad Khairil, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Ed Efendi, serta perangkat BPD, RT, RW dan masyarakat sekitar Desa Bandar Laksamana turut hadir di sosialisasi itu.