Tanaman Jagung

Sorotan terbaru dari Tag # Tanaman Jagung

Polsek Mandau dan Poktan Rawat Tanaman Jagung di Bathin Betuah Biar Tumbuh Presisi Hukrim
Hukrim
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:10 WIB

Polsek Mandau dan Poktan Rawat Tanaman Jagung di Bathin Betuah Biar Tumbuh Presisi

Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau, melalui Bhabinkamtibmas Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, bersama Kelompok Tani (Poktan) melakukan perawatan jagung di kawasan Jalan Karya RT 04  RW 02 Dusun Tanjung Sari Desa, Bhatin Betuah, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Riau. Kegiatan tersebut Polsek Mandau, Polres Bengkalis, sebagai pendorong pengelolaan lahan penanaman jagung, untuk mendukung Program Swasembada Ketahanan Pangan (Ketapang) Nasional, sekaligus Program Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melalui Bhabinkamtibmas Desa Bathin Betuah, Briptu Maula Salsabila, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan, Selasa (2/5) sore kemarin menyatakan, Polsek Mandau lewat Bhabinkamtibmas bersama Poktan Desa Bathin Betuah melakukan perawatan tanam jagung umur 15 hari dilakukan dengan cara melakukan pemupukan. "Pemupukan tanaman jagung ini dilakukan secara kombinasi dengan menggunakan pupuk jenis NPK, TSP, Urea, ZA, dan lainnya semi organik," ujarnya Betty. Manfaat pemupukan tanaman jagung secara kombinasi, kata Betty, untuk memperkuat batang, dan daun sehingga pertumbuhan tanaman jagung umur tanam jagung baru 15 hari dapat maksimal. "Perawatan dengan cara pemupukan ini dilakukan baru bulan pertama dan akan dilanjutkan pemupukan berikutnya pada bulan kedua," jelasnya. Diketahui, pengelolaan lahan penanaman jagung di beberapa lokasi wilayah hukum Polsek Mandau merupakan Program Gerakan Penanaman Jagung Seluas 1 Juta Polri, sekaligus Program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Program 100 Hari AC Presiden RI, Kapolsek Mandau Lihat Tanaman Jagung Seluas 2 Hektar di Rejosari Hukrim
Hukrim
Rabu, 06 Mei 2026 | 13:03 WIB

Program 100 Hari AC Presiden RI, Kapolsek Mandau Lihat Tanaman Jagung Seluas 2 Hektar di Rejosari

Bathin Solapa, katakabar.com - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandau, Kompol Primadona, bersama Pj. Kades Desa Air Kulim, Suryati S.Sos, Bhabinkamtibmas Desa Air Kulim, Brigadir Polisi Bambang Siregar, Ketua Kelompok Tani Berkah, Faizunsyah, Ketua Bumdes Desa Air Kulim, Aditya Kurniawan, survey tanaman jagung di atas lahan seluas 2 hektar, Selasa (5/5) sekitar pukul 09.00 WIB, di kawasan Jalan Rejosari RT 03, RW 03, Dusun Sukamaju, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tanaman jagung seluas 2 hektar tersebut merupakan program gerakan penanaman jagung seluas sejuta hektar Polri selaras dengan program 100 hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. "Tanaman jagung seluas 2 hektar dikelola Kelompok Tani Berkah bekerja sama dengan Bumdes Desa Air Kulim di atas lahan milik Sumadi alias Akong," kata Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, lewat Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, Selasa siang. Menurut Betty, tanaman jagung telah memasuki umur tanam kurang lebih 75 hari dengan tinggi tanaman mencapai 170 centimeter, dan sudah berbuah. Tetapi, ada tanaman jagung  kecil kena banjir disebabkan curah hujan tinggi, dan sedang dilakukan pemupukan oleh Kelompok Tani Berkah. "Beberapa tanaman jagung rusak lantaran dimakan hama Babi Hutan," jelas Betty. Polres Bengkalis, Polsek Mandau, Pemkab Bengkalis, dan Desa Air Kulim, sebutnya, telah mendorong untuk mendukung program gerakan penanaman jagung sejuta hektar Polri merupakan program 100 hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. "Kegiatan tersebut program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Polri mendorong kelompok masyarakat, Bumdes Desa Air Kulim, dan pemilik kebun untuk memanfaatkan lahan kebun kelapa sawit untuk di tanami jagung pipil secara tumpang sari," bebernya. Cerita Betty, sebelum tanaman jagung pipil seperti saat ini. Kelompok Tani Berkah mengelola lahan menggunakan alat satu unit Excavator, satu unit jonder, cangkul, dan mulza. "Saat survey tanaman jagung pipil di Desa Air Kulim situasi keadaan aman dan terkendali," tambahnya.

Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V Sinergi Dinas TPH Jabar Dorong Produktivitas Tanaman Jagung Nasional
Nasional
Senin, 04 Mei 2026 | 19:27 WIB

Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V Sinergi Dinas TPH Jabar Dorong Produktivitas Tanaman Jagung

Jawa Barat, katakabar.com - Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V gelar forum grup discussion (FGD) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Barat, Senin (4/5). Kegiatan ini membahas penguatan sinergi dan dukungan program ketahanan pangan nasional. Anjak Madya Sespimma, Kombes Pol Tommy Bambang Wirawan, mengatakan sinergitas dan kolaborasi menjadi hal penting terus dibangun antara Polri dan instansi pemerintah daerah. Usung tema 'Optimalisasi Kerjasama Polri Dengan Dinas Tanaman Pangan & Holtikultura Provinsi Jawa Barat Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung Dalam Rangka Terdukungnya Ketahanan Pangan'. FGD ini dihadiri 25 serdik Sespimma dari Pokjar V, ASN dari Dinas TPH Provinsi Jabar 14 orang, 21 mahasiswa dari UNPARI, 2 orang Pawas, 2 Patun dan 2 pendamping dari Sespimma. "Sinergitas, kerja sama, dan lainnya pasti kita laksanakan. Untuk kegiatan ini saya ucapkan terima kasih, sebab sudah diterima Pak Kadis, dan memang Polri lagi ada perintah dari pimpinan untuk swasembada pangan, khususnya jagung," ujar Kombes Pol Tommy di Bandung. Selain jagung, kata Kombes Pol Tommy, terdapat pula fokus komoditas lain seperti padi yang menjadi perhatian dalam program ketahanan pangan Polri. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Ia berharap melalui kolaborasi tersebut, ketahanan pangan nasional dapat semakin kuat. Ia optimistis upaya bersama ini mampu mendukung percepatan pembangunan nasional. "Mudah-mudahan pembangunan nasional bisa terus kita kejar, dan kita capai dengan ketahanan pangan yang mantap, terima kasih," harapnya. Mengenai harapan ke depan, Kombe Pol Tommy membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Dinas Pertanian, khususnya peningkatan kapasitas personel Polri di bidang pertanian. Salah satunya melalui pelatihan dan pembekalan keahlian. "Mudah-mudahan nanti kepala dari dinas pertanian untuk Polri sendiri, mungkin nanti ada pelatihan, kerjasama, dan dalam skup mungkin nanti dari polisi sendiri untuk mempersiapkan personilnya yang ahli di bidang pertanian," ucapnya. Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jawa Barat, Dadan Hidayat, mengungkapkan produksi jagung di Jawa Barat terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2025, Jawa Barat menempati peringkat ketujuh secara nasional. "Jadi untuk jagung ini Jawa Barat tadi, sampai dengan 2025 peningkat ke 7 tingkat nasional," ulasnya. Peningkatan produksi jagung didorong oleh berbagai inisiatif, tutur Dadan, termasuk kerja sama antara pemerintah pusat, Polri, dan pemerintah daerah. Ia menyebut telah ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan Polri dan kementerian terkait. "Tentunya upaya dan usaha bagaimana kita meningkatkan produksi jagung Jawa Barat tadi kita sudah dengar bersama. Ada MoU yang kita tanda tangani, di tingkat pimpinan antara Polri dengan Pak Menteri, dan kami tingkat daerah dengan Polda Jabar," imbuhnya. Dijabarkan Dadan, salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian adalah ketersediaan lahan. Dalam hal ini, Polda Jabar turut berinisiatif menyediakan lahan dari berbagai sumber, termasuk lahan perkebunan dan aset institusi. Selain lahan, permodalan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan jagung. Dadan menyebut adanya dukungan pembiayaan yang terhubung dengan perbankan dan koperasi internal Polri. “Yang kedua juga ada permodalan, ini masalah utama permodalan, ternyata diinisiasi juga terkoneksi dengan Bank Himbara dan juga dengan Primkopol itu sendiri, dengan CSR,” sebutnya. Ia menambahkan, aspek hilir seperti pemasaran juga telah dipersiapkan dengan baik. Hasil produksi jagung disebut telah terserap oleh Bulog maupun industri pakan ternak. Dadan menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. "Jadi upaya peningkatan produksi harus dibarengi dengan hilirnya dan alhamdulillah, ekosistem pertanian ini sudah terbangun," tegasnya. Ia berharap kejelasan pasar, dan dukungan sistem yang ada dapat menarik minat anak muda untuk mengembangkan budidaya jagung. Dengan demikian, sektor pertanian dapat terus berkembang secara berkelanjutan.