Utamakan
Sorotan terbaru dari Tag # Utamakan
Utamakan Keselamatan Masyarakat, PHR Taja Sosialisasi dan Edukasi di Rantau Kopar
Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan taja Sosialisasi Keselamatan Masyarakat di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan ini bentuk komitmen nyata menjaga keselamatan masyarakat di sekitar area kerjam Sosialisasi dan edukasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness) warga dan generasi muda mengenai pentingnya mematuhi aspek keselamatan, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di dekat wilayah operasi hulu migas. Mengingat, lokasi tersebut berdampingan dengan jalur pipa, fasilitas produksi, kelistrikan hingga sumur migas. Edukasi mengenai potensi bahaya dan langkah pencegahannya menjadi hal yang sangat penting demi menciptakan lingkungan yang aman dan selamat bagi semua pihak. Lurah Rantau Kopar, Nurhidayati, sampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif yang dilakukan oleh PHR. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan operasional migas sangat dibutuhkan oleh masyarakat Rantau Kopar. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi keselamatan masyarakat yang dilaksanakan oleh PHR ini. Mengingat banyak warga kami yang tinggal dan beraktivitas di wilayah sekitar operasi, pemahaman seperti ini sangatlah penting demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Nurhidayati. Guna memastikan pesan keselamatan ini tersebar luas, Nurhidayati sengaja melibatkan para perangkat lingkungan dalam kegiatan ini. "Kami mengajak beberapa Ketua RT dan RW yang wilayahnya dekat dengan operasi PHR. Harapannya, setelah mendapatkan pemahaman dari sosialisasi ini, mereka dapat meneruskan dan menyampaikan kembali pesan-pesan keselamatan tersebut secara langsung kepada warga di lingkungannya masing-masing," ucapnya. Selain menyasar masyarakat umum lewat perangkat desa, sosialisasi ini juga menyentuh sektor pendidikan dengan merangkul para pelajar. Langkah kolaboratif ini disambut baik oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Rantau Kopar, Slamet Ginanjar. "Kami berterima kasih kepada PHR yang telah mengajak sekolah kami berkolaborasi dalam kegiatan yang sangat bagus ini," tutur Slamet. Slamet berharap, edukasi sejak dini ini dapat membentuk karakter siswa yang lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar. "Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini, para siswa dapat memahami dan lebih waspada akan potensi bahaya yang ada di sekitar lingkungan sekolah, jalan raya, maupun wilayah operasi PHR yang berada dekat dengan rumah mereka," imbuhnya. Melalui program sosialisasi yang berkelanjutan ini, PHR berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah setempat dan institusi pendidikan. Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief, mengatakan keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitar area operasi merupakan hal yang utama. "Kesadaran bersama yang tertanam di tengah masyarakat diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional migas dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keselamatan warga di sekitar wilayah operasi tetap menjadi yang utama," terangnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
KI Ungkap Mismatch Ekspektasi Rekrutmen 2026: 62 Persen Rekruter Mengira Calon Utamakan Gaji
Jakarta, katakabar.com - Kalibrr Indonesia (KI) sebagai perusahaan penyedia platform lowongan kerja, bersama Jakpat sebagai platform mobile survei daring melalui inisiatif Kalibrr Communities, mengungkap adanya gap ekspektasi antara perusahaan dan pencari kerja dalam proses rekrutmen di Indonesia. Temuan ini menunjukkan perbedaan prioritas antara kandidat dan rekruter menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat drop-off kandidat dalam proses rekrutmen. Di tengah kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif, perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan kandidat berpengalaman dan memiliki kemampuan spesifik. Persaingan antarperusahaan untuk merebut kandidat berkualitas membuat proses rekrutmen tidak lagi hanya bergantung pada penawaran gaji, tetapi juga pengalaman rekrutmen hingga employer brandingi. Berdasarkan hasil survei, mayoritas pencari kerja menempatkan lingkungan dan budaya kerja yang lebih baik (54 persen) serta peluang karier dan pengembangan diri yang lebih jelas (54 persen) sebagai faktor utama dalam keputusan pindah kerja. Tetapi di sisi lain, rekruter masih menganggap kenaikan gaji signifikan (62 persen) sebagai faktor utama yang mendorong kandidat berpindah kerja. Selain itu, 55 persen pencari kerja menyebut reputasi perusahaan sangat penting dalam pengambilan keputusan karier, sementara 87 persen rekruter percaya employer branding sangat memengaruhi ketertarikan kandidat terhadap perusahaan. “Perusahaan saat ini tidak hanya bersaing soal gaji, tetapi juga soal pengalaman dan kepercayaan. Kandidat semakin kritis dalam menilai employer branding, transparansi proses rekrutmen, hingga peluang pengembangan karier yang ditawarkan perusahaan,” ujar Permata Karina, selaku Head of Commercial di Kalibrr Indonesia. Studi ini juga menemukan pengalaman kandidat masih menjadi tantangan utama dalam proses rekrutmen. Sebanyak 60 persen pencari kerja menilai rekruter kurang memberikan kejelasan terkait jenjang karier sejak awal proses rekrutmen, kemudian 50 persen menyebut komunikasi selama proses rekrutmen masih kurang transparan. Sementara, di tahap akhir rekrutmen, 46 persen rekruter mengaku kandidat menolak atau menghilang setelah penawaran kerja diberikan. Menurut Permata Karina, kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan rekrutmen saat ini bukan hanya soal menemukan kandidat yang tepat, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu membangun proses rekrutmen yang relevan, transparan, dan memberikan pengalaman positif bagi kandidat. “Ketika ekspektasi kandidat tidak dipahami sejak awal, perusahaan berisiko kehilangan kandidat potensial di tengah proses rekrutmen. Karena itu, strategi rerkrutmen saat ini perlu lebih kandidat-sentris dan berbasis data,” tambahnya. Melalui studi ini, Kalibrr Indonesia mendorong perusahaan untuk membangun strategi rekrutmen yang lebih efektif, diantaranya melalui employer branding, transparansi proses rekrutmen, serta komunikasi karier yang lebih relevan dengan kebutuhan kandidat saat ini. Sebagai platform rekrutmen berbasis teknologi, Kalibrr Indonesia membantu perusahaan menjangkau kandidat yang lebih tepat sasaran sekaligus membangun pengalaman rekrutmen yang lebih kompetitif di tengah pasar tenaga kerja yang semakin dinamis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi rekrutmen dan employer branding dari Kalibrr Indonesia, kunjungi www.kalibrr.com/id-ID/employers.