Berita Trending
Sorotan terbaru dari Kategori
Kepala Desa Langkai Ditangkap Polres Siak, Diduga karena Narkoba
Dari informasi yang dirangkum katakabar.com, sang kades diamankan pada Sabtu (2/5) malam di desanya.
Calon Direktur PT BSP Rame yang Ikut, Bupati Siak Pastikan Tak Ada Titipan, Semua Berpeluang!
Panitia Seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Direktur PT BSP mengumumkan hasil seleksi administrasi untuk masa jabatan 2026-2031.
SMK Swasta Pemda Rantauprapat Cetak Teknisi Siap Kerja untuk Industri di Labuhanbatu
SMK Swasta Pemda Rantauprapat terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi unggulan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara
Audit Inspektorat Lambat, Pedagang Pasar Belantik Siak Layangkan Surat
Surat klarifikasi bernomor : 110/K-MHP/IV/2026 resmi dilayangkan pada 16 April 2026 lalu karena hingga kini hasil audit dugaan kebocoran dana retribusi Pasar Belantik belum juga diterima Kejari Siak.
Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Maling di Ruko Jalan Tanjung Harapan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi ungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Selatpanjang Kota, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kasus tersebut ditangani berdasarkan Laporan Polisi. Peristiwa pencurian terjadi Selasa (17/4) sekitar pukul 05.00 WIB di sebuah ruko di kawasan Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota. Korban diketahui bernama Suparman 43 tahun, pemilik ruko tersebut. Menurut Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J Lubis, SH., MH, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi, menyampaikan pengungkapan kasus ini bentuk respons cepat jajaran kepolisian terhadap laporan masyarakat. “Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKP J Lubis. Tersangka kasus ini, ujar Kapolsek Tebing Tinggi, bernama AA alias Adha 42 tahun, warga Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi. Pelaku diduga melakukan aksi pencurian dengan cara masuk ke dalam ruko melalui bagian atas bangunan yang digunakan sebagai akses keluar masuk burung walet. "Aksi pencurian terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari, korban mendengar suara mencurigakan dari lantai atas rukonya. Lalu, korban meminta bantuan saksi, Man, untuk melakukan pengecekan. Sekitar pukul 03.00 WIB, saksi melihat sosok tidak dikenal di area lantai 4 ruko. Terus, korban meminta bantuan saksi lain, Tien Lai untuk berjaga," ulas AKP J Lubis. Nah, sambungnya, sekitar pukul 04.15 WIB, saksi Tien Lai melihat pelaku turun dari lantai atas. Saat berpapasan, pelaku sempat mengancam saksi menggunakan palu sebelum akhirnya melarikan diri. Atas kejadian tersebut, korban segera melaporkan ke Polsek Tebing Tinggi. Dalam penanganan perkara ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah tali, dua buah engsel, serta satu buah patahan sarang burung walet. Tidak cuma itu, penyidik telah periksa para saksi dan melakukan serangkaian tindakan penyelidikan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara (Mindik), berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), serta akan segera mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk proses hukum lebih lanjut. Polsek Tebing Tinggi menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Inovasi CKG Pedesaan: Puskesmas Kunto Darussalam Buka Posko di Desa
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kesehatan tidak boleh mengenal jarak. Mewujudkan hal itu, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kunto Darussalan hadir lebih dekat ke tengah masyarakat melalui pendirian Posko Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai desa. Langkah inovatif ini bukan sekadar pelayanan, melainkan bukti nyata kepedulian yang menjangkau hingga ke pelosok wilayah kerja. Sejalan dengan program nasional pemeriksaan kesehatan gratis, konsep "jemput bola" ini diterapkan agar warga tak perlu bersusah payah datang ke pusat kesehatan. Cukup di desa masing-masing, masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan prima dan pemeriksaan lengkap dari tenaga medis yang profesional. Deteksi Dini, Kunci Hidup Sehat Kepala Puskesmas Kunto Darussalam, Rika Fitri Yanti, S.Kep., M.K.M, menjelaskan tujuan utama pendirian posko ini adalah upaya deteksi dini terhadap berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol. "Banyak masyarakat desa yang baru berobat saat sakit sudah parah. Melalui posko ini, kami hadir lebih awal untuk mencegah dan mengantisipasi, bukan hanya sekadar mengobati," kata Rika tegas, Senin (20/4). Ia menegaskan, perlindungan kesehatan harus dilakukan sejak dini agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih serius. Layanan Prima, Obat Terjamin Kualitas pelayanan tetap dijaga ketat meski dilakukan di posko desa. Tenaga medis yang ditugaskan dipilih yang kompeten, disiplin, dan sigap melayani. Untuk kepastian obat, Rika pastikan distribusi tetap terkontrol dari pusat. Setelah pemeriksaan dan konsultasi di posko, obat akan diberikan langsung dari Puskesmas induk agar jenis dan dosisnya terjamin sesuai kebutuhan medis. "Soal kesehatan, kami tak ingin main-main. Standar pelayanan harus tinggi, dan seluruh petugas wajib melayani dengan sepenuh hati," tegasnya. Ajakan untuk Seluruh Masyarakat Di akhir percakapan, Rika mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan fasilitas yang sangat bermanfaat ini. "Jangan tunggu sakit baru berobat. Mari rutin periksa kesehatan diri dan keluarga. Lindungi kesehatan, karena itu adalah aset paling berharga," sebutnya penuh harap.
Dugaan Kecurangan TSM Mengguncang PEMIRA USU 2026, Koalisi Gerakan Harapan Resmi Ajukan Gugatan
PEMIRA USU 2026 berpotensi menjadi salah satu krisis demokrasi kampus terbesar dalam beberapa tahun terakhir
Diduga Terlibat Jaringan Sabu di Siak, Kades Langkai Terancam Lama Masuk Bui
Dalam pengungkapan ini, polisi diduga menemukan keterlibatan Kepala Desa (Kades) Langkai, Kecamatan Siak, inisial SP (58 tahun).
PT MNS Bangun Galangan Kapal Rp300 Miliar di KITB Siak, Terbesar se-Sumatera!
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli meresmikan pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau, Senin (201/4).
Strategi Fiskal 2026: Wabup Pimpin Asistensi dan Paparkan Kondisi Riil Rohul
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Sebagai upaya menyusun peta jalan keuangan daerah yang sehat dan berkelanjutan, Wakil Bupati Rokan Hulu, H Syafaruddin Poti, SH, MM, pimpin langsung kegiatan asistensi virtual terkait proyeksi kemampuan keuangan daerah Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis ini dilakukan guna menjawab tantangan fiskal, di mana kemampuan pendapatan daerah diharapkan mampu menutupi kebutuhan belanja wajib yang terus meningkat. Di kegiatan tersebut Orang Nomor Dua di Negeri Seribu Suluk ini didampingi, Penjabat (Pj) Sekda Rokan Hulu, Drs. H. Yusmar, M.Si, beserta jajaran terkait. Tim Ditjen Bina Keuangan Daerah memaparkan sejumlah indikator penting yang menjadi catatan khusus. Meskipun pertumbuhan ekonomi Rohul tercatat cukup baik sebesar 6,79 persen (di atas rata-rata nasional), tetapi masih terdapat pekerjaan rumah berat lainnya. Tingkat kemiskinan masih berada di angka 8,12 persen setara 70 ribu jiwa. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 73,61 masih di bawah standar nasional, serta angka stunting yang mencapai 21,40 persen. Cukup memprihatinkan, kondisi jalan kabupaten dalam kategori kritis mencapai 75,2 persen setara 1.875 kilometer. Tantangan Alokasi Anggaran Menanggapi hal tersebut, Wabup Syafaruddin memaparkan kondisi riil pengelolaan anggaran di daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memenuhi belanja wajib, meski masih menghadapi tantangan. - Pendidikan: Target minimal 20 persen, saat ini telah tercapai 34,62 persen. - Infrastruktur: Target ideal 40 persen, tetapi baru mampu diakomodasi sebesar 28,57 persen. - Belanja Pegawai: Diproyeksikan 30 persen, tetpi realitas saat ini masih berada di angka 38,18 persen. "Ini adalah tantangan kita bersama. Kita harus bisa menyeimbangkan antara pendapatan dan kebutuhan belanja agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal," jelas Wabup Rokan Hulu. Optimalkan Potensi dan Inovasi Daerah Pada kesempatan tersebut, Wabup Rokan Hulu juga menjabarkan capaian penerimaan daerah yang bervariasi. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 73,17 persen dan Pajak Rokok 79,05 persen. Tetapi, sektor lain seperti Pajak Tenaga Listrik (36,42 persen) dan Pajak Air Tanah (18,72 persen) masih sangat rendah dan perlu digenjot. Lebih jauh, Syafaruddin Poti menyoroti potensi besar Rohul sebagai lumbung kelapa sawit dengan puluhan pabrik yang beroperasi. "Kami memiliki 50-56 pabrik kelapa sawit. Kami berharap ada dukungan untuk hilirisasi industri dan pelibatan BUMD sebagai mitra strategis agar pendapatan daerah bisa meningkat signifikan," tegasnya. Selain itu, ia uraikan inovasi daerah melalui program pinjaman modal tanpa bunga untuk UMKM, di mana bunga ditanggung sepenuhnya oleh APBD guna menggerakkan ekonomi rakyat.
Pembatasan Ruang Udara China 2026 Berimbas ke Sektor Pariwisata Indonesia
China, katakabar.com - Kabar mengenai pembatasan ruang udara China telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pariwisata dan wisatawan internasional, khususnya mereka yang merencanakan perjalanan ke Asia Timur dalam waktu dekat. Laporan awal yang menyebutkan bahwa otoritas China melarang penerbangan sipil dan menutup wilayah udaranya selama 40 hari menimbulkan keresahan luas, dengan kekhawatiran akan gangguan besar terhadap rute penerbangan, rencana liburan, dan arus perjalanan regional. Kekhawatiran ini dapat dipahami mengingat peran China sebagai salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia. Setiap indikasi gangguan pada ruang udara China berpotensi memengaruhi tidak hanya wisatawan yang bepergian ke China, tetapi penumpang transit maupun wisatawan yang menuju destinasi lain di kawasan. Maskapai, agen perjalanan, serta pelaku industri perhotelan di berbagai negara pun memantau situasi ini dengan cermat, karena pembatasan sementara dapat memengaruhi perilaku pemesanan dan perencanaan perjalanan. Kementerian Perhubungan Indonesia menegaskan informasi mengenai penutupan total ruang udara China tidaklah benar. Faktanya, China tidak menutup seluruh wilayah udaranya maupun menghentikan seluruh penerbangan sipil. Yang terjadi adalah penetapan beberapa Temporary Danger Area (TDA) di dalam sejumlah Flight Information Region (FIR) untuk kepentingan latihan militer terjadwal. Periode pembatasan terpanjang terjadi di wilayah Shanghai FIR, di mana lima zona perairan lepas pantai di Laut China Timur dengan luas sekitar 73.000 kilometer persegi dibatasi sementara mulai 27 Maret hingga 6 Mei 2026. Penting untuk dicatat bahwa zona ini berada di wilayah perairan lepas pantai dan tidak mencakup wilayah daratan utama China secara keseluruhan. Penerbangan komersial tetap beroperasi, meskipun beberapa rute mungkin mengalami penyesuaian atau pengalihan. Meskipun klarifikasi ini meredakan kekhawatiran akan penutupan total, kondisi ini tetap menimbulkan tantangan bagi wisatawan internasional. Penyesuaian jalur penerbangan dapat menyebabkan waktu tempuh yang lebih panjang, perubahan jadwal, serta kompleksitas operasional bagi maskapai yang melayani rute di kawasan Asia Timur. Wisatawan yang bepergian ke berbagai destinasi di kawasan ini berpotensi menghadapi ketidakpastian, terutama jika maskapai melakukan perubahan rute atau penjadwalan ulang. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh China. Negara-negara yang sangat bergantung pada wisatawan asal China, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia, berpotensi mengalami dampak tidak langsung apabila wisatawan menunda atau membatalkan rencana perjalanan akibat ketidakjelasan kondisi penerbangan regional. Bahkan ketidakpastian jangka pendek pun dapat memengaruhi keputusan pemesanan, terutama untuk perjalanan grup dan paket wisata multi-destinasi. Implikasi Bagi Sektor Pariwisata Indonesia Bagi Indonesia, implikasi yang ditimbulkan cukup signifikan. China merupakan salah satu pasar wisatawan internasional utama bagi Indonesia, dengan kontribusi besar terhadap jumlah kunjungan ke destinasi seperti Bali, Jakarta, dan Batam. Wisatawan asal China memberikan kontribusi ekonomi yang tinggi melalui sektor perhotelan, kuliner, belanja, transportasi, hingga berbagai atraksi wisata. “Sejumlah tamu mancanegara, termasuk dari China, telah melakukan penjadwalan ulang kunjungan di salah satu properti kami akibat ketidakpastian penerbangan dan situasi yang berkembang,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing & Communication, Marclan International. Setiap penurunan minat atau gangguan konektivitas dari pasar China berpotensi berdampak langsung terhadap kinerja pariwisata Indonesia. Hotel dan pelaku usaha pariwisata dapat mengalami perlambatan pemesanan, penurunan tingkat hunian, serta berkurangnya pengeluaran wisatawan, terutama di destinasi yang sangat bergantung pada pasar Asia Timur. Demikian pula agen perjalanan yang menangani grup wisata dari China juga berpotensi menghadapi penundaan atau peningkatan pembatalan perjalanan. Efek Berantai pada Ekonomi Dampak tersebut tidak berhenti pada sektor pariwisata saja. Efek berantai juga dapat dirasakan oleh sektor lain yang berkaitan dengan aktivitas wisatawan, seperti ritel, makanan dan minuman, serta transportasi lokal. Meskipun pembatasan ini bersifat sementara dan terbatas, ketidakpastian dalam perjalanan udara sering kali memberikan dampak psikologis yang cepat terhadap kepercayaan konsumen, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan perjalanan bahkan sebelum gangguan nyata terjadi. Untuk meminimalkan dampak tersebut, pelaku industri pariwisata di Indonesia dan negara lainnya perlu memperkuat komunikasi, memberikan kepastian informasi kepada wisatawan, serta bekerja sama dengan maskapai untuk menjaga kepercayaan terhadap aksesibilitas kawasan. Pembaruan informasi yang jelas dan akurat dari otoritas penerbangan menjadi kunci untuk mencegah misinformasi berkembang menjadi penurunan minat perjalanan yang lebih luas. Meskipun situasi ini bukan merupakan penutupan total ruang udara China, kondisi ini menjadi pengingat akan betapa cepatnya perkembangan di sektor penerbangan dapat memengaruhi sentimen pariwisata global. Pada ekosistem perjalanan yang saling terhubung, pembatasan terbatas di satu negara pun dapat menciptakan dampak luas di berbagai destinasi. Bagi negara yang bergantung pada pariwisata seperti Indonesia, menjaga kepercayaan wisatawan dan memastikan komunikasi yang akurat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan dampak serta menjaga momentum pemulihan pariwisata internasional.
Dugaan Pengelolaan Aset Bermasalah di Pertamina EP Pangkalan Susu, Kapal Negara Disebut Dibiarkan Rusak
Dugaan curang pengelolaan aset negara PT Pertamina EP Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat menyeruak kepermukaan
Kandidat Calon Direktur PT Bumi Siak Pusoko (BSP) Mengerucut Jadi Dua, Ini Namanya
Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan dua nama yang lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP), Senin (4/5).
Dana Transfer Pusat Melorot, Afni Minta BUMD di Siak Punya Target, Jika Tak Bermanfaat, Evaluasi!
Menurut Afni masih ada saat ini paradigma lama yang menjadikan BUMD sekadar tempat 'numpang' bukan tempat bertumbuh.
Ulah Sabu, Pria Gaek Digelandang Tim Opsnal Polsek Mandau dari Kuala Mudo II
Bathin Solapan, katakabar.com - Pria gaek hari-hari sebagai buruh, warga Jalan Kuala Mudo II, Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, belakangan diketahui bernama HN alias Ujang 55 tahun, harus berurusana dengan tim opsnal Polsek Mandau. Ia ditangkap lantaran melakukan dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sabu, Senin (27/) sekitar pukul 17.30 WIB kemarin, di kawasan Jalan Lintas Duri-Dumai kilometer 7 Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan, Duri, Kabupaten Bengkalis. Kapolsen Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli, kepada wartawan melalui siaran pers, Selasa (28/4) sore, mengatakan pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu berawal tim opsnal Polsek Mandau dapat informasi dari laporan masyarakat, Senin (27/4) sekitar pukul 17.00 WIB. "Laporan tersebut terkait adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Jalan Lintas Duri-Dumai kilometer Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan," ujarnya. Dari situ, ulas Kasi Humas Polsek Mandau, tim opsnal bergerak ke kawasan Jalan Lintas Duri-Dumai kilometer 7. Tiba di lokasi tersebut tim opsnal sigap mengamankan HN alias Ujang. Benar saja, setelah digeledah ditemukan satu paket diduga narkotika jenis sabu di Casing Handphone, lima paket diduga narkotika jenis sabu, dan satu unit timbangan di dalam kotak rokok terbungkus tisu didapat di bawah kasur (tempat tidur). "Setelah pelaku dan barang bukti diamankan, tim opsnal melakukan interogasi, dan pelaku mengakui barang narkotika jenis sabu tersebut didapat dari seseorang bernama RA. Saat ini sedang dilakukan pengembangan terhadap pemasok barang haram tersebut," jelasnya. Pelaku dan barang bukti, sebut Betty, sudah dibawa ke Polsek Mandau guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kepada pelaku sementara ini disangkakan Pasal 114 ayat (1)Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana. "Untuk itu, diimbau kepada masyarakat bila membutuhkan kehadiran petugas polisi segera hubungi Call Center 110. Polres Bengkalis, khusus Polsek Mandau berkomitmen melakukan penegakan hukum secara cepat, tegas, profesional, dan tuntas," tegasnya.