Lee Junho Resmi Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker Asal Korea Lifestyle
Lifestyle
Kemarin

Lee Junho Resmi Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker Asal Korea

Korea Selatan, katakabar.com - Cuckoo, produsen peralatan rumah tangga terkemuka asal Korea Selatan, secara resmi memperkenalkan Lee Jun-ho sebagai Global Brand Ambassador terbaru mereka. Kolaborasi antara Cuckoo dengan Lee Junho membawa pesan sederhana yang punya makna kuat, "Hidup lebih sehat dan bahagia dimulai dari rumah bersama Cuckoo". Pemilihan Lee Junho dilakukan setelah pertimbangan yang matang. Junho dikenal dengan reputasinya yang tanpa cela selama 15 tahun berkarir, sebuah cerminan dari disiplin dan standar tinggi. Karakter inilah yang menjadikannya pasangan sempurna bagi Cuckoo yang terkenal menempatkan standar tinggi dalam produknya. Standar Tinggi Peralatan Rumah Tangga Sebagai merek yang telah mendunia dan menjadi pemimpin pasar di lebih dari 34 negara, Cuckoo menerapkan standar tinggi pada peralatan rumah tangga yang meliputi sistem pemurni air (water purifier) yang mengubah air kran menjadi air siap minum, rice cooker (mekanikal, digital, pressure), air fryer, air purifier, penyejuk ruangan (AC), dan peranti rumah tangga lain yang canggih. Cuckoo telah menempuh perjalanan panjang hingga menjadi brand global yang dipercaya oleh jutaan pengguna. Dengan standar kualitas Korea yang ketat, setiap produk Cuckoo dirancang untuk tahan lama dan fungsional, namun tetap memiliki estetika modern yang mempercantik hunian. Hidup Lebih Sehat dan Bahagia Kerja sama Cuckoo dengan Lee Junho diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk tidak berkompromi soal kualitas hidup. Di tengah kondisi dunia yang semakin tidak bersahabat, rumah menjadi satu-satunya tempat tiap orang untuk mendapatkan hidup berkualitas, baik dari aspek kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Dengan kemudahan yang ditawarkan produk Cuckoo, pengguna dapat mengeset kehidupannya jadi lebih sederhana dan nyaman. Salah satu contohnya, pengguna rice cooker Cuckoo dapat menyeting penanak nasinya sehingga saat pulang kerja, dia dapat memeroleh nasi segar yang baru saja masak bukan dihangatkan lama. Proses memasak yang lebih cepat juga memungkinkan rice cooker Cuckoo meminimalkan hilangnya kandungan nutrisi saat proses pemasakan. Selain itu, fitur multi-cooking produk yang sama dapat memudahkan setiap orang menjadi “chef” handal di rumah, hanya dengan sentuhan mudah dan sederhana. Kini, mewujudkan rumah impian yang sehat dan penuh kebahagiaan bukan lagi sekadar impian. Bersama Cuckoo dan Lee Jun-ho, mari kita mulai langkah pertama menuju standar hidup yang lebih baik.

Jangan Tergiur Harga! napocut Edukasi Cara Bedakan Hijab Paris Tegak Paripurna Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:47 WIB

Jangan Tergiur Harga! napocut Edukasi Cara Bedakan Hijab Paris Tegak Paripurna

Jakarta, katakabar.com - Di tengah banyaknya pilihan hijab di pasaran, hijab Paris premium tetap jadi favorit banyak perempuan di Indonesia. Tetapi, jangan sampai kamu terjebak dengan penawaran harga yang kelewat murah, ya! Sering kali, kualitas yang didapat malah bikin kecewa, mulai dari bahan yang lemas, susah dibentuk, sampai cepat banget kusut. Memahami keresahan ini, napocut hadir untuk bantu kamu tahu perbedaan antara ciri hijab Paris original dengan produk tiruan yang kini banyak beredar. Keunggulan Voile Premium Japan (Paris) dari napocut Buat kamu para perempuan aktif atau seorang working mom dengan mobilitas tinggi, waktu di pagi hari itu sangat berharga. Koleksi hijab Paris dari napocut hadir menggunakan material Voile Premium Japan (Paris) yang dirancang khusus untuk menemani aktivitas harianmu. Kenapa hijab ini spesial? Meskipun bahannya ringan dan nggak bulky saat dipakai, dia tetap bisa tegak sempurna di dahi. Selain itu, material ini minim kusut! Jadi, kamu bisa tampil sat-set di pagi hari tanpa harus repot menyetrika dulu. Cukup pakai, bentuk sedikit, dan kamu siap beraktivitas dengan tampilan rapi dan elegan seharian. Cara Membedakan Hijab Paris Premium dan Biasa Supaya kamu nggak salah beli lagi, coba perhatikan beberapa poin penting saat membedakan beda Paris premium dan biasa berikut ini: 1. Tekstur dan Kualitas Serat: Hijab Paris segiempat yang berkualitas punya tenunan kain yang rapat dan konsisten. Beda banget sama material murah yang cenderung tipis, menerawang, dan mudah melar. 2. Efek Tegak Paripurna: Hijab premium punya struktur yang pas, jadi bisa tegak paripurna di dahi sepanjang hari tanpa perlu banyak jarum atau effort berlebih. 3. Durabilitas Tinggi: Material Hijab Paris Premium sudah teruji tidak mudah berbulu, bahkan setelah dicuci dengan tangan lebih dari 100 kali. Jadi, koleksi hijabmu tetap awet dan tampak seperti baru dalam jangka waktu yang lama.  Investasi Kenyamanan Bersama napocut Jangan biarkan selisih harga bikin kenyamanan dan penampilanmu terganggu. Memilih hijab Paris Segiempat yang tepat itu investasi supaya kamu makin pede setiap hari. Yuk, rasakan sendiri bedanya! Dapatkan koleksi hijab Paris dari napocut yang sudah terbukti asli, tegak paripurna, dan praktis buat nemenin aktivitas harianmu. Kamu bisa langsung cek koleksi lengkapnya di napocut.com.

Berkah Berbakti Pada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional Lifestyle
Lifestyle
Kamis, 07 Mei 2026 | 09:15 WIB

Berkah Berbakti Pada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Garut, katakabar.com - Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien, yang berhasil torehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Berbekal semangat berbakti kepada orang tua, khususnya sang ibu, ia kini dikenal sebagai hafiz 30 juz, intelektual muda, sekaligus pendiri pesantren internasional di Garut. Di usianya yang masih muda, Ghazi tidak hanya dikenal karena pencapaian akademiknya, tetapi juga kontribusi pemikiran dan kiprahnya di berbagai forum dunia. Sosoknya menjadi representasi nyata pemuda Indonesia yang tidak sekadar mengejar popularitas, tetapi fokus pada karya, gagasan, dan kebermanfaatan. Bukan Sekadar Viral, Tapi Berprestasi Nyata Berbeda dengan fenomena viral yang sering muncul di media sosial, Ghazi dikenal bukan karena sensasi. Ia membangun reputasinya melalui prestasi akademik, publikasi ilmiah, serta kontribusi intelektual yang bahkan disebut melampaui usianya. Sejak usia remaja, ia sudah aktif dalam dunia riset dan penulisan ilmiah. Beberapa karya tulisnya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional, membahas berbagai topik mulai dari filsafat Islam, pendidikan, hingga isu global. Ia juga aktif dalam forum-forum ilmiah internasional, seperti konferensi di Turki hingga forum intelektual di tingkat global. Akar Kehidupan: Berbakti kepada Orang Tua Kesuksesan Ghazi tidak lepas dari nilai kehidupan yang ia pegang sejak kecil. Ia tumbuh dalam dua dunia: dunia pendidikan dan dunia usaha keluarga. Sejak kecil, ia terbiasa membantu ibunya berdagang sembako. Pagi hari digunakan untuk belajar, sementara siang hingga sore membantu orang tua. Dari situlah ia belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan makna berbakti. Baginya, berbakti kepada orang tua bukan sekadar konsep, tetapi fondasi utama kehidupan. “Berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan sejati,” ujar Ghazi ketika diwawancarai tim Galura Creative. Produktif Menulis dan Berkarya Sejak Remaja Sejak usia muda, Ghazi telah menunjukkan produktivitas luar biasa dalam dunia literasi. Ia aktif menulis buku dan karya ilmiah yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan dijadikan rujukan akademisi. Beberapa karyanya membahas: - Islamisasi ilmu - Fiqih hubungan internasional - Energi terbarukan dalam perspektif Islam - Tafsir dan ilmu Al-Qur’an - Kamus multibahasa Hal ini menjadikannya salah satu intelektual muda yang diperhitungkan, baik di dalam maupun luar negeri. Hafiz 30 Juz dan Kuasai Banyak Bahasa Di tengah kesibukan membantu keluarga, Ghazi berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an di usia 14 tahun. Setahun kemudian, ia juga menyelesaikan hafalan kitab hadis Bulughul Maram. Tak berhenti di situ, ia juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penguasaan bahasa. Hingga usia 24 tahun, ia telah mempelajari lebih dari 10 bahasa asing, di antaranya:Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, hingga beberapa bahasa Afrika. Kemampuan ini menjadi modal penting dalam kiprahnya di forum internasional. Mewakili Indonesia di Panggung Dunia Prestasi Ghazi semakin terlihat saat ia aktif mewakili Indonesia di berbagai forum global sejak usia 17 tahun. Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, di antaranya: - World Muslim Conference (Malaysia) - Future Leader Congress (Thailand) - International Muslim Intellectual Forum (Turki) - World Youth Summit di Jenewa, Swiss Bahkan pada usia 19 tahun, ia menjadi pembicara termuda dalam forum internasional di Georgetown University, Amerika Serikat. Tidak hanya itu, pada tahun 2022, Ghazi juga terlibat sebagai inisiator dalam penyusunan World Youth Charter di United Nations (UN) Geneva. Akademisi Sekaligus Pengusaha Muda Selain aktif di dunia pendidikan dan akademik, Ghazi juga menunjukkan kiprah di dunia bisnis. Ia tercatat sebagai: - Direktur utama travel haji dan umrah - Presiden direktur hotel di Garut - Direktur klinik kesehatan - Pengelola sekolah internasional - Hingga pelaku usaha toko sembako Kombinasi antara intelektualisme dan entrepreneurship menjadikannya sosok yang mampu memadukan ilmu dan praktik nyata di lapangan. Inspirasi Pemuda Garut dan Indonesia Kisah Ghazi Abdullah Muttaqien menjadi bukti bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan global. Dari seorang anak yang membantu ibunya berdagang, ia tumbuh menjadi intelektual muda yang diakui dunia. Lebih dari sekadar prestasi, nilai yang ia bawa yakni berbakti kepada orang tua, konsistensi belajar, dan kontribusi nyata menjadi inspirasi penting bagi generasi muda Indonesia. Mendirikan Pondok Modern Internasional Madinah Al-Zahra di Garut Sebagai bagian dari pengembangan pendidikan berbasis global, Pondok Modern Internasional Madinah Al-Zahra Garut menghadirkan sistem pembelajaran yang terintegrasi antara nilai-nilai keislaman dan standar internasional. Pondok Modern Madinah Al-Zahra Garut membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB) Gelombang III untuk tingkat SMP & SMA. Program ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam mencetak generasi muslim unggul yang berdaya saing global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026, dengan kuota terbatas. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan berbasis Islam yang terintegrasi dengan kurikulum internasional. Biaya Lebih Terjangkau dengan Program Beasiswa Untuk Gelombang III ini, Pondok Modern Madinah Al-Zahra memberikan kemudahan biaya pendidikan, di antaranya: Biaya Masuk: Rp 25,5 juta (normal Rp 64 juta) Biaya Bulanan: Rp 2,2 juta (normal Rp 5,2 juta) Selain itu, tersedia program beasiswa hingga 85 persen bagi santri berprestasi, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan. Membangun Peradaban Islam Modern Pondok Modern Madinah Al-Zahra memiliki visi besar: “Menuju Kebangkitan Peradaban Islam dan Kejayaan Bangsa Indonesia dengan Al-Qur’an dan Al-Sunnah.” Dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama, bahasa asing, serta wawasan global, pesantren ini berupaya mencetak generasi ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan. Fasilitas Modern Berstandar Internasional Santri akan mendapatkan fasilitas lengkap dan representatif, antara lain: - Asrama nyaman dan eksklusif - Ruang belajar modern - Area olahraga dan lingkungan asri - Kolam renang dan fasilitas penunjang lainnya - Lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan kondusif Selain itu, tersedia juga fasilitas penunjang seperti area pembelajaran terbuka dan suasana pegunungan Garut yang sejuk, mendukung proses belajar yang optimal. Lokasi Strategis di Garut Pondok Modern Madinah Al-Zahra berlokasi di Sindangpalay, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat Lokasi ini dikenal memiliki lingkungan yang tenang dan nyaman, sangat cocok untuk pembentukan karakter dan fokus belajar santri.

Siap Diproduksi! Film Drama Original Perdana Lyto Pictures Angkat Fenomena 'People Pleaser' Lifestyle
Lifestyle
Sabtu, 25 April 2026 | 08:05 WIB

Siap Diproduksi! Film Drama Original Perdana Lyto Pictures Angkat Fenomena 'People Pleaser'

Jakarta, katakabar.com - Lytopictures umumkan proyek film drama original perdana segera memulai proses shooting bulan ini dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026 ini. Film ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo, ditulis oleh Evelyn Afnilia, serta diproduseri Andi Suryanto dan Marcella Daryanani. Kolaborasi ini menghadirkan karya yang memadukan pendekatan emosional, hangat, dan dekat dengan realita kehidupan modern. Mengangkat fenomena “people pleaser”, film ini terinspirasi dari keresahan tentang orang-orang yang sering merasa tidak enakan, sulit menolak, dan cenderung mengutamakan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri.  Film ini dibintangi oleh Mawar de Jongh, bersama sejumlah artis dan komika terkenal seperti Ardit Erwandha, ⁠⁠Ummi Quary, Surya Saputra, ⁠⁠⁠Vonny Cornellya, Fatih Unru, Amel Carla, ⁠⁠Cut Mini, Taskya Namya, Femi Maringka, Fira Maringka, Marcella Daryanani, Fajar Nugra, Arif Alfiansyah, Musdalifah Basri, Yono Bakrie, Aci Resti dan ⁠⁠Sadana Agung. “Cerita ini lahir dari hal yang sangat dekat dengan banyak orang. Kami ingin mengemasnya secara hangat, jujur, dan tetap menghibur,” ungkap Andi Suryanto selaku Produser dari LYTO PICTURES. Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga menjadi pengingat sederhana tentang pentingnya mengenali diri sendiri dan berani menetapkan batas dalam hubungan sosial. Nantikan film People Pleaser di Bioskop Indonesia, untuk berita selengkapnya bisa check di instagram @peoplepleaserfilm @lytopictures

Kenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan MB di Balik KLTC Group Dorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Kenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan MB di Balik KLTC Group Dorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

Yogyakarta, katakabar.com - Di tengah maraknya pelatihan pengembangan diri dan kepemimpinan di Indonesia, muncul satu pertanyaan yang jarang dibahas secara terbuka. Apakah semua pelatihan itu benar-benar menghasilkan perubahan? Tidak sedikit program yang berjalan tanpa dampak nyata, bahkan melahirkan trainer yang belum memiliki kesiapan memadai untuk membimbing orang lain. Menyikapi kondisi tersebut, Puguh Dwi Kuncoro hadir dengan pendekatan yang lebih terarah melalui Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group). Sebagai konsultan manajemen bisnis (MB), Puguh melihat langsung bagaimana kualitas kepemimpinan memengaruhi kinerja organisasi. Ia menemukan banyak persoalan di tempat kerja tidak semata-mata disebabkan oleh sistem atau strategi, tetapi oleh lemahnya kapasitas kepemimpinan di dalam tim. Dari pengalaman inilah, ia mulai menaruh perhatian pada bagaimana proses pengembangan pemimpin dan trainer seharusnya dilakukan secara lebih serius, terstruktur, dan berkelanjutan. Berangkat dari keresahan tersebut, Puguh mendirikan Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC®) Group sebagai wadah untuk membangun ekosistem pengembangan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan pola pikir. Bagi Puguh, menjadi pemimpin bukan sekadar soal kemampuan berbicara di depan, melainkan kemampuan memengaruhi, membangun kepercayaan, dan menciptakan perubahan nyata di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut tidak datang secara instan. Puguh memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang psikologi dan manajemen, dengan gelar Doktor (Psy.D) yang berfokus pada Leadership dan Industrial Organizational Psychology. Ia juga menempuh pendidikan lanjutan di bidang manajemen strategis dan pengembangan sumber daya manusia, yang semakin memperkaya perspektifnya dalam melihat kepemimpinan sebagai sebuah sistem yang dapat dibangun secara terstruktur. Selain aktif sebagai praktisi, Puguh juga terlibat dalam dunia akademik dan jejaring internasional. Ia berperan sebagai Fellow, Distinguished Professor, dan Pengajar di berbagai institusi, serta terlibat dalam sejumlah lembaga akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan global. Keterlibatan ini memberinya sudut pandang yang lebih luas terhadap standar kualitas kepemimpinan dan pengembangan SDM di tingkat internasional. Salah satu fokus utama yang ia dorong adalah peningkatan kualitas Trainer di Indonesia. Ia menilai peran Trainer sangat krusial, sebab mereka berada di garis depan dalam proses pembelajaran dan pengembangan individu. Tetapi, tanpa standar yang jelas dan proses pembinaan yang memadai, profesi ini rentan diisi oleh individu yang belum siap secara kompetensi maupun pengalaman. Melalui KLTC®, Puguh kembangkan pendekatan pelatihan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada praktik. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi dilibatkan dalam proses refleksi, simulasi, dan evaluasi yang mendorong perubahan nyata. Pendekatan ini dirancang agar setiap individu tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Upaya tersebut mulai menunjukkan dampak melalui berbagai program yang dijalankan KLTC®, termasuk inisiatif untuk mencetak Trainer yang lebih terstandar dan berkualitas. Peserta yang mengikuti program tidak hanya berasal dari satu daerah, tetapi datang dari berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan kebutuhan yang semakin luas terhadap pengembangan kepemimpinan yang lebih serius dan terarah. “Kami melihat banyak orang ingin berkembang, ingin menjadi trainer, ingin berkontribusi. Tetapi tanpa proses yang tepat, niat baik saja tidak cukup. Di sinilah pentingnya membangun sistem pelatihan yang benar-benar membentuk, bukan sekadar mengajarkan,” ujar Puguh Dwi Kuncoro. Ke depan, Puguh bersama KLTC® Group berkomitmen untuk terus memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem yang mendukung lahirnya pemimpin dan trainer yang berkualitas. Harapannya, semakin banyak individu yang tidak hanya siap memimpin, tetapi juga mampu membawa perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Meluncur di IIMS 2026, Aerox Alpha Pamerkan Warna dan Grafis Anyar Anti-Mainstream Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 14 April 2026 | 11:40 WIB

Meluncur di IIMS 2026, Aerox Alpha Pamerkan Warna dan Grafis Anyar Anti-Mainstream

Jakarta, katakabar.com - MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar big skutik premium tanah air dengan meluncurkan Yamaha TMAX, MAX Special Livery, dan warna baru XMAX Connected serta LEXi, MAXi Yamaha kini kembali memanjakan para konsumen dengan meluncurkan warna dan grafis baru pada Yamaha AEROX ALPHA, bertepatan dengan perhelatan Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS), di JIExpo Kemayoran, Jakarta di pekan pertama Februari 2026 lalu. Pembaruan warna dan grafis anyar itu kini hadir dalam 6 varian, mulai dari Elixir Dark Silver, Matte Purple Black, White Pearl Blue, Red, Blue, dan Black. Suguhan warna dan grafis baru ini, tidak hanya semakin mempertegas spirit Brave, Aggresive, Dynamic, Anti-Mainstream, Stand Out, dan Speed sebagai spirit utama AEROX ALPHA. Tetapi, juga semakin menegaskan posisinya sebagai super sport scooter yang cocok menjadi lifestyle item para youngster masa kini. Varian Elixir Dark Silver kini menghiasi strata tertinggi pada line-up AEROX ALPHA, yakni AEROX ALPHA “TURBO” dan “TURBO” Ultimate. Hadir dalam balutan warna silver dan hitam dominan, corak gold pada velg, serta dipertegas lewat tampilan grafis berbentuk anak panah bergaris tipis dengan kelir hitam, merah, dan gold, lengkap dengan tulisan AEROX di bagian atas pada leg side cover, semakin menegaskan DNA AEROX ALPHA sebagai the real Super Sport Scooter yang siap manjakan excitement para penggunanya. Sebagai salah satu line-up favorit para youngster, Yamaha Indonesia kini pun resmi menambah line-up AEROX ALPHA Cybercity dengan menghadirkan varian AEROX ALPHA Cybercity ABS dengan warna Matte Purple Black dan White Pearl Blue, serta AEROX ALPHA Cybercity dengan pilihan warna yang sama seperti sebelumnya, yakni Matte Blue Red. Melalui update ini, Yamaha semakin menunjukkan aura ALPHA-nya, yang terus konsisten menjawab kebutuhan konsumen yang terus bergerak dinamis. Varian Matte Purple Black dengan kombinasi ungu, hitam, dan merah tampil anti-mainstream dengan suguhan desain velg asimetris berwarna ungu di bagian depan dan merah di bagian belakang. Tak ketinggalan, varian White Pearl Blue dengan kombinasi hitam, biru, dan putih mutiara juga semakin memperkaya pilihan. Bicara soal grafis, line-up Cybercity saat ini tampil dengan highlight tulisan AEROX besar pada bagian boomerang, lengkap dengan guratan garis tipis yang menyelimuti body, yang mengisyaratkan karakter speed. Adapun, varian Red, Blue, dan Black kini turut meramaikan line-up AEROX ALPHA 2026. Berfokus pada tampilan kombinasi dua warna dan konsep grafis yang selaras dengan line-up Cybercity, AEROX ALPHA lebih menonjolkan kesan dan tampilan yang jauh lebih sederhana, tetap menonjolkan aura aggressive khas AEROX lewat aneka aksen grafis anti-mainstream, yang membuatnya semakin pas jadi lifestyle item yang bikin auto melirik. “Sebagai wujud nyata untuk memperkuat nilai keunggulan & kualitas produk MAXi Yamaha, kami secara konsisten terus melakukan aneka inovasi yang berkelanjutan. Selain meluncurkan Yamaha TMAX, MAX Special Livery, dan warna baru XMAX Connected pada Januari kemarin, secara spesial dalam perhelatan Indonesia Internasional Motor Show tahun ini, kami turut meluncurkan sentuhan warna dan grafis baru pada line-up AEROX ALPHA untuk seluruh line-up. Kami berharap, perubahan ini tidak hanya semakin mempertegas posisi AEROX ALPHA sebagai Super Sport Scooter masa kini dan mampu memenuhi impian para youngster untuk terus tampil stand out & anti-mainstream bersama Yamaha AEROX ALPHA,” jelas Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. AEROX ALPHA saat ini dipasarkan dengan varian dan warna berikut: ALPHA Super Sport Design AEROX ALPHA kini memiliki tampilan desain yang porty dan aerodinamis layaknya motor balap legendaris Yamaha YZF-R1M, yang dapat dilihat dari desain lampu depan dan belakang berciri khas R-DNA Yamaha dengan teknologi Full LED, lengkap dengan Dual Projector Lamp pada bagian depan, sekaligus telah dilengkapi dengan Emergency Stop Signal. Selain itu, speedometer motor ini pun telah menggunakan Full Digital Speedometer dan TFT Infotainment Display, yang dapat menyajikan 3 mode display, konektivits Y-Connect, hingga sistem navigasi Turn by Turn yang terhubung dengan Google Maps. ALPHA Super Sport Experience AEROX ALPHA memiliki riding position yang lebih sporty, berkat dukungan suspensi depan berdiameter 30 mm dan sub tank pada bagian belakang. Optimalisasi kontrol dan pengereman di update dengan hadirnya fitur TCS, ABS, serta double disc brake. Adapun, AEROX ALPHA juga sudah menggunakan mesin Blue Core 155cc VVA generasi terbaru berteknologi Yamaha Electric CVT (YECVT) yang bisa memberikan sensasi berkendara TURBO”. Dengan spesifikasi mesin ini, AEROX ALPHA bisa menghasilkan tenaga maksimal 11,3 kW / 8.000 rpm dan torsi maksimal sebesar 14,2 Nm / 6.500 RPM. ALPHA Feature AEROX ALPHA juga disematkan dengan berbagai fitur fungsional. Salah satunya adalah fitur konektivitas Y-Connect yang sudah menggunakan CCU 2.0 sehingga mampu mengatur riding location untuk menentukan tujuan berkendara, lokasi pom bensin terdekat, menyimpan lokasi tujuan favorit, dan lainnya. Selain itu, fitur seperti USB charging system, smart key system, stop & start system dan bagasi luas berkapasitas 24,5 liter juga dihadirkan pada motor.

Tentang Yudhi Isman: Perjalanan dari Indonesia ke Panggung Teknologi Global Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 12 April 2026 | 21:10 WIB

Tentang Yudhi Isman: Perjalanan dari Indonesia ke Panggung Teknologi Global

katakabar.com - Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak kalangan: Yudhi Isman (Founder & CEO of Orbis Elite), perusahaan teknologi multinasional yang membangun ekosistem digital generasi baru. Cerita perjalanan hidupnya tidak dimulai dari Silicon Valley, Singapura, ataupun Tokyo melainkan dari sebuah kota yang jauh dari pusat industri teknologi dunia: Pekanbaru. Dari lingkungan sederhana itulah, seorang anak kelahiran 6 Januari 1995, putra kedua dari pasangan Manipol dan Ismawati, tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap komputer, sistem digital, dan cara teknologi menghubungkan manusia. Bersama dua saudaranya, Randi Ramana dan Syifa Ega Ismanda, Yudhi menghabiskan masa kecilnya dengan ketertarikan yang tidak biasa: bukan pada mainan atau aktivitas umum anak seusianya, tetapi pada struktur perangkat lunak, arsitektur sistem, dan logika pemrograman. Ketertarikan itu kelak membawanya pada perjalanan panjang, menantang, dan penuh tekad, hingga akhirnya menjadi salah satu figur teknologi paling menonjol yang lahir dari generasi baru Indonesia. Pendidikan Internasional dan Fondasi Teknologi Meskipun berasal dari latar belakang yang jauh dari pusat teknologi dunia, Yudhi memperluas wawasannya secara global. Ia menempuh studi Diploma di International Business Management Institute (IBMI), Berlin, Jerman, sebuah institusi yang memperkenalkannya pada prinsip manajemen modern, kepemimpinan organisasi, dan struktur pengembangan bisnis global. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan dalam bidang yang paling sesuai dengan minatnya sejak kecil: Computer Science BSc (Hons) di University of Essex, Colchester, Britania Raya. Di sinilah pemahamannya mengenai: - algoritma, - kecerdasan buatan, - pemrograman sistem, - arsitektur perangkat lunak, dan - infrastruktur komputasi skala besar berkembang secara signifikan dan membentuk pola pikir teknologinya. Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem digital yang kompleks dan berorientasi masa depan. Awal Perjalanan Profesional: Dari Eksperimen Menuju Ekosistem Pada 2018, Yudhi memulai proyek awalnya yang bernama Orbisflix, Inc., sebuah eksperimen dalam layanan streaming dan media berbasis internet. Orbisflix bukan hanya sebuah platform, tetapi sebuah laboratorium tempat Yudhi menguji: - perilaku pengguna, - sistem backend, - arsitektur jaringan, - desain antarmuka, dan - model distribusi digital. Konsep VOD yang menjadi fondasi Orbisflix merupakan jendela pertama menuju pemikiran besarnya tentang bagaimana sebuah platform digital harus beroperasi, berkembang, dan berinteraksi dengan manusia. Selama empat tahun, Orbisflix menjadi wadah eksplorasi intensif. Banyak ide gagal, banyak yang diulang, banyak pula yang berubah arah. Namun proses itu justru membentuk pemahaman mendalam tentang apa yang diperlukan untuk membangun ekosistem teknologi berskala global. 2022: Lahirnya Orbis Elite Visi Teknologi Indonesia untuk Dunia Pada tahun 2022, sebuah babak baru dimulai. Orbisflix berevolusi menjadi Orbis Elite, Inc., dengan misi jauh lebih besar: membangun ekosistem digital terintegrasi untuk komunikasi, interaksi sosial, dan infrastruktur AI yang dirancang untuk masa depan. Transformasi ini menandai tiga hal utama: 1. Perpindahan dari satu produk menjadi multi-platform ecosystem 2. Integrasi teknologi komunikasi, sosial, AI, dan cloud dalam satu sistem 3. Penegasan posisi sebagai perusahaan teknologi multinasional Di bawah kepemimpinan Yudhi, Orbis Elite mulai membangun fondasi teknologi generasi berikutnya, salah satunya adalah platform sosial CoreX dan aplikasi komunikasi CoreX Messenger. Filosofi Teknologi: Simpel, Manusiawi, dan Berorientasi Masa Depan Bagi Yudhi, teknologi bukan hanya soal kemajuan, kecanggihan, atau kode pemrograman. Teknologi adalah medium untuk memperbaiki kehidupan manusia. Dalam banyak kesempatan, ia menegaskan prinsipnya: “Teknologi yang baik adalah teknologi yang membuat hidup lebih sederhana, bukan lebih rumit.” Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh arsitektur produk Orbis Elite. Mulai dari desain antarmuka yang intuitif, pengoptimalan sistem berbasis AI, hingga konsep komunikasi real-time yang ringan dan efisien semuanya diciptakan dengan fokus pada pengguna sebagai pusat ekosistem. Membangun dari Indonesia Menuju Perusahaan Teknologi Multinasional Perjalanan Yudhi menjadi salah satu contoh paling nyata dari berkembangnya pemimpin teknologi baru dari Asia Tenggara. Dalam era di mana perusahaan teknologi besar sering muncul dari Silicon Valley, Korea Selatan, Tiongkok, atau India, keberhasilan Orbis Elite menjadi entitas global bermula dari Indonesia menawarkan perspektif baru bahwa: - inovasi bisa lahir dari mana saja, - ambisi tidak dibatasi geografi, dan - talenta digital Indonesia memiliki potensi global. Di bawah arahannya, Orbis Elite membangun infrastruktur digital yang diproyeksikan untuk: - ekspansi lintas negara, - kompatibilitas regulasi internasional, - kemampuan penskalaan global, dan - integrasi teknologi masa depan. Kepemimpinan dan Peran Yudhi dalam Ekosistem Orbis Elite Sebagai Founder, Chairman & CEO, Yudhi menjalankan beberapa peran strategis: - arsitek utama produk, - perancang ekosistem digital, - pengambil keputusan teknis utama, - pengembang visi jangka panjang, - serta pembentuk budaya perusahaan. Perannya bukan hanya sebagai pemimpin bisnis, tetapi juga sebagai teknologi yang memahami detail sistem hingga level kode. Melihat ke Masa Depan Dengan ambisi untuk memperluas jangkauan internasional, membangun infrastruktur digital baru, dan memperkenalkan generasi platform yang lebih inovatif, perjalanan Yudhi sebagai pemimpin teknologi Indonesia menjadi salah satu narasi penting dalam dunia digital saat ini. Dari Pekanbaru hingga panggung global, perjalanannya menjadi bukti bahwa visi besar dapat lahir dari tempat yang kecil—dan dengan tekad, dedikasi, serta kerja keras, dapat berkembang menjadi sesuatu yang memengaruhi dunia.

Pop Mie CGG 2026 Perluas Peta Esports Kampus, Catat Partisipasi Tertinggi di UG Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 12 April 2026 | 12:02 WIB

Pop Mie CGG 2026 Perluas Peta Esports Kampus, Catat Partisipasi Tertinggi di UG

Depok, katakabar.com - Pop Mie bersama EVOS Esports kembali menghadirkan program Pop Mie Campus Gaming Ground (CGG) 2026 di Universitas Gunadarma (UG), Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan esports di lingkungan kampus, sekaligus merespons tingginya antusiasme mahasiswa dari berbagai daerah. Dari kali pertama digelar pada 2024, Pop Mie Campus Gaming Ground telah menjangkau 8 kampus dengan total partisipasi lebih dari 2.500 mahasiswa. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat mahasiswa terhadap esports. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan dan eksplorasi karier. Pada pegelaran di Universitas Gunadarma, program ini mencatatkan jumlah partisipasi turnamen tertinggi dibandingkan kampus sebelumnya. Tercatat 30 tim mahasiswa yang mendaftar dalam kompetisi Mobile Legends Bang Bang. Tingginya partisipasi ini mencerminkan semakin luasnya adopsi esports di kalangan mahasiswa. Hubungkan Mahasiswa dengan Industri Esports Pop Mie Campus Gaming Ground tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi. Ruang yang memperkenalkan mahasiswa pada ekosistem esports secara menyeluruh. Melalui sesi interaktif bersama talenta EVOS seperti Mira, Charmaine, Kezi, Van dan Swaylow, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai berbagai peran di industri ini. Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan dunia esports dengan mahasiswa. “Esports hari ini tidak hanya tentang bermain game, tetapi juga tentang bagaimana membangun ekosistem yang bisa membuka peluang. Melalui program ini, kami ingin mahasiswa melihat bahwa ada banyak jalur yang bisa mereka eksplorasi di industri ini, baik sebagai pemain maupun di balik layar,” ujarnya. Diskusi yang berlangsung mencakup peluang karier sebagai pro player, kreator konten, hingga peran di balik layar seperti manajemen tim dan produksi konten. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa esports memiliki keterkaitan dengan berbagai kompetensi yang relevan dengan dunia akademik, termasuk kerja tim, komunikasi, strategi, dan kreativitas digital. Hadirkan Pengalaman Interaktif Dekat dengan Mahasiswa Selain turnamen dan sesi diskusi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif. Salah satunya adalah 360 Corner Experience, sebuah photobooth dengan kamera berputar 360 derajat yang memungkinkan peserta membuat konten visual yang dinamis dan siap dibagikan di media sosial. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, mengatakan pendekatan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebiasaan dan minat mahasiswa saat ini. “Kami melihat mahasiswa tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga ingin terlibat dan mengekspresikan diri. Karena itu, Pop Mie Campus Gaming Ground kami rancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai pengalaman yang relevan dengan keseharian mereka, termasuk dalam hal membuat dan berbagi konten,” jelasnya. Ekspansi ke Luar Jabodetabek di 2026 Tahun 2026 menjadi fase pengembangan baru bagi Pop Mie Campus Gaming Ground. Program ini mulai memperluas jangkauan ke kampus-kampus di luar Jabodetabek sebagai respons atas permintaan mahasiswa di berbagai daerah yang ingin menghadirkan kegiatan serupa. Aufa Bassam menambahkan perluasan ini menjadi langkah lanjutan dalam membangun ekosistem esports di tingkat kampus. “Antusiasme yang kami lihat di berbagai kota menunjukkan potensi talenta esports tidak hanya terpusat di kota besar. "Ke depan, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa di berbagai daerah untuk bisa terlibat dan berkembang,”ucapnya. Dengan menggabungkan kompetisi, edukasi, dan pengalaman interaktif, Pop Mie dan EVOS berupaya mendorong terbentuknya ekosistem esports kampus yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri kreatif, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di era digital.

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 07 April 2026 | 13:00 WIB

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

Jakarta, katakabar.com - Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang. Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, The MINDJourney berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh. Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen, menjelaskan proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu. “Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia. Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan MIND ID. Tetapi, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan. Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami. Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi. “Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” jelas Nia. Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia. Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki. “Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” ucapnya. Selain aktivitas industri, The MINDJourney juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Interaksi yang ditampilkan memperlihatkan relasi yang dinamis antara perusahaan dan komunitas: bukan hanya soal kerja dan ekonomi, tetapi juga soal harapan, kebutuhan, dan proses membangun kepercayaan dari waktu ke waktu. Sutradara program, Arie, menimpali proses di lapangan dibiarkan mengalir apa adanya. “Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ulasnya. Dengan format tersebut, The MINDJourney diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang industri tambang di Indonesia. Diketahui, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti langsung perjalanan dan cerita dari berbagai wilayah pertambangan di Indonesia.