Lifestyle
Sorotan terbaru dari Kategori Lifestyle
Rumah Scandinavian Modern di Johor Mulai 300 Jutaan, Mewah & Nyaman
Perumahan Johor Exclusive di Jalan Karya Wisata, Kabupaten Deli Serdang, menawarkan rumah tipe 55 bergaya Scandinavian Modern dengan harga promosi mulai Rp300 jutaan untuk pembayaran tunai keras.
Nanyang Film Festival, Upaya FLIX Cinema Perluas Jangkauan Sinema Asia
Jakarta, katakabar.com - FLIX Cinema jadi mitra resmi sekaligus venue penyelenggaraan Nanyang Film Festival (NFF) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di FLIX Cinema PIK Avenue dan FLIX Cinema Mall of Indonesia.
Dari Singapura ke Medan, Xiang Xiang Hadirkan Cita Rasa Hunan Autentik di Delipark Mall
Medan, katakabar.com - Setelah berkembang dengan 21 outlet di Singapura, Xiang Xiang memilih Medan sebagai lokasi pertama ekspansinya di Indonesia. Restoran spesialis Hunan Cuisine ini akan resmi dibuka pekan kedua Oktober 2026 lalu di Delipark Mall Medan, dengan menghadirkan hidangan bercita rasa kuat, aromatik, dan kaya rempah. Kehadiran Xiang Xiang menawarkan pengalaman baru bagi pencinta kuliner Chinese food yang ingin menikmati karakter asli masakan Hunan.
Tips Memilih Alat Berat untuk Konstruksi, Pertambangan dan Perkebunan Sawit
Jakarta, katakabar.cam - Memilih alat berat merupakan keputusan penting karena setiap proyek mempunyai target produksi, jenis material, kondisi lapangan, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Kesalahan dalam pemilihan alat dapat meningkatkan biaya operasional, konsumsi bahan bakar, kerusakan alat, bahkan risiko kecelakaan kerja. Sebaliknya, alat berat yang sesuai dapat mempercepat pekerjaan, menjaga performa, dan meningkatkan efisiensi kerja. Sebelum membeli alat berat atau menyewa alat, perusahaan perlu memahami jenis alat berat dan fungsinya, kapasitas alat, kondisi medan, serta dukungan layanan purna jual. Panduan berikut dapat digunakan untuk menentukan alat berat yang dibutuhkan pada sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan sawit. Jenis Alat Berat dan Fungsinya Setiap jenis alat berat memiliki fungsi yang berbeda. Alat berat seperti excavator, bulldozer, loader, dump truck, motor grader, dan roller harus dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek.
AA Umrah Berikan Hadiah Umrah Gratis kepada Kapolres Labuhanbatu, Ini Sosoknya
PT Amanah Akbar Mandiri Wisata (AA Umrah) memberikan penghargaan berupa fasilitas perjalanan ibadah umrah kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaksanaan tugas dan pengabdian dalam pelayanan kepada masyarakat.
Viva Cosmetics Tampilkan Wajah Baru, Ajak Masyarakat Bergerak 'Glowing Bersamamu'
Jakarta, katakabar.com - Viva Cosmetics memasuki era baru dengan rebranding yang dimulai dengan perubahan identitas visual secara kontras. Sebagai beauty local brand yang telah menemani beauty enthusiasts selama lebih dari 60 tahun, langkah ini menjadi babak baru sekaligus membawa cerita dan nilai yang telah melekat sejak awal perjalanannya.
Tak Terpisah: Single Kolaborasi JessC dan Fauziah Latiff Kini Mengudara di Radio Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi lintas generasi menjadi warna utama dalam lagu “Tak Terpisah”, ketika penyanyi JessC berduet dengan diva senior Malaysia, Fauziah Latiff. Menariknya, single tersebut juga mendapat respons dari pasar Indonesia dan tercatat masuk chart di enam stasiun radio Indonesia.
Tayangkan Film Keempat "I remember" Sanct Telah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia di Akhir September 2026
Jakarta, katakabar.com - Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, menayangkan Episode 4 dari seri film pendeknya di YouTube Selasa (22/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Film berjudul "I remember" itu mengikuti sebuah keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura dalam satu malam di Sanctum, pantai kecil di dalam aplikasi, dan tiga pagi berbeda yang menyusul. Semua layar aplikasi di film adalah layar sungguhan: grup obrolan keluarga, check-in tidur, layar selamat pagi, dan pengingat kebiasaan dari Sancty yang bersifat opsional dan tidak aktif sebelum dinyalakan sendiri oleh pengguna. Sanct kini sudah bisa dipra-pesan di App Store dan akan hadir di Indonesia pada 29 September, sehari setelah Singapura pada 28 September. Sanct memiliki lebih dari 350 pengguna aktif, dan 1.600 orang di daftar tunggu sedang diundang masuk secara bertahap. Arloji jam tangan sudah menunjukkan pukul 22.24 di Jakarta, pukul 23.24 di Singapura, dan satu keluarga masih berada di pantai yang sama. Bukan pantai sungguhan, melainkan Sanctum, pantai kecil di dalam aplikasi Sanct yang buka setiap hari pukul 18.00. Ayah dan ibu di tempat tidur dengan lampu yang masih menyala. Si bungsu duduk bersila di kasurnya di Jakarta. Si sulung di kamar kosnya di Singapura. Tidak ada yang mau pulang duluan. Lalu notifikasi yang sama muncul di tiga ponsel: "Time to wind down. Your usual sleep time is coming up." Itulah bagian tengah "I remember", film keempat dari seri Sanct tentang sebuah keluarga yang terpisah satu jam penerbangan, yang tayang di YouTube pada Selasa (22/9) pukul 16.00 WIB. Sejak Agustus, seri ini mengikuti empat orang yang sama: seorang anak yang merantau ke Singapura untuk bekerja, adiknya, dan orang tua mereka di Jakarta. Tiket Pulang Sudah Dipesan Episode 3 berakhir dengan keluarga itu berjanji bertemu di Sanctum. Episode 4 dibuka di sana. Sebelum mereka lupa waktu, grup keluarga di Sanct membereskan satu hal lewat enam pesan: tiket si sulung untuk pulang di ulang tahun Papa sudah dipesan, 12 Oktober, dua minggu kali ini. "Papa sudah menghitung hari," tulis adiknya. "Aku juga," balas kakaknya. Sanctum adalah tempat mereka bertemu sampai hari itu tiba. Mereka terlalu betah, sampai lupa waktu. Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani, mengingatkan masing-masing bahwa jam tidur mereka sudah dekat. Tiga isyarat "oke" ke tiga ponsel, tiga check-in tidur, tiga lampu padam. Tiga Pagi yang Berbeda Paginya, jam weker tua di samping tempat tidur orang tua berbunyi pukul 05.00. Alarm ponsel si bungsu berbunyi pukul 06.00, dan ia menunda sekali. Alarm si sulung berbunyi pukul 06.30 waktu Singapura, dan ia langsung duduk tegak. Masing-masing menekan "I'm Awake", dan masing-masing mendapat selamat pagi yang berbeda: 6 jam 29 menit istirahat, 7 jam 36 menit, 6 jam 56 menit. Pukul 05.05, Sancty mengingatkan orang tua soal ritme mingguan mereka; pukul 06.20 dan 07.00, ia menanyakan sarapan kepada kedua anak. Ayah dan ibu berjalan pagi berdua, bukan lari, di jalan depan rumah. Dua anak, dua bus, dua kota. Semua tepat waktu. Film ditutup oleh Sancty yang memegang buku catatan kecil bertuliskan "Schedule" dan dua kalimat di layar: "Good job. Everyone on time today." dan "I remember." Yang tampil di film ada di aplikasi Semua layar aplikasi di film diambil dari aplikasi Sanct yang ada sekarang, hanya diganti nama tokoh, foto, isi pesan, dan jamnya. Grup obrolan keluarga, check-in tidur yang memberi tahu teman bahwa seseorang sedang tidur, layar selamat pagi dengan lama istirahat semalam, dan pertanyaan sarapan dari Sancty semuanya ada di aplikasi. Pengingat kebiasaan dari Sancty, yaitu notifikasi menjelang jam tidur dan ritme mingguan yang tampil di film, bersifat opsional dan tidak aktif sebelum dinyalakan. Pengguna menyalakannya sendiri di pengaturan, dan kalimatnya adalah kalimat Sancty sendiri; dalam bahasa Indonesia berbunyi "Waktunya bersantai. Waktu tidurmu biasanya sebentar lagi." dan "Ritme mingguanmu. Sekitar waktu ini minggu lalu, kamu bangun." Sancty tidak melaporkan jam tidur atau jam bangun siapa pun kepada orang lain. "Di episode ini tidak ada yang bilang 'aku kangen'. Tiketnya sudah dipesan, orang tuanya sudah menghitung hari, dan sampai hari itu tiba mereka bertemu di pantai setelah makan malam," ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. "Sancty hanya melakukan apa yang dilakukan teman serumah yang baik: mengingatkan kalau sudah larut, dan mengucapkan selamat pagi. Ia ingat jam yang dipegang masing-masing orang, itu saja. Sanct hanya jembatannya. Pulang tetap tujuannya." Bagaimana data pengguna diperlakukan Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy Traction dan Rencana Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta; 147 orang mendaftar di hari pertama. Kini Sanct memiliki lebih dari 350 pengguna aktif, dan 1.600 orang di daftar tunggu sedang diundang masuk secara bertahap. Pekan lalu, Sanct menemui 78 pengunjung di booth pertamanya di Singapura, di Tech in Asia Conference 2026. Sanct kini sudah bisa dipra-pesan di App Store di https://apps.apple.com/app/sanct-social/id6806056237 dan akan hadir di Indonesia pada 29 September, sehari setelah Singapura pada 28 September. Sanct memakai model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi. Malaysia termasuk tiga negara peluncuran pertama. Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Fitur pencarian dan saran pertemanan baru terbuka setelah pengguna punya lima teman, dan hanya menjangkau teman dari teman.
Lagu 'Semoga Jadi Istri Ku' Viral, Amin Wahyudi Dikontrak
Musisi asal Kota Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Amin Wahyudi Harahap (AWH-red), kembali viral dengan sebuah lagu berjudul 'Semoga Jadi Istri Ku' meskipun sebelumnya lagu 'Siti Mawarni' juga hangat ditelinga masyarakat media sosial.
JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya
Jakarta, katakabar.com - Penyanyi internasional JessC semakin memperkuat hubungannya dengan pendengar di Indonesia. Lewat karya dalam berbagai bahasa, kolaborasi lintas budaya, serta pesan yang dibawa melalui musik, perjalanan JessC di Tanah Air terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah lagu JessC, di antaranya “Dekati”, “Tak Terpisah” dan “Expose”, mendapat perhatian dari pendengar Indonesia dan masuk ke tangga lagu sejumlah stasiun radio. Bagi JessC, penerimaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan musiknya. “Saya selalu merasa memiliki hubungan yang spesial dengan Indonesia. Bahasa dan budaya kita begitu dekat. Ketika lagu saya diterima oleh pendengar Indonesia, rasanya seperti bertemu dengan keluarga baru, padahal sebenarnya sudah lama dekat di hati,” kata JessC. Dari “Dekati” hingga “Tak Terpisah” Hubungan JessC dengan Indonesia salah satunya dibangun melalui album “Dekati”. Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan JessC memperkenalkan musiknya kepada pendengar Indonesia. Perjalanan itu kemudian berlanjut melalui kolaborasi dengan diva legendaris Malaysia, Fauziah Latiff, dalam lagu “Tak Terpisah”. Lagu tersebut membawa pesan mengenai persahabatan, penerimaan dan kasih tanpa batas. Karyanya juga mendapat perhatian dari media di Indonesia. Bagi JessC, pesan dalam lagu tersebut sejalan dengan cara ia memandang musik. “Musik tidak bertanya dari negara mana kita berasal. Ketika sebuah lagu menyentuh hati seseorang, pada saat itu sebenarnya kita sudah terhubung,” katanya. Musik Melayu Menyeberangi Batas Negara Kedekatan JessC dengan Indonesia juga terlihat melalui karya-karya berbahasa Melayu. Pada 2026, JessC berkolaborasi dengan entertainer Malaysia, Dato’ AC Mizal, melalui lagu “Mari Menari Raya”. Lagu tersebut memadukan pop modern dengan nuansa Hari Raya dan elemen hip-hop rap. Selain mendapat perhatian di Malaysia, lagu tersebut juga diputar di Indonesia. Menurut JessC, respons dari pendengar Indonesia menunjukkan bahwa kedekatan budaya Malaysia dan Indonesia dapat menjadi ruang untuk membawa musik berbahasa Melayu kepada pendengar yang lebih luas. Ia melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan industri musik yang besar dan dinamis. Karena itu, hubungan dengan Indonesia bagi JessC tidak hanya berkaitan dengan pasar, tetapi juga dengan keinginan untuk terus membangun kedekatan melalui musik. Bukan Sekadar Penyanyi Di luar aktivitasnya sebagai penyanyi, JessC memiliki latar belakang di bidang kesehatan dan dikenal sebagai Certified Therapeutic Musician. Ketertarikannya terhadap therapeutic music turut memengaruhi cara JessC melihat musik. Baginya, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menghadirkan ketenangan, harapan dan energi positif. JessC juga memiliki ketertarikan pada olahraga, termasuk tenis meja. Menurutnya, musik dan olahraga memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama membutuhkan disiplin, fokus, daya tahan dan keberanian untuk terus mencoba. “Dalam hidup, saya tidak ingin membatasi diri hanya pada satu hal. Saya ingin terus belajar, terus mencoba dan terus menjadi versi diri saya yang lebih baik,” ungkapnya. Indonesia dalam Perjalanan JessC Berikutnya Setelah membawakan karya dalam bahasa Mandarin, Inggris dan Melayu di berbagai panggung, JessC kini ingin semakin memperkuat hubungan dengan pendengar di Asia, termasuk Indonesia. Ia juga membuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak karya yang dapat dinikmati secara khusus oleh pendengar Indonesia, sekaligus menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan musisi dari Tanah Air. Bagi JessC, perjalanan tersebut masih terus berjalan. “Saya berharap suatu hari nanti dapat berdiri di atas panggung di Indonesia, menyanyi bersama semuanya dan merasakan sendiri energi penonton Indonesia. Saya percaya musik dapat membuat kita semakin dekat,” tuturnya. Nama “Dekati” pada akhirnya terasa memiliki makna tersendiri dalam perjalanan JessC. Bukan hanya sebagai judul lagu, tetapi juga sebagai gambaran dari langkah yang sedang dibangun JessC bersama pendengar Indonesia semakin dekat, satu karya demi satu karya.