Internasional
Sorotan terbaru dari Kategori Internasional
Tren Permintaan Emas Cetak Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan
Jakarta, katakabar.com - Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri. Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar. Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif. Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya. Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit. Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor. “Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” terang Herry. Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik. Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun. Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun. Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.
Emas Berpotensi Melonjak ke 4.740, Ini Pemicunya
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia di perdagangan Rabu (6/5) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan, didorong oleh kombinasi sinyal teknikal yang semakin solid serta dukungan dari faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe harian mulai memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah setelah sebelumnya mengalami tekanan. Secara teknikal, ujarnya, harga emas berhasil membentuk titik terendah baru atau swing low yang valid di area support kuat di level 4.523. Level ini menjadi area penting yang menahan penurunan harga dan menandai berakhirnya tekanan bearish dalam jangka pendek. "Ketika harga mampu bertahan di atas level tersebut, hal ini sering diartikan sebagai sinyal awal perubahan arah tren dari turun menjadi naik," ucapnya. Menurut Kofit, penguatan sinyal tersebut juga terlihat dari terbentuknya candlestick bullish marubozu. Pola ini menunjukkan dominasi pembeli yang cukup kuat dalam satu periode perdagangan, di mana harga bergerak naik tanpa tekanan jual yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan minat beli mulai meningkat dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi. Selain itu, tutur Kofit, pola double bottom yang terbentuk semakin memperkuat indikasi pembalikan tren. Pola ini merupakan salah satu formasi teknikal yang sering digunakan untuk mengidentifikasi potensi kenaikan setelah fase penurunan. Dengan adanya pola ini, peluang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan menjadi semakin besar. "Dari sisi indikator, stochastic juga memberikan konfirmasi tambahan. Pergerakan indikator yang mulai naik setelah keluar dari area oversold menunjukkan bahwa tekanan jual telah mereda dan momentum kenaikan mulai terbentuk. Hal ini memperkuat pandangan bahwa harga emas memiliki potensi untuk bergerak lebih tinggi dalam waktu dekat," ulasnya. Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut Kofit, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju area resistance terdekat di level 4.660. Jika momentum penguatan tetap terjaga, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.740 semakin terbuka. Level tersebut menjadi target berikutnya yang akan diuji oleh pasar dalam jangka menengah. "Pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan harga di area resistance. Kenaikan yang terjadi tetap memerlukan dukungan volume dan sentimen pasar agar dapat berlanjut secara konsisten," tegasnya. Dari sisi fundamental, imbuhnya, prospek penguatan emas juga didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, mulai dari risiko perlambatan pertumbuhan hingga ketegangan geopolitik, membuat investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Selain itu, kupasnya lagi, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang mulai mengarah ke arah yang lebih longgar turut menjadi faktor penting. Pelaku pasar mulai memperkirakan adanya kemungkinan pelonggaran kebijakan atau bahkan penurunan suku bunga dalam jangka menengah. Kondisi ini biasanya memberikan dorongan bagi harga emas. "Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung lebih menarik ketika suku bunga riil menurun. Dalam situasi tersebut, selisih keuntungan antara emas dan instrumen berbasis bunga menjadi lebih kecil, sehingga meningkatkan minat investor," terangnya. Faktor lain yang turut mendukung adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun. Ketika yield tidak mengalami kenaikan, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga mendorong permintaan. Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang kuat dan dukungan faktor fundamental memberikan gambaran bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas area support penting, peluang menuju level 4.660 hingga 4.740 tetap terbuka. Ia mengingatka pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan dinamika global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.
Perluas Sertifikasi Visa Jepang: Negara Gelar 'PJC Bridge' JLPT Tambah 15 Negara
Jepang, katakabar.com - Certify Inc.,yang berkantor pusat di Chuo City, Tokyo, dengan Direktur Utama Shigeru Takizawa umumkan jumlah negara pelaksana tes kemampuan bahasa Jepang "Practical Japanese Communication Test Bridge (PJC Bridge)" yang digelar perusahaan tersebut telah bertambah jadi 15 negara. "Practical Japanese Communication Test Bridge (PJC Bridge)" adalah tes kemampuan bahasa Jepang yang ditujukan bagi penutur non-asli bahasa Jepang, yang mengukur kemampuan bahasa Jepang setara CEFR A1~B1 (setara JLPT N5~N3.) Tes ini telah diakui Immigration Services Agency of Japan sebagai kualifikasi yang membuktikan kemampuan bahasa Jepang setara A1, yang dipersyaratkan saat mendaftar ke Japanese Language Education Institutions di Japan. Situs Web Immigration Services Agency of Japan Bagi yang mempertimbangkan masuk ke Japanese Language Education Institutions https://www.moj.go.jp/isa/applications/resources/nyuukokukanri07_00159.html Saat ini, PJC Bridge telah dilaksanakan di 15 negara terutama di Asia, dengan jumlah peserta ujian yang terus bertambah khususnya dari China, Nepal, dan Pakistan. Ke depannya, perluasan wilayah sasaran akan terus dilanjutkan guna memenuhi beragam kebutuhan para pelajar bahasa Jepang. Japanese Language Education Institutions Menjadi tempat ujian PJC Bridge adalah ujian berbasis CBT (Computer Based Testing). Japanese Language Education Institutions yang telah mendapatkan sertifikasi dapat menyelenggarakan ujian sebagai tempat ujian pada tanggal dan waktu yang diinginkan. Hal ini memperluas kesempatan peserta ujian dalam belajar bahasa Jepang, sehingga memungkinkan perolehan sertifikasi kemampuan bahasa Jepang yang diperlukan untuk studi di Japan secara lebih fleksibel. PJC Bridge memberitahukan hasil ujian dalam waktu sekitar 1 hingga 10 hari sejak tanggal ujian. Bagi peserta yang lulus, akan diterbitkan sertifikat yang membuktikan kemampuan bahasa Jepang. Dengan pemberitahuan hasil yang cepat, prosedur yang diperlukan untuk studi di Japan dapat diproses dengan lancar. Dengan menjadi tempat pelaksanaan ujian PJC Bridge, lembaga pendidikan akan memperoleh manfaat: ・Dapat menyediakan kesempatan mengikuti tes kemampuan bahasa Jepang di institusi sendiri ・Dapat mendukung perolehan kualifikasi bahasa Jepang yang diperlukan untuk studi di Japan ・Ujian dapat dilaksanakan dengan jadwal fleksibel berkat format CBT (Computer Based Testing) ・Hasil ujian diberitahukan dalam sekitar 1 minggu Beberapa tahun terakhir, seiring dengan meluasnya penerimaan pelajar asing dan tenaga kerja di Japan, pentingnya ujian yang dapat membuktikan kemampuan bahasa Jepang secara objektif semakin meningkat. PJC Bridge, sebagai ujian yang dapat mengukur kemampuan bahasa Jepang tingkat dasar hingga menengah, akan terus memenuhi kebutuhan Japanese Language Education Institutions maupun para pelajar, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat fondasi pendidikan bahasa Jepang serta menciptakan lingkungan studi dan kerja di Japan yang lebih kondusif. Certify Inc. memberikan informasi mengenai sistem sertifikasi tempat ujian PJC Bridge dan tata cara penerapannya kepada Japanese Language Education Institutions. Situs web resmi untuk Japanese Language Education Institutions menerima permintaan materi informasi dan pertanyaan terkait sertifikasi tempat ujian. Situs Web Resmi Practical Japanese Communication Test Bridge (PJC Bridge) untuk Japanese Language Education Institutions https://www.sikaku.gr.jp/c/pjc/education-partners/en/ Profil Perusahaan Nama Perusahaan:Certify Inc. Bidang Usaha:Pengembangan dan penyelenggaraan ujian sertifikasi kemampuan, dan keterampilan bisnis, pengembangan dan penjualan buku latihan ujian, pengembangan dan penyediaan layanan ujian online "Smart Entrance Exam®" Didirikan:Juni 2001 Alamat:Kayabacho Ekimae Building, 2-11-8 Nihonbashi Kayabacho, Chuo City, Tokyo Perwakilan:Direktur Utama Shigeru Takizawa
Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia pada perdagangan diprediksi mulai menunjukkan peluang penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam, Selasa (5/5) kemarin. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat adanya sinyal bahwa penurunan harga mulai mereda dan berpotensi diikuti oleh pergerakan naik dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, kata Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 memperlihatkan bahwa harga berhasil bertahan di area support kuat di level 4.510. "Level ini menjadi titik penting yang mampu menahan tekanan jual, sehingga mencegah harga turun lebih dalam. Ketika harga mampu bertahan di area support yang solid, kondisi ini biasanya menjadi tanda awal bahwa tren penurunan mulai kehilangan kekuatan," ujarnya. Situasi tersebut, ulas Kofit, membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak naik, meskipun dalam bentuk koreksi sementara atau yang dikenal sebagai secondary trend. "Kenaikan ini merupakan bagian wajar dari dinamika pasar setelah sebelumnya terjadi penurunan yang cukup signifikan," kupasnya. Pada proyeksi jangka pendek, imbuh Kofit, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju area resistance terdekat di kisaran 4.560 hingga 4.588. Level ini menjadi target awal yang akan diuji oleh pasar. Tetapi, area tersebut juga berdekatan dengan indikator Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Artinya, meskipun harga berpotensi naik, pergerakan tersebut kemungkinan akan menghadapi hambatan di area tersebut. Selain itu, lanjutnya, indikator stochastic saat ini menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa tekanan jual sudah terlalu kuat dan pasar berpotensi mengalami rebound. Dengan kata lain, peluang terjadinya kenaikan harga dalam jangka pendek semakin terbuka. "Pelaku pasar tetap perlu berhati-hati. Kenaikan yang terjadi dalam fase koreksi biasanya tidak berlangsung terlalu lama dan masih berpotensi kembali tertekan apabila tidak didukung oleh momentum yang kuat," tegasnya. Dari sisi fundamental, sebut Kofit, potensi kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan sementara dolar Amerika Serikat. Setelah sebelumnya menguat, dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah, yang memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik. Hal ini terjadi karena emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global ketika dolar melemah. Terus, ucapnya, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun turut memberikan sentimen positif. Ketika yield tidak meningkat, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut. "Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai lebih berhati-hati juga menjadi faktor pendukung. Pelaku pasar mulai melihat kemungkinan bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih menarik sebagai aset investasi, mengingat sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil tetap," terangnya. Di sisi lain, tutur Kofit, posisi harga yang saat ini berada di area support kuat juga mendorong aksi beli dari pelaku pasar. Banyak investor memanfaatkan kondisi harga yang relatif rendah untuk melakukan pembelian, yang dikenal sebagai strategi bargain hunting. Aktivitas ini turut membantu mendorong harga emas untuk naik dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, tambahnya, kombinasi antara sinyal teknikal dan faktor fundamental memberikan gambaran bahwa harga emas memiliki peluang untuk mengalami rebound dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support penting, potensi kenaikan menuju kisaran 4.560 hingga 4.588 masih terbuka. "Pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan kondisi global yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Dengan pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi hal penting dalam mengambil keputusan investasi," tandasnya.
Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis, yakni melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas menangkap peluang. Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar. Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern. Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif. Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif. Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas. Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi. Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya. Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik. Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Tetapi, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time. “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” kata Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ. Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. Karena ketika arah kebijakan mulai berubah, pergerakan pasar biasanya terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” jelasnya. Ke depan, stablecoin diperkirakan akan semakin menguat perannya, tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi sebagai bagian integral dari strategi alokasi aset modern. Dalam lingkungan pasar yang ditandai oleh ketidakpastian dan perubahan kebijakan global, kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan kesiapan menjadi faktor pembeda bagi investor. Dalam perspektif ini, stablecoin bukan sekadar aset defensif, melainkan alat strategis yang memungkinkan investor untuk tetap bertahan tanpa kehilangan posisi. Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pendekatan yang lebih adaptif dan terukur menjadi kunci dalam menjaga nilai portofolio sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.
Sentimen Global dan Teknikal Kompak Bikin Harga Emas Naik Lagi
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia pada perdagangan Kamis (30/4) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, seiring munculnya kombinasi sinyal teknikal yang positif serta dukungan dari faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD dalam timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembalikan arah, setelah sebelumnya berada dalam tekanan. Secara teknikal, ujarnya, salah satu sinyal utama yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola double bottom. Pola ini dikenal luas sebagai indikasi awal perubahan tren dari turun menjadi naik. "Konfirmasi terhadap pola tersebut semakin kuat setelah harga berhasil menembus area neckline, yang menjadi batas penting dalam formasi tersebut. Penembusan ini mengindikasikan tekanan beli mulai meningkat dan pasar mulai beralih ke fase penguatan," jelasnya. Dengan adanya sinyal tersebut, kata Kofit, harga emas diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di kisaran 4.604. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam jangka pendek. "Jika momentum penguatan tetap terjaga, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level berikutnya di sekitar 4.629 semakin terbuka," ucapnya. Meski demikian, sambung Kofit, pergerakan harga tetap perlu diperhatikan, terutama di area resistance. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, kenaikan harga biasanya tidak terjadi secara linier, sehingga diperlukan konfirmasi lanjutan agar tren naik dapat berlanjut dengan lebih kuat. Dari sisi fundamental, ulasnya, sentimen positif terhadap emas juga didukung oleh keputusan suku bunga Amerika Serikat yang tetap atau tidak mengalami perubahan. "Kebijakan ini memberikan sinyal tekanan pengetatan moneter mulai berkurang. Dengan kondisi tersebut, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen berbasis yield," imbuhnya. Selain itu, kupas Kofit, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau bahkan menurun turut menjadi faktor pendukung. Ketika yield tidak mengalami kenaikan, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah. Hal ini membuat investor kembali melirik emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio. "Faktor lain yang turut memperkuat potensi kenaikan emas adalah pergerakan dolar Amerika Serikat yang cenderung melemah atau bergerak terbatas setelah keputusan suku bunga. Dalam kondisi tersebut, harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global, sehingga permintaan cenderung meningkat," terangnya. Di sisi lain, tuturnya, sikap wait and see yang ditunjukkan pelaku pasar juga berkontribusi terhadap pergerakan emas. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan ke depan serta kondisi ekonomi global membuat investor cenderung berhati-hati. Dalam situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai yang relatif aman. Secara keseluruhan, bebernya, Dupoin Futures melihat bahwa kombinasi antara sinyal teknikal dan dukungan fundamental memberikan prospek yang cukup positif bagi harga emas dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area neckline yang telah ditembus, peluang untuk melanjutkan tren kenaikan masih terbuka. "Pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika pasar global dan perkembangan data ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga. Dengan volatilitas yang masih tinggi, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi," sebutnya. Dengan latar belakang tersebut, harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kecenderungan bullish terbatas dalam jangka pendek, dengan fokus pada pengujian level resistance yang telah ditentukan.
Geely Ungkap Visi AI Full-Domain 2.0 di Auto China 2026
Beijing, katakabar.com - Geely Auto Group membawa inovasi terbarunya langsung kepada jaringan distribusi globalnya di Beijing International Automotive Exhibition 2026 (Auto China 2026), dengan menyambut lebih dari 1000 mitra bisnis luar negeri untuk tur terpandu eksklusif di empat area pameran khusus. Di Beijing Auto Show tahun ini, Geely Auto Group menampilkan merek-mereknya, Geely NEV (juga dikenal sebagai Geely Galaxy di China), Lynk & Co, dan Zeekr, bersama teknologi grup terbarunya. Secara bersama-sama, mereka mencakup spektrum pasar dari arus utama hingga mewah, memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam di seluruh dunia. Dipimpin oleh Victor Yang, Senior Vice President Geely Holding Group, delegasi mengunjungi setiap area pameran merek, dengan perwakilan merek menjelaskan strategi, produk unggulan, dan peta jalan teknologi untuk pasar internasional. Tur dibuka di Geely NEV, yang dipresentasikan sebagai Galaxy Park angkat tema Technology Leading to Better Life, di mana merek tersebut menyoroti posisinya sebagai nama paling luas jangkauannya secara global dalam grup serta pelopor kendaraan energi baru yang disempurnakan. Para delegasi diperkenalkan pada mobil konsep Galaxy Light generasi kedua, sebuah debut global yang dipresentasikan oleh Annamaria Palmigiano, Deputy General Manager Geely Innovation Design Center Italy. Selanjutnya, grup menjelajahi Lynk & Co, di mana Stefan Rosén, Head of Global Design, memperkenalkan visi performa masa depan merek tersebut, “Time to Shine”. Konsep GT, sebagai penghormatan ulang tahun ke-10, bertransformasi dari grand tourer yang elegan menjadi mesin performa yang terfokus melalui sistem aktivasi “Plus” milik sendiri. Merek tersebut juga mengumumkan pra-penjualan sedan sport listrik penuh Lynk & Co 10 dan 10+, yang akan diluncurkan pada bulan Mei, serta mengonfirmasi bahwa Lynk & Co 900 lima kursi akan bergabung dalam jajaran di China pada 27 April. Lynk & Co kini telah melampaui 1,76 juta pengguna global sejak didirikan pada tahun 2016. Di Zeekr, Shang Peng, Head of Zeekr Brand Management, menampilkan SUV unggulan ganda 8X dan 9X. Model 8X memadukan arsitektur hybrid 800V dengan e-drive tiga motor yang menghasilkan lebih dari 1.400 hp dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,96 detik. Demonstrasi langsung dari SEA (Sustainable Experience Architecture) AI Digital Chassis yang merespons skenario angin samping dan pecah ban memperkuat keyakinan Zeekr bahwa keselamatan adalah kemewahan tertinggi. Delegasi mengakhiri tur di stan Geely Technology Ecosystem, di mana Bapak Yang menjelaskan perkembangan grup menuju “Full-Domain AI 2.0”. Didukung oleh WAM (World Action Model) dan arsitektur agen cerdas full-domain “1+2+N” eksklusif industri, sistem ini mengoordinasikan kokpit cerdas dan bantuan mengemudi tingkat lanjut di seluruh sub-domain. Zeekr 8X menghadirkan agen cerdas terintegrasi kabin dan berkendara “Super Eva” pertama di industri, sementara sistem G-ASD 4.0 menawarkan Gesture Summon dan AI Navigation, yang mulai diterapkan di lini Zeekr, Lynk & Co, dan Geely NEV sejak April. Sorotan utama adalah Eva Cab, prototipe Robotaxi pertama di China yang dirancang khusus, direkayasa untuk operasi otonom L4 tingkat produksi dan telah divalidasi melalui uji coba Caocao Mobility di Hangzhou dan Suzhou. Eva Cab mengintegrasikan arsitektur EEA 4.0 tingkat kuantum, LiDAR digital 2160-line, serta sistem G-ASD siap L4, dengan versi yang disesuaikan untuk Caocao Mobility akan diluncurkan pada awal 2027. "Salah satu prinsip inti Geely selalu merupakan komitmen terhadap keterbukaan dan kolaborasi, berupaya membangun kemitraan yang menciptakan nilai bersama. Filosofi inilah yang telah membawa kami dari asal-usul di China ke panggung dunia,” kata Victor Yang. Ia menambahkan, dengan membawa mitra global kami berinteraksi langsung dengan ekosistem Full-Domain AI 2.0 kami, kami menyelaraskan jaringan global kami di sekitar visi bersama tentang mobilitas cerdas, di mana fondasi teknologi bersama memberdayakan identitas merek yang berbeda dan menciptakan kesuksesan jangka panjang bagi setiap mitra. Keterlibatan ini menjadi katalis kuat bagi perjalanan global Geely. Dengan menjembatani portofolio produk mutakhirnya dengan ekosistem teknologi yang kuat, Geely mempercepat realisasi masa depan mobilitas cerdas, memperkuat jejak globalnya melalui inovasi bersama dan komitmen terpadu terhadap keunggulan strategis. Tentang Geely Auto Group Geely Auto Group adalah perusahaan otomotif global terkemuka yang berkantor pusat di Hangzhou, China. Didirikan pada tahun 1986 dan merupakan bagian dari Zhejiang Geely Holding Group, Geely Auto Group mengembangkan dan memproduksi kendaraan penumpang di bawah merek Geely, Lynk & Co, dan Zeekr. Geely Auto mencapai penjualan kumulatif 3.024.567 unit pada tahun 2025, melampaui target penjualan tahunan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 39%. Penjualan kendaraan energi baru (NEV) mencapai 1.687.767 unit, meningkat 90% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan fokus kuat pada inovasi teknologi, elektrifikasi, dan mobilitas berkelanjutan, Geely Auto Group mengoperasikan pusat R&D kelas dunia dan fasilitas manufaktur di seluruh China, Eropa, dan pasar internasional utama. Grup ini berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan yang aman, berkualitas tinggi, dan cerdas yang didukung oleh teknologi canggih seperti powertrain hybrid, arsitektur listrik penuh, konektivitas cerdas, dan sistem mengemudi otonom. Sebagai perusahaan global, Geely Auto Group terus memperluas kehadiran internasionalnya melalui kemitraan strategis, operasi yang terlokalisasi, dan platform terdepan di industri. Geely berupaya menciptakan solusi mobilitas yang lebih hijau, lebih cerdas, dan lebih mudah diakses, mendorong masa depan transportasi berkelanjutan.
Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan Selasa (28/4) kemarin diprediksi masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance. Dari sisi teknikal, katanya, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi. "Di kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya," jelasnya. Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480. Tetapu, kupasnya, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut. "Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas," terangnya. Selain itu, lanjutnya, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. "Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang," ucapnya. Di sisi lain, imbuhnya, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang. Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan. Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.
Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia-India
Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya perkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas lewat peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4) lalu. Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi. Peresmian dilakukan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran pimpinan universitas. Kehadiran Bharat Corner menandai langkah konkret perluas akses terhadap pengetahuan tentang India, mulai dari aspek budaya hingga akademik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsrat, Prof. Steenie E. Wallah, menyatakan inisiatif ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas global sivitas akademika. “Bharat Corner diharapkan menjadi sarana penguatan literasi internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, akses terhadap referensi global menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Kehadiran Bharat Corner diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen. Sandeep Chakravorty menekankan Bharat Corner merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan dan budaya India di Indonesia. “India dan Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat. Kehadiran Bharat Corner di Unsrat diharapkan dapat memperdalam pemahaman akademik mengenai India serta mendorong kerja sama yang lebih intensif antar institusi pendidikan,” ucapnya. Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika global yang menuntut kolaborasi lintas negara. Kepala Pusat Urusan Internasional Unsrat, dr. Grace Korompis, menilai Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperluas jejaring internasional kampus. “Kami memandang Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperkuat jejaring global Unsrat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber pengetahuan internasional, inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lintas negara,” ulasnya. Kerja sama ini, jelasnya, berpotensi berkembang ke berbagai bidang, termasuk riset kelautan dan perikanan yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan India. Penanaman Pohon Simbol Kolaborasi Selain peresmian fasilitas, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon oleh Sandeep Chakravorty bersama perwakilan pimpinan Unsrat. Penanaman pohon Cempaka dan Nantu tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Ek Ped Maa Ke Naam yang mengedepankan kesadaran ekologis serta keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan. Momentum ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup nilai-nilai keberlanjutan. Di tengah dorongan internasionalisasi pendidikan tinggi, inisiatif seperti Bharat Corner menunjukkan bahwa kolaborasi global tidak selalu harus dimulai dari skema besar. Akses pengetahuan, jejaring akademik, dan ruang interaksi lintas budaya menjadi elemen kunci yang justru mampu membentuk dampak jangka panjang. Peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas kerjasama akademik antara Indonesia dan India. Kehadiran berbagai koleksi literatur tentang India diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar, riset, serta memperkuat wawasan global sivitas akademika. Ke depan, Bharat Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat referensi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan program akademik lintas negara.
Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia di perdagangan, Senin (27/4) kemarin diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan pada awal sesi. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan harga emas saat ini mulai mengarah pada potensi kenaikan, meskipun sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup tajam. Di awal perdagangan pagi, ujarnya, harga emas dibuka dengan kondisi gap down yang memicu penurunan secara cepat. Tekanan jual sempat mendominasi pasar, sehingga harga bergerak turun menuju area support terdekat. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen jangka pendek yang mendorong aksi jual. "Setelah mencapai area support tersebut, tekanan jual mulai berkurang. Harga tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai bergerak stabil. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah pergerakan turun yang cukup agresif," ucapnya. Secara teknikal, lanjutnya, harga kemudian membentuk swing low di area support tersebut. Ini salah satu sinyal penting yang menunjukkan bahwa level tersebut cukup kuat untuk menahan penurunan. Dengan terbentuknya titik ini, peluang bagi harga untuk bergerak naik kembali mulai terbuka. Selain itu, kupasnya, indikator teknikal juga menunjukkan adanya bullish divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga masih bergerak turun, tetapi indikator justru mulai mengarah naik. Sinyal ini biasanya menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah mulai muncul. Melihat kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk naik dalam jangka pendek. Target kenaikan terdekat berada di level 4.733, yang menjadi area resistance pertama yang akan diuji oleh pasar. Jika harga mampu melewati level tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.767 semakin terbuka. Tetapi, kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi oleh kekuatan pasar. Pergerakan setelah penurunan tajam biasanya tidak langsung berbalik secara kuat, sehingga masih ada kemungkinan harga bergerak naik secara bertahap. Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh kondisi dolar AS yang mulai melemah. Ketika dolar mengalami tekanan, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Tidak hanya itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor yang mendukung. Ketika yield turun, minat investor terhadap emas meningkat karena perbedaan imbal hasil dengan instrumen lain menjadi lebih kecil. Permintaan terhadap aset safe haven juga turut memberikan dukungan. Dalam kondisi pasar yang belum stabil, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Hal ini bisa membantu harga emas untuk kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan. Untuk itu, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko yang ada. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih berada di level tinggi dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Jika dolar kembali menguat atau yield obligasi naik, tekanan terhadap emas bisa kembali muncul. Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini mulai menunjukkan peluang rebound setelah penurunan di awal sesi. Selama harga mampu bertahan di atas area support, potensi kenaikan menuju level 4.733 hingga 4.767 masih terbuka. Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan harga serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan.