Sambut Libur Panjang, KAI Daop 1 Jakarta Tambah Sembilan Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Lingkungan
Lingkungan
11 jam yang lalu

Sambut Libur Panjang, KAI Daop 1 Jakarta Tambah Sembilan Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menambah jadwal perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) guna mengakomodasi lonjakan penumpang pada masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan mobilitas dari dan menuju wilayah Jakarta. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan penambahan jadwal perjalanan kereta api jarak jauh ini pada rute-rute keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. “Kami memproyeksikan adanya peningkatan volume penumpang yang signifikan pada periode libur panjang ini. Oleh karena itu, Daop 1 Jakarta menambah sejumlah perjalanan kereta api pada rute favorit guna memastikan ketersediaan tempat duduk bagi calon penumpang,” jelas Franoto. Selama periode libur Kenaikan Yesus Kristus pada 13 hingga 18 Mei 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 68 perjalanan KA reguler. Di samping itu, terdapat penambahan 8 perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan 1 perjalanan KA dari Stasiun Pasar Senen. Penambahan ini secara otomatis meningkatkan kapasitas layanan hingga 18.968 tempat duduk. Secara kumulatif, KAI Daop 1 Jakarta mencatat pemesanan tiket sebanyak 102.103 pelanggan yang akan berangkat serta 111.648 pelanggan yang akan tiba di stasiun-stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta selama periode libur panjang tersebut. Terkait distribusi penumpang, volume keberangkatan tertinggi tercatat pada 13 Mei 2026 dengan 31.338 pelanggan, disusul 14 Mei 2026 sebanyak 30.116 pelanggan. Sementara itu, puncak arus kedatangan jatuh pada 17 Mei 2026 dengan 33.030 pelanggan, disusul 18 Mei 2026 sebanyak 22.297 pelanggan. Adapun rincian data pergerakan pelanggan harian pada periode 13 hingga 18 Mei 2026, yakni: - 13 Mei 2026: 31.338 berangkat, 11.489 tiba - 14 Mei 2026: 30.116 berangkat, 18.416 tiba - 15 Mei 2026: 12.653 berangkat, 10.060 tiba - 16 Mei 2026: 9.037 berangkat, 16.356 tiba - 17 Mei 2026: 13.013 berangkat, 33.030 tiba - 18 Mei 2026: 5.946 berangkat, 22.297 tiba Sebagai informasi, berikut adalah daftar kereta api tambahan yang dioperasikan pada bulan Mei 2026: - KA 7010C KA Tambahan GMR-YK (Gambir - Yogyakarta) keberangkatan 05.15 WIB - KA 50F Purwojaya Tambahan (Gambir - Cilacap) keberangkatan 07.00 WIB - KA 7006 Batavia (Gambir - Solo Balapan) keberangkatan 09.35 WIB - KA 58F Purwojaya Tambahan (Gambir - Cilacap) keberangkatan 13.25 WIB - KA 142B Argo Parahyangan (Gambir - Bandung) keberangkatan 13.40 WIB - KA 7040 KA Tambahan PSE-LPN (Pasar Senen - Lempuyangan) keberangkatan 15.25 WIB - KA 7008C KA Tambahan GMR-YK (Gambir - Yogyakarta) keberangkatan 16.25 WIB - KA 30F Argo Anjasmoro Tambahan (Gambir - Surabaya Pasarturi) keberangkatan 23.35 WIB - KA 126F Cheribon Fakultatif (Gambir - Cirebon) keberangkatan 23.55 WIB Franoto menambahkan bahwa tingginya angka pergerakan ini merepresentasikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api. “Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena faktor keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan yang terus kami jaga. Kami juga melihat adanya peningkatan signifikan pada arus balik di akhir periode libur,” tambahnya. KAI memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api selama periode ini berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali melalui kesiapan sarana, prasarana, serta optimalisasi pelayanan di stasiun. Adapun sejumlah kota tujuan favorit pelanggan pada periode ini antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

Warga Dusun Batas: Alhamdulillah Jembatan Sei Batang Rampung Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 08 Mei 2026 | 19:30 WIB

Warga Dusun Batas: Alhamdulillah Jembatan Sei Batang Rampung

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Jembatan Gantung Sei Sesuok, penghubung vital masyarakat Dusun Batas, Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, telah rampung dan resmi difungsikan. Kini, warga melangkah tidak ada lagi keraguan dan was-was saat melewati Jembatan Gantung sudah lama didambakan. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar menyambungkan dua tebing sungai, melainkan menyatukan harapan rakyat dengan kepedulian pemerintah. Senyum kebahagiaan, dan rasa syukur tak terhingga terpancar jelas dari wajah warga, setelah sekian lama menanti akses yang layak dan aman. Pembangunan infrastruktur strategis ini bukti nyata perhatian besar Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM, yang konsisten hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa sekalipun. Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, H Zulfikri ST, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Resqi Rades ST, menegaskan pembangunan ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Anton dan H Syafaruddin Poti. "Kita akan berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk kemajuan Rokan Hulu ini. Dengan segala kemampuan yang ada, kita fokuskan pada program skala prioritas yang bertujuan untuk kelancaran distribusi hasil perkebunan masyarakat desa," ujar Resqi Rades ST kepada katakabar.com, Jum’at (8/5). Setiap tetes keringat dan anggaran yang dikerahkan, tegasnya, adalah manifestasi nyata dari janji dan komitmen untuk menyejahterakan rakyat. Pemerintah memahami betul, aksesibilitas yang baik adalah kunci utama kemajuan ekonomi desa. Harapan Baru bagi Masyarakat Dengan beroperasinya Jembatan Gantung Sei Sesuok ini, roda perekonomian warga khususnya mengangkut hasil bumi dan perkebunan dipastikan semakin lancar. Kesulitan yang dulu menjadi cerita kelam, kini berganti menjadi kemudahan yang nyata. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Jembatan ini menjadi saksi bisu kepemimpinan yang hadir dan peduli selalu meninggalkan jejak manfaat yang abadi bagi rakyatnya.

Rahasia Kontraktor Hemat: Bukan di Harga, Tapi di Pemilihan Material Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB

Rahasia Kontraktor Hemat: Bukan di Harga, Tapi di Pemilihan Material

Jakarta, katakabar.com - Dalam dunia konstruksi, ada sebuah "rahasia umum" yang sering membedakan antara bangunan yang berumur panjang dengan bangunan yang terus-menerus membutuhkan perbaikan. Banyak orang mengira bahwa menjadi kontraktor atau pemilik proyek yang hemat berarti mencari harga material paling murah di toko besi. Padahal, strategi tersebut sering kali menjadi jalan pintas menuju biaya perawatan yang membengkak. Efisiensi sejati dalam konstruksi sebenarnya tidak terletak pada angka di nota pembelian, melainkan pada ketepatan memilih material sesuai dengan fungsi teknisnya. Paradox "Murah" Jadi Mahal Bayangkan Anda sedang membangun gudang atau hunian bertingkat. Di hadapan Anda ada pilihan: menggunakan material standar yang lebih terjangkau atau material spesialis yang sedikit lebih mahal. Secara impulsif, budget awal akan mendorong kita memilih yang termurah. Di sinilah kesalahan strategis sering terjadi. Material yang murah namun tidak sesuai peruntukan beban akan mengalami kelelahan struktur lebih cepat. Misalnya, menggunakan besi polos di area yang seharusnya menggunakan besi ulir demi menghemat beberapa persen biaya material. Hasilnya? Risiko retak struktur dalam 2-3 tahun operasional yang biaya perbaikannya bisa mencapai tiga kali lipat dari selisih harga awal. Strategi Pemilihan Material: Penempatan Presisi Kontraktor berpengalaman tidak memangkas kualitas, mereka melakukan optimasi. Berikut adalah bagaimana pemilihan material yang cerdas bekerja untuk menghemat anggaran jangka panjang: 1. Membedakan Tulangan Utama dan Pendukung Seorang praktisi yang paham efisiensi tidak akan menggunakan besi ulir untuk seluruh bagian bangunan, namun juga tidak akan nekat menggunakan besi polos untuk pondasi. Investasi pada Inti: Gunakan Besi Ulir untuk kolom utama, balok, dan pondasi. Ini adalah investasi keamanan agar bangunan tidak "rewel" di masa depan. Efisiensi pada Pengikat: Gunakan Besi Polos untuk begel (sengkang). Di sinilah tempatnya menghemat karena fungsi utamanya adalah sebagai pengikat, bukan penahan beban tarik utama. 2. Menyesuaikan Profil Baja dengan Bentang Bangunan Dalam struktur atap atau rangka gudang, perdebatan antara WF (Wide Flange), H-Beam, atau CNP sering terjadi. Pilihan hemat bukan berarti selalu pakai CNP yang paling ringan. Jika bentang bangunan sangat lebar, memaksakan CNP justru butuh banyak perkuatan (bracing) yang menambah ongkos tenaga kerja. Menggunakan H-Beam yang lebih kokoh pada titik tumpu utama sering kali justru lebih hemat karena mengurangi jumlah kolom yang dibutuhkan, sehingga area lantai menjadi lebih luas dan fungsional. Membeli "Umur Pakai", Bukan Sekadar Barang Selisih harga material premium dengan material standar biasanya berkisar antara 10 persen hingga 15 persen. Tetapi, material yang tepat dapat meningkatkan umur pakai bangunan hingga 50% lebih lama tanpa renovasi besar. Kontraktor yang cerdas akan menjelaskan kepada klien bahwa mereka sedang membeli "ketenangan operasional." Bangunan industri atau ruko yang harus tutup selama sebulan karena ada perbaikan struktur yang melendut akan mengalami kerugian opportunity cost (kehilangan pendapatan) yang jauh lebih besar daripada penghematan material di awal proyek. Kesimpulan: Cara Berpikir Konstruksi Modern Rahasia kontraktor hemat sebenarnya sederhana: pahami beban, pilih material yang tepat, dan pasang sesuai standar. Efisiensi konstruksi adalah tentang meminimalkan maintenance (pemeliharaan) dan replacement (penggantian). Saat Anda berhenti melihat material sebagai "biaya" dan mulai melihatnya sebagai "aset," saat itulah Anda benar-benar sedang menghemat uang. Sebelum memutuskan material untuk proyek Anda berikutnya, tanyakan satu hal: "Apakah material ini membuat saya hemat hari ini, atau membuat saya tenang sepuluh tahun lagi?"

Warga Desak Polda Turun Tangan, Oknum Ormas Galian C di Batang Kumu Beroperasi Terang-terangan Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 29 April 2026 | 15:13 WIB

Warga Desak Polda Turun Tangan, Oknum Ormas Galian C di Batang Kumu Beroperasi Terang-terangan

Pasirpengaraian, katakabar.com – Sungai Batang Kumu yang dulu menjadi sumber kehidupan kini perlahan bak hidup segan mati tak mau, dan hancur lebur. Di Desa Bangun Jaya TSM RW 07, Kecamatan Tambusai Utara, aktivitas pengerukan material galian C atau quarry yang diduga kuat tanpa izin resmi, terus berlangsung secara terang-benderangan, seolah hukum di Kabupaten Rokan Hulu tak memiliki gigi. Kegiatan yang meresahkan ini bukan main-main. Pantauan lapangan Rabu (29/4) memperlihatkan betapa masifnya kerusakan yang terjadi. Dua unit alat berat bekerja tanpa henti mengeruk dasar dan bibir sungai, sementara puluhan dump truck hilir mudik angkut hasil rampasan sumber daya alam tersebut. Lebih mengejutkan, aktivitas yang diduga telah berlangsung lama ini dikabarkan dikelola oknum yang memiliki latar belakang organisasi masyarakat berinisial KS, yang diduga menunjuk SN dan PI sebagai pengurus lapangan yang memegang kendali operasional sehari-hari. Melanggar Hukum Berat Secara hukum, apa yang terjadi di lokasi tersebut adalah pelanggaran berat yang sangat jelas. Aktivitas ini mencederai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Dalam Pasal 158 Undang Undang Minerba ditegaskan dengan sangat keras: "Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar." Bukan hanya soal izin, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga sangat parah dan melanggar Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bibir sungai habis dikeruk, air yang jernih kini keruh pekat, aliran sungai menjadi dangkal, ekosistem hancur, dan potensi banjir mengancam permukiman warga setiap saat. Pasal 98 Undang Undang Lingkungan menyebutkan ancaman hukuman yang tak main-main: "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dapat dipidana penjara hingga 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar." Belum lagi dugaan penggunaan BBM jenis solar yang diduga bukan untuk peruntukan industri, yang juga berpotensi melanggar aturan distribusi energi negara. Adakah yang Bekingi? Keresahan warga memuncak. Mereka tidak hanya marah karena sungainya rusak, tapi juga geram karena aktivitas sebesar ini bisa berjalan seenaknya tanpa ada tindakan tegas dari aparat. "Sungai kami sudah rusak parah, tapi mereka tetap saja mengeruk. Kami minta Polda Riau turun langsung, jangan hanya diam melihat kerusakan ini," ujar salah satu warga berinisial AK 38 tahub dengan nada penuh emosi. Lebih jauh AK menyoroti dugaan kuat adanya "beking" atau perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang memuluskan jalan aktivitas ilegal ini. "Kalau tidak ada yang membekingi dan melindungi, mana mungkin kegiatan sebesar ini bisa berjalan terang-terangan selama bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum," tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata maupun konfirmasi dari pihak berwenang. Jika dibiarkan terus, kerusakan di Sungai Batang Kumu akan menjadi permanen dan negara terus dirugikan miliaran rupiah dari sumber daya alam yang dicuri secara terbuka.

Journey into Sustainability Hadir di Artcycle Ashta District 8, Publik Diajak Lihat Potensi Baru Limbah Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 26 April 2026 | 07:38 WIB

Journey into Sustainability Hadir di Artcycle Ashta District 8, Publik Diajak Lihat Potensi Baru Limbah

Jakarta, katakabar.com - Rangkaian program Aartcycle Earthform, Ashta  District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan -Journey into Sustainability', sebuah ruang pengalaman interaktif yang mengangkat isu pengelolaan sampah melalui pendekatan visual, edukatif, dan partisipatif Pergelaran ini berlangsung hingga 17 Mei 2026 di area Melting Pot, Ashta District 8, inisiatif ini mengajak publik melihat perjalanan limbah dari perspektif yang lebih reflektif sekaligus inspiratif. Usung semangat keberlanjutan yang menjadi bagian dari kurasi Artcycle 'Journey into Sustainability' menghadirkan eksplorasi mengenai bagaimana limbah sehari-hari dapat memiliki kehidupan kedua ketika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Program ini menyoroti realita Bantar Gebang sebagai salah satu titik akhir terbesar sampah di Jakarta, sebuah ruang yang selama ini kerap menjadi 'titik hilang' dari konsumsi masyarakat. Melalui instalasi imersif berbahan Tyvek yang terinspirasi dari lanskap Bantar Gebang, pengunjung diajak memasuki pengalaman visual yang menggambarkan tumpukan sampah sekaligus potensi tersembunyi di dalamnya. Kanopi bergelombang yang memenuhi area instalasi menjadi simbol transformasi material, memperlihatkan bagaimana limbah dapat berevolusi menjadi medium kreatif dan produk bernilai guna. Sebagai ruang edukasi interaktif, 'Journey into Sustainability' menghadirkan berbagai area pengalaman yang mengajak pengunjung untuk terlibat langsung dalam proses transformasi material. Di area Upcycled Museum, pengunjung dapat mengeksplorasi pengolahan berbagai limbah seperti Tyvek, banner, plastik, dan tekstil menjadi produk baru yang fungsional. Sementara itu, melalui Repair Station, pengunjung dapat mempersonalisasi tote bag menggunakan eco-friendly charms sebagai bentuk ekspresi kreatif berbasis keberlanjutan. Instalasi Tree of Hope bersama Paperina turut menjadi bagian dari pengalaman kolektif yang mengajak pengunjung menuliskan harapan mereka untuk bumi pada lembaran Tyvek. Selain itu, tersedia Photo Moment berbasis moss yang menghadirkan elemen visual estetik sekaligus memperkuat pesan sustainability dalam ruang pamer. Partisipasi publik juga diperluas melalui kehadiran Dropbox Station yang memungkinkan pengunjung menyalurkan berbagai jenis limbah agar masuk ke proses daur ulang yang tepat. Bersama MOP Beauty, pengunjung dapat mendonasikan kemasan kosmetik kosong, sementara kolaborasi bersama Cahyono Perdana melalui IEMAHKAI menghadirkan dropbox khusus untuk limbah plastik, botol plastik, dan kertas. Sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular, area Product Pop-Up menghadirkan koleksi hasil kolaborasi Liberty Society dengan sejumlah green startup dan social enterprise. Beragam produk fungsional berbasis material daur ulang turut ditampilkan, mulai dari aksesori hingga merchandise hasil transformasi limbah. Di mana, sebagian hasil penjualan selama periode program akan disalurkan melalui Liberty Society Foundation untuk mendukung pelatihan dan pemberdayaan perempuan dari komunitas marginal. Tidak hanya menghadirkan pengalaman eksploratif, rangkaian Artcycle di Ashta District 8 juga dilengkapi dengan sesi panel edukatif yang membahas berbagai perspektif seputar sustainability dan circular design. Opening ceremony dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 bertepatan dengan Hari Bumi, sebagai momentum untuk memperkuat pesan kolektif mengenai pentingnya kolaborasi dalam menghadapi isu lingkungan. Melalui 'Journey into Sustainability', Ashta District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan ruang kolaboratif yang mempertemukan kreativitas, edukasi, dan aksi nyata dalam satu pengalaman yang immersive.

Dari Limbah Jadi Karya: Artcycle Hadirkan Eksplorasi Material di Ashta District 8 Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 25 April 2026 | 16:08 WIB

Dari Limbah Jadi Karya: Artcycle Hadirkan Eksplorasi Material di Ashta District 8

Jakarta, katakabar.com - Sempena merayakan Earth Month, Ashta District8 menghadirkan Artcycle, sebuah program kurasi yang menjadi ruang eksplorasi seni, desain, dan material berkelanjutan Usung tema Earthform, program ini berlangsung pada 20 April hingga 17 Mei 2026 nanti di area Melting Pot, menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana material sehari-hari dapat berevolusi menjadi karya yang bermakna. Konsep utama dalam Artcycle Earthform mempertemukan brand berkelanjutan dan seniman visual kontemporer untuk mengeksplorasi potensi material yang kerap terabaikan menjadi karya baru yang bermakna. Mulai dari plastik daur ulang, tekstil sisa, hingga material berbasis hayati dan elemen alami, setiap kolaborasi menghadirkan pendekatan unik terhadap transformasi material. Melalui pengalaman yang imersif, pengunjung diajak untuk melihat dan merasakan langsung bagaimana limbah dapat berevolusi menjadi bentuk yang inspiratif menjadikan Earthform tidak hanya sebagai pameran, tetapi juga perayaan kreativitas dan praktik yang lebih bertanggung jawab. “Artcycle: Earthform bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan program yang tidak hanya relevan secara kreatif, tetapi juga berdampak. Kami berharap inisiatif ini dapat membuka perspektif baru tentang keberlanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi dari berbagai latar belakang kreatif dalam melihat potensi material di sekitar kita,” ujar Leonardo Slatter, Sr. Manager Marketing Communications ASHTA District 8. Dalam perjalanannya, Artcycle: Earthform menghadirkan berbagai kolaborasi antara brand dan seniman, di antaranya Aharimu x Chop Value, Alphabad x Rebricks, Gula x norm:al: living, Harishazka x Bell Living Lab, Lala Bohang x Pable. Setiap kolaborasi menampilkan interpretasi yang beragam, mulai dari karya fungsional hingga eksplorasi artistik yang memperkuat prinsip circular design. Selain itu, Artcycle juga didukung oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dengan fokus pada pelestarian lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang berlandaskan pada lima pilar keberlanjutan, BLDF secara konsisten mendorong upaya pelestarian lingkungan, salah satunya dengan mengusung gerakan pengelolaan sampah organik.  Dukungan ini sejalan dengan inisiasi yang tercermin dalam Artcycle, sebagaimana mengangkat potensi material dan limbah menjadi karya yang bernilai. Kesamaan visi dalam mendorong kesadaran terhadap lingkungan melalui pendekatan yang kreatif dan kolaboratif menjadi dasar keterlibatan BLDF pada program ini. “Kami melihat Artcycle sebagai inisiatif yang menghadirkan pendekatan baru dalam mengomunikasikan isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah, menjadi lebih relevan, kreatif, dan inspiratif. Hadirnya kolaborasi ini, kami harap dapat menumbuhkan kesadaran serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara. Journey To Sustainability Sebagai bagian dari rangkaian Artcycle, Liberty Society bersama MOP Beauty menghadirkan Journey into Sustainability, sebuah inisiatif yang mengangkat isu pengelolaan sampah di Indonesia melalui pendekatan visual dan edukatif. Program ini mengajak pengunjung memahami perjalanan limbah, termasuk realita di Bantar Gebang sebagai salah satu titik akhir terbesar sampah di Jakarta, sebuah ruang yang kerap menjadi “titik hilang” dari konsumsi sehari-hari. Lewat instalasi imersif, termasuk kanopi berbahan Tyvek yang terinspirasi dari lanskap Bantar Gebang, pengunjung diajak melihat bahwa sampah tidak berhenti sebagai limbah, melainkan memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Ruang pengalaman ini dirancang sebagai wadah interaktif yang menggabungkan edukasi, kreativitas, dan partisipasi publik. Pengunjung dapat mengeksplorasi proses transformasi material di area Upcycled Museum, terlibat langsung di Repair Station untuk mempersonalisasi tote bag dengan eco-friendly charms, hingga berpartisipasi dalam instalasi Tree of Hope bersama Paperina. Tidak cuma itu, tersedia Photo Moment berbasis moss serta dua kategori Dropbox Station, termasuk kolaborasi dengan MOP Beauty untuk kemasan kosmetik dan instalasi IEMAHKAI oleh Cahyono Perdana untuk limbah plastik dan kertas. Sebagai bagian dari perwujudan ekonomi sirkular, area Product Pop-Up turut menghadirkan koleksi hasil kolaborasi dengan berbagai green startup, di mana 10 persen dari hasil penjualan akan disalurkan untuk mendukung program pemberdayaan perempuan oleh Liberty Society Foundation. Melengkapi rangkaian pengalaman tersebut, Ashta District 8 juga menghadirkan berbagai program belanja yang sifat eksklusif yang dapat dinikmati pengunjung selama periode berlangsung. Melalui program Bring Your Own Tumbler, pengunjung dapat menikmati kopi pilihan hanya dengan Rp15.000 serta menukarkan 2 Koins melalui aplikasi ASRI Living. Selain itu, terdapat Green Picks yang menawarkan diskon 30 persen untuk tumbler dari Hydro Flask dengan penukaran 3 Koins. Beragam penawaran menarik lainnya turut dihadirkan, seperti Live to Shop dengan voucher belanja Rp100.000 untuk minimum transaksi Rp750.000, serta Feel Good Shopping yang memberikan complimentary drink untuk minimum pembelanjaan Rp300.000. Bagi pengunjung District 8, tersedia pula program District 8 Exclusives berupa kopi gratis dengan minimum transaksi Rp100.000 dan menunjukkan kartu akses D8. Sementara itu, melalui Treat Yourself, pengunjung dapat menikmati minuman dengan penukaran 20 Koins di aplikasi ASRI Living. Lewat Artcycle, Ashta District 8 terus memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup yang menghadirkan pengalaman terkurasi yang menghubungkan seni, budaya, dan komunitas.

Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 25 April 2026 | 12:30 WIB

Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan kesiagaan penuh mengamankan kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen ini dibuktikan melalui peran aktif perusahaan sebagai tuan rumah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Lahan di Lapangan Upacara Rumbai, Sabtu (25/4). General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan stabilitas ekosistem lingkungan merupakan fondasi penting bagi keandalan produksi migas nasional. Ancaman Karhutla risiko operasional nyata berdampak langsung pada keandalan infrastruktur energi nasional dan keselamatan publik. "Penurunan visibilitas, gangguan kesehatan pekerja, serta ancaman terhadap keselamatan masyarakat sekitar risiko yang wajib kami mitigasi secara komprehensif sejak fase awal. Kesiagaan personel Fire Brigade dan formasi armada alat berat kami di lapangan hari ini merepresentasikan ketegasan PHR dalam melindungi aset negara sekaligus mengamankan ruang hidup masyarakat," tegas Andre. Kesiapan infrastruktur mitigasi di tingkat korporasi ini sejalan dengan strategi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merespons tantangan hidrometeorologis tahun 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menekankan fokus pemerintah pada aktivasi early fire response (respons dini tingkat tapak). KLH/ BPLH mengapresiasi gelar kesiapan armada dan personel Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Lapangan Sanggar, PH Rumbai. Kesiapsiagaan sejak dini kata Hanif, sangat penting untuk menekan potensi terjadinya Karhutla terutama di wilayah rawan yang memiliki lahan gambut luas.  "Pengendalian Karhutla mewajibkan sinergi lintas sektor secara terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha adalah kunci utama mewujudkan lingkungan yang aman, bebas Karhutla, demi keberlanjutan ekosistem, serta kesehatan masyarakat luas," ucap Hanif di hadapan ratusan personel. Keterlibatan PHR dalam penanggulangan bencana lingkungan mencakup pelaksanaan protokol preventif ketat di area konsesi dan tindakan responsif pada eskalasi regional. Di periode siaga Idul Fitri 1447 Hijriah lalu, tim penanggulangan kebakaran PHR langsung diterjunkan untuk memberikan dukungan taktis pada operasi pemadaman Karhutla di wilayah Dumai. Di misi tersebut, PHR mengerahkan bantuan peralatan taktis dan personel guna membantu Satgas Gabungan (TNI, Polri, dan Manggala Agni) melokalisasi titik api di lahan gambut. Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 ini melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan lintas korporasi. Kolaborasi masif ini menjadi bentuk validasi kesiapan Provinsi Riau dalam mengamankan ruang wilayahnya dari potensi anomali cuaca ekstrem tahun ini.

Ini Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Masa Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 19 April 2026 | 10:30 WIB

Ini Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Masa Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Jakarta, katakabar.com - Mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui terminal penumpang yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, tercatat meningkat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode H-15 hingga H+15 atau 6 Maret hingga 5 April 2026, Pelindo Multi Terminal mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 1.129.281 orang. Angka ini naik 14,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 983.454 orang. Puncak arus mudik terjadi pada H-2 (19 Maret 2026) dengan jumlah penumpang sebanyak 53.595 orang, sementara puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 61.774 orang. Dari total trafik tersebut, terdapat tiga terminal penumpang dengan aktivitas terpadat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Tanjung Balai Karimun mencatat pergerakan jumlah penumpang sebanyak 268.777 orang, disusul Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dengan 267.678 orang, serta Tanjungpinang sebanyak 263.675 orang. VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, menuturkan selama periode Angkutan Lebaran 2026, perusahaan mengelola 15 terminal penumpang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi. “Momentum libur lebaran identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu kami memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal penumpang berjalan optimal, didukung koordinasi lintas stakeholders, serta penguatan layanan di lapangan. Upaya ini kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap penumpang,” ucap Farid. Di tengah tingginya mobilitas tersebut, Pelindo Multi Terminal berharap setiap perjalanan yang dilalui masyarakat tidak sekadar menjadi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menjadi bagian dari momen berharga untuk kembali bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. Dengan layanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berkomitmen untuk hadir sebagai bagian dari perjalanan itu dengan menghubungkan jarak, menjaga kenyamanan, dan memastikan setiap langkah pulang berlangsung dengan aman dan penuh makna.