Sepuluh Aplikasi Kasir Terbaik di Indonesia 2026 untuk Retail dan F&B
Jakarta, katakabar.com - Seiring berkembangnya bisnis, memilih aplikasi kasir tidak lagi hanya soal harga, tetapi juga fitur, kemudahan penggunaan, dan kemampuan mendukung operasional yang lebih efisien. Digitalisasi membuat semakin banyak pelaku usaha retail dan F&B beralih menggunakan aplikasi kasir (Point of Sale/POS) untuk mengelola operasional bisnis. Jika sebelumnya kasir hanya berfungsi mencatat transaksi, kini sistem POS mampu mengelola stok, menerima pembayaran digital, memantau performa penjualan, hingga menyajikan laporan bisnis secara real-time dalam satu platform. Banyaknya pilihan aplikasi kasir di Indonesia membuat pelaku usaha perlu lebih cermat sebelum menentukan solusi yang digunakan. Selain harga, faktor seperti kemudahan penggunaan, dukungan QRIS, kemampuan offline, pengelolaan multi-outlet, serta kualitas laporan menjadi pertimbangan penting agar sistem yang dipilih dapat mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Berikut adalah 10 aplikasi kasir terbaik di Indonesia tahun 2026 yang banyak digunakan oleh bisnis retail maupun F&B. 1. POST POST merupakan aplikasi POS yang dirancang untuk membantu bisnis retail, restoran, kafe, dan berbagai jenis usaha mengelola operasional dalam satu platform. Sistem ini menyediakan manajemen stok otomatis, laporan penjualan real-time, pembayaran QRIS, manajemen karyawan, hingga pengelolaan multi-outlet. Salah satu keunggulan POST adalah kemampuannya tetap beroperasi saat koneksi internet tidak stabil melalui mode offline, serta model harga berbasis paket (tier) yang memudahkan bisnis berkembang tanpa biaya tambahan per outlet. Cocok untuk: UMKM, retail, restoran, kafe, dan bisnis multi-cabang. 2. Moka POS Moka POS dikenal sebagai salah satu aplikasi kasir yang banyak digunakan oleh bisnis retail dan F&B. Sistem ini menawarkan antarmuka yang mudah dipahami, laporan penjualan, manajemen inventaris, serta integrasi pembayaran digital. Cocok untuk: retail dan restoran skala kecil hingga menengah. 3. Majoo Majoo menghadirkan solusi bisnis yang menggabungkan aplikasi kasir dengan manajemen inventaris, keuangan, CRM, hingga pengelolaan karyawan dalam satu ekosistem. Cocok untuk: UMKM yang membutuhkan fitur bisnis lebih lengkap. 4. Pawoon Pawoon cukup populer di kalangan bisnis kuliner karena menyediakan fitur yang mendukung operasional restoran, mulai dari pencatatan pesanan, pengelolaan meja, hingga inventaris. Cocok untuk: restoran, kafe, dan usaha F&B. 5. Olsera POS Olsera menawarkan integrasi antara toko offline dan online sehingga memudahkan pelaku usaha mengelola stok dari berbagai kanal penjualan dalam satu dashboard. Cocok untuk: retail yang menjalankan penjualan omnichannel. 6. Qasir Qasir menjadi salah satu pilihan bagi UMKM karena menyediakan versi gratis dengan fitur dasar yang cukup lengkap untuk usaha yang baru berkembang. Cocok untuk: usaha mikro dan bisnis yang baru memulai digitalisasi. 7. ESB POS ESB POS berfokus pada industri F&B dengan fitur operasional restoran seperti kitchen display, manajemen meja, hingga integrasi pemesanan. Cocok untuk: restoran dan jaringan F&B. 8. iReap POS iReap POS menawarkan solusi kasir berbasis Android dengan fitur inventaris, barcode, serta laporan penjualan yang mudah digunakan oleh usaha kecil. Cocok untuk: toko retail dan minimarket. 9. Kasir Pintar Kasir Pintar menyediakan aplikasi kasir yang mudah digunakan dengan fitur pencatatan transaksi, stok, serta laporan bisnis untuk UMKM. Cocok untuk: toko kelontong dan usaha retail kecil. 10. TruePOS TruePOS menawarkan sistem kasir dengan fitur transaksi, inventaris, dan pelaporan yang dapat digunakan oleh berbagai jenis usaha retail. Cocok untuk: retail skala kecil hingga menengah. Bagaimana Memilih Aplikasi Kasir Tepat? Tidak semua bisnis membutuhkan fitur yang sama. Sebelum memilih aplikasi kasir, pertimbangkan beberapa hal berikut: - Kemudahan penggunaan oleh seluruh karyawan. - Manajemen stok otomatis dan laporan penjualan real-time. - Dukungan pembayaran digital seperti QRIS. - Kemampuan berjalan secara offline saat internet bermasalah. - Dukungan multi-outlet jika bisnis akan berkembang. - Harga yang transparan dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Memilih sistem POS yang tepat bukan hanya membantu mempercepat transaksi, tetapi juga memberikan data yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan bisnis secara lebih akurat. Solusi POS untuk Bisnis Ingin Bertumbuh Bagi pelaku usaha yang mencari aplikasi kasir dengan fitur lengkap namun tetap mudah digunakan, POST menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan. POST mengintegrasikan transaksi, manajemen stok, pembayaran QRIS, laporan bisnis, hingga pengelolaan banyak outlet dalam satu platform, sehingga operasional retail maupun F&B dapat berjalan lebih efisien. Dengan dukungan mode offline, dashboard real-time, serta model harga yang fleksibel, POST dirancang untuk membantu UMKM hingga bisnis multi-cabang mengelola operasional sekaligus mendukung pertumbuhan usaha di masa depan.
Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 persen, Bittime Sebut Pasar Indonesia Kian Matang
Jakarta, katakabar.com - Bittime menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen. Data OJK mencatat transaksi aset kripto Juni 2026 mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,20 persen secara bulanan. Bittime melihat penguatan regulasi, diversifikasi aset digital, serta meningkatnya aktivitas perdagangan menjadi fondasi pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi OJK, menilai pasar aset kripto Indonesia semakin matang seiring meningkatnya aktivitas transaksi, jumlah konsumen, serta penguatan regulasi dan pengawasan industri. Penilaian tersebut sejalan dengan data OJK yang mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20 persen month-to-month (mtm) dibandingkan Rp23,01 triliun pada Mei 2026. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga meningkat 1,32 persen mtm menjadi 22,69 juta akun pada Juni 2026. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap aset digital. Menurutnya, perkembangan aktivitas pasar yang diikuti penguatan regulasi dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang. “Pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital di Indonesia terus meningkat. Di saat yang sama, regulasi dan pengawasan yang semakin kuat dapat memberikan kepastian bagi pelaku industri dan investor, sekaligus membangun fondasi yang lebih sehat bagi pertumbuhan pasar,” kata Ryan. Regulasi Perkuat Kepercayaan, Tantangan Pasar Tetap Ada Bittime melihat regulasi yang semakin jelas di Indonesia maupun global dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar aset digital. Pengawasan OJK memberikan standar yang lebih jelas bagi pelaku industri sekaligus memperkuat aspek perlindungan konsumen. Di tingkat global, implementasi penuh Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Eropa sejak 1 Juli 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam menciptakan standar regulasi aset kripto yang lebih seragam. Sementara di Amerika Serikat, pelaku industri masih menantikan perkembangan Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) yang diharapkan memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital. Di Indonesia, penguatan regulasi juga berlanjut melalui revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Tetapi, Bittime menilai pasar aset kripto masih menghadapi tantangan pada semester kedua 2026. Ketegangan geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral global masih berpotensi mempengaruhi sentimen investor dan pergerakan aset kripto. “Pada semester kedua 2026, pasar aset kripto masih akan menghadapi dinamika dari kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Karena itu, investor perlu mencermati perkembangan pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek,” ucap Ryan. Pasar Aset Digital Semakin Beragam Di tengah perkembangan tersebut, Bittime terus memperluas pilihan aset digital bagi masyarakat Indonesia, mulai dari aset kripto hingga aset berbasis blockchain lainnya. Bittime menyediakan akses ke berbagai aset, mulai dari Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan USDT, hingga Tokenized US Stocks seperti NVDA, AAPL, GOOGL, dan META. Keragaman minat pengguna juga tercermin dari aktivitas perdagangan di Bittime. Berdasarkan data trade volume sepanjang pekan lalu, aset yang aktif diperdagangkan tidak hanya berasal dari aset kripto mainstream, tetapi juga mencakup AI Stocks dan meme token. Pada kategori AI Stocks, tiga aset dengan trade volume tertinggi adalah NVDAX, SPCXX, dan TSLAX. Sementara pada kategori meme, TUT, KOMA, dan BABYSHARK menjadi tiga aset dengan trade volume tertinggi. Untuk aset mainstream, Solana (SOL), Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH) mencatat trade volume tertinggi. Pada Juli 2026, Bittime juga menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin perdagangan derivatif aset keuangan digital melalui proses perizinan yang sepenuhnya berlangsung di bawah era pengawasan OJK, dengan izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). “Pertumbuhan industri bukan hanya mengenai peningkatan transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat menyediakan akses yang semakin beragam dengan tetap mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi investor,” tandas Ryan.
Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Kunci Peningkatan Nilai Tambah
Jakarta, katakabar.com - Indonesia memiliki cadangan emas yang besar, dan menempati posisi keempat dunia menurut Bank Sentral. Posisi strategis ini mampu menjadi tonggak kedaulatan mineral nasional dengan tata kelola yang optimal. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kebutuhan emas domestik mencapai sekitar 190-200 ton per tahun. Tetapi, besarnya potensi cadangan emas saat ini belum sepenuhnya diimbangi dengan pasokan emas yang masuk melalui jalur formal. Pasokan emas dari jalur formal baru berada di kisaran 53,5-86,2 ton per tahun. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat tata kelola dan mengintegrasikan rantai pasok emas nasional ke dalam sistem yang formal, transparan, dan terstandardisasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno, mengatakan salah satu persoalan yang masih ditemukan dalam tata kelola emas nasional adalah adanya penjualan emas yang terindikasi ilegal. “Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” kata Tri dalam dalam forum MINDialogue: Komoditas untuk Negeri, Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, di Jakarta, Rabu (12/8) lalu. Di sisi lain, ujarnya, sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dan pertambangan rakyat memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pasokan emas nasional. Produksi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai 50-120 ton per tahun, atau mendekati volume pasokan yang berasal dari jalur formal. Tri mengatakan pemerintah tengah berupaya memperbaiki tata kelola pertambangan rakyat dengan memfasilitasi penambang yang selama ini teridentifikasi sebagai penambang liar untuk memperoleh izin melalui mekanisme Izin Pertambangan Rakyat (IPR). “Nah untuk ke depan seperti apa, untuk perbaikan tata kelola dan lain sebagainya sebetulnya untuk kementerian ESDM mencoba untuk memfasilitasi adanya penambang yang teridentifikasi sebagai penambang liar untuk diberikan izin melalui mekanisme IPR,” tambah Tri. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menekankan tantangan Indonesia bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kekayaan sumber daya alam mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa. “Hampir semua diversifikasi sumber daya kita ada, sumber daya alam ya. Kita punya gas, kita punya minyak, di apa sektor maritim, agrikultur, hampir semua range ada dan kita juga punya apa namanya kekuatan stok cadangan yang sangat mumpuni. Tetapi persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan value yang lebih besar terhadap kekuatan sumber daya alam yang kita miliki," kata Todotua. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menilai pengelolaan cadangan mineral, khususnya emas, bukan sekadar persoalan ekonomi. Menurutnya, pengelolaan mineral juga berkaitan dengan kepentingan nasional dalam menjaga keamanan, kedaulatan, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. “Sumber daya mineral harus dikelola secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni demi kemandirian dan kedaulatan pengelolaannya,” terang Maroef. Masih Maroef, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam tata kelola emas nasional. Hal itu mencakup pengelolaan pertambangan rakyat, keterlacakan (traceability) rantai pasok bijih, hingga penguatan ekosistem perdagangan hasil tambang agar terhubung dengan jalur formal. MIND ID menilai pembenahan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sinergi lintas institusi, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. Transformasi tata kelola cadangan mineral, kata Maroef, perlu dilakukan di setiap simpul utama proses bisnis pertambangan, mulai dari sektor hulu, menengah (midstream), hingga hilir. Di sektor hulu, MIND ID mendorong formalisasi pertambangan rakyat melalui IPR yang didukung harmonisasi regulasi dan pembinaan teknis secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan rakyat berjalan lebih tertib dan aman sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Sementara di sektor menengah (midstream), pengolahan bijih perlu diperkuat melalui kehadiran lembaga agregator berbadan hukum yang mampu menjamin keterlacakan rantai pasok menuju sistem formal. Melalui skema tersebut, perusahaan yang ditunjuk dapat berperan sebagai pembina teknis sekaligus pembeli siaga (offtaker) untuk memastikan hasil tambang memenuhi standar yang dipersyaratkan. Penguatan tata kelola dari hulu hingga midstream selanjutnya diharapkan meningkatkan pasokan bahan baku yang masuk ke rantai pasok formal. Hal ini akan memperkuat produktivitas industri pengolahan dan pemurnian emas nasional, memperluas akses masyarakat terhadap produk emas yang terstandardisasi, serta mendukung penguatan ekosistem bullion nasional. MIND ID meyakini perbaikan tata kelola emas tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memastikan kekayaan emas Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat. Pada akhirnya, penguatan tata kelola emas nasional menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan rantai pasok yang terhubung secara legal, transparan, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Indonesia dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjaga nilai strategis kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan kedaulatan negara.
Barantum Bersanding dengan Vendor CRM Global di Pasar Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Barantum solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Pasar CRM Indonesia semakin ramai. Kebutuhan bisnis untuk mengelola pelanggan, penjualan, dan layanan secara digital membuat semakin banyak penyedia CRM hadir di Indonesia. Persaingan tersebut tidak hanya melibatkan perusahaan teknologi global. Provider CRM lokal juga mulai mendapat perhatian karena menawarkan solusi yang lebih dekat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis di Indonesia. Pasar CRM Indonesia Semakin Kompetitif Menurut Mordor Intelligence, pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan diproyeksikan mencapai USD 346,58 juta pada 2031. Pasar tersebut diperkirakan tumbuh dengan CAGR 11,02% selama periode 2026–2031. Penggunaan teknologi cloud juga menjadi bagian penting dari perkembangan tersebut. Solusi CRM berbasis cloud menguasai 61,30% pangsa pasar CRM Indonesia pada 2025. Pada periode yang sama, bisnis kecil dan menengah menyumbang 57,40% dari ukuran pasar. Pertumbuhan ini membuat persaingan antara provider CRM semakin terbuka. Vendor global tetap memiliki posisi kuat, tetapi provider lokal juga memiliki ruang untuk menawarkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Barantum CRM Masuk dalam Laporan Mordor Intelligence Dalam laporan Indonesia CRM Software Market, Mordor Intelligence mencantumkan Barantum dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders. Barantum tercantum bersama sejumlah nama besar seperti Salesforce, Pipedrive, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot, dan Mekari Qontak. Barantum juga masuk dalam bagian competitive landscape yang membahas perusahaan-perusahaan yang bersaing di pasar CRM Indonesia. Daftar tersebut mencakup berbagai pemain global dan lokal yang menawarkan solusi CRM untuk kebutuhan bisnis. Pencantuman Barantum dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa provider CRM lokal juga menjadi bagian dari lanskap industri yang dianalisis. Barantum hadir dalam ruang persaingan yang sama dengan berbagai perusahaan teknologi yang telah memiliki pasar secara global. Mordor Intelligence juga mencatat adanya perbedaan pendekatan antara pemain global dan lokal. Vendor global memiliki keunggulan dari sisi skala dan ekosistem teknologi, sedangkan pemain lokal seperti Barantum memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Yang jelas, Barantum telah menjadi bagian dari lanskap CRM Indonesia yang mencakup berbagai pemain global dan lokal. Lalu, solusi seperti apa yang ditawarkan Barantum untuk memenuhi kebutuhan bisnis di pasar tersebut? Barantum Hadirkan Solusi CRM Bisnis Indonesia Barantum platform berbasis cloud yang menggabungkan CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center dalam satu platform. Solusi ini membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan secara lebih terintegrasi. Dengan Barantum CRM, bisnis dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, dan follow-up. Sementara itu, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center membantu mengelola komunikasi, otomatisasi, serta layanan pelanggan melalui berbagai channel. Pendekatan ini membuat Barantum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan data pelanggan. Bisnis dapat menghubungkan aktivitas penjualan dengan komunikasi dan layanan pelanggan dalam satu sistem. Dengan kebutuhan CRM yang terus berkembang, bisnis membutuhkan platform yang dapat mengikuti perubahan cara pelanggan berinteraksi. Barantum hadir sebagai solusi CRM terintegrasi untuk membantu bisnis Indonesia mengelola penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan dalam satu platform.
Krisis Selalu Ada, Menunggu Kondisi Ideal Justru Bisa Bikin Investor Kehilangan Peluang
Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian, banyak calon investor masih bertanya: apakah sekarang waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi? Ketika pasar bergerak fluktuatif, suku bunga berubah, dan sentimen geopolitik memengaruhi ekonomi dunia, tidak sedikit yang memilih menunggu hingga kondisi dianggap lebih aman sebelum mengambil keputusan investasi. Padahal, jika melihat perjalanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, ketidakpastian bukanlah sesuatu yang bersifat sementara. Mulai dari pandemi Covid-19 pada 2020, penyebaran varian Delta dan Omicron pada 2021, lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga global pada 2022, konflik Rusia-Ukraina pada 2023, kekhawatiran resesi serta perkembangan artificial intelligence yang memicu volatilitas pasar pada 2024, perang tarif Amerika Serikat pada 2025, hingga memanasnya konflik di Timur Tengah sepanjang 2026. Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa selalu ada faktor baru yang memengaruhi pasar dan membentuk sentimen investor. Bagi Chief Marketing Officer (CMO) Nanovest, Jovita Widjaja, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus menunda investasi. Menurutnya, ketidakpastian merupakan bagian dari siklus pasar yang akan selalu ada. Karena itu, keputusan investasi tidak seharusnya didasarkan pada ada atau tidaknya krisis, melainkan pada tujuan keuangan dan strategi investasi yang konsisten. "Kalau melihat perjalanan ekonomi global, hampir setiap tahun selalu ada peristiwa yang memicu kekhawatiran pasar. Artinya, krisis akan selalu ada dalam berbagai bentuk. Kalau kita terus menjadikan krisis sebagai alasan untuk menunda investasi, kemungkinan besar kita tidak akan pernah mulai. Ketakutan pasar akan selalu muncul, tetapi jika melihat sejarahnya, pasar selalu mampu pulih dan kembali bertumbuh. Yang berisiko bukan hanya menghadapi volatilitas, tetapi juga kehilangan peluang pertumbuhan karena terlalu lama menunggu," ujar Jovita. Mengubah Cara Pandang Terhadap Krisis Menurut Jovita, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi investor adalah belum memahami profil risiko masing-masing. Akibatnya, banyak investor mudah panik ketika pasar mengalami volatilitas dan mengambil keputusan berdasarkan emosi, seperti menjual aset saat harga sedang turun. Padahal, sebelum mulai berinvestasi, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan hanya memilih produk investasi, tetapi juga memahami diri sendiri dan mengenali tingkat risiko yang mampu dihadapi. Berbekal pengalaman lebih dari 14 tahun di industri investasi dan sekuritas, Jovita telah melewati berbagai siklus pasar, mulai dari periode pertumbuhan hingga berbagai krisis global yang memicu koreksi signifikan. "Selama 14 tahun terakhir saya bekerja di bidang ini, sudah banyak krisis yang terjadi. Namun tidak lama setelah krisis apapun itu, pasar kembali pulih bahkan mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi dari penurunannya. Pengalaman itu mengajarkan bahwa pertanyaannya bukan lagi if the market will rebound, melainkan when. Yang terpenting adalah memiliki strategi investasi dan tetap disiplin menjalaninya," jelasnya. Kata Jovita, volatilitas bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan investasi. Investor yang memahami profil risikonya akan lebih siap menghadapi fluktuasi pasar tanpa mudah terbawa kepanikan, karena mereka telah memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat toleransi risikonya. "Tidak ada yang bisa secara konsisten menentukan kapan pasar berada di titik terendah atau tertinggi. Karena itu, membangun kebiasaan berinvestasi secara rutin jauh lebih realistis dibanding terus menunggu momentum yang dianggap sempurna. Ketika kita memahami profil risiko sendiri, kita juga akan lebih tenang menghadapi pergerakan pasar karena sudah mengetahui strategi investasi yang paling sesuai dengan diri kita," imbuhnya. Untuk mendukung kebutuhan investor dengan karakter yang berbeda-beda, Nanovest menyediakan berbagai pilihan produk investasi sesuai profil risiko masing-masing. Investor dengan profil yang lebih konservatif dapat memilih Earn Program Nanovest atau Digital Gold sebagai alternatif yang lebih stabil, sementara investor dengan toleransi risiko yang lebih tinggi dapat berinvestasi di saham Amerika Serikat maupun aset kripto. Dengan memahami profil risiko sejak awal, investor dapat membangun portofolio yang lebih sesuai dengan kebutuhannya dan tetap konsisten menjalankan strategi investasi, meskipun pasar sedang bergejolak. Konsistensi Lebih Penting daripada Menunggu Momentum Meningkatnya jumlah investor Indonesia menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri keuangan. Namun, di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kondisi ekonomi global, investor membutuhkan lebih dari sekadar akses transaksi. Mereka membutuhkan pemahaman yang tepat agar tidak mudah dipengaruhi ketakutan jangka pendek. Jovita menilai kepercayaan dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan, transparansi, serta kemampuan membantu masyarakat memahami bahwa fluktuasi pasar merupakan bagian alami dari perjalanan investasi. "Pada akhirnya, investasi bukan tentang menunggu waktu yang benar-benar sempurna untuk mulai, karena kondisi tersebut mungkin tidak akan pernah datang. Krisis akan selalu menjadi bagian dari perjalanan pasar, tetapi sejarah juga menunjukkan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk pulih dan terus bertumbuh. Karena itu, yang paling penting bukan menghindari setiap gejolak, melainkan membangun kebiasaan berinvestasi yang konsisten agar tidak kehilangan peluang pertumbuhan dalam jangka panjang," tambahnya.
Bitcoin Anjlok 17,9 persen, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun
Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, melonjak 24,20% dibandingkan transaksi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp23,01 triliun. Kenaikan transaksi tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah akun konsumen aset keuangan digital. Hingga Juni 2026, jumlah akun mencapai 22,69 juta, meningkat 1,32% secara bulanan dari 22,40 juta akun pada Mei 2026. Pertumbuhan aktivitas perdagangan juga berlangsung di tengah tingginya volatilitas pasar kripto global. Data Bitcoin Monthly Report menunjukkan harga Bitcoin turun 17,9% sepanjang Juni 2026, dari sekitar US$71.440 pada awal periode menjadi US$58.646 pada akhir bulan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya pergerakan harga Bitcoin sepanjang Juni dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong meningkatnya aktivitas jual-beli di pasar kripto. Volatilitas harga yang tinggi biasanya membuat pelaku pasar lebih aktif menyesuaikan posisi, baik untuk merespons peluang kenaikan maupun mengelola risiko ketika harga bergerak turun. Dengan demikian, lonjakan nilai transaksi pada Juni tidak hanya mencerminkan bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga tingginya aktivitas investor dalam menghadapi dinamika pasar. Volatilitas Bitcoin Dorong Aktivitas Perdagangan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai peningkatan transaksi kripto pada Juni menunjukkan bahwa pasar aset digital Indonesia semakin aktif. Menurutnya, salah satu faktor yang ikut mendorong tingginya aktivitas perdagangan adalah pergerakan harga Bitcoin yang cukup volatil sepanjang bulan tersebut. “Kenaikan transaksi kripto hingga Rp28,58 triliun menunjukkan bahwa aktivitas pasar aset digital di Indonesia semakin tinggi. Jika melihat pergerakan Bitcoin sepanjang Juni yang cukup volatil, kondisi tersebut juga dapat mendorong investor untuk lebih aktif melakukan penyesuaian posisi dan memanfaatkan pergerakan pasar. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital tetap kuat, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” kata Yudho. Menurut Yudho, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diimbangi dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan aset digital, sekaligus edukasi yang memadai agar masyarakat dapat memahami risiko volatilitas pasar. “Volatilitas merupakan bagian dari karakteristik pasar aset kripto. Karena itu, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diikuti dengan akses yang mudah, keamanan, edukasi, dan pemahaman risiko yang memadai. Dengan fondasi tersebut, pertumbuhan industri dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya. Jumlah Investor Kripto Tembus 22,69 Juta Pertumbuhan transaksi pada Juni juga berjalan seiring dengan peningkatan jumlah akun konsumen aset keuangan digital. OJK mencatat jumlah akun mencapai 22,69 juta pada Juni, naik dari 22,40 juta pada bulan sebelumnya. Angka tersebut melanjutkan tren pertumbuhan industri yang sebelumnya tercatat dalam data OJK per Mei 2026. Pada periode tersebut, jumlah investor kripto Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi bulanan sebesar Rp23,01 triliun. Pertumbuhan jumlah pengguna dan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa aset kripto semakin mendapatkan tempat dalam ekosistem keuangan digital Indonesia. Selain transaksi aset kripto, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami peningkatan. OJK mencatat transaksi derivatif mencapai Rp4,19 triliun pada Juni 2026, naik 3,64% dibandingkan Rp4,04 triliun pada Mei. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menilai pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga. “Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto Indonesia, masih terjaga dengan baik,” ucap Adi saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK awal Agustus 2026 lalu. Akses Investasi Semakin Mudah Pertumbuhan jumlah investor dan transaksi juga mendorong pelaku industri untuk memperluas akses terhadap aset digital. FLOQ, sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi OJK, terus mengembangkan kemudahan bagi masyarakat untuk masuk ke ekosistem kripto. Salah satunya melalui fasilitas deposit menggunakan Virtual Account (VA) BCA, BRI, dan Nobu Bank. Pengguna dapat melakukan deposit mulai dari Rp10.000 dan membeli aset kripto mulai dari Rp1.000. Kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya FLOQ untuk menurunkan hambatan awal bagi masyarakat yang ingin mengakses aset digital. “Kami melihat pertumbuhan investor kripto di Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar. Semakin mudah masyarakat mengakses ekosistem kripto melalui jalur yang mereka gunakan sehari-hari, semakin besar pula peluang adopsi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kami menghadirkan opsi deposit melalui BCA, BRI, dan Nobu Bank agar proses memulai investasi menjadi lebih praktis dan nyaman bagi pengguna,” tutur Yudho. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, dengan total unduhan aplikasi mencapai lebih dari 2 juta kali. Platform ini juga mendukung perdagangan lebih dari 100 aset digital. FLOQ juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital melalui FLOQ Academy, yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di BEI
Jakarta, katakabar.com - Salah satu perusahaan manajer investasi lokal independen dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, PT Syailendra Capital, resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluncuran ini ditandai dengan seremoni opening bell di kantor BEI sekaligus bertepatan dengan perayaan 49 tahun pasar modal Indonesia. Peluncuran XSGO menjadi upaya aktif Syailendra Capital untuk menghadirkan alternatif investasi emas yang lebih mudah dengan menggabungkan karakteristik reksa dana dengan mekanisme perdagangan seperti saham di bursa. Kehadiran ETF Sharia Gold menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya perhatian dan kesadaran investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio. Dari data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014–2025. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar termasuk saat Global Financial Crisis tahun 2008 dan pandemi Covid-19 lalu. Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, mengatakan melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya. "Bagi kami, peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang," ujarnya. Menurut Fajar, XSGO memiliki fleksibilitas untuk diakses melalui: (1) Pasar Primer yakni melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar (asumsi harga Rp3 juta/gram) dan (2) Pasar Sekunder melalui perusahaan efek/broker dengan minimum transaksi 1 lot atau 100 unit atau sekitar Rp100 ribu. Selain menawarkan akses investasi yang fleksibel, tetangnya, struktur ETF Emas juga memberikan kemudahan dari sisi kepemilikan dan penyimpanan emas. Emas sebagai underlying dari Electronic Gold Receipt (EGR) pada XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider yang juga menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO. Sedang, sambung Fajar, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Melalui struktur ETF ini, pihak Pegadaian mengupayakan untuk menjaga spread harga beli-jual sebesar 2% hingga 3% (berdasarkan harga acuan Pegadaian), relatif lebih rendah dibandingkan spread pembelian emas digital (melalui platform) ataupun emas fisik yang bisa mencapai 7% hingga 9%," ucapnya. Sejalan dengan peluncuran XSGO, ulas Fajar, Syailendra Capital berkomitmen untuk terus membangun pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi berbasis emas. Komitmen tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal komunikasi dan edukasi milik Syailendra Capital. Melalui kanal-kanal tersebut, ulasnya lagi, Syailendra Capital akan menghadirkan informasi dan market insights mengenai emas, karakteristik ETF Sharia Gold, cara berinvestasi, hingga bagaimana memahami peran emas dalam strategi diversifikasi portofolio. “Edukasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami sebagai manajer investasi. Kami ingin memastikan bahwa proses literasi dan inklusi berjalan beriringan sehingga investasi ETF bisa berkembang layaknya di negara maju lainnya,” beber Fajar. Lewat peluncuran ETF Sharia Gold, Syailendra Capital siap untuk menghadirkan solusi investasi yang relevan dengan perkembangan pasar sekaligus mendorong masyarakat untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi secara sehat. Kehadiran XSGO menandai evolusi cerdas investasi emas di Indonesia, dari kepemilikan emas fisik dan emas digital menuju instrumen emas yang dapat diperdagangkan secara langsung di bursa.
BRI Cabang Duri: Proses Lelang Agunan Nasabah Sudah Sesuai PMK
Duri, katakabar.com - Bank BRI Kantor Cabang Duri pastikan proses lelang agunan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan berlaku. Pimpinan Bank BRI Cabang Duri, Eka Marvianda, Kamis (13/8), mengenai adanya tudingan terkait gugatan salah satu warga Siak soal lelang agunan, yakni bersangkutan nasabah dengan kolektibilitas macet dan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit sesuai dengan yang telah diperjanjikan. Jadi, tegas Eka, pelaksanaan lelang bagian dari mekanisme penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan setelah mempertimbangkan status kolektibilitas dan riwayat pembayaran debitur, sesuai perjanjian kredit yang berlaku. "Bank BRI menjalankan proses lelang agunan sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, dengan merujuk pada ketentuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan," terangnya. Terhadap gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, jelas Eka, BRI menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. "Dalam menjalankan seluruh operasional bisnisnya, Bank BRI senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG)," imbuhnya. Ditambahkan Eka, kami terus berupaya untuk membangun komunikasi dengan nasabah pihak debitur kredit macet sebagai upaya penyelesaikan tunggakannya dengan memberikan beberapa solusi kemudahan dalam menyelesaikan kredit bermasalah agar terhindar dari perselisihan perdata.
Odoo ERP Bantu Manufaktur Kontrol Produksi hingga Laporan Keuangan
Jakarta, katakabar.com - Odoo ERP bantu manufaktur integrasikan produksi, persediaan, dan keuangan satu sistem. Dengan Partner Odoo yang memahami proses pabrik, perusahaan dapat meningkatkan kontrol operasional dan akurasi data. Pesanan terus bertambah, tetapi jadwal produksi justru semakin sering meleset. Banyak pabrik di Indonesia mengalami hal serupa ketika volume order naik. Data produksi ada di papan tulis, stok di Excel, biaya di catatan keuangan. Di titik inilah topik Odoo ERP Membantu Manufaktur mulai sering dibicarakan pemilik pabrik. Dampaknya jarang terasa langsung, tetapi menumpuk pelan-pelan. Bagian gudang kehabisan bahan baku saat lini produksi sudah berjalan. Tim keuangan baru tahu biaya sebenarnya setelah tutup buku bulanan. Keputusan harga jual pun diambil memakai angka yang sudah basi. Solusinya bukan menambah orang, melainkan menyatukan alur datanya. Sistem ERP manufaktur menghubungkan perencanaan, persediaan, dan pembukuan dalam satu basis data. Lantatan itu, pemilihan Partner Odoo yang paham proses pabrik sangat menentukan hasil implementasi. Teknologi bagus tetap gagal bila dipasang tanpa memahami realita lantai produksi. Akar Masalah Pabrik: Data Produksi dan Keuangan Terpisah Momentum industrinya sebenarnya sedang membaik. Data S&P Global yang dikutip Kementerian Perindustrian mencatat PMI Manufaktur Indonesia 50,2 pada Juli 2026. Angka tersebut menandakan aktivitas produksi kembali masuk zona ekspansi. Sayangnya, kenaikan pesanan sering tidak diimbangi kesiapan sistem internal. Gejala yang Sering Dianggap Wajar Beberapa kondisi berikut biasanya muncul sebelum masalah membesar: ● Stok bahan baku tercatat ada, tetapi fisik di gudang kosong. ● Nilai per unit produk baru diketahui saat tutup buku bulanan. ● Perubahan formula produk tidak tersampaikan ke bagian pembelian. ● Laporan hasil produksi harian masih direkap manual setiap sore. Gejala semacam ini jarang dianggap darurat. Padahal, selisih kecil pada catatan stok bisa merusak akurasi harga pokok produksi. Cara Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengendalikan Lantai Produksi Kendali produksi dimulai dari struktur data, bukan dari laporan. Setiap produk perlu memiliki bill of material dan alur kerja yang jelas. Dari sana, sistem menghitung kebutuhan bahan serta kapasitas mesin secara otomatis. Klaim bahwa Odoo ERP Membantu Manufaktur menekan biaya sebaiknya diuji dengan data sendiri. Dari Perintah Produksi sampai Stasiun Kerja Manufacturing order berfungsi sebagai dokumen induk setiap perintah produksi. Di bawahnya, work order memecah pekerjaan per stasiun kerja atau mesin. Operator cukup mencatat waktu mulai, waktu selesai, dan jumlah produk gagal. Catatan itu langsung memotong stok bahan dan menambah stok barang jadi. Perencanaan Bahan Baku yang Terukur Reordering rule cocok untuk bahan yang pemakaiannya stabil tiap bulan. Sementara itu, penjadwal kebutuhan material lebih tepat bagi produksi berbasis pesanan. Kuncinya ada pada lead time pemasok yang diisi jujur, bukan asal. Banyak perencanaan produksi meleset karena angka lead time tidak pernah diperbarui. Jalur Data dari Lantai Produksi Menuju Laporan Keuangan Bagian ini paling sering luput dari perhatian. Setiap penyelesaian produksi seharusnya menghasilkan jurnal, bukan sekadar catatan operasional. Nilai persediaan barang jadi bertambah, sedangkan bahan baku dan biaya konversi berkurang. Alur inilah yang membuat Odoo ERP Membantu Manufaktur terhubung sampai laporan keuangan. Biaya Produksi yang Terbentuk Otomatis Perusahaan bisa memakai metode biaya standar atau rata-rata bergerak. Keduanya sah, tetapi konsekuensinya berbeda saat harga bahan baku bergejolak. Dengan metode standar, selisih biaya muncul sebagai varians yang bisa ditelusuri. Varians itulah yang sering menjelaskan mengapa margin menyusut tanpa sebab jelas. Tahapan Agar Odoo ERP Membantu Manufaktur Sejak Bulan Pertama Implementasi yang rapi biasanya mengikuti empat tahap berikut: 1. Audit dan pemetaan alur kerja nyata di lantai produksi. 2. Penyusunan blueprint serta penyesuaian modul manufacturing sesuai prosedur perusahaan. 3. Pelatihan dan uji coba bersama operator hingga tim keuangan. 4. Go-live dengan pendampingan teknis pada siklus produksi awal. Urutannya sebaiknya tidak dibalik. Sistem yang dipasang sebelum alur kerja dipetakan cenderung ditinggalkan tim lapangan. Bagian Paling Sering Diremehkan Master data menentukan hampir seluruh kualitas laporan. Sebelum go-live, tiga hal berikut sebaiknya dibereskan lebih dulu: ● Satuan ukur bahan baku beserta konversinya, misalnya kilogram ke lembar. ● Struktur komponen bertingkat untuk produk setengah jadi. ● Tingkat produk gagal yang wajar pada setiap tahap proses. Konsultan Odoo berpengalaman biasanya menahan jadwal go-live bila data belum siap. Langkah tersebut terasa lambat, tetapi menyelamatkan akurasi laporan setahun ke depan. Menutup Jarak antara Lantai Produksi dan Meja Direksi Intinya sederhana: kontrol produksi dan laporan keuangan tidak boleh berjalan terpisah. Satu basis data membuat keputusan harga, pembelian, dan kapasitas berpijak pada angka sama. Di sinilah Odoo ERP Membantu Manufaktur menjaga konsistensi angka antardivisi. Prosesnya bertahap dan menuntut disiplin pencatatan sejak hari pertama. i2C Studio sebagai partner Odoo resmi mendampingi proses tersebut sejak audit hingga pascaimplementasi. Pendekatannya menekankan pemahaman proses bisnis, bukan sekadar pemasangan modul. Diskusi awal bersama konsultan Odoo dapat membantu memetakan kesiapan pabrik Anda. Pertanyaan Sering Muncul dari Pelaku Industri 1. Berapa lama implementasi Odoo di pabrik skala menengah? Umumnya tiga sampai enam bulan, bergantung kerumitan proses dan kesiapan master data. 2. Apakah modul produksi bisa berjalan tanpa modul akuntansi? Bisa, tetapi laporan biaya tidak terbentuk otomatis dan tetap membutuhkan rekap manual. 3. Apakah sistem lama harus langsung dimatikan saat go-live? Tidak selalu, sebab banyak pabrik menjalankan periode paralel selama satu siklus produksi.
Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Selanjutnya
Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto mulai menunjukkan tanda pemulihan di pekan pertama Agustus 2026. Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$64.400–US$64.500 pada 6 Agustus, naik sekitar 1,1–1,5 persen dalam tujuh hari setelah sebelumnya sempat turun menembus level US$64.000. Market Outlook W1 Agustus 2026 FLOQ menunjukkan, Bitcoin bergerak dalam rentang US$62.241 hingga US$65.305 sepanjang sepekan terakhir. Pemulihan harga terjadi bersamaan dengan meredanya sejumlah tekanan global, mulai dari menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat hingga koreksi tajam harga minyak dunia. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kembalinya Bitcoin ke atas US$64.000 merupakan perkembangan positif, meskipun pasar masih berada dalam fase yang sensitif terhadap perubahan sentimen global. “Rebound Bitcoin ke atas US$64.000 menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi pada akhir Juli mulai mereda. Namun, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil karena arah suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik, dan data ekonomi Amerika Serikat masih dapat memicu volatilitas dalam waktu dekat,” ujar Yudho. Ekspektasi Suku Bunga The Fed Mulai Mereda Salah satu faktor yang memberikan ruang bagi pemulihan Bitcoin adalah menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas kenaikan suku bunga yang sempat mencapai 72,3 persen pada 29 Juli turun ke kisaran 57–62 persen pada awal Agustus. Perubahan ini memberikan tekanan yang lebih ringan terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto. Tetapi, arah kebijakan The Fed masih dapat berubah seiring rilis sejumlah data ekonomi penting, terutama data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat. “Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas. Tetapi investor perlu melihat apakah tren tersebut dapat bertahan setelah rilis data tenaga kerja dan inflasi. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed,” jelas Yudho. Harga Minyak Turun Hampir 9 persen Tekanan Geopolitik Mulai Mereda Sentimen positif lainnya datang dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Pembicaraan Iran-Oman mengenai Selat Hormuz disebut telah memasuki tahap akhir, meskipun hingga 6 Agustus belum terdapat kesepakatan resmi. Perkembangan tersebut turut mendorong koreksi harga minyak dunia. Harga Brent turun sekitar 8,9 persen dari US$86,97 menjadi US$79,26 per barel. Sementara WTI turun sekitar 8,4 persen menjadi kisaran US$75,16 per barel. Menurut Yudho, penurunan harga energi dapat menjadi faktor positif bagi aset berisiko karena membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. “Jika harga minyak terus stabil dan proses de-eskalasi berlanjut, tekanan inflasi dapat berkurang dan memberikan sentimen yang lebih kondusif bagi aset berisiko. Namun, pasar tetap perlu berhati-hati karena perkembangan geopolitik dapat berubah dengan cepat,” jelasnya. Arus Dana ETF Bitcoin Kembali Positif Dari sisi institusional, arus dana ETF Bitcoin juga menunjukkan perbaikan. Setelah mencatat outflow sekitar US$265,4 juta pada 31 Juli, ETF Bitcoin berbalik mencatat inflow sekitar US$170,1 juta pada 3 Agustus. IBIT menjadi salah satu kontributor utama dengan inflow sekitar US$111,4 juta. ETF Ethereum juga mengalami perubahan serupa, dari outflow sekitar US$6,4 juta pada akhir Juli menjadi inflow sekitar US$53,1 juta pada 4 Agustus. Meski demikian, FLOQ menilai data dalam satu hingga dua hari masih terlalu singkat untuk dianggap sebagai tren yang stabil. “Masuknya kembali dana ke ETF menunjukkan minat institusional terhadap aset kripto masih ada. Namun, yang lebih penting adalah melihat konsistensi arus dana tersebut dalam beberapa pekan ke depan, terutama ketika pasar menghadapi data ekonomi baru,” kata Yudho. Bitcoin Hadapi Ujian di US$65.300–US$66.500 Untuk pergerakan selanjutnya, data FLOQ mencatat US$62.241 sebagai level support penting Bitcoin. Sementara area US$65.305 hingga US$66.500 menjadi zona resistance yang perlu dilewati untuk memperkuat momentum pemulihan. Pasar juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk laporan tenaga kerja, CPI Juli pada 12 Agustus, serta PPI pada 13 Agustus. Data tersebut berpotensi mempengaruhi kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed. “Selama Bitcoin mampu menjaga pergerakan di atas US$64.000, peluang untuk menguji kembali area US$65.300 hingga US$66.500 masih terbuka. Namun, konfirmasi pemulihan tetap membutuhkan dukungan dari kondisi makro yang lebih stabil dan arus dana institusional yang konsisten,” sebut Yudho. Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 6 Agustus 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu. FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.