BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pergelaran Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026 yang dihelat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran kebijakan fiskal guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Angkat tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 pertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Kegiatan di Gedung Jusuf Anwar, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, tersebut dibuka Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Forum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. Partisipasi BPDP dalam forum ini bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program, antara lain pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan. "JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," bebernya. Melalui partisipasi dalam JFF 2026, BPDP perkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan dalam mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Ke depan, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiwa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh menjadi lebih aplikatif dalam bentuk penelitian untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Terhadap empat puluh kelompok penelitian, telah dilakukan penilaian laporan akhir dan ditetapkan sepuluh kelompok finalis bakal mengikuti “Final Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026”. Putaran final ini dilakukan melalui presentasi dan pendalaman hasil penelitian untuk menentukan Juara I, II, dan III. Daftar 10 (sepuluh) kelompok Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang lolos ke putaran final.
BP Tapera Urai Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp500 Ribu per Bulan
Jakarta, katakabar.com - Mimpi memiliki rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin terbuka lebar. BP Tapera urai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan masa cicilan hingga 40 tahun dalam Rapat Komite Tapera yang digelar di Kementerian Keuangan, Rabu (24/6) lalu. Dengan masa cicilan yang lebih panjang, angsuran rumah subsidi diperkirakan menjadi jauh lebih ringan, yakni sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Skema ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan sekitar Rp2,8 juta per bulan, untuk memiliki rumah pertama. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan perpanjangan tenor hingga 40 tahun akan memperluas jangkauan penerima manfaat rumah subsidi karena kemampuan bayar masyarakat menjadi lebih baik. "Semakin panjang masa cicilan, semakin ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi," kata Heru. Dalam usulan tersebut, suku bunga tetap rumah subsidi tetap dipertahankan, yakni sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun selama masa pembiayaan berlangsung. Dengan skema ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan suku bunga di masa mendatang. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait. Menurutnya, inovasi pembiayaan perumahan diperlukan agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses rumah layak huni. "Ada target besar yang harus kita capai. Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah," terang Maruarar. Selain membahas tenor 40 tahun, rapat juga menyoroti pentingnya pengembangan rumah susun sebagai salah satu solusi penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mendorong agar BP Tapera terus memperkuat kerja sama dengan kalangan pekerja dan buruh. Menurutnya, kelompok pekerja merupakan salah satu segmen terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau. Sedang, Anggota Komite Tapera, Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hunian yang dibangun, khususnya rumah susun. Ia berharap masyarakat mulai melihat rumah susun sebagai hunian yang nyaman, modern, dan layak untuk ditinggali. Pada rapat tersebut, BP Tapera juga mengajukan sejumlah dukungan yang diperlukan untuk implementasi program, antara lain penyesuaian kuota rumah susun subsidi, dukungan regulasi terkait perubahan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun, serta penyesuaian premi asuransi Selain membahas berbagai inovasi pembiayaan, BP Tapera juga melaporkan capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2026. Hingga 23 Juni 2026, sebanyak 81.286 unit rumah yang sudah direalisasikan, ditambah dengan 21.735 unit rumah yang sudah akad kredit. Sehingga total realisasi hingga saat ini mencapai 103.003 unit rumah FLPP. Untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah hingga akhir tahun, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah percepatan. Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan. Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang, serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui berbagai terobosan tersebut, BP Tapera optimistis semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Jusuf Anwar, Kementerian Keuangan ini dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait bersama dengan Anggota Komite Tapera lainnya, meliputi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, serta unsur Profesional, Eko Djoeli Heripoerwanto. Sedangkan dari pihak BP Tapera, hadir secara lengkap jajaran pimpinan Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera, yakni Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho bersama dengan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana, Sid Herdi Kusuma; Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana, Sugiyarto; Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana, Doddy Bursman; serta Deputi Bidang Hukum dan Administrasi, Wilson Lie Simatupang.
Segera Hadir! Pameran Kerja Sama Sustainability dan Inovatif China dan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Untuk semakin memperdalam kerja sama dan pertukaran ekonomi-perdagangan antara China dan Indonesia, sekaligus mendorong manfaat bersama, serta pembangunan yang terkoordinasi di berbagai bidang, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), atas persetujuan Dewan Negara Republik Rakyat China, bakal gelar 2026 China-Indonesia Green and Innovative Cooperation Exhibition (selanjutnya disebut Indonesia Innovative Exhibition) di Jakarta, Indonesia, pada 3 hingga 5 September 2026 mendatang. China Council for the Promotion of International Trade Commercial Sub-council (CCPIT Commercial Sub-council) bertindak sebagai penyelenggara pameran. Indonesia Innovative Exhibition rencananta digelar di Jakarta International Expo dengan area pameran seluas 1.500 meter persegi. Ruang lingkup pameran mencakup kecerdasan buatan, logistik cerdas, informasi dan komunikasi, kendaraan energi baru beserta aksesori, produk energi baru, teknologi pencegahan dan mitigasi bencana, produk keselamatan darurat, perlengkapan medis, peralatan rumah tangga dan produk elektronik, barang konsumsi harian, dan sektor terkait lainnya. Selama pameran, berbagai kegiatan pendukung juga akan digelar, termasuk forum kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pertemuan penjajakan dan negosiasi antarperusahaan. Di saat yang sama, Indonesia Innovative Exhibition tahun ini akan menghadirkan area pameran "China Opportunity Hub" untuk menampilkan capaian pembangunan keterbukaan tingkat tinggi China, memperkenalkan secara menyeluruh keunggulan iklim bisnis di berbagai wilayah China, memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan kedua pihak secara berkelanjutan, serta mendukung kerja sama pragmatis kedua negara agar mencapai perkembangan baru. The Entrepreneurs Society (TES) yang didirikan oleh Kak Klemens Rahardja sejak tahun 2017, TES sudah menginspirasi, membangun dan mempersatukan lebih dari 12ribu pengusaha di seluruh Indonesia, yang berpartisipasi sebagai Strategic Community Partner dalam kolaborasi ini, dengan peran untuk memperkuat jejaring komunitas wirausaha, membuka akses koneksi bisnis, serta mendukung terciptanya ruang kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha Indonesia dan China.
Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama
Jakarta, katakabar.com - Harga emas global diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (25/6), seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Analisis Dupoin Futures, analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 masih mengindikasikan kecenderungan penurunan, meskipun sempat terjadi pergerakan naik dalam sesi sebelumnya. Menurut Geraldo Kofit, penguatan harga emas yang terjadi semalam tidak dapat dianggap sebagai perubahan arah tren. Kenaikan tersebut lebih tepat dipandang sebagai koreksi sementara atau secondary trend dalam struktur penurunan yang lebih besar. Hal ini terlihat dari kegagalan harga untuk menembus area resistance penting di level 4.042. Ketika level tersebut tidak mampu ditembus, tekanan jual kembali meningkat dan mendorong terbentuknya candlestick bearish pada perdagangan pagi. "Kondisi ini menegaskan sentimen pasar masih cenderung didominasi oleh tekanan jual," ujarnya. Dari sisi struktur teknikal, kata Kofit, pergerakan harga emas saat ini masih mengikuti arah tren utama yang bersifat bearish. Selama harga belum mampu keluar dari tekanan resistance yang ada, peluang untuk melanjutkan penurunan masih cukup besar. "Proyeksi Dupoin Futures, area support terdekat berada di level 3.958. Apabila level ini berhasil ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju target berikutnya di sekitar 3.915, yang menjadi area support lanjutan," jelasnya. Selain struktur harga, sambung Kofit, indikator teknikal juga memberikan konfirmasi terhadap dominasi tren turun. Stochastic saat ini bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Meskipun kondisi ini sering dianggap sebagai potensi rebound, dalam tren yang kuat indikator tersebut justru menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Dengan demikian, momentum penurunan masih memiliki ruang untuk berlanjut sebelum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat. Sementara, kafa Kofit lagi, indikator Moving Average juga memperkuat gambaran bearish yang sedang berlangsung. Harga emas masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan utama, yang menandakan bahwa struktur downtrend masih terjaga. Selama posisi harga belum mampu kembali menembus area Moving Average tersebut, maka ruang kenaikan diperkirakan tetap terbatas dan setiap penguatan cenderung bersifat sementara. Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dolar yang menguat di tengah ekspektasi ekonomi AS yang tetap solid membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor. Dalam kondisi ini, investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Lingkungan suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih instrumen dengan return yang lebih pasti, sehingga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi berkurang. Kondisi ini semakin memperkuat tekanan jual di pasar logam mulia. Pelaku pasar juga terus mencermati data ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja. Apabila data tersebut kembali menunjukkan hasil yang kuat, maka ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama akan semakin menguat. Hal ini berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi dolar AS dan semakin menekan harga emas. Di sisi lain, membaiknya sentimen risiko di pasar global turut mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika investor lebih optimistis terhadap aset berisiko seperti saham, maka aliran dana cenderung menjauh dari emas, sehingga tekanan terhadap harga semakin meningkat. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Selama resistance di level 4.042 belum berhasil ditembus dan dolar AS tetap kuat, maka peluang penurunan menuju area 3.958 hingga 3.915 masih terbuka. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS yang dapat menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.
Fortifikasi Beras Massal Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi
Jakarta, katakabar.com - Indonesia tengah menghadapi masalah kedaruratan senyap (silent emergency) berupa kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Ini dipicu defisiensi zat besi kronis, kondisi ini melahirkan lonjakan angka anemia di berbagai penjuru Nusantara. Padahal, para pakar kesehatan publik menilai intervensi paling strategis untuk mengatasinya adalah lewat fortifikasi beras. Pada Rabu (24/6) lalu, inisiatif Millers for Nutrition gelar pertemuan lintas pemangku kepentingan di Jakarta bertajuk "Millers for Nutrition: Advancing Fortified Rice in the Commercial Market." Agenda ini bertujuan merangkul koalisi para pelaku sektor swasta guna mendiskusikan langkah nyata dalam menghadirkan beras fortifikasi yang lebih terjangkau di pasar terbuka bagi masyarakat luas. Direktur Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), Nina Sarjunani, menegaskan, intervensi melalui bahan pangan pokok utama bangsa adalah jalan keluar yang paling layak untuk ditempuh. Secara historis, upaya mengikis kekurangan mikronutrien selama ini bertumpu pada tiga cara utama, urai Nina. Pertama adalah diversifikasi pangan—mengajak rumah tangga mengonsumsi variasi karbohidrat, sayuran, dan sumber protein. Meski paling ideal, diversifikasi pangan sulit dilakukan karena tak semua kelompok masyarakat mampu membeli ragam sumber nutrisi tersebut. Kedua adalah suplementasi. Walaupun sederhana, pendekatan ini juga menghadapi tantangan karena tingkat kepatuhan konsumsi suplemen masih rendah. “Yang paling cost-effective adalah fortifikasi,” kata Nina. Indonesia telah sukses melakukan ragam fortifikasi seperti garam beryodium, tepung terigu yang diperkaya zat besi dan seng, serta minyak goreng yang diperkaya vitamin A. Meski tepung terigu kendaraan intervensi yang kuat, ia mengingatkan tepung terigu bukanlah makanan pokok masyarakat Indonesia. Lantaran itu, Nina menilai fokus fortifikasi harus dialihkan ke komoditas berikutnya, yakni beras, mengingat bahan pangan tersebut dikonsumsi oleh 95 persen penduduk di dalam negeri. Fortifikasi beras merupakan bentuk intervensi yang minim hambatan (low-friction), lanjutnya, karena tidak menuntut perubahan perilaku makan masyarakat. Warga tetap memasak dan makan nasi seperti biasa, tetapi mendapatkan tambahan zat besi dan mikronutrien penting lainnya secara signifikan. Lonjakan pemenuhan gizi (nutrition gain) yang dihasilkan bisa sangat masif, hanya dengan margin kenaikan biaya produksi sekitar Rp 1.000 per kilogram. Tantangan Hulu-Hilir Meski menjanjikan manfaat yang nyata, upaya memperluas skala beras fortifikasi di bentang geografis Indonesia yang luas menghadang tantangan operasional. Hal itu diungkapkan oleh Budianto Wijaya, anggota komite penasihat (advisory member) Millers for Nutrition. Sektor penggilingan padi di Indonesia sangat terfragmentasi, melibatkan banyak operator mulai dari fasilitas industri skala besar hingga penggilingan kecil di pedesaan. Realitas ini membuat penyelarasan regulasi, standarisasi pengawasan mutu, dan keseragaman distribusi menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, beras fortifikasi masih menjadi barang mewah yang ceruk pasarnya terbatas, dikemas sebagai produk khusus di rak-rak supermarket premium dan lebih banyak dijangkau kelompok ekonomi tertentu. Padahal, peluang sesungguhnya untuk mengubah tren kesehatan publik berada di tempat lain: menyasar kelompok rentan melalui bantuan pangan pemerintah, intervensi kesehatan ibu dan anak, serta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkait MBG, pihaknya telah membicarakan agar program beras fortifikasi bisa masuk. Selama ini, garam dan minyak goreng yang digunakan dalam program MBG sudah terfortifikasi. Menepis Mitos Modern Di luar persoalan logistik, strategi ini harus berhadapan dengan tantangan persepsi publik dan penataan pasar. Nina menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih sangat rendah, membuat pasar rentan terhadap disinformasi—termasuk hoaks viral terkait isu "beras plastik" yang sempat merusak kepercayaan konsumen. Selain itu, harga juga masih menjadi isu sensitif. Selama ini beras fortifikasi kerap dikategorikan sebagai beras khusus dengan bahan baku beras premium, sehingga harganya relatif mahal. Pembangunan industri FRK (Fortified Rice Kernels), memperkuat penggilingan dan membuka jalan distribusi komersial menjadi salah satu usulan dari panel yang terdiri dari pelaku industri beras. Forum yang berlangsung hari Rabu ini berupaya menjembatani kesenjangan tersebut, mempertemukan pelaku penggilingan padi, ritel modern, dan pegiat fortifikasi gizi dalam satu atap. “Saya yakin dengan acara hari ini, permasalahan itu baik teknis maupun nonteknis, bisa sama-sama kita diskusikan, sehingga bisa kita atasi,” tutur Nina. Evelyn Djuwidja, Program Manager TechnoServe Indonesia—organisasi yang saat ini menjalankan inisiatif Millers for Nutrition—memandang pertemuan multi-sektor ini sebagai langkah awal yang vital. “Forum ini telah membuka peluang besar bagi rekan-rekan RMU (Rice Milling Units/penggilingan padi) dan ritel modern untuk saling bekerja sama,” ucapnya. “Millers for Nutrition berkomitmen untuk terus mendampingi penggilingan padi dalam menjaga kualitas gizi produk, membantu efisiensi produksi, dan memfasilitasi hubungan bisnis agar kerja sama dengan ritel modern dapat berjalan dengan lancar, sehat, dan saling menguntungkan dalam jangka panjang,” sebutnya.
Perkuat Upaya Pemulihan Lingkungan, Ini Dilakukan Group MIND ID
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus perkuat upaya pemulihan lingkungan melalui reklamasi lahan pascatambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di berbagai wilayah operasional. Secara kumulatif hingga 2025, Grup MIND ID telah mereklamasi lebih dari 8.000 hektare lahan pascatambang serta merehabilitasi lebih dari 37.700 hektare DAS. Capaian ini menjadi bagian dari implementasi praktik pertambangan berkelanjutan yang semakin terintegrasi, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas keanekaragaman hayati. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan meningkatnya kebutuhan mineral strategis global harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang semakin baik. Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan realisasi program pengelolaan lingkungan yang progresif dan terukur. Hal ini juga menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap regulator, investor, lembaga keuangan, hingga pasar global. “Realisasi reklamasi dan perlindungan biodiversitas menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi Sustainability Pathway Grup MIND ID. Melalui pendekatan ini, setiap entitas didorong memiliki protokol pengelolaan biodiversitas yang memadai, khususnya di wilayah dengan nilai konservasi tinggi,” ujarnya. Dampak dari program tersebut mulai terlihat pada peningkatan kualitas biodiversitas di sejumlah wilayah operasional. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara mencatat peningkatan indeks biodiversitas dari 1,757 menjadi 1,963. PT Freeport Indonesia melaksanakan konservasi mangrove yang secara kumulatif menjangkau lebih dari 2.200 hektar. Berbeda dengan program reklamasi lahan, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berfokus pada rehabilitasi daerah tangkapan air Danau Toba yang hingga 2025 telah mencapai lebih dari 4.000 hektar sebagai bagian dari penguatan fungsi hidrologis kawasan. Selanjutnya, PT Timah Tbk mencatat kenaikan indeks biodiversitas dari 2,88 pada 2022 menjadi 3,26 pada 2025 melalui program reklamasi darat dan laut yang terintegrasi. Di sektor nikel, PT Vale Indonesia Tbk merealisasikan reklamasi lahan pascatambang seluas 156,67 hektare di Blok Sorowako dan 1,42 hektare di area Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sepanjang 2025. Selain itu, rehabilitasi DAS yang dijalankan perusahaan telah mencapai 17.877 hektare di berbagai wilayah di Indonesia. Binahidra menegaskan keberlanjutan tidak lagi sekadar menjadi bagian dari operasional perusahaan, tetapi telah menjadi faktor penting dalam menjaga akses terhadap pendanaan dan pasar. “Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, melainkan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai jangka panjang,” imbuhnya. Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, memaparkan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati. “Pembangunan itu bukan hanya soal pulau dan pariwisata, tetapi juga terkait perkapalan, aktivitas ekonomi maritim, hingga sektor perikanan. Namun yang harus selalu diingat adalah bahwa proses pembangunan harus tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati,” ulas Jumhur dalam Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026.
SpaceX Melonjak Disusul Bitcoin Rebound: Lagi, Investor Indonesia Berburu Peluang di Aset Global!
Jakarta, katakabar.com - Beberapa waktu belakangan setelah pencatatan perdananya, saham SpaceX (SPCX) melonjak lebih dari 20 persen (pada 19 Juni 2026) dan mendorong valuasi perusahaan mendekati US$2,7 triliun. Setelah bertahun-tahun hanya dapat diakses oleh investor institusional dan investor besar, SpaceX akhirnya dapat diakses oleh pasar ritel. Sebagian besar investor Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memiliki eksposur terhadap saham SpaceX, karena akses terhadap saham Amerika yang terbatas dan membutuhkan modal yang besar. Tetapi, dengan adanya tokenisasi aset, saham Amerika Serikat seperti SpaceX dapat diakses melalui aset kripto dengan sifat fraksional.Pada pasar lokal, Bittime, platform perdagangan aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menyediakan perdagangan SpaceX xStock (SPCXX). Penambahan aset ini menambah pilihan produk yang tersedia di platform bagi pengguna yang ingin mengakses eksposur terhadap tokenisasi saham Amerika Serikat sesuai dengan profil risiko. Bittime, platform perdagangan aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menyediakan perdagangan SpaceX xStock (SPCXX). Penambahan aset ini menambah pilihan produk yang tersedia di platform bagi pengguna yang ingin mengakses eksposur terhadap tokenisasi saham Amerika Serikat sesuai dengan profil risiko. Selain SpaceX, sentimen positif juga terlihat pada pasar aset kripto Bitcoin (BTC) yang berhasil rebound hingga 7,38% dalam seminggu dan menyentuh harga $65,766 berdasarkan graphic perdagangan pada Coinmarketcap per-hari ini, 17 Juni 2026. Fenomena penguatan SpaceX dan Bitcoin pada saat yang bersamaan menunjukkan tren yang semakin jelas di pasar keuangan global, yaitu meningkatnya minat terhadap aset-aset pertumbuhan (growth assets). Di tengah gejolak geopolitikal global dan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, investor mulai mempertimbangkan diversifikasi ke berbagai kelas aset sesuai profil risiko masing-masing. Tokenisasi Real World Assets (RWA) menjadi salah satu inovasi yang membuka akses investasi global yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia. Menurut Direktur Bisnis Operasional Bittime, Ryan Lymn, melalui proses tokenisasi, berbagai aset yang sebelumnya sulit dijangkau oleh investor dapat diakses secara lebih mudah dan efisien. Dengan begitu, investor dapat memperoleh akses terhadap aset yang memiliki nilai nyata, dan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan teknologi blockchain. "Bittime melihat tokenisasi aset sebagai salah satu perkembangan penting yang akan membentuk masa depan industri investasi. Oleh karena itu, Bittime terus menghadirkan berbagai tokenisasi aset global agar investor Indonesia dapat memiliki lebih banyak pilihan dalam membangun portofolio yang terdiversifikasi,” jelas Ryan. Ia melanjutkan, sebagai bentuk dukungan bagi investor Indonesia untuk terus berinvestasi dan memperluas portfolio aset nya, Bittime meluncurkan program terbaru Bittime Mining Points, League of Traders. Melalui program ini, kata Ryan, pengguna dapat memperoleh points dari aktivitas trading dan referral dari berbagai aset yang tersedia di platform Bittime, termasuk Bitcoin (BTC), Emas (XAUT), USD (USDT), maupun aset global RWA seperti SpaceX xStock (SPCXX). Poin yang terkumpul nantinya dapat ditukarkan menjadi hadiah dalam bentuk USDT, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna yang aktif bertransaksi. Menurut Ryan, melalui Bittime Mining Points, pihaknya ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengeksplorasi peluang tersebut sekaligus memperoleh reward tambahan yang dapat ditukarkan menjadi USDT. Bittime berkomitmen membantu investor Indonesia memanfaatkan peluang investasi global secara lebih mudah, aman, dan terjangkau. Di tengah meningkatnya integrasi pasar keuangan dunia, akses terhadap aset seperti Bitcoin dan SpaceX kini bukan lagi privilese segelintir investor, melainkan peluang yang dapat dijangkau oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Ingat, investor perlu memahami dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi. Itu sebabnya, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Apalagi, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI Percepat Transformasi Industri Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat perhatian dari pelaku industri di Indonesia. Tingginya minat tersebut tercermin dalam OpenClaw Meetup Jakarta #4 yang didukung Lintasarta melalui Cloudeka dan berhasil menarik lebih dari 500 pendaftar. Antusiasme ini menunjukkan pemanfaatan AI tidak lagi berhenti pada tahap eksplorasi, tetapi mulai bergerak menuju implementasi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan bisnis. Sebagai salah satu komunitas AI yang berkembang pesat di Indonesia, OpenClaw telah menjadi ruang kolaborasi bagi para AI practitioner, developer, startup, enterprise, dan technology leaders untuk berbagi pengalaman dalam membangun, mengintegrasikan, dan mengoperasikan AI Agents di lingkungan produksi. Topik yang dibahas mencakup AI automation, AI engineering, multi-agent systems, hingga implementasi Agentic AI untuk berbagai kebutuhan industri. Momentum ini sejalan dengan proyeksi Gartner yang memperkirakan bahwa pada 2028 sekitar 33 persen aplikasi perangkat lunak enterprise akan mengadopsi Agentic AI, meningkat signifikan dari kurang dari 1 persen pada 2024. Pada periode yang sama, sekitar 15 persen keputusan operasional sehari-hari diproyeksikan dapat dijalankan secara otonom oleh AI Agents. Perubahan ini menandai lahirnya era baru autonomous enterprise yang akan mengubah cara organisasi beroperasi dan menciptakan nilai bisnis. Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta, mengatakan adopsi Agentic AI membutuhkan lebih dari sekadar model AI yang canggih. Organisasi juga memerlukan fondasi digital yang mampu memastikan keamanan, integrasi, kedaulatan data, serta kesiapan infrastruktur untuk menjalankan AI dalam skala enterprise. “Agentic AI menjadi salah satu evolusi paling penting dalam perjalanan transformasi digital. Tetapi keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan oleh kesiapan fondasi digital yang menopangnya. Lantaran itu, Lintasarta terus memperkuat Intelligent Core sebagai fondasi yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, cybersecurity, dan AI dalam satu ekosistem yang aman, terintegrasi, dan siap mendukung kebutuhan industri,” ujar Gidion. Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan kapabilitas Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) untuk membantu organisasi mengadopsi teknologi AI secara lebih cepat, aman, dan terukur. Dengan prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless Experience, Intelligent Core memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan berbagai solusi AI di atas infrastruktur yang berdaulat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui gerakan AI Merdeka, dengan mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui Laskar AI yang mencetak talenta digital dan AI Indonesia serta Semesta AI yang memberdayakan startup dan pengembangan berbagai AI use case di berbagai sektor industri strategis. Melalui AI Merdeka, Lintasarta mempertegas perannya sebagai AI Factory yang menghubungkan talenta, teknologi, dan kebutuhan industri untuk membangun ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, melalui dukungannya terhadap OpenClaw Meetup, Lintasarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI nasional yang terbuka dan kolaboratif. Bagi Lintasarta, percepatan adopsi AI tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara komunitas teknologi, penyedia infrastruktur, pengembang solusi, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. Perwakilan OpenClaw, Sofian Hadiwijaya, menjelaskan kolaborasi lintas ekosistem menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi Agentic AI di Indonesia. “AI Agents memiliki potensi besar untuk mentransformasi cara organisasi bekerja. Namun untuk mewujudkannya dibutuhkan ruang kolaborasi yang memungkinkan komunitas, industri, dan penyedia teknologi saling berbagi pengetahuan serta pengalaman implementasi. Kami mengapresiasi dukungan Lintasarta yang tidak hanya menyediakan platform diskusi, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ekosistem AI Indonesia,” ucapnya. Kolaborasi antara Lintasarta dan OpenClaw menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menghubungkan komunitas, teknologi, dan kebutuhan industri, Lintasarta ingin memastikan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi produktivitas, daya saing, dan kedaulatan digital nasional.
Semarak Hari Bhayangkara ke 80, Polda Riau Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama
Pekanbaru, katakabar.com - Polda Riau menggelar olahraga bersama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (28/6). Kegiatan yang diikuti ratusan personel Polri, TNI, unsur pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan masyarakat itu diawali dengan jalan santai, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan kegiatan olahraga bersama tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema "Polri untuk Masyarakat". "Hari ini kita jalan santai dilanjutkan dengan olahraga bersama. Ini adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polri untuk masyarakat," ujar Herry. Ia menjelaskan, menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara, Polda Riau telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, olahraga bersama tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat. "Diharapkan dengan olahraga pagi bersama ini, bukan hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat sinergi dengan teman-teman dari TNI, pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan seluruh masyarakat agar terus memupuk kebersamaan dan kolaborasi dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," jelasnya. Herry menambahkan, rangkaian Hari Bhayangkara ke 80 selanjutnya akan diisi dengan kegiatan syukuran dan pemberian penghargaan. "Pelaksanaan perayaan Hari Bhayangkara akan dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2026. Kami berharap seluruh masyarakat dapat hadir bersama-sama, karena Polri, TNI, dan pemerintah daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Sinergi ini harus terus kita bangun," tandasnya.
Syah Afandin Perkuat Sistem Merit, Manajemen Talenta Jadi Dasar Karier ASN
Langkat, Katakabar – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH membuka Sosialisasi Penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat Tahun 2026 yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Jumat (26/6/2026).
Achiruddin Hasibuan Bantah Tuduhan Pemukulan terhadap Fauzi, Klaim Sudah Berdamai dan Saling Memaafkan
Medan, Katakan – Achiruddin Hasibuan membantah tuduhan telah melakukan pemukulan terhadap seorang warga bernama Fauzi, sebagaimana dilaporkan ke Polda Sumatera Utara.&nb...
Syah Afandin Dorong KNPI Jadi Pemersatu Pemuda dan Mitra Pembangunan Langkat
Langkat, Katakabar - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH mendorong Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Langkat menjadi organisasi yang mampu mempersatukan pemuda sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Hari Bhayangkara ke 80, PKC PMII Riau: Polri Terus Berbenah Biar Kepercayaan Masyarakat Kian Menguat
Pekanbaru, katakabar.com - Di momentum peringatan Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berdasarkan hasil survei Litbang Kompas kado terbaik bagi institusi kepolisian pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini. "Capaian tersebut menjadi bukti berbagai langkah pembenahan, peningkatan profesionalisme, dan perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat mulai dirasakan serta mendapat apresiasi dari publik," tuturnya. Ghulam Zaky menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Lantaran itu, hasil tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, memperkuat integritas institusi, serta mengedepankan penegakan hukum yang profesional, adil, dan humanis. "Kepercayaan publik tidak dibangun dalam waktu singkat. Kepercayaan lahir dari kerja nyata, konsistensi dalam memberikan pelayanan, keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi, serta komitmen untuk terus melakukan pembenahan. Jika komitmen tersebut terus dipertahankan, kami meyakini kepercayaan masyarakat akan terus meningkat dan Polri akan semakin dicintai oleh rakyat," terang Ghulam Zaky. Sebagai organisasi kemahasiswaan, PKC PMII Riau memandang Polri sebagai mitra strategis menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi. Kata Ghulam Zaky, sinergi antara Polri, dan organisasi mahasiswa perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, ruang dialog yang sehat, serta kolaborasi dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. "Mahasiswa dan Polri memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan yang sama, yakni menjaga kepentingan bangsa dan negara. Mahasiswa akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konstruktif, sementara Polri menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Hubungan yang saling menghormati dan saling menguatkan merupakan fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat," bebernya. Ghulam Zaky juga mengapresiasi berbagai inovasi yang terus dikembangkan Polri dalam menjawab tantangan zaman. Salah satunya adalah gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau, Herry Heryawan. Ia menuturkan gagasan tersebut menunjukkan pengabdian Polri tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. "Green Policing merupakan gagasan yang patut diapresiasi karena mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Kami berharap semangat ini tidak hanya berkembang di lingkungan Polda Riau, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Dengan demikian, Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan," imbuhnya. Menutup pernyataannya, Ghulam Zaky menyampaikan doa dan harapan bagi institusi Polri di usia yang ke 80. "Atas nama keluarga besar PKC PMII Riau, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Semoga Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami berharap Polri terus menjadi institusi yang profesional, Presisi, semakin dipercaya dan dicintai masyarakat, serta mampu memberikan pelayanan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga berbagai inovasi dan pengabdian yang dilakukan Polri terus membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kelestarian lingkungan," sebutnya.
Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas
Jakarta, katakabar.com - Efisiensi ruang dan efektivitas operasional kini mulai menjadi perhatian baru dalam industri konstruksi modern di Indonesia. Pengembang dan kontraktor tidak lagi hanya mempertimbangkan material bangunan, tetapi juga bagaimana setiap sistem di dalam bangunan dapat mendukung aktivitas secara lebih optimal dalam jangka panjang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 9,83 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025. Seiring pertumbuhan tersebut, kebutuhan terhadap bangunan yang lebih fleksibel, adaptif, dan mampu menunjang aktivitas operasional secara optimal juga terus meningkat. Di tengah meningkatnya biaya konstruksi dan kebutuhan bangunan multifungsi, berbagai komponen bangunan kini dituntut tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mampu mendukung optimalisasi ruang, fleksibilitas penggunaan, serta kelancaran workflow operasional. Perubahan tersebut mulai terlihat pada berbagai proyek modern seperti warehouse, fasilitas komersial, kawasan industri, hingga hunian urban yang memiliki keterbatasan ruang namun membutuhkan mobilitas tinggi dan penggunaan ruang yang lebih efektif. Menurut Bernardus Rizky, COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM), pendekatan pembangunan saat ini mulai bergeser dari sekadar menyusun komponen bangunan menjadi merancang sistem yang mampu meningkatkan performa bangunan secara keseluruhan. Pada konteks tersebut, sistem pintu mulai memiliki peran yang lebih strategis dibanding sebelumnya. Door system kini tidak hanya dipandang sebagai elemen akses, tetapi juga memengaruhi alur pergerakan, optimasi ruang, keamanan, hingga kenyamanan penggunaan bangunan sehari-hari. Penggunaan sliding system dan folding door misalnya, mulai semakin banyak diterapkan karena dinilai mampu membantu optimalisasi ruang pada bangunan dengan kebutuhan mobilitas tinggi. Sementara smart locking technology mulai menjadi bagian dari kebutuhan keamanan dan pengelolaan akses pada bangunan modern. Sebagai perusahaan yang telah bergerak lebih dari tiga dekade di bidang modern door system dan architectural hardware, Roda Bangun Mandiri (RBM) melihat perubahan ini sebagai bagian dari evolusi kebutuhan industri konstruksi dan properti di Indonesia. Menurut Bernardus, pengembang kini semakin mempertimbangkan bagaimana setiap sistem bangunan dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas operasional dan pengalaman penggunaan bangunan. “Bangunan modern sekarang tidak hanya dituntut berdiri dengan baik, tetapi juga bekerja dengan efisien. Karena itu, setiap sistem di dalam bangunan mulai memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas, mobilitas, dan pengalaman penggunaan ruang,” ujarnya. RBM menilai tren tersebut akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap bangunan yang lebih fleksibel, efisien, dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan operasional di masa depan. Ke depan, pendekatan berbasis sistem diperkirakan akan semakin menjadi standar baru dalam pembangunan modern, terutama pada proyek yang menuntut fleksibilitas ruang, kecepatan operasional, dan efisiensi jangka panjang.