Teknologi

Sorotan terbaru dari Kategori Teknologi

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Riset, Inovasi dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech Teknologi
Teknologi
Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Riset, Inovasi dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

Jakarta, katakabar.com - ndonesia’s Ministry of Higher Education, Science & Technology dan IIT Madras Global Research Foundation (IITM Global) tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di pekan pertama untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset strategis, inovasi, teknologi deep-tech, kewirausahaan, dan pengembangan talenta, sekaligus menandai langkah baru penguatan kemitraan strategis India dan Indonesia. Perjanjian tersebut ditandatangani dalam kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, ke Indian Institute of Technology Madras (IIT Madras). Kemitraan tersebut diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Indian Institute of Technology Madras (IIT Madras) dalam kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto. Perjanjian ini dirancang untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi kolaboratif, mempercepat komersialisasi solusi deep-tech, serta mendukung pengembangan talenta dan perusahaan yang berdaya saing global. Kolaborasi ini mempertemukan kemampuan IIT Madras di bidang riset, teknologi deep-tech, inovasi, dan kewirausahaan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia. Kedua pihak bertujuan mengembangkan solusi praktis dan dapat diperluas yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kemandirian teknologi, dan pembangunan berbasis pengetahuan. Dari Riset Bersama hingga Komersialisasi Salah satu fokus utama kemitraan ini adalah menciptakan jalur yang lebih kuat antara lembaga penelitian dan sektor komersial, sehingga berbagai gagasan yang dikembangkan melalui riset akademik dapat bergerak melampaui laboratorium menuju startup, industri, dan penerapan ekonomi yang lebih luas. Melalui kemitraan ini, universitas-universitas di Indonesia diharapkan memperoleh lebih banyak peluang untuk berpartisipasi dalam riset bersama, pengembangan talenta, komersialisasi teknologi, dan program inovasi bersama IIT Madras Global Research Foundation. Bagi Indonesia, kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung ambisi yang lebih luas dalam membangun ekonomi berbasis inovasi, di mana riset dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata. Kemitraan ini juga berupaya memperkuat hubungan antara universitas, peneliti, mahasiswa, pengusaha, dan industri. “Indonesia telah menetapkan visi ambisius untuk menjadi ekonomi yang kompetitif secara global dan digerakkan oleh inovasi. Untuk mencapainya, diperlukan kemitraan yang kuat yang memberdayakan universitas, peneliti, mahasiswa, dan pengusaha untuk bekerja sama dengan institusi kelas dunia,” ujar Prof. Brian Yuliarto. “Tujuan kami bukan hanya menghasilkan riset yang unggul, tetapi juga mengubah gagasan menjadi startup, membantu startup tersebut berkembang menjadi industri yang kompetitif secara global, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” jelasnya. Membangun Model Inovasi Selatan-Selatan Di luar proyek riset individual, perjanjian ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun ekosistem inovasi yang dapat menjadi model bagi kemitraan Selatan-Selatan di masa depan. Kemitraan ini menggabungkan kemampuan riset dan teknologi IIT Madras yang telah diakui secara global dengan agenda pembangunan Indonesia, dengan tujuan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam skala luas. Kedua negara juga melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk menunjukkan bagaimana institusi dari negara-negara berkembang dapat bekerja sama dalam membangun kapasitas teknologi dan kewirausahaan yang lebih kuat. Prof. V. Kamakoti, Chairman IIT Madras Global Research Foundation sekaligus Director IIT Madras, mengatakan kemitraan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap ekosistem riset dan inovasi IIT Madras serta kemampuannya untuk bekerja sama dengan mitra internasional dalam menghadapi berbagai tantangan dunia nyata. “Melalui IIT Madras Global Research Foundation, kami memperluas kemampuan kami melampaui batas-batas nasional untuk bersama-sama menciptakan solusi yang menjawab berbagai tantangan dunia nyata,” kata Prof. Kamakoti. Ia menambahkan bahwa kemitraan tersebut akan berkontribusi dalam membangun ekosistem riset, inovasi, dan kewirausahaan yang kompetitif secara global, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan memperkuat hubungan yang telah terjalin antara India dan Indonesia. MoU Diteken Pejabat Senior Kedua Negara MoU tersebut ditandatangani oleh Prof. Raghunathan Rengaswamy, Director IIT Madras Global Research Foundation, dan Madhav Narayan, CEO and Director IIT Madras Global Research Foundation, mewakili IITM Global, bersama Dr. Mohammad Fauzan Adziman, Director General of Research and Development dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Indonesia. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Prof. V. Kamakoti, Prof. Brian Yuliarto, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Prof. Preeti Aghalayam, Dean of Global Engagement IIT Madras, serta para dekan dan dosen IIT Madras, pejabat senior pemerintah dari India dan Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan bilateral antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, di mana kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. IIT Madras sebagai Pusat Riset dan Inovasi Global Didirikan pada 1959 oleh Pemerintah India sebagai Institute of National Importance, IIT Madras telah mengembangkan ekosistem akademik dan riset yang luas, mencakup 18 departemen akademik dan sejumlah pusat riset interdisipliner tingkat lanjut. Institusi ini menawarkan program sarjana dan pascasarjana di berbagai bidang serta memiliki lebih dari 650 dosen dan 10.000 mahasiswa, dengan mahasiswa yang berasal dari 18 negara. Institusi tersebut juga telah membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat melalui dukungan IITM Incubation Cell. Diakui sebagai Institution of Eminence pada 2019, IIT Madras menempati peringkat pertama dalam kategori Overall selama tujuh tahun berturut-turut dalam India Rankings 2025. IIT Madras juga mempertahankan posisi pertama dalam kategori Engineering Institutions selama 10 tahun berturut-turut sejak 2016 hingga 2025. Selain itu, IIT Madras menempati peringkat pertama dalam kategori Sustainability Development Goals yang diperkenalkan pada 2025 dan juga meraih posisi pertama dalam kategori Innovations, meningkat dari peringkat kedua pada tahun sebelumnya. Pada 2023, IIT Madras menjadi IIT pertama yang mendirikan kampus internasional di Zanzibar, Tanzania, yang dikenal sebagai IIT Madras Zanzibar. Melalui kemitraan baru ini, kemampuan riset dan inovasi IIT Madras akan semakin terhubung dengan ekosistem pendidikan tinggi dan inovasi nasional Indonesia, menciptakan peluang baru bagi peneliti, mahasiswa, dan pengusaha dari kedua negara untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi dan solusi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial lebih luas.

Smart Salary Perkuat Posisi Enterprise HR Technology Partner di Asia Tenggara Lewat DTI-Cx 2026 Teknologi
Teknologi
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:07 WIB

Smart Salary Perkuat Posisi Enterprise HR Technology Partner di Asia Tenggara Lewat DTI-Cx 2026

Jakarta, katakabar.com - Smart Salary memanfaatkan ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-Cx) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat posisinya sebagai Enterprise HR Technology Partner, yang siap mendukung transformasi digital organisasi berskala besar di Indonesia dan Asia Tenggara. Usung tema “Humanity and AI in HR Works”, Smart Salary membawa visi “Empowering Enterprises and Their People Across Southeast Asia” suatu keyakinan transformasi digital yang sesungguhnya tidak hanya menghadirkan teknologi yang lebih canggih, tetapi juga memberdayakan manusia yang berada di balik setiap organisasi. Seiring berkembangnya skala bisnis, kompleksitas pengelolaan sumber daya manusia juga semakin meningkat. Perusahaan kini membutuhkan lebih dari sekadar sistem yang mampu mengotomatisasi pekerjaan administratif. Mereka memerlukan platform terintegrasi yang mampu mendukung operasional multi-entitas, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta menghadirkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Smart Salary menghadirkan ekosistem solusi yang terdiri dari Enterprise Payroll, Human Resource Information System (HRIS), Earned Wage Access (EWA), dan Sally AI. Kapabilitas Smart Salary telah dipercaya oleh berbagai perusahaan dengan skala operasional dan tingkat kompleksitas yang tinggi. Salah satunya adalah Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di mana Smart Salary mendukung pengelolaan payroll untuk lebih dari 100.000 karyawan, 5.000 unit organisasi, berbagai kewarganegaraan, serta beberapa rezim perpajakan dalam satu proses payroll. J&T Express juga memanfaatkan Smart Salary untuk mendukung proses onboarding, mutasi karyawan, dan pengelolaan payroll dalam skala nasional. Hingga saat ini, Smart Salary telah dipercaya oleh lebih dari 300 perusahaan dan mendukung pengelolaan lebih dari 500.000 karyawan di seluruh Indonesia. Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam DTI-Cx 2026 adalah Sally AI, AI coworker yang dirancang untuk mendampingi tim HR dalam menjalankan operasional sehari-hari. Sally AI membantu menyusun dokumen HR berdasarkan kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku, memberikan rekomendasi untuk mendukung kepatuhan, serta menjawab berbagai pertanyaan rutin karyawan. Dalam waktu dekat, Sally AI juga akan menghadirkan fitur Natural Language Workforce Analytics, yang memungkinkan tim HR menganalisis data tenaga kerja cukup dengan menggunakan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari. Dengan mengotomatisasi pekerjaan yang repetitif sekaligus menghadirkan insight yang lebih mudah diakses, Sally AI memungkinkan tim HR untuk lebih berfokus pada pengembangan talenta dan inisiatif strategis perusahaan. “Ini bukan sekadar tentang menghadirkan teknologi baru, tetapi mencerminkan arah yang sedang dituju Smart Salary. Seiring organisasi di Asia Tenggara terus berkembang dalam skala dan kompleksitas, kami berkomitmen membangun ekosistem teknologi HR yang dapat tumbuh bersama kebutuhan mereka," kata Simon Li, Chief Executive Officer Smart Salary. Kata Simon, dengan mengintegrasikan Enterprise Payroll, HRIS, Earned Wage Access, dan Sally AI dalam satu platform, kami membantu perusahaan beroperasi lebih efisien sekaligus memberikan ruang bagi tim HR untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi karyawannya. "Kami percaya masa depan dunia kerja akan dimiliki oleh organisasi yang mampu menggabungkan potensi manusia dengan kekuatan AI," jelasnya. Di DTI-Cx 2026, Smart Salary menghadirkan visi tersebut melalui booth bertema “Humanity and AI in HR Works” di area DTI-HR. Booth ini dirancang sebagai representasi workplace modern, yang memperlihatkan bagaimana Enterprise Payroll, HRIS, EWA, dan Sally AI saling terintegrasi dalam satu ekosistem untuk mendukung kebutuhan perusahaan berskala enterprise. Pengunjung juga dapat menikmati interactive photo experience yang merepresentasikan keyakinan Smart Salary bahwa AI hadir untuk memberdayakan manusia, bukan menggantikannya. Partisipasi dalam DTI-Cx 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Smart Salary untuk terus memperkuat kapabilitas enterprise sekaligus memperluas relevansi solusi yang dikembangkan bagi organisasi di kawasan Asia Tenggara. Seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan teknologi HR yang cerdas, scalable, dan compliant, Smart Salary berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi yang membantu organisasi membangun operasional HR yang lebih efisien, siap menghadapi masa depan, dan tetap berpusat pada manusia.

INTI 2026: Pameran B2B Teknologi dan Inovasi Terakbar di Indonesia Hadir Lagi Agustus Ini di JIE Teknologi
Teknologi
Jumat, 31 Juli 2026 | 14:01 WIB

INTI 2026: Pameran B2B Teknologi dan Inovasi Terakbar di Indonesia Hadir Lagi Agustus Ini di JIE

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Technology dan Innovation (INTI) 2026 pameran teknologi dan inovasi B2B terbesar di Indonesia, bakal digelar pada 11 hingga 13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo. Pergelaran ini penting ini, penyelenggara telah bermitra dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai official host. Acara ini mempertemukan para pemimpin industri, inovator, startup, investor, pembuat kebijakan, dan profesional teknologi dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi masa depan transformasi digital dan kemajuan teknologi di berbagai industri. Sebagai salah satu platform teknologi terkemuka di Indonesia, INTI berperan sebagai katalisator inovasi dan kolaborasi dalam ekosistem digital Indonesia yang berkembang pesat. Pameran ini memberikan peluang bagi pelaku bisnis untuk menemukan teknologi baru, membangun kemitraan strategis, dan mempercepat pertumbuhan yang didorong oleh inovasi. INTI menyambut partisipasi dari startup dengan ide-ide terobosan, perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital, investor yang mencari peluang baru, serta individu yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi dan inovasi. INTI memiliki visi untuk menciptakan masa depan di mana teknologi terintegrasi secara seamless di setiap sektor, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui platform ini, INTI bertujuan untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi yang berbasis inovasi dan memperkuat posisi negara dalam lanskap teknologi global. Misi acara ini adalah mempercepat pertumbuhan teknologi dan inovasi di berbagai industri dengan mendorong adopsi solusi mutakhir serta membangun kolaborasi antara pelaku bisnis, institusi pemerintah, dan komunitas teknologi. Di tengah era digital yang sangat kompetitif dan berkembang pesat saat ini, INTI terus memposisikan diri sebagai platform strategis yang membantu organisasi untuk tetap unggul melalui inovasi dan transformasi teknologi. Rekam Jejak Kesuksesan Global Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan sebelumnya, INTI mencatat partisipasi internasional yang kuat dengan lebih dari 30.000 trade buyers, lebih dari 1.200 exhibitor, lebih dari 450 speaker, partisipasi dari 18 negara, dan area pameran seluas lebih dari 13.000 meter persegi. Pencapaian ini mencerminkan momentum ekonomi digital Indonesia yang semakin meningkat serta minat yang terus berkembang dari para pemain teknologi global terhadap pasar Indonesia. Platform Imersif untuk Inovasi dan Kolaborasi INTI 2026 kembali menghadirkan pengalaman yang imersif dan interaktif melalui keynote sessions, panel discussions, workshops, business networking programs, dan technology showcases. Acara ini dirancang untuk menciptakan lingkungan di mana berbagai ide bertemu, kemitraan berkembang, dan inovasi dapat diterapkan secara nyata di berbagai industri. Peserta akan memperoleh akses ke peluang networking yang berharga dengan para pemimpin bisnis, penyedia teknologi, investor, dan pakar industri yang membentuk masa depan teknologi. Pameran ini juga akan menampilkan teknologi terobosan, solusi generasi berikutnya, dan inovasi perintis yang berpotensi mentransformasi operasional bisnis dan perkembangan industri. Selain itu, workshop interaktif dan sesi hands-on akan memungkinkan peserta untuk merasakan teknologi yang sedang berkembang secara langsung sekaligus mendapatkan wawasan praktis mengenai strategi transformasi digital. INTI juga menciptakan peluang kolaborasi dengan menghubungkan pelaku bisnis dengan calon mitra, investor, dan inovator yang memiliki visi yang sama untuk masa depan yang semakin berbasis teknologi. Seiring dengan Indonesia yang terus mempercepat agenda transformasi digitalnya, INTI 2026 diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat inovasi, mendorong kolaborasi, dan mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu ekonomi digital terkemuka di kawasan. Melalui perpaduan antara teknologi, bisnis, dan inovasi, INTI 2026 bertujuan untuk turut membentuk masa depan lanskap digital dan industri Indonesia.

Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO Teknologi
Teknologi
Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:31 WIB

Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO

Jakarta, katakabar.com - Seiring meningkatnya penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, semakin banyak perusahaan mulai menerapkan berbagai strategi agar brand mereka muncul dalam jawaban AI. Pendekatan seperti Generative Engine Optimization (GEO) dan Answer Engine Optimization (AEO) pun semakin dikenal sebagai cara mengoptimalkan konten untuk AI. Menurut Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq, pendekatan tersebut hanya menyentuh sebagian dari tantangan yang dihadapi perusahaan. "Sebagian besar diskusi saat ini berfokus pada bagaimana membuat konten lebih mudah ditemukan AI. Padahal, muncul dalam jawaban AI hanyalah hasil akhir. Sebelum itu terjadi, ada proses bagaimana AI mengenali, mengevaluasi, lalu memutuskan apakah sebuah brand layak direkomendasikan," ujar Alexandro. Untuk menjelaskan proses tersebut, Alexandro memperkenalkan Authority and Visibility Optimization (AVO) melalui paper Authority and Visibility in the AI Search Era. AVO sebuah framework yang membantu perusahaan memahami bagaimana AI membangun rekomendasi terhadap suatu brand, mulai dari tahap pengenalan, pembentukan kepercayaan, hingga kemunculan brand dalam jawaban AI. Berbeda dengan pendekatan GEO dan AEO yang hanya berfokus pada optimasi konten, AVO melihat bahwa keberhasilan sebuah brand di AI bergantung pada dua aspek yang saling berkaitan, yakni Authority dan Visibility. Authority menggambarkan seberapa kuat sebuah brand dipahami dan dipercaya oleh AI berdasarkan berbagai sinyal yang tersedia di ruang digital. Sementara itu, Visibility mengukur bagaimana AI benar-benar menggunakan dan merekomendasikan brand tersebut ketika menjawab pertanyaan pengguna. "Perusahaan sering hanya bertanya, 'Apakah brand kami muncul di AI?'. Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah, 'Apakah AI memiliki alasan untuk memilih brand kami?' Itulah yang ingin dijelaskan melalui AVO," kata Alexandro. Dijelaskan Alexandro, hadirnya AI generatif menuntut perusahaan untuk mengubah cara mereka membangun kehadiran digital. Jika sebelumnya keberhasilan lebih banyak diukur dari peringkat di mesin pencari atau jumlah pengunjung website, kini perusahaan juga perlu memahami bagaimana AI membentuk persepsi terhadap sebuah brand sebelum memberikan rekomendasi kepada pengguna. Penerapan AVO dapat didukung oleh platform AI Visibility seperti AVO AI, yang membantu perusahaan memantau perkembangan Authority dan Visibility brand, membandingkannya dengan kompetitor, serta mengevaluasi berbagai sinyal yang berperan dalam proses AI menghasilkan rekomendasi. "AVO kami kembangkan bukan hanya sebagai teknik optimasi, tetapi sebagai kerangka kerja untuk memahami bagaimana AI mengambil keputusan. Ketika perusahaan memahami proses tersebut, mereka dapat membangun strategi yang lebih terukur dan berkelanjutan di era AI," tandas Alexandro.

ION Percepat Pembangunan Infrastruktur Publik Digital Generasi Baru Indonesia Didukung Google.org Teknologi
Teknologi
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:02 WIB

ION Percepat Pembangunan Infrastruktur Publik Digital Generasi Baru Indonesia Didukung Google.org

Jakarta, katakabar.com - Indonesia mengambil langkah besar mempercepat transformasi ekonomi digital melalui Indonesia Open Network (ION), sebuah inisiatif Digital Public Infrastructure (DPI) nasional yang membangun ekosistem perdagangan digital terbuka dan interoperabel. Melalui inisiatif ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, koperasi, serta pelaku usaha lokal dapat berpartisipasi secara lebih kompetitif dalam ekonomi digital. Dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), ION memperkuat inisiatif SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan transaksi interoperabel yang mengubah platform tersebut menjadi ekosistem perdagangan digital berskala nasional. Sistem ini menghubungkan UMKM dengan pembeli, penyedia logistik, lembaga keuangan, serta berbagai layanan pemerintah dalam satu jaringan yang saling terintegrasi. Berbeda dengan marketplace konvensional, ION tidak membangun platform perdagangan baru. Sebaliknya, ION memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, dan penyedia layanan yang telah ada untuk saling terhubung melalui infrastruktur digital nasional yang terbuka. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengakses pasar, layanan logistik, pembayaran digital, pembiayaan, hingga berbagai layanan digital lainnya tanpa bergantung pada satu platform tertentu. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan transformasi digital Indonesia. "Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang skala usaha maupun lokasi. Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, logistik, pembiayaan, layanan publik terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujar Maman. ION dibangun untuk menjawab berbagai tantangan struktural yang masih dihadapi ekonomi digital Indonesia. Hingga kini, jutaan pelaku usaha mikro belum terhubung dengan perdagangan digital. Pelaku usaha di wilayah pedesaan masih menghadapi keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Rantai pasok sektor pertanian masih terfragmentasi, sementara pelaku UMKM yang dipimpin perempuan serta pekerja sektor informal belum memperoleh akses yang merata terhadap layanan digital dan keuangan. Banyak pelaku usaha kecil juga masih harus menggunakan berbagai platform digital yang terpisah sehingga meningkatkan biaya operasional dan mengurangi daya saing mereka. Seiring upaya Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, penghapusan hambatan-hambatan tersebut menjadi salah satu prioritas nasional. Sebagai lapisan interoperabilitas nasional, ION menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, serta berbagai layanan digital melalui protokol terbuka. Prinsip utamanya sederhana: Daftar Sekali. Jual ke Mana Saja. Daftar Sekali Jual ke Mana Saja Pelaku UMKM cukup mendaftar satu kali untuk kemudian dapat ditemukan melalui berbagai aplikasi pembeli yang tergabung dalam jaringan ION. Mereka juga memperoleh akses terhadap layanan logistik, pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan berbagai layanan pendukung usaha lainnya yang saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, ION mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, mengurangi hambatan transaksi, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku usaha maupun konsumen. Untuk mempercepat implementasi, Indonesia Open Network hari ini juga mengumumkan dukungan Google.org terhadap fase inkubasi pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional Indonesia. Dukungan ini menjadi tonggak penting dalam membangun Digital Public Infrastructure yang inklusif, interoperabel, dan berbasis kecerdasan buatan bagi ekonomi digital Indonesia. Dalam kolaborasi ini, Google Cloud mendukung implementasi teknis ION melalui pemanfaatan teknologi open source mutakhir. Sementara itu, Google.org, sebagai organisasi filantropi Google, memberikan dukungan terhadap fase inkubasi guna mempercepat inklusi perdagangan digital bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini mempertemukan Pemerintah Indonesia, pemikir global, inovator teknologi, mitra industri, serta kapabilitas teknologi dan filantropi Google untuk membangun infrastruktur digital bersama yang memperluas peluang ekonomi tanpa mengorbankan keterbukaan, interoperabilitas, maupun kedaulatan digital nasional. Vice President of Engineering Google Cloud, Anil Bhansali, mengatakan Digital Public Infrastructure memiliki potensi transformatif bagi masyarakat. "Bagi perajin di desa, petani, maupun wirausahawan muda, Digital Public Infrastructure menjadi jalan raya digital yang mampu menekan biaya dan memperluas akses perdagangan. Pengalaman kami mendukung berbagai implementasi DPI di India hingga Afrika menunjukkan bahwa infrastruktur terbuka dapat memberdayakan pedagang kecil dan petani secara nyata. Bersama ION, Beckn Labs, dan World Bank, kami membantu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi mereka yang paling membutuhkannya," jelasna. ION juga menggandeng Networks for Humanity (NFH) sebagai Knowledge Partner yang menghadirkan keahlian global dalam pengembangan ekosistem digital terbuka dan interoperabel. Selain itu, inisiatif ini didukung oleh koalisi Founding Ecosystem Partners yang terdiri atas Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges, Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech Innovations, Infinys, dan Blitz. Berbagai organisasi lain dari Indonesia maupun internasional juga tengah bergabung seiring berkembangnya ekosistem ION. ION juga menjadi salah satu implementasi konkret dari Nota Kesepahaman Kerja Sama Pengembangan Digital antara Pemerintah Indonesia dan India yang ditandatangani saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Mengadopsi pengalaman Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, ION dirancang secara khusus sesuai karakteristik ekonomi, kondisi geografis, serta prioritas pembangunan nasional Indonesia. Anggota Dewan Penasihat ION sekaligus pendiri ONDC India, T Koshy, mengatakan bahwa kekuatan utama jaringan terbuka terletak pada kemampuannya menciptakan infrastruktur bersama yang memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem, bukan hanya pada platform tertentu. "Dukungan Google.org dan komitmen para Founding Ecosystem Partners menunjukkan meningkatnya kepercayaan bahwa Digital Public Infrastructure yang terbuka dan interoperabel dapat menjadi katalis inovasi, daya saing, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," tambahnya. Sebagai pelengkap lapisan perdagangan nasional, ION juga menghadirkan ION Hyperlokal, yang bertujuan membangun ekonomi digital berbasis komunitas dengan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, petani, penyedia logistik, serta pelaku usaha lokal ke dalam ekosistem perdagangan digital yang saling terintegrasi. Tahap implementasi awal akan dimulai di sejumlah wilayah terpilih, dengan fokus memperluas partisipasi ekonomi bagi UMKM, petani, pelaku usaha perempuan, dan pekerja sektor informal, sekaligus meningkatkan akses terhadap pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan berbagai layanan penting lainnya. Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menegaskan sektor swasta berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur digital generasi baru Indonesia. "Indonesia memiliki peluang untuk membangun salah satu ekonomi digital paling inklusif di dunia melalui investasi pada infrastruktur digital bersama, bukan platform yang terpisah-pisah. Implementasi Indonesia menunjukkan bagaimana prinsip perdagangan digital terbuka dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasional," ucapnya. Menuju Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan daya saing nasional. Melalui pendekatan yang mengedepankan keterbukaan, interoperabilitas, dan kolaborasi, Indonesia Open Network berupaya memastikan ekonomi digital Indonesia tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga lebih adil, tangguh, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan Google.org, Pemerintah Indonesia, serta semakin banyak mitra ekosistem, ION tengah membangun fondasi ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tentang Indonesia Open Network (ION) Indonesia Open Network (ION) adalah Digital Public Infrastructure (DPI) nasional Indonesia untuk perdagangan digital yang interoperabel. Dibangun di atas protokol terbuka dan dirancang untuk interoperabilitas berbasis kecerdasan buatan (AI), ION menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui satu infrastruktur nasional bersama. Melalui prinsip "Daftar Sekali. Jual ke Mana Saja.", ION memperluas akses pasar, memperkuat inklusi keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia. Tentang Google.org Google.org merupakan organisasi filantropi Google yang memanfaatkan inovasi, riset, dan sumber daya Google untuk mendorong kemajuan serta memperluas kesempatan bagi semua orang. Tentang Networks for Humanity Networks for Humanity (NFH) adalah lembaga pemikir (think tank) global, jaringan laboratorium inovasi, sekaligus pengembang infrastruktur digital universal. Organisasi ini bekerja sama dengan pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk mendorong pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI) yang terbuka, interoperabel, dan inklusif guna memperluas peluang serta memperkuat ekosistem digital di berbagai negara.

Luncurkan RGB-MiniLED TV UR8S, Hisense Perkuat Kepemimpinan Teknologi Layar TV di Indonesia Teknologi
Teknologi
Selasa, 14 Juli 2026 | 11:01 WIB

Luncurkan RGB-MiniLED TV UR8S, Hisense Perkuat Kepemimpinan Teknologi Layar TV di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Hisense sebagai merek terkemuka produk elektronik dan sponsor resmi FIFA World Cup 2026™, resmi meluncurkan Hisense RGB-MiniLED TV UR8S. Kehadiran ini menjadi terobosan penting sekaligus memperkuat konsistensi Hisense dalam menghadirkan teknologi RGB-MiniLED yang mampu menghasilkan kontras warna seperti pada aslinya dan memberikan kenyamanan mata optimal. Melalui TV UR8S, memberikan pengalaman menonton FIFA World Cup 2026™ yang eksklusif, nyaman, dan memuaskan bagi para pecinta sepak bola di tanah air. “Sebagai pelopor TV layar besar, Hisense berkomitmen untuk terus meningkatkan standar teknologi di industri ini. Melalui seri RGB-MiniLED UR8S, kami tidak hanya menawarkan layar berukuran masif, tetapi juga memastikan setiap kriteria TV yang canggih, unggul, dan andal terpenuhi demi memberikan pengalaman menonton terbaik bagi konsumen Indonesia,” kata Jaton Li, President Director PT Hisense International Indonesia. Sinergi Prosesor dan Kemurnian Warna RGB-MiniLED Berbeda dengan teknologi MiniLED konvensional, keunggulan utama seri UR8S terletak pada penerapan teknologi RGB-MiniLED, dengan tiga warna utama merah, hijau, dan biru bekerja secara mandiri langsung dari tingkat backlight untuk menghasilkan warna murni tanpa memerlukan banyak filter tambahan. Teknologi ini memungkinkan layar TV memberikan warna yang jernih, penuh warna dan tajam. Performa visual yang tajam ini didukung oleh prosesor paling mutakhir melalui Hi-View AI Engine RGB, yang mencakup AI Sound dan AI Scenario. Untuk menjaga stabilitas serta konsistensi kualitas tayangan, Hisense menyematkan teknologi AI 4K Upscaler yang secara cerdas meningkatkan resolusi konten non-4K menjadi setara 4K secara real-time. Untuk penggemar sepak bola di tanah air, tidak hanya sampai di resolusi konten, Hisense juga menghadirkan teknologi AI Sports Mode yang memberikan kesan mendalam untuk menyaksikan pertandingan olahraga, teknologi ini mampu menampilkan gerakan krusial lapangan dengan detail, memberi gambar mulus dalam pertandingan, hingga ekspresi pemain dapat tertangkap jelas. Hal ini juga menandai dipercayanya Hisense sebagai TV Provider VAR FIFA World Cup 2026™.   Audio Imersif dan Kenyamanan Mata Tanpa Gangguan Hisense juga menjawab tantangan yang sering dihadapi pengguna TV layar besar, salah satunya audio yang terdengar samar atau terlalu kuat sehingga memekakan telinga. Menjawab kecemasan itu, UR8S memiliki sistem audio 2.1.2 Multi-Channel Surround, memberikan suara dari tiap sisi TV dengan kesan yang solid dan berkelas. Dilengkapi sistem speaker Built-in Subwoofer yang disetel secara profesional oleh Devialet, menjadikan kombinasi audio pada TV UR8S menghasilkan suara yang megah, imersif, namun tetap nyaman di telinga untuk penggunaan jangka panjang.  Selain itu, tantangan lain ada di gangguan refleksi cahaya pada layar TV. Seri UR8S dilengkapi dengan teknologi Anti Reflection dan Glare Free dua lapis yang efektif meredam pantulan cahaya dan bayangan di dalam ruangan, menjaga layar tetap jernih dalam kondisi pencahayaan apapun. Respons Cepat dan Mulus untuk Kebutuhan Sehari-Hari Di tengah maraknya kecanggihan dalam pertandingan game dan hiburan, UR8S memberi kenyamanan serta kualitas yang dirancang dengan panel 180Hz Game Mode Pro, Variable Refresh Rate (VRR), dan Low Latency Mode, menjadikan TV ini mampu mengeliminasi efek delay dan menghadirkan pergerakan visual yang mulus tanpa hambatan, menjadikan setiap performa gaming berlangsung imersif. Seri RGB-MiniLED TV UR8S memiliki VIDAA OS, merupakan sistem operasi yang membantu kinerja TV ini agar bekerja lebih cepat, tampilan minim iklan mengganggu, dan dilengkapi AI yang bisa membantu merekomendasikan konten sesuai keinginan pengguna. Konsumen juga bisa menghubungkan aplikasi ConnectLife ke TV ini dan dapat mempermudah penggunanya untuk mengontrol alat elektronik Hisense dari menu di TV, seperti memantau, AC, Mesin Cuci, Kulkas yang bisa diakses dalam aplikasi melalui smartphone dimanapun dan kapanpun, hal ini sangat mempermudah kehidupan dan menjaga keamanan alat elektronik ketika bepergian jauh. Peluncuran Hisense RGB-MiniLED TV UR8S tersedia dari ukuran 75inch, 85inch, hingga 100inch yang disesuaikan dengan kebutuhan customer di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi jawaban tepat bagi pasar Indonesia yang dikenal memiliki antusiasme sepak bola terbesar di dunia, sekaligus menjadi tren perangkat hiburan layar besar yang terus meningkat. Dengan mengkombinasikan teknologi kelas dunia, UR8S siap menetapkan standar baru bagi konsumen tanah air yang menginginkan TV premium berkinerja tinggi dan visual yang kaya. Kehadiran seri ini menegaskan posisi Hisense sebagai pilihan utama dalam ekosistem TV layar besar yang tidak hanya menghadirkan kemewahan visual, tetapi juga membawa euforia gelaran sepak bola dunia langsung ke setiap rumah di Indonesia. Info Ketersediaan Hisense RGB-MiniLED TV UR8S Hisense RGB-MiniLED TV UR8S tersedia pada gerai mitra resmi Hisense yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, konsumen bisa membeli TV ini pada Official Online Store Hisense Indonesia di seluruh kanal e-commerce. Setiap pembelian TV UR8S, konsumen bisa mendapatkan Play Station 5 atau Nintendo Switch. Syarat dan ketentuan berlaku.

AI Executive Forum dan AI Design Thinking Masterclass Sukses, Impact Thinklab Dorong Transformasi AI di Berbagai Industri Teknologi
Teknologi
Minggu, 05 Juli 2026 | 08:05 WIB

AI Executive Forum dan AI Design Thinking Masterclass Sukses, Impact Thinklab Dorong Transformasi AI di Berbagai Industri

Jakarta, katakabar.com - Impact Thinklab baru saja merampungkan pergelaran “AI Executive Forum and AI Design Thinking Masterclass”, di pekan keempat  Juni 2026 lalu. Acara strategis yang dirancang khusus untuk para pengambil keputusan ini berhasil mempertemukan 45 tokoh dan pimpinan dari berbagai sektor industri esensial. Forum ini dihadiri oleh para eksekutif dari sektor Perbankan dan Jasa Keuangan, Teknologi dan Layanan IT, Energi dan Pertambangan, Properti, Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Kesehatan, Perhotelan, Telekomunikasi, hingga jajaran Akademisi dari perguruan tinggi terkemuka dan perwakilan asosiasi bisnis nasional. Forum ini menjadi wadah interaktif yang menghasilkan beragam wawasan (insight) krusial terkait pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) yang efektif, tepat guna, dan berfokus pada nilai bisnis. Sepanjang sesi, para pemimpin yang hadir berdiskusi aktif dan bertukar pandangan mengenai perkembangan dan strategi pengaplikasian teknologi AI ke dalam ekosistem organisasi mereka. Diskusi difokuskan pada bagaimana AI tidak hanya dilihat sebagai tren teknologi semata, melainkan sebagai motor penggerak utama untuk memecahkan tantangan operasional dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan Salah satu agenda utama yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi Masterclass Design Thinking. Pada sesi praktik ini, para peserta berkesempatan langsung mengeksplorasi penggunaan ZYDOO Methodology and Physical Card. Perangkat inovatif ini diperkenalkan sebagai perangkat (tools) taktis yang dirancang khusus untuk memandu proses brainstorming mengenai solusi dan inovasi AI. Dengan pendekatan visual dan gamification terstruktur dari ZYDOO, para pemimpin dibimbing untuk mengarahkan ide-ide adopsi AI yang abstrak menjadi inisiatif konkrit yang bermuara pada hasil bisnis (business outcomes) yang nyata, terukur, dan siap dieksekusi. Dari paparan materi yang difasilitasi selama acara, Impact Thinklab menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital berakar pada penyelarasan antara kapabilitas AI, pemahaman mendalam tentang masalah, kebutuhan manusia, dan tujuan strategis perusahaan (desain yang human-centric). Melalui kesuksesan AI Executive Forum dan Masterclass ini, Impact Thinklab berkomitmen untuk terus menjembatani kesenjangan antara inovasi teknologi mutakhir dengan praktik bisnis terapan, serta membangun ekosistem kolaboratif di mana para profesional lintas industri dapat terus belajar, beradaptasi, dan memimpin pasar di era kecerdasan buatan.

Saham AI Mulai Terkoreksi, Investor Uji Kekuatan Reli Teknologi AS Teknologi
Teknologi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:10 WIB

Saham AI Mulai Terkoreksi, Investor Uji Kekuatan Reli Teknologi AS

Jakarta, katakabar.com - Pasar saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan tekanan di zona merah setelah mengalami reli panjang yang sebelumnya didorong oleh penguatan sektor teknologi dan semikonduktor. Pergerakan pasar kali ini mencerminkan perubahan sentimen investor yang mulai mengambil langkah hati-hati dengan melakukan aksi ambil untung (profit taking) terhadap sejumlah saham yang telah mencatatkan kenaikan signifikan. Tekanan terbesar terlihat pada saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor yang sebelumnya menjadi motor utama reli pasar berkat optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Investor mulai mengamankan keuntungan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai valuasi yang tinggi, tekanan inflasi, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Sepanjang sesi perdagangan, indeks utama Wall Street bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melemah. Sektor teknologi, industri, dan energi menjadi kontributor utama penurunan, sementara sektor defensif seperti kesehatan dan properti mencatatkan penguatan namun belum mampu mengimbangi tekanan pasar secara keseluruhan. Secara mingguan, kinerja indeks menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Dow Jones Industrial Average masih mencatatkan kenaikan tipis sekitar 0,60%, sementara S&P 500 terkoreksi 1,95%. Tekanan terbesar terjadi pada Nasdaq Composite yang turun hingga 4,60%, menunjukkan bahwa saham berbasis pertumbuhan dan teknologi menjadi sektor yang paling terdampak oleh aksi jual investor. Sektor semikonduktor menjadi pusat perhatian setelah saham-saham chip mengalami penurunan tajam. Indeks saham chip turun sekitar 5,3% dalam satu sesi perdagangan dan mencatat pelemahan mingguan hingga 7,7%, menjadi penurunan terbesar sejak Maret 2025. Koreksi tersebut menjadi sinyal valuasi perusahaan teknologi mulai kembali diuji setelah sebelumnya mengalami lonjakan akibat ekspektasi besar terhadap pertumbuhan industri AI. Kekhawatiran investor juga meningkat setelah langkah Apple menaikkan harga sejumlah produknya. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran mengenai potensi tekanan inflasi struktural, terutama di tengah meningkatnya biaya pengembangan teknologi AI dan keterbatasan pasokan komponen semikonduktor global. Dampak koreksi sektor teknologi tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi turut menyebar ke pasar global. Bursa saham Eropa mengalami penurunan sekitar 0,7%, dengan sektor teknologi menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan terbesar. Di Asia, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang juga mengalami koreksi hampir 3%, sementara pasar Korea Selatan mengalami tekanan signifikan dengan indeks KOSPI turun hingga 5,8% akibat tingginya eksposur terhadap industri teknologi. Sedang, pasar komoditas memberikan pergerakan berbeda. Harga minyak dunia mengalami penurunan setelah kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi mulai mereda. Peningkatan aktivitas pengiriman kapal tanker dari kawasan Selat Hormuz menjadi salah satu indikator bahwa distribusi energi global mulai kembali stabil. Selain itu, kembalinya aktivitas ekspor perusahaan energi besar Saudi Aramco dari terminal Ras Tanura turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak. Kondisi tersebut membuat harga minyak Brent turun sekitar 4,34% ke kisaran US$72 per barel dan ikut menekan kinerja saham sektor energi. Dari sisi ekonomi makro, investor masih mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat melalui indikator Personal Consumption Expenditures (PCE). Data terbaru menunjukkan kenaikan inflasi bulanan sebesar 0,4%, sementara inflasi tahunan mencapai 4,1%. Selain itu, indikator inflasi inti atau supercore inflation tercatat sebesar 3,9%, menjadi salah satu perhatian utama bagi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga. Meski tekanan inflasi masih menjadi perhatian, penurunan harga minyak memberikan ruang bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap kebijakan moneter. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga juga mulai menurun, dengan peluang kenaikan pada pertemuan Juli diperkirakan melemah. Investor kini lebih fokus mencermati arah kebijakan hingga akhir tahun dan potensi perubahan strategi bank sentral. Dengan kombinasi antara koreksi saham teknologi, tekanan inflasi, dan perubahan harga komoditas, pasar global saat ini berada dalam fase yang penuh tantangan. Investor perlu lebih selektif dalam menentukan strategi, terutama dengan meningkatnya volatilitas di berbagai kelas aset. Bagi investor Indonesia yang ingin memantau perkembangan pasar global, pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital dapat diakses melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan investor untuk mengikuti dinamika pasar dan mengeksplorasi berbagai instrumen investasi global dalam satu aplikasi. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman bagi investor Indonesia. Aplikasi ini telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, aset pengguna juga mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Bagi investor yang ingin mulai berinvestasi di saham AS maupun aset kripto, Nanovest menyediakan akses yang praktis melalui aplikasi yang tersedia di Play Store dan App Store. Informasi lebih lanjut mengenai layanan Nanovest dapat diakses melalui www.nanovest.io. Di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis, kemampuan memahami perubahan sentimen global dan mengelola risiko menjadi faktor penting bagi investor dalam menghadapi peluang maupun tantangan investasi ke depan.

'Biji-biji Initiative' dan 'Mereka' Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit Teknologi
Teknologi
Jumat, 03 Juli 2026 | 16:05 WIB

'Biji-biji Initiative' dan 'Mereka' Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit

Jakarta, katakabar.com - Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurut UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi (high income countries) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka. Di sisi lain, UNESCO juga menegaskan besarnya potensi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran harus diimbangi dengan kemampuan guru dan siswa untuk memahami risiko serta menggunakan teknologi tersebut secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah learning resource yang dirancang untuk membantu pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab sejak usia dini. Seperti yang disampaikan oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Toolkit ini dikembangkan sebagai resource pembelajaran kreatif yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pendidik maupun siswa usia 13 hingga 15 tahun. Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas kelas, Microsoft AI Classroom Toolkit membantu guru membuka diskusi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, mulai dari memahami potensi fabrikasi informasi (AI hallucination), menjaga privasi data pribadi, mengenali potensi bias pada hasil AI, hingga membangun kebiasaan digital yang sehat demi menjaga kesehatan mental di era AI. Sebagai bagian dari peluncuran, diselenggarakan pula diskusi panel bertajuk "Mengajar di Era AI" yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan. "Anak-anak kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting agar AI benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif," ujar Ratri Sutarto selaku Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia. Selain sesi diskusi, tercatat sekitar 70 guru dari berbagai sekolah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti workshop bertajuk "AI di Ruang Kelas”. Menutup rangkaian acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., menyampaikan transformasi pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik. Melalui peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan memperkuat literasi AI sejak di ruang kelas, para pendidik dan siswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara aman sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan digital. 'Visi Itu Murah', Pesan Narko Santoso Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0 Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa. “Visi itu murah.” Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki. Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya. “Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya - eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri. Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pada sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital. Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari. Ia juga menilai keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas. “Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara," jelasnya. Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik. Ia menegaskan sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri. Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri. “Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini," bebernya. Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir. Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan. “Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan," tandasnya.

PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif Teknologi
Teknologi
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:15 WIB

PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

Pekanbaru, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara dorong Universitas Riau untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul, dan adaptif yang mampu menjawab tantangan industri masa depan. Pada kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI” yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas Riau, Pekanbaru, di pekan ketiga Mei 2026 lalu, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa di lingkungan kerja di BUMN, terutama PTPN IV PalmCo telah mengalami perubahan secara fundamental seiring derasnya arus digitalisasi, disrupsi teknologi, persaingan global, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan. Untuk itu, ucap dia, talenta yang memiliki karakter kuat, mampu belajar cepat, lincah beradaptasi, dan siap bekerja di tengah perubahan yang dinamis. “BUMN hari ini membutuhkan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki learning agility, kemampuan beradaptasi, serta mampu bekerja kolaboratif di tengah perubahan yang sangat cepat,” jelas Bambang yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau tersebut. Sebagai contoh, ia menjabarkan transformasi yang berlangsung di PTPN IV PalmCo telah mengubah pola operasional perusahaan secara menyeluruh melalui penerapan teknologi digital berbasis data. Mulai dari pengelolaan kebun, pemantauan panen, transportasi, pengolahan di pabrik, hingga pengawasan produksi secara real-time melalui pemanfaatan geospasial, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta dashboard digital terintegrasi. Menurut Bambang, sektor perkebunan modern kini telah berkembang menjadi industri berbasis teknologi presisi atau precision agriculture yang membutuhkan SDM dengan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir adaptif. “Transformasi industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan memiliki pola pikir inovatif,” papar pria berkacamata itu. Selain penguatan kompetensi teknis, Bambang juga menekankan pentingnya karakter sebagai pondasi utama dalam membangun talenta masa depan. Ia mengatakan proses rekrutmen yang dilangsungkan oleh BUMN ini tidak lagi menitikberatkan pada indeks prestasi atau sertifikat kompetensi, tetapi mengukur integritas, etika kerja, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan melalui implementasi budaya kerja AKHLAK. .“Attitude adalah fondasi, sedangkan hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur pria berkacamata tersebut. Dalam paparannya, Bambang turut menguraikan sejumlah kompetensi yang diproyeksikan menjadi kebutuhan utama industri masa depan, seperti data analytics, digital mindset, sustainability, green energy, serta pemahaman terhadap AI dan otomasi. Ia juga memperkenalkan konsep EntrePlanters, yakni transformasi pola pikir insan perkebunan agar tidak hanya bekerja sebagai pegawai administratif, namun memiliki mentalitas layaknya entrepreneur yang mengedepankan inovasi, efisiensi, ownership mindset, dan keberlanjutan bisnis. Kepala Unit Penunjang Akademik pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK), Julita SE MSi Ak CA, menyampaikan Student Journey ASRI yang resmi diluncurkan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem terintegrasi Universitas Riau untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. "Sistem ini diharapkan mampu memenuhi keterampilan, pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta portofolio talenta yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, potensi dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa dapat lebih mudah dikenali serta disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja," beber Julita. Senada, Rektor Universitas Riau, Prof Sri Indarti menilai peluncuran Student Journey ASRI sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan industri di era digital. Di kegiatan yang sama, Sri secara khusus menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bambang, yang juga merupakan mahasiswanya angkatan 1993 tersebut untuk hadir secara langsung memberikan wawasan dan pengalaman kepada sivitas akademika Universitas Riau. Menurut Sri, pemaparan tersebut menjadi bekal penting dalam memperkuat pengembangan future talent di lingkungan kampus agar lebih selaras dengan kebutuhan industri modern. Sri juga menyampaikan kebanggaannya karena Bambang merupakan salah satu alumni Universitas Riau yang berhasil menorehkan karier hingga menjadi pucuk pimpinan di lingkungan PTPN IV Regional III. Menurutnya, capaian tersebut menjadi contoh nyata bahwa lulusan Universitas Riau mampu bersaing dan dipercaya memimpin perusahaan besar nasional. “Beliau adalah salah satu alumni Universitas Riau yang patut menjadi teladan. Perjalanan karier hingga dipercaya menjadi Region Head PTPN IV Regional III menunjukkan bahwa alumni Universitas Riau mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional,” tuturnya. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat terus diperkuat guna menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan transformasi global yang terus berkembang.