Bibit

Sorotan terbaru dari Tag # Bibit

BPDP Perkuat Insustri Sawit Nasional Dukung Pelepasan Bibit Sawit Unggul Asal Tanzania Sawit
Sawit
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30 WIB

BPDP Perkuat Insustri Sawit Nasional Dukung Pelepasan Bibit Sawit Unggul Asal Tanzania

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen mendukung penguatan industri kelapa sawit nasional melalui pendanaan kegiatan pelepasan dan pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit unggul asal Tanzania di Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama guna perkuat produktivitas sawit nasional di tengah tantangan stagnasi produksi yang terjadi dalam lima tahun terakhir. Kegiatan pelepasan bibit sawit unggul tersebut hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri sawit nasional, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), lembaga riset, pelaku usaha perkebunan, serta pemerintah. Total 29.281 bibit sawit unggul asal Tanzania didistribusikan kepada sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Utara sebagai bagian dari pengayaan plasma nutfah dan pengembangan generasi baru sawit Indonesia. Di momentum itu, BPDP menegaskan dukungan pada pengembangan riset dan inovasi sawit bagian dari mandat strategis dalam mendorong transformasi industri sawit nasional yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Pengembangan plasma nutfah baru dinilai menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan penurunan produktivitas akibat dominasi tanaman tua yang telah memasuki usia di atas 25 tahun. Berbagai kajian industri menunjukkan, produksi minyak sawit nasional mengalami stagnasi kisaran 52 hingga 54 juta ton selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, kebutuhan domestik terus meningkat seiring implementasi program biodiesel nasional dari B35 menuju B40 dan persiapan B50. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan produktivitas sebagai agenda prioritas nasional. Melalui dukungan pendanaan BPDP, kegiatan introduksi material genetik asal Tanzania diharapkan dapat memperkaya keragaman genetik kelapa sawit Indonesia, sekaligus menjadi fondasi pengembangan varietas unggul baru yang lebih adaptif, produktif, tahan terhadap cekaman lingkungan, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan dukungan terhadap pengembangan bibit unggul dan inovasi riset sawit merupakan bagian dari upaya jangka panjang BPDP dalam memperkuat fondasi industri sawit nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan domestik dan tantangan global yang semakin kompleks. “Pengembangan sumber daya genetik unggul menjadi investasi strategis bagi masa depan sawit Indonesia. BPDP mendukung berbagai upaya riset dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus memastikan industri sawit nasional tetap berkelanjutan,” jelas Alfansyah. Selain pengembangan bibit unggul, kolaborasi Indonesia dan Tanzania juga diarahkan pada penguatan riset penyerbukan biologis melalui introduksi beberapa spesies serangga penyerbuk untuk meningkatkan fruit set tanaman sawit. Program tersebut merupakan bagian dari strategi intensifikasi produktivitas tanpa perlu melakukan ekspansi lahan baru. BPDP memandang penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya genetik merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional. Lantaran itu, dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga pada pembangunan ekosistem inovasi sawit nasional yang melibatkan dunia usaha, lembaga penelitian, akademisi, dan pemerintah. Kegiatan pelepasan bibit unggul asal Tanzania ini juga jadi simbol komitmen bersama dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia dari yang sebelumnya bertumpu pada ekspansi lahan menuju peningkatan produktivitas berbasis inovasi dan teknologi. Dengan dukungan riset yang kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi baru kelapa sawit yang lebih unggul dan mampu menjawab tantangan industri sawit global di masa depan. Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP akan terus memperkuat dukungan terhadap program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri perkebunan Indonesia. Dukungan terhadap pengembangan plasma nutfah sawit unggul ini diharapkan menjadi salah satu pijakan penting menjaga posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit nasional bagi generasi mendatang.

Tanam 16.000 Bibit Mangrove, PT SPSL Perkuat Ekosistem Blue Carbon Mitigasi Perubahan Iklim Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Tanam 16.000 Bibit Mangrove, PT SPSL Perkuat Ekosistem Blue Carbon Mitigasi Perubahan Iklim

Jakarta, katakabar com - PT Pelindo Solusi Logistik (“SPSL”) sebagai subholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepelabuhan Pelindo mempertegas komitmennya mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem pesisir yang selaras dengan target Net Zero Emission dan penguatan konsep ekosistem blue carbon (karbon biru). Di tahun 2025, PT Pelindo Solusi Logistik kembali menanam harapan baru melalui rehabilitasi mangrove seluas 10 hektare di pesisir Kabupaten Indramayu. Sejumlah 16.000 bibit Rhizophora sp. ditanam dengan pola sylvofishery, melanjutkan langkah yang telah dilakukan setahun sebelumnya di lokasi yang sama. Diketahui, ekosistem mangrove berperan besar dalam karbon biru dan mitigasi perubahan iklim dengan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar di tanah dan biomassa, serta melindungi pesisir dari bencana alam. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional (PMN) Tahun 2024 yang disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, luas ekosistem mangrove Indonesia tercatat mencapai 3.440.464 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,7 juta hektare atau 79,6 persen berada di dalam kawasan hutan, sedangkan 701.326 hektare berada di luar kawasan hutan atau Areal Penggunaan Lain (APL). Hingga saat ini, diketahui ekosistem karbon biru, termasuk di dalamnya ekosistem mangrove, menyerap karbon di udara 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan ekosistem karbon hijau seperti hutan dan vegetasi darat, sehingga penanaman mangrove dinilai sebagai langkah yang tepat dalam memitigasi perubahan iklim. Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPSL, Dewi Fitriyani, menegaskan seluruh inisiatif ini merupakan kelanjutan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan dengan fokus pada pelestarian ekosistem pesisir serta pemberdayaan masyarakat. “Sejalan dengan semangat 'Pelabuhan Hijau, Masyarakat Sejahtera'. Rehabilitasi mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam masa depan bagi ekosistem dan warga pesisir. Dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat, mereka tidak hanya menanam, tetapi juga diberdayakan untuk merawat hingga tumbuh optimal,” ujar Dewi. Ia menekankan rehabilitasi mangrove memberi manfaat berlapis. Selain memperbaiki ekosistem pesisir, mangrove membuka peluang ekonomi baru, seperti pengembangan ekowisata, produk olahan hasil mangrove, hingga diversifikasi usaha kelompok tani lokal. “Pelibatan masyarakat menjadi kunci agar program ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” ulasnya. Langkah ini mendukung tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Penanganan Perubahan Iklim (Tujuan 13) melalui penyerapan karbon dan pengurangan emisi, Pemulihan Ekosistem Daratan (Tujuan 15) melalui pelestarian biodiversitas dan perbaikan ekosistem, serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Tujuan 8) dengan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Rangsang Tebar Bibit Ayam Riau
Riau
Sabtu, 08 Februari 2025 | 10:35 WIB

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Rangsang Tebar Bibit Ayam

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung 'Asta Cita' Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang salurkan bibit anak ayam potong di peternakan di kawasan Jalan Abd Syarif Dusun Penapat Desa Gemalasari Kecamatan Rangsang, Rabu (5/2) sore. Kegiatan dilakukan Aipda Haryandi, dengan cara pantau lahan, dan berikan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan untuk peternakan ayam potong. Kapolsek Rangsang, Ipda Dominikus Turnip mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan P2B mendukung program 'Asta Cita' Presiden RI. "Bhabinkamtibmas kami sambangi kediaman Azwar 59 tahun hari-hari sebagai peternak ayam di Desa Gemalasari, guna mendukung Program 'Asta Cita' Presiden RI,” ujarnya.

Total 484 Petani di 11 Desa di Langkat Senang Terima Bantuan Bibit Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 14 September 2024 | 19:49 WIB

Total 484 Petani di 11 Desa di Langkat Senang Terima Bantuan Bibit Sawit

Langkat, katakabar.com - Total 484 petani di 11 desa di Kabupaten Langkat menerima bantuan bibit kelapa sawit dari PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum atau Perseroan) Area Serdang. Lonsum menyerahkan bantuan bibit kelapa sawit tahap pertama sebanyak 13.719 batang buat para petani di 11 desa di Kabupaten Langkat, dan kemudian dibagikan untuk 484 petani dengan areal seluas 857,33 hektar.

Terima Bantuan Ribuan Bibit Sawit Unggul 32 Poktan Sumringah di Sekadau Sawit
Sawit
Minggu, 01 September 2024 | 18:51 WIB

Terima Bantuan Ribuan Bibit Sawit Unggul 32 Poktan Sumringah di Sekadau

Sekadau, katakabar.com - Total 32 Kelompok Tani (Poktan) lembaga para petani sawit di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Timur sumringah terima ribuan bibit kelapa sawit unggul. Bupati Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Aron yang serahkan bibit kelapa sawit unggul kepada kelompok tani di tujuh kecamatan tersebut.

PT BNT Tanam Bibit Sawit PPKS 540 di Lahan Seluas Empat Ribu Hektar Sawit
Sawit
Senin, 26 Agustus 2024 | 17:13 WIB

PT BNT Tanam Bibit Sawit PPKS 540 di Lahan Seluas Empat Ribu Hektar

Bengkulu, katakabar.com - PT Bio Nusantara Teknologi melakukan langkah strategis pengembangan perkebunan sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, dengan menanam bibit kelapa sawit unggulan jenis PPKS 540 di lahan seluas 4 ribu hektar. Penanaman ini bagian dari optimalisasi area Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang totalnya mencapai seluas 5.859 hektar.

Sumringah, Petani Sawit di Benteng Dapat Bantuan Bibit dan Waring Sawit
Sawit
Rabu, 15 November 2023 | 10:43 WIB

Sumringah, Petani Sawit di Benteng Dapat Bantuan Bibit dan Waring

Bengkulu Tengah, katakabar.com - Petani sawit di Bengkulu Tengah (Benteng) sumringah dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, berupa bibit dan waring untuk percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sekdakab Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto didampingi Dinas Pertanian, Plt. Kepala Dinas PU, Babinsa dan Kepala Desa Rajak Besi Kecamatan Pagar Jati serta lainnya, yang serahkan bantuan, di pekan kedua November 2023. Menurut Sekdakab Bengteng, Rachmad Riyanto, Pemerintah telah meluncurkan program replanting, tujuannya agar dapat meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Program ini dapat membantu petani kelapa sawit untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tapi dibutuhkan strategi yang tepat agar kestabilan pendapatan petani selama program ini berlangsung tetap terjaga. "Saya berharap bantuan ini bermanfaat untuk anggota kelompok tani Harapan Makmur yang nantinya akan meningkatkan produksi kebun sawit masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat Bengkulu Tengah," ujarnya dilansir dari laman website resmi Pemkab Benteng. Kepala Bidang Pertanian Bengkulu Tengah, Eka menuturkan, pemberian bantuan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini program sedang berjalan untuk membantu petani sawit mendapatkan hasil yang maksimal ke depannya. "Luas lahan yang dapat bantuan PSR ini 118,9198 hektar sebanyak 71 orang penerima. Tapi, bantuan yang disalurkan baru 37 hektar sudah dikerjakan rinciannnya 1 hektar lahan mendapatkan 143 batang bibit sawit, herbisida dan waring 400 meter, di mana penyalurannya dilakukan secara bertahap," sebutnya.

Animo Petani Tanam Sawit Tinggi Butuh Bantuan Benih dari Pemerintah Nusantara
Nusantara
Sabtu, 09 September 2023 | 21:23 WIB

Animo Petani Tanam Sawit Tinggi Butuh Bantuan Benih dari Pemerintah

Palangka Raya, katakabar.com - Animo para petani tanam kelapa sawit di sejumlah desa di Kecamatan Marikit dan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah tinggi. Pemerintah diharapkan memberikan bantuan benih, sebab bantuan bibit kalapa sawit sangat dibutuhkan para petani kelapa sawit. Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, minat dan antusiasme masyarakat di daerah ini dalam membudidayakan jenis komoditas perkebunan 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit ini cukup tinggi. "Kita melihat ada semangat masyarakat mau berkebun sawit untuk meningkatkan perekonomian di wilayah itu," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (9/9) akhir pekan. Ketua DPW Apkasindo Kalimantan Tengah, Jamudin Maruli Tua Pandiangan membenarkan petani butuh bantuan benih kelapa sawit dari pemerintah. "Program pemerataan benih sangat strategis untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi rakyat dengan berkebun kelapa sawit. Ini nyata dan terukur guna peningkatan taraf ekonomi masyarakat tersebut," jelasnya. Sebelumnya, dinyatakan kalau permasalahan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah teratasi, makanya separuh dari masalah perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah tertangani. Pandiangan menekankan, permasalahan kelapa sawit di Kalimantan Tengah yang paling berat di sisi korporasi. Meski begitu penyelesaian yang digaungkan pemerintah belum tampak dikerjakan. "Benar, jika permasalahan di Kalimantan Tengah tuntas, target pemerintah lebih ringan," tegasnya. Setidaknya ada 30 persen dari 3,3 juta hektar kebun kelapa sawit yang dinilai ilegal dan bakal diputihkan oleh pemerintah ada di wilayah Kalimantan Tengah "Kami berharap ini segera dituntaskan. Kami telah informasikan secara tertulis ke Satuan Tugas (Satgas) kelapa Sawit," imbuhnya.

Benih Sawit Varietas Simalungun Diminati Petani di Bengkulu, Kok Bisa! Sawit
Sawit
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 19:19 WIB

Benih Sawit Varietas Simalungun Diminati Petani di Bengkulu, Kok Bisa!

Bengkulu, katakabar.com - Benih kelapa sawit varietas Simalungun sangat diminati petani di Provinsi Bengkulu. Lantaran petani sawit yang mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bengkulu umumnya menanam bibit varietas. "Benih produksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) jadi favorit petani di daerah Bengkulu, sebab keunggulan memproduksi buah kelapa sawit dibanding benih kelapa sawit lain," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (5/8). Kata Rosmala lagi, Simalungun adalah varietas yang paling banyak dibeli petani sawit di Bengkulu. Padahal di PPKS banyak varietas benih kelapa sawit unggul. Tapi kecintaan petani terhadap varietas Simalungun mengalahkan varietas unggul lainnya. Menurutnya, salah satu alasannya varietas Simalungun dipilih para petani lantaran permintaan dari sejumlah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Bengkulu. "Rata-rata PMKS memberikan harga sedikit lebih tinggi varietas Simalungun dibanding kelapa sawit dari varietas lain. Itu tadi Simalungun mampu menghasilkan buah kelapa sawit dengan rendemen yang tinggi," jelasnya. Rendemen varietas Simalungun tutur Rosmala mencapai 26,5 persen, dan PMKS mampu bisa produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 7,53 ton per hektar per tahun dengan rendemen Simalungun. "Ini sebenaranya alasan PMKS lebih suka TBS kelapa sawit Simalungun yang dijual para petani kebun," bebernya. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu sesungguhnya tidak permasalahkan varietas benih pilihan petani peserta PSR. Intinya, peserta program PSR wajib menggunakan benih bersertifikat agar sawit yang ditanam produktif. "Saya tidak mau menemukan ada peserta PSR di Bengkulu menggunakan bibit tidak bersertifikat. Apalagi bibit hasil persemaian mandiri. Untuk itu peserta PSR mesti gunakan bibit kelapa sawit bersertifikat, tidak boleh tidak," serunya. Masih Rosmala, tujuan PSR untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat dengan mengganti tanaman tua atau tanaman yang menggunakan benih asalan dengan tanaman unggul yang produktivitasnya tinggi. Untuk mencegah hal itu, kami maksimalkan pengawasan rantai pasok benih dari produsen hingga ke peserta PSR. Ini untuk menjamin dana yang digunakan dananya dari BPDPKS agar tepat sasaran, tandasnya.