Hospitality

Sorotan terbaru dari Tag # Hospitality

FHTB 2026 Soroti Peran F&B Penggerak Utama Transformasi Hospitality di Bali Hotel
Hotel
Senin, 04 Mei 2026 | 08:56 WIB

FHTB 2026 Soroti Peran F&B Penggerak Utama Transformasi Hospitality di Bali

Bali, katakabar.com - Industri perhotelan di Bali tidak hanya mengalami pertumbuhan, tetapi mengalami pergeseran signifikan. Kalau sebelumnya akomodasi menjadi fokus utama, kini pengalaman kuliner (food and beverage/F&B) semakin berperan membentuk keputusan tamu, mulai dari pemilihan hotel hingga keseluruhan pengalaman menginap. Perubahan ini menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan Food, Hotel & Tourism Bali 2026 (FHTB 2026), yang berlangsung pada 28 hingga 30 April 2026 lalu di Bali Nusa Dua Convention Center. Menghadirkan lebih dari 200 perusahaan dari 14 negara, ajang ini menampilkan berbagai inovasi yang menunjukkan bagaimana F&B berkembang dari fungsi pendukung menjadi elemen strategis dalam bisnis perhotelan.  Tidak hanya menampilkan produk dan layanan terbaru, FHTB 2026 juga mencerminkan meningkatnya peran F&B dalam strategi bisnis hospitality. Berbagai inovasi yang ditampilkan mulai dari bahan pangan premium, teknologi dapur, hingga solusi kemasan berkelanjutan menunjukkan bahwa F&B kini tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari positioning sebuah brand.  Di destinasi seperti Bali, tren ini semakin terlihat seiring dengan berkembangnya preferensi wisata berbasis pengalaman (experiential travel). Aktivitas bersantap kini tidak lagi bersifat fungsional, tetapi menjadi bagian dari rencana perjalanan, di mana tamu mencari pengalaman yang menggabungkan rasa, suasana, dan cerita di balik setiap hidangan. Fenomena ini juga diperkuat oleh peran media sosial yang mendorong restoran hotel, beach club, hingga rooftop dining menjadi destinasi tersendiri, tidak hanya bagi tamu yang menginap, tetapi juga pasar yang lebih luas.  Perubahan tersebut mulai terlihat di berbagai properti di Bali, termasuk Swarga Suites Bali Berawa, Marclan Collection yang berlokasi di kawasan Canggu. Area ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan gaya hidup dan kuliner di Bali, di mana batas antara perhotelan dan gaya hidup semakin menyatu. Swarga Suites mengembangkan pendekatan F&B yang tidak hanya berfokus pada variasi menu, tetapi juga pada bagaimana pengalaman bersantap menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman tamu.  Melalui outlet seperti Ketumbar Bistro dan The Moon Rooftop Light Bar, properti ini menghadirkan kombinasi hidangan lokal dan internasional dengan pemandangan tepi pantai dan rooftop yang menonjolkan suasana destinasi. Selain itu, pengembangan menu yang lebih menonjolkan cita rasa lokal seperti hidangan khas Indonesia termasuk Nasi Goreng Kampung, Sate Ayam dan Mie Goreng Jawa, menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih kontekstual bagi wisatawan, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia secara lebih luas. “Kami melihat semakin banyak wisatawan yang datang ke Swarga Suites tidak hanya untuk menginap, tetapi juga secara khusus untuk menikmati pengalaman kuliner yang kami tawarkan,” ujar Ni Komang Juliani, Restaurant & Bar Manager Swarga Suites Bali Berawa, Marclan Collection. Dengan semakin tipisnya batas antara akomodasi, kuliner, dan gaya hidup, peran F&B dalam industri perhotelan akan semakin memegang peran penting. FHTB 2026 menunjukkan bahwa ke depan, keberhasilan sebuah properti tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kamar, tetapi juga oleh bagaimana pengalaman kuliner dirancang dan dihadirkan secara menyeluruh.

Vritimes Dukung Hospitality Indonesia Conference 2026 Sebagai Media Partner Resmi Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:00 WIB

Vritimes Dukung Hospitality Indonesia Conference 2026 Sebagai Media Partner Resmi

Jakarta, katakabar.com - Hospitality Indonesia Conference 2026 (#HIC2026) sukses digelar pada 10 hingga 11 Februari 2026 di Le Méridien Jakarta, menjadi ajang penting bagi para pemimpin industri perhotelan dan pariwisata untuk berbagi wawasan, membangun koneksi, serta mengeksplorasi tren terbaru di sektor ini. Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 500 delegasi industri, lebih dari 100 pembicara ahli, dan puluhan sponsor serta mitra strategis baik dari dalam maupun luar negeri. Selama dua hari penyelenggaraan, acara ini memfasilitasi berbagai sesi diskusi panel, studi kasus, dan dialog interaktif yang mengangkat isu-isu penting seperti keberlanjutan, digitalisasi layanan, desain hotel masa depan, dan strategi revenue yang adaptif di pasar yang terus berkembang. Di kgeiatan ini, Vritimes turut berperan sebagai media partner resmi acara ini. Sebagai mitra media, Vritimes turut memperkuat penyebaran informasi dan wawasan seputar event tersebut kepada komunitas profesional hospitality di Indonesia dan Asia, serta memperluas jangkauan diskusi mengenai inovasi hotel dan pariwisata. “Kami bangga dapat menjadi bagian dari acara prestisius ini dan mendukung sektor hospitality melalui konten berkualitas tinggi yang kami sajikan kepada audiens kami,” ujar Ferry, CEO Vritimes. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis memperkuat wawasan industri dan menciptakan peluang bagi kemajuan sektor hospitality di Indonesia.

Pertumbuhan Hospitality: Apakah Mungkin Tanpa Fokus pada Well-Being Pekerja? Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 02 Mei 2025 | 12:01 WIB

Pertumbuhan Hospitality: Apakah Mungkin Tanpa Fokus pada Well-Being Pekerja?

Jakarta, katakabar.com - Ini menjadi momen pengingat bagi setiap pemimpin di industri hospitality, apresiasi dan pengakuan akan dedikasi pekerja adalah kunci. Ketika tamu menginjakkan kaki di hotel untuk beristirahat atau menikmati makan malam di restoran, kenyamanan mereka menjadi prioritas utama dari para pekerja yang melayani sepenuh hati. Tapi, pernahkah kita bertanya, siapa yang menjaga kesejahteraan mereka agar terus mampu memberikan pelayanan terbaik? Dari staf front office yang menyambut tamu hingga housekeeping yang memastikan kamar selalu dalam kondisi sempurna, setiap pekerja hospitality ini memberikan dedikasi terbaik mereka untuk menciptakan pengalaman yang berkesan. Tapi, di balik senyuman tulus mereka, ada tantangan yang kerap kali tidak terlihat tetapi penting untuk kita pahami. Mengutip dari EHL Insights, Industri hospitality dikenal dengan jadwal kerja yang panjang dan tidak menentu (termasuk akhir pekan dan liburan), lingkungan kerja yang dinamis, dan rangkaian tugas yang mengakomodasi banyak kebutuhan tamu atau pelanggannya. Maka, pekerjaan di sektor hospitality kerap membutuhkan ketangguhan fisik dan mental untuk memastikan pelayanan yang prima. Menurut Royal Society for Public Health (RSPH), satu dari lima pekerja hospitality menghadapi permasalahan kesehatan mental terkait pekerjaan, dengan 84% di antaranya mengalami stres akibat beban kerja.