Dulu Penonton Kini Pemain: Cerita Nur Azmi Jaga Marwah UMKM Umah Oleh-oleh Rohil Ekonomi
Ekonomi
9 jam yang lalu

Dulu Penonton Kini Pemain: Cerita Nur Azmi Jaga Marwah UMKM Umah Oleh-oleh Rohil

Jika sebelumnya omzet kelompok hanya berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, kini setelah mendapatkan pendampingan PHR, omzet meningkat signifikan menjadi Rp25 juta hingga Rp40 juta per bulannya. Lebih dari 80 hingga 100 jenis produk olahan lokal kini dipasarkan dengan jangkauan yang semakin luas. Bagi Nur Azmi dan para pelaku UMKM, perubahan terbesar bukan hanya soal peningkatan pendapatan, melainkan tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat terhadap produk lokal mereka sendiri. Produk yang dulunya dikemas sederhana kini tampil lebih modern, elegan, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kini, Umah Oleh-oleh telah menjelma menjadi “sentra” dalam arti yang sesungguhnya: pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lahir dari kolaborasi, semangat gotong royong, dan keberanian untuk berkembang bersama. “Saya tidak ingin melihat mereka hebat sendiri-sendiri. Saya ingin kita semua naik kelas bersama. Umah Oleh-Oleh adalah bukti bahwa saat tangan-tangan lokal bersatu dengan dukungan yang tepat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai,” ucap Nur Azmi. Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menuturkan pengembangan UMKM lokal merupakan bagian penting dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Menurutnya, program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kapasitas, kepercayaan diri, dan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan. “PHR percaya masyarakat lokal memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah sendiri. Karena itu, kami hadir melalui program pemberdayaan untuk membuka ruang tumbuh bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” cerita Iwan. Ia menambahkan, keberhasilan Umah Oleh-Oleh menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. “PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keandalan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu tulang punggung produksi migas Indonesia,” sebutnya. Keberadaan Umah Oleh-oleh hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dapat melahirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Dari sebuah gerakan kecil yang dimulai dengan keyakinan, kini Umah Oleh-Oleh tumbuh menjadi denyut nadi ekonomi lokal yang menjaga marwah produk UMKM Rokan Hilir agar tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan pemain utama di tanahnya sendiri.

Dari Cilegon ke Hanoi: Strategi Krakatau Steel Jadi Pemain Regional Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 30 Mei 2025 | 20:07 WIB

Dari Cilegon ke Hanoi: Strategi Krakatau Steel Jadi Pemain Regional

internasional dan perubahan lanskap logistik. “Sudah saatnya ASEAN, sebagai salah satu produsen baja terbesar di dunia, untuk bekerja sama,” ujar Airlangga di booth Krakatau Steel. Airlangga juga menyoroti pertumbuhan sektor industri pengolahan yang masih menjadi tulang punggung PDB Indonesia dengan kontribusi sebesar 19,25 persen pada kuartal I 2025. Ia menambahkan, ekspor besi dan baja tumbuh rata-rata 22,18 persen lima tahun terakhir, sementara konsumsi domestik meningkat dari 18,3 juta ton pada 2024 menuju proyeksi 47 juta ton pada 2035. Menuju ASEAN Hub Baja Bernilai Tambah Penandatanganan dengan Vietnam Steel menjadi langkah strategis Krakatau Steel untuk memantapkan posisinya sebagai hub baja kawasan ASEAN. Setelah menjalin kemitraan dengan sejumlah mitra dari Timur Tengah dan Eropa, kini Krakatau Steel fokus memperkuat blok regional dimulai dari Vietnam.

Bagaimana RLUSD Bantu XRP Jadi Pemain Utama di 2025 Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 24 Desember 2024 | 10:11 WIB

Bagaimana RLUSD Bantu XRP Jadi Pemain Utama di 2025

Jakarta, katakabar.com - XRP dari Ripple semakin mencuri perhatian di dunia kripto. Pergerakan harga yang mencolok, ditambah dengan peluncuran inovasi seperti stablecoin RLUSD, menunjukkan perkembangan pesat ekosistem XRP yang terus menarik minat para investor. Peluncuran RLUSD: Stablecoin Baru Ripple Stablecoin RLUSD, yang dipatok pada dolar AS, akan segera diluncurkan di blockchain XRP Ledger (XRPL) dan Ethereum. Stablecoin ini didukung 1:1 oleh cadangan kas dan aset setara kas jangka pendek seperti surat utang AS. Dengan persetujuan dari Departemen Layanan Keuangan New York, RLUSD dirancang untuk menjadi alat pembayaran yang aman dan kamul. Kendati begitu, David Schwartz, CTO Ripple, memperingatkan untuk tidak membayar harga yang terlalu tinggi pada awal peluncuran RLUSD. Schwartz menegaskan bahwa RLUSD dirancang untuk mempertahankan nilai stabil di $1 dan bukan untuk tujuan investasi. Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme arbitrase akan memastikan harga RLUSD tetap stabil meskipun ada fluktuasi awal.

Pemain Film Badarawuhi Sapa Pengunjung Mall Alam Sutera Lifestyle
Lifestyle
Kamis, 25 April 2024 | 20:13 WIB

Pemain Film Badarawuhi Sapa Pengunjung Mall Alam Sutera

Tangerang, katakabar.com - Melanjutkan kesuksesan film sebelumnya yang berjudul KKN Desa Penari, kembali MD Pictures mengeluarkan film terbaru yang tidak kalah menegangkan berjudul Badarawuhi di Desa Penari. Maudy Effrosina, Jourdy Pranata, dan Claresta Taufan hadir di dalam acara meet and greet film “Badarawuhi di Desa Penari” yang berlokasi di IMAX Alam Sutera pada Ahad (21/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Antusiasme penonton tidak terbendung kala para pemain film memasuki area studio. Penonton diajak untuk ikut serta dengan mengikuti kuis dan berlomba untuk menjadi pemenang kostum terbaik bertemakan Hari Kartini. Film Badarawuhi kali ini terasa spesial lantaran terdapat perbedaan saat shooting reguler jika dibandingkan dengan spek IMAX. “Kita shootingnya jadi jauh lebih detail sih, jadi pas shooting ada 2 rasio layar, ” ucap Maudy Effrosina. Lantaran proporsi IMAX yang lebih besar, para crew dan pemain harus lebih banyak memperhatikan detail adegan yang masuk ke dalam layar. Selain itu, prestasi yang diraih dari film ini karena akan tayang di Amerika Serikat, menambahkan keistimewaan bagi semua yang terlibat. Film ini sendiri mengisahkan mengenai empat anak muda bernama Mila (Maudy Effrosina), Yuda (Jourdy Pranata), Jito (M. Iqbal Sulaiman), dan Roy (Ardit Erwandha) yang berkunjung ke Desa Penari untuk sebuah misi yang bertujuan menyelamatkan ibu Mila dari penyakit misterius. Misi ini mengharuskan Mila untuk mengembalikan gelang kepada sosok siluman dan ratu penguasa desa berwujud wanita penari yang dikenal dengan nama Badarawuhi (Aulia Sarah). Ternyata tanpa sepengetahuan Mila, sang Badarawuhi telah mengincarnya untuk menjadi pengikutnya. Ketika film berakhir, tepuk tangan meriah dari para penonton memenuhi ruangan. Terlihat penonton menikmati setiap adegan dengan tampilan layar dari IMAX Alam Sutera ini. IMAX Alam Sutera baru saja diresmikan pada 26 Maret 2024. Studio berkapasitas 331 penonton ini dilengkapi dengan teknologi 4K Laser Projection System yang membuat gambar yang dihasilkan lebih tajam dan warna lebih mendalam. Mall Alam Sutera menjadi salah satu yang memiliki IMAX dengan teknologi ini dari 8 studio di Indonesia. HTM IMAX Alam Sutera per 22 April 2024: Senin hingga Kamis Rp50.000 Jumat hingga H-1 Libur Rp55.000 Sabtu, Minggu hingga Libur Rp60.000 Kontak: Informasi lebih lanjut, dapat mengakses: Instagram : @mall_alamsutera Twitter : @mall_alamsutera Website : www.mallalamsutera.com