Pencegahan

Sorotan terbaru dari Tag # Pencegahan

Kupas Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital Lewat Akuntansi Forensik Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kupas Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital Lewat Akuntansi Forensik

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital serba cepat, integritas organisasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Praktik kecurangan atau fraud kini tidak hanya terbatas pada manipulasi fisik, tetapi telah merambah ke ruang siber dengan skema yang lebih canggih. Menghadapi dinamika ini, profesional di bidang keuangan dan tata kelola dituntut untuk memiliki kompetensi strategis dalam mengidentifikasi, mencegah, serta menindaklanjuti anomali secara efektif. Sebagai institusi yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, terutama dalam melangkah menuju perjalanan 45 tahun Binus. Binus terus berupaya membekali sivitas akademika dan praktisi dengan wawasan mutakhir guna membangun ekosistem profesional yang berintegritas. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Binus kembali gelar Binus Book Review, sebuah forum diskusi akademik yang menghadirkan dialog mendalam mengenai literasi terkini. Kali ini, fokus diskusi tertuju pada aspek krusial dalam dunia audit dan hukum melalui bedah buku berjudul Akuntansi Forensik dan Pemeriksaan Kecurangan. Acara ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menerjemahkan teori konseptual menjadi keahlian praktis yang aplikatif di lapangan. Kegiatan BINUS Book Review ini dilaksanakan secara hybrid, memberikan akses luas bagi peserta untuk hadir secara onsite di Recreation Room LKC, Lantai 1, Binus @Kemanggisan Kampus Anggrek, maupun bergabung secara online melalui Zoom. Penyelenggaraan acara ini hasil kolaborasi sinergis antara Library and Knowledge Center (LKC), Knowledge Management & Innovation (KMI), Binus Publishing, dan Binus Research. Sinergi lintas unit ini mencerminkan upaya berkelanjutan Binus membina budaya literasi dan inovasi di lingkungan akademik. Acara dibuka oleh MC yang menekankan pentingnya penguasaan teknik forensik sebagai instrumen perlindungan aset dan reputasi organisasi di tengah ketidakpastian global. Moderator Annisa, S.Sos., selaku Senior Reference Librarian Binus University, memandu jalannya diskusi dengan menggarisbawahi bahwa pemahaman mengenai fraud bukan hanya kebutuhan auditor, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen organisasi demi terciptanya tata kelola yang baik (good corporate governance). Sesi utama menghadirkan narasumber sekaligus penulis buku, Bambang Leo Handoko, S.E., M.M., M.Si., Cert.DA, CCFA, CTA, ACPA., yang merupakan Subject Content Coordinator Auditing di Binus University. Ia menjabarkan buku ini dirancang sebagai panduan komprehensif yang tidak hanya membahas aspek teoritis, tetapi juga evolusi teori fraud dari model klasik hingga kontemporer. Beliau menyoroti berbagai bentuk kecurangan, mulai dari manipulasi keuangan hingga pelanggaran etika organisasi yang dilakukan di berbagai tingkatan manajemen. Salah satu poin menarik yang dibahas adalah integrasi teknologi modern dalam pendeteksian kecurangan. “Buku ini mengupas bagaimana kita bisa memanfaatkan artificial intelligence (AI), big data analytics, hingga blockchain untuk mendeteksi anomali secara real-time. Ini adalah bekal strategis bagi generasi profesional agar mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi kecurangan di era digital,” jelas Bambang. Ia membedah proses hukum yang terlibat, baik pidana maupun perdata, serta peran lembaga otoritas seperti KPK, OJK, dan BPK dalam penanganan kasus di Indonesia. Keunggulan lain dari buku ini adalah formatnya yang interaktif. Dikemas dalam bentuk interactive e-book, pembaca tidak hanya disuguhi teks, tetapi juga video pembelajaran, simulasi kasus, hingga teka-teki silang yang mendorong pembaca untuk berpikir kritis dan menguji pemahaman secara aktif. Pendekatan yang multidisipliner dan aplikatif ini membuat materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan untuk dipelajari oleh mahasiswa maupun praktisi umum. Selama sesi tanya jawab (Q&A), antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berkembang mengenai tantangan implementasi etika profesi dan teknik audit investigatif di perusahaan. Lewat pergelaran Binus Book Review, Binus kembali menegaskan perannya sebagai world-class university yang berkontribusi nyata dalam membina dan memberdayakan bangsa. Dalam semangat menyambut usia 45 tahun, Binua percaya transformasi menuju masyarakat yang transparan dan akuntabel hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang konsisten dan penyediaan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Biar Perjalanan Aman, KAI Gandeng Komunitas Pencinta KA Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 30 Desember 2025 | 15:00 WIB

Biar Perjalanan Aman, KAI Gandeng Komunitas Pencinta KA Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual

Palembang, katakabar.com - Untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Komunitas Pencinta Kereta Api OPKA Sumsel (Organisasi Pencinta Kereta Api Sumatera Selatan) sosialisasi pencegahan pelecehan seksual kepada para pelanggan di Stasiun Prabumulih, Minggu (28/12) lalu. Sosialisasi ini digelar sebagai bentuk kepedulian KAI terhadap korban dan komitmen menciptakan ruang mobilitas yang inklusif dan saling menghormati. Para peserta diajak memahami bentuk-bentuk pelecehan, bagaimana bertindak ketika menjadi korban atau saksi, serta peran penting seluruh pelanggan dalam menjaga keamanan bersama. Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan. “Kami ingin penumpang merasa terlindungi sejak melangkah ke stasiun hingga tiba di tujuan. Jika ada tindakan pelecehan, jangan ragu untuk melapor. Semua berhak merasa aman,” ucap Aida. Tujuan Sosialisasi, terang Aida, yakni meningkatkan kesadaran penumpang tentang bentuk pelecehan dan pentingnya saling menghormati, mendorong korban maupun saksi agar berani melapor, dan menciptakan lingkungan kereta api yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual. Aida menegaskan, setiap tindakan pelecehan seksual akan ditindak dengan tegas. “Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), pelaku akan dikenakan sanksi hingga blacklist atau pemblokiran NIK, sehingga tidak lagi dapat menggunakan layanan KAI,” tegasnya. Jika pelanggan mengalami atau menyaksikan pelecehan seksual, segera melaporkan kepada petugas stasiun, Kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan Contact Center KAI 121 atau WhatsApp 0811-2223-3121. "Setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti. Kami tidak ingin ada korban yang merasa sendirian," tambah Aida. Untuk memperkuat keamanan, KAI Divre III juga memperluas penggunaan CCTV Analytics di stasiun dan didalam kereta api untuk mendeteksi perilaku mencurigakan dan mempermudah identifikasi pelaku. Selain itu KAI juga menghadirkan fitur Female Seat Map di aplikasi Access By KAI, yang mempermudah pelanggan perempuan memilih kursi bersebelahan sesama perempuan. Disamping itu KAI turut bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Kepolisian sebagai pendampingan dalam proses penanganan korban dan pelaku. Komunitas Pencinta Kereta Api OPKA menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini, menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas operator, melainkan gerakan bersama seluruh pengguna dan pencinta kereta api. “KAI memastikan perlindungan terhadap pelanggan merupakan prioritas utama. Kami ingin setiap perjalanan menjadi ruang aman untuk semua. Dengan dukungan teknologi, peningkatan layanan, serta keberanian pelanggan untuk melapor, lingkungan perkeretaapian diharapkan semakin bebas dari kekerasan seksual dan bentuk pelanggaran lainnya, mari saling menjaga, karena kereta ini milik kita bersama” sebut Aida.

KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasi Pencegahan Tindak Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta Api Nasional
Nasional
Senin, 16 Juni 2025 | 22:38 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasi Pencegahan Tindak Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta Api

Bogor, katakabar.com - Kami mau seluruh penumpang merasa aman, dan terlindungi saat berada di stasiun maupun di dalam kereta. Sosialisasi ini bagian dari upaya preventif sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk aktif melawan dan melaporkan tindakan pelecehan seksual Guna menciptakan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta gelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pelecehan Seksual di Stasiun Bogor, Minggu (15/6). Kegiatan ini dihadiri jajaran internal KAI antara lain Tohari Assistant Manager Eksternal Humas Daop 1 Jakarta, Rizky Kepala Regu Wilayah Bogor, Supervisor Perjalanan Kereta Api (Spv Perka), Tim Pengamanan (Pam), serta turut melibatkan Komunitas Pecinta Kereta Api Java Train. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menyampaikan, kegiatan ini bagian dari komitmen KAI untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya mencegah, dan menindak segala bentuk pelecehan seksual di area stasiun maupun selama perjalanan menggunakan kereta api. “Kami ingin seluruh penumpang merasa aman, dan terlindungi saat berada di stasiun maupun di dalam kereta. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk aktif melawan dan melaporkan tindakan pelecehan seksual,” ujar Ixfan. Rangkaian kegiatan diawali dengan safety briefing kepada para peserta kegiatan sosialisasi di Stasiun Bogor, terus menyampaikan pesan-pesan penting mengenai tindakan pencegahan dan cara melapor apabila menjadi korban maupun saksi pelecehan. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan orasi anti pelecehan seksual serta penandatanganan petisi dukungan gerakan anti pelecehan seksual yang dilakukan di area crossing hall Stasiun Bogor dan di atas KA Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota. Sebagai bentuk komitmen dan perlindungan terhadap seluruh pengguna jasa, KAI memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelecehan seksual di lingkungan stasiun maupun kereta api. Pelaku akan dikenai sanksi berupa blacklist, sehingga tidak dapat membeli tiket dan tidak diizinkan menggunakan layanan kereta api secara sistem di seluruh wilayah operasional KAI. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus perlindungan nyata terhadap pelanggan.

KAI Daop 8 Pelajari Media Percontohan Pembelajaran Pencegahan Krisis Planet Nusantara
Nusantara
Sabtu, 26 April 2025 | 09:03 WIB

KAI Daop 8 Pelajari Media Percontohan Pembelajaran Pencegahan Krisis Planet

melalui program penerapan satu hari tanpa kendaraan bermotor setiap minggunya di lingkungan kantor, mendukung program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan pengembangan UMKM, serta penguatan sistem pengendalian internal dan manajemen risiko.

Polsek Mandau dan Bawaslu Sapu Bersih APK di Masa Tenang Pemilu Serentak 2024 Politik
Politik
Senin, 12 Februari 2024 | 11:53 WIB

Polsek Mandau dan Bawaslu Sapu Bersih APK di Masa Tenang Pemilu Serentak 2024

Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Mandau, Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis sapu bersih Alat Peraga Kampanye (APK) di masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024. Selain itu, kegiatan patroli dilaksanakan guna mencegah money politic (Politik Uang) pada Ahad (11/2) sekitar pukul 21.45 WIB malam. Lokasi kegiatan, meliputi halaman Kantor Camat Mandau Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, dan seluruh wilayah Kecamatan Mandau. Di giat tersebut diikuti Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Usman, Anggota Bawaslu, Ardi Suprianto, Ketua Panwaslu Kecamatan Mandau, Ahmad, Panit Yanmin Unit Intelkam Polsek Mandau, Iptu Yarman E. Batee, 2 Pers Gakkumdu Polres Bengkalis, 4 Pers Polsek Mandau, Anggota Panwaslu Kecamatan Mandau, dan Anggota PKD Kecamatan Mandau. Menurut Kapolsek Kecamatan Mandau, Kompol Hairul Hidayat lewat keterangan resmi yang diterima katakabakar.com, pada Senin (12/2), kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman Kantor Camat Mandau Jalan JenderalnSudirman, Kelurahan Air Jamban, dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Usman. "Selepas apel baru dilanjutkan kegiatan patroli money politic di wilayah hukum Polsek Mandau diikuti pihak Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Panwaslu Kecamatan Mandau dan Polsek Mandau," ujarnya. Ditegaskan Kapolsek Mandau, tujuan patroli di masa tenang ini adalah untuk menjaga integritas pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024, agar dalam pelaksanaannya tidak ternodai dengan praktik politik uang dan pelanggaran lainnya. Tidakan hanya itu, untuk memastikan masa tenang bebas dari kegiatan politik kemungkinan adanya alat peraga yang belum dibersihkan. Untuk rute patroli money politic, kata Kompol Hairul, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Hangtuah dan singgah di Posko Partai salah satu partai terus ke Jalan Akasia, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, persisnya di rumah salah satu Celeg dan kembali ke Kantor Camat Mandau. Setelah selesai pelaksanaan kegiatan ditutup dengan konsolidasi yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Mandau yang dipimpin Ketua Bawaslu Kab. Bengkalis, Usman. Pada kegiatan patroli money politic masa tenang Pemilu serentak tahun 2024 di wilayah Kecamatan Mandau tidak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang menyangkut pelaksanaan masa tenang. Kegiatan patroli pencegahan money politic yang dilaksanakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis di masa tenang Pemilu serentak tahun 2024 di Kecamat Mandau selesai dan sukses dilaksanakan sekitar pukul 22.40 WIB tengah malam.

Peredaran Narkoba Masih Marak, Ini Upaya BNNK Pelalawan Sepanjang 2023 Hukrim
Hukrim
Sabtu, 23 Desember 2023 | 12:07 WIB

Peredaran Narkoba Masih Marak, Ini Upaya BNNK Pelalawan Sepanjang 2023

Pelalawan, katakabar.com - Peredaran dan penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan (Narkoba) serta Obat-obatan terlarang lainnya di Kabupaten Pelalawan masih terbilang marak. Kendati, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK ) Pelalawan sudah berupaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dan bersinergi memberantas peredaran gelap narkotika. Kepala BNNK Pelalawan, AKBP Kukuh Yulianto Widodo saat gelar konferensi pers, di kantor BNNK Pelalawan, pada Jumat (22/12) kemarin menyebutkan, di bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat ( P2M ), sepanjang tahun 2023 ada sekitar 2553 pelajar, 148 Aparatur Sipil Negara (ASN), 10208 masyarakat, 654 dunia usaha dan swasta sudah diberikan edukasi dan penyuluhan tentang P4GN. Selain itu, ujar AKBP Kukuh, ada 10 keluarga yang diberikan pendampingan ketahanan keluarga. BNNK Pelalawan telah membentuk pula penggiat dan relawan anti narkoba dari beberapa kalangan, mulai pelajar berjumlah 20 orang, ASN 20 orang, masyarakat 30 orang dan dari dunia usaha swasta 20 orang. "Untuk program Bersih Dari Narkoba (Desa Bersinar) BNNK Pelalawan menjalankan program di Desa Mulya Subur Pangkalan Lesung dan Desa Lubuk Ogung Bandar Seikijang. Sedang yang dilakukan test urine total 268 pelajar, 175 instansi pemerintah, 35 masyarakat, 574 dunia usaha," jelasnya. Soal penanganan barang-barang terlarang ini, kata AKBP Kukuh, BNNK Kabupaten Pelalawan lebih utamakan aspek pencegahan, pemberdayaan, dan Rehabilitasi terhadap pecandu penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya. "Kalau di BNN, fokus utamanya pencegahan, pemberdayaan dan rehabilitasi kepada para pecandu penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya," bebernya. Lantaran itu, sebutnya, untuk bidang pemberantasan BNNK Pelalawan menargetkan sebanyak 2 berkas dan terealisasi sebanyak 4 berkas dengan tersangka sebanyak 4 orang, jumlah Barang Bukti ( BB ) sebanyak 6,88 gram Shabu dan uang Rp10.900.000 dan layanan Tim Assessment Terpadu ( TAT ) target 15 klien dengan realisasi 19 klien. "Total 1052 orang yang kita test urine dari target 410 orang sepanjang tahun 2023," tegasnya. Perwira Menengah dengan Dua Bunga Malati dipundak ini menuturkan, setiap para pecandu penyalahgunaan narkoba yang direhabilitasi tidak dipungut biaya, sebab sudah ditanggung Pemerintah. "Tapi, biaya mengantar si pecandu ke pusat rehabilitasi ditanggung keluarga si pecandu atau yang mau direhab," tukasnya. Dirincikan AKBP Kukuh, masih sepanjang 2023 ini totalnya sudah 30 klien menjalani rehabilitasi rawat jalan, dan 11 klien rehabilitasi rujuk rawat inap tersebar di Balai Besar Lido Bogor 2 klien, Loka Kalianda Lampung 1 klien dan loka Batam 8 klien. Untuk itu, harap AKBP Kukuh, kepada masyarakat yang ada keluarganya kecanduan penyalahgunaan narkoba agar segera memberitahukan ke kita, biar bisa segera diambil tindakan sebelum terlanjur parah. Menurut AKBP Kukuh, kendala saat ini di tempat kita, Pelalawan khususnya tidak mempunyai tempat rehabilitasi sendiri. Kalau ada pecandu yang minta direhabilitasi terpaksa harus dibawa ke luar Provinsi "Pemerintah Kabupaten Pelalawan, direncanakan membangun tempat rehabilitasi pengguna narkoba di atas lahan seluas 2 hektar. Ini sangat baik, mudah-mudahan bisa terakomudir dan terwujud," imbuhnya.

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak 2023 di SMPN 2 Pinggir Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 29 Oktober 2023 | 16:31 WIB

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak 2023 di SMPN 2 Pinggir

Pinggir, katakabar.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Bengkalis, jadi narasumber di acara sosialisasi 'Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak 2023' di SMPN 2 Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (28/10). Sosialisasi itu ditaja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis ini, diikuti sebanyak 248 siswa dan siswi serta 25 orang guru. Polsek Pinggir, Sekcam Pinggir. Abiseka Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan Kepala UPT PPA Mandau, turut hadir di sosialisasi mengagkat tema, 'Mari Wujudkan Satuan Pendidikan Yang Ramah Anak'. Ketua Komnas PA Kabupaten Bengkalis, Refri Amran Daud paparkan mengenai masalah perundungan. Menurut Refri sapaan akrabnya, perundungan bisa terjadi kepada siapa saja. Artinya, siapa saja bisa menghentikan perundungan. "Perundungan bisa terjadi kepada siapa saja. Artinya, siapa saja bisa menghentikan perundungan," kata Refri kepada katakabae.com di Duri, pada Minggu (29/10). Di kesempatan itu, ujar Refri, kita menyarankan agar membentuk 'Agen Perubahan ROOTS Anti Perundungan' dengan melibatkan beberapa pihak, termasuk orang tua atau pun wali murid dan pihak lainnya. "Kita sarankan agar membentuk Agen Perubahan ROOTS Anti Perundungan' dengan melibatkan beberapa pihak, termasuk orang tua atau pun wali murid dan pihak lainnya," jelasnya.