Kolaborasi Polsek Mandau Dukung Asta Cita Presiden RI Tanam Jagung Pipil di Harapan Baru
Mandau, katakabar.com - Tanaman jagung pipil tumbuh subur di atas lahan seluas 2 hektar di kawasan Jalan Sinar Langkat RT 06 RW 06 Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Program tersebut hasil kolaborasi Polres Bengkalis, Polsek Mandau dengan Kelompok Tani (Poktan) Budi Makmur, guna mendukung program Gerakan Penanaman Jagung Seluas 1 Juta Hektar, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Kapolse Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran persnya, Selasa (12/5) sore, menyatakan kegiatan pengelolaan lahan penanaman jagung untuk mendukung program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri dalam program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto "Lahan seluas 2 hektar di kawasan Jalan Sinar langkat RT 06 RW 06 Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, milik Kelompok Tani (Poktan) Budi Makmur. Di mana Bhabinkamtibmas Desa Harapan Baru, Aiptu Trismon sinergi dengan Kelompok Tani Budi Makmur sinergi dalam pengelolaan lahan," ujar Betty. Dijelaskan Kasi Humas Polsek Mandau, pengelolaan lahan menggunakan alat seperti Multivator Mini, Cangkul, dan Garpu Tanah. Tidak hanya itu, untuk proses gembur tanah pakai alat traktor, dan dilakukan penanaman jagung pipil di pertengahan Maret 2026 lalu. "Saat ini jagung pipil tumbuh subur di lahan seluas 2 hektar dengan harapan padamusim panen raya nanti hasilnya bagus,'" ucap Betty. Polres Bengkalis, Polsek Mandau, Pemkab Bengkalis, dan Desa Harapan baru, tambah Betty, terus mendorong, dan mendukung program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri merupakan program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, melalui sinergi dengan kelompok masyarakat, Desa Harapan baru, dan pemilik perkebunan untuk memanfaatkan lahan untuk tanam jagung. Selama kegiatan berlangsung terdapat keadaan aman, terkendali, dan lancar di mana kehadiran Polri mendapat respons positif di tengah masyarakat
Dulu Penonton Kini Pemain: Cerita Nur Azmi Jaga Marwah UMKM Umah Oleh-oleh Rohil
Jika sebelumnya omzet kelompok hanya berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, kini setelah mendapatkan pendampingan PHR, omzet meningkat signifikan menjadi Rp25 juta hingga Rp40 juta per bulannya. Lebih dari 80 hingga 100 jenis produk olahan lokal kini dipasarkan dengan jangkauan yang semakin luas. Bagi Nur Azmi dan para pelaku UMKM, perubahan terbesar bukan hanya soal peningkatan pendapatan, melainkan tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat terhadap produk lokal mereka sendiri. Produk yang dulunya dikemas sederhana kini tampil lebih modern, elegan, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kini, Umah Oleh-oleh telah menjelma menjadi “sentra” dalam arti yang sesungguhnya: pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lahir dari kolaborasi, semangat gotong royong, dan keberanian untuk berkembang bersama. “Saya tidak ingin melihat mereka hebat sendiri-sendiri. Saya ingin kita semua naik kelas bersama. Umah Oleh-Oleh adalah bukti bahwa saat tangan-tangan lokal bersatu dengan dukungan yang tepat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai,” ucap Nur Azmi. Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menuturkan pengembangan UMKM lokal merupakan bagian penting dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Menurutnya, program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kapasitas, kepercayaan diri, dan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan. “PHR percaya masyarakat lokal memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah sendiri. Karena itu, kami hadir melalui program pemberdayaan untuk membuka ruang tumbuh bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” cerita Iwan. Ia menambahkan, keberhasilan Umah Oleh-Oleh menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. “PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keandalan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu tulang punggung produksi migas Indonesia,” sebutnya. Keberadaan Umah Oleh-oleh hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dapat melahirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Dari sebuah gerakan kecil yang dimulai dengan keyakinan, kini Umah Oleh-Oleh tumbuh menjadi denyut nadi ekonomi lokal yang menjaga marwah produk UMKM Rokan Hilir agar tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan pemain utama di tanahnya sendiri.
Dukung Gerakan Penanaman Jagung 1 Juta Hektar, Polsek Mandau Senergi Pemdes Bathin Betuah
Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Mandau, melalui Bhabinkamtibmas sinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes), BumDes, serta Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Bathin Betuah, dukung program Gerakan Penanaman Jagung seluas 1 Juta hektar Polri dalam Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Kolaborasi mendukung kegiatan tersebut dengan dilaksanakan pengelolaan lahan seluas 29 hektar untuk dilakukan penanaman jagung pipil di kawasan Jalan Karya RT 04 RW 02 Dusun Tanjung Sari, Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. "Guna mendukung program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri dalam Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Polsek Mandau melalui Bhabinkamtibmas, sinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes), BumDes, serta Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Bathin Betuah melakukan kegiatan lahan seluas 29 hektar di kawasan Jalan Karya RT 04 RW 02 Dusun Tanjung Sari, Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau," ujar Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan melalui keterangan resmi, Selasa (12/5) siang. Menurut Betty, dari seluas 29 hektar lahan tersebut sudah ditanami seluas 7,5 hektar sisanya seluas 21,5 hektar belum ditanami jagung pipil. "Pengelolan lahan menggunakan alat John Deere Singkkal piringan mata 5, dan jenis jagung pipil yang ditanam Merk Pioneer P32 Singa," ucap Betty. Di kegiatan tersebut pemanfaatan lahan untuk di tanam jagung dengan pola Tumpang Sari. Di mana Polres Bengkalis, Polsek Mandau mengkondisikan pemakaian John Deere Singkkal piringan mata 5 milik. Sedang Tokoh Masyarakat Bathin Betuah, Salim mengkondisikan lahan miliknya sebagai lokasi penanaman jagung. "Tahap awal penanaman jagus seluas 2,5 hektar dilakukan pada Jumat (3/4) hingga Sabtu (5/4). Pada tahap kedua dilakukan penanaman jagung seluas 2 hektar Minggu (5/4) hingga Senin 6/4). Terus, tahap ketiga dilakukan penanaman jagung seluas 3 hektar Selasa (7/4) hingga Jumat (9/4), yang dilanjutkan melakukan penyemprotan gulma (rumput) menggunakan Herbisida Kayabas," bebernya. Kolaborasi ini, tegas Betty lagi, sebagai komitmen Polres Bengkalis, Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis, dan Desa Bathin Betuah, untuk mendukung program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Mengabdi ke Siak, Mahasiswa UGM Bakal Kembangkan Ekowisata Berbasis Media Digital
Ini merupakan tahun kedua UGM mengirimkan mahasiswanya mengabdi ke Siak
Dianiaya Ibu Tiri Tiga Hari Beruntun, Bocah 6 Tahun di Kerinci Kanan Siak Meninggal, Polisi Lakukan Ekshumasi
Kasat Reskrim Polres Siak, Dr Raja Kosmos Parmulais mengatakan, korban mendapat serangkaian kekerasan fisik selama tiga hari berturut-turut sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Kamis malam, 7 Mei 2026.
Lantaran Sabu Dua Warga Air Jamban Di Penjara Tim Opsnal Polsek Mandau
Mandau, katakabar.com - Lantaran Narkotika dan Obat-obatan (Narkoba) jenis sabu dua orang buruh, warga Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, belakangan diketahui bernama AF alias M 37 tahun dan JW alias J 50 tahun di penjara tim opsnal Polsek Mandau. Menurut Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran persnya, Senin (11/5), tim opsnal Polsek Mandau mendapat informasi dari laporan masyarakat melalui WhatsApp Kapolres Bengkalis, Minggu (10/5) sekitar 22.40 WIB, mengenai adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan AF alias M di kawasan Jalan Nusantara Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau. Lepas itu, ujar Betty, tim opsnal ke kawasan Jalan Cendrawasih. Tiba di lokasi petugas polisi langsung mengamankan terduga pelaku. Setelah digeledah ditemukan dua paket diduga narkotika jenis sabu, dan satu unit handphone merek Samsung biru. "Deri pengakuan pelaku, sabu dimilikinya didapatkan dari J (DPO)," kata Betty. Berdasarkan pengakuan, dan keterangan AF alias M, sambungnya, tim opsnal Polsek Mandau melakukan pengembangan, Senin (11/5) 00.03 WIB, dan melakukan penangkapan terhadap J saat berada di dalam rumah di kawasan Jalan Sudirman Gang Kamboja Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. "Setelah digeledah ditemukan tujuh paket diduga narkotika jenis sabu didalam kotak bening putih dari pengakuan tsk barang narkotika jenis sabu tersebut didapat dari Aris (DPO)," jelasnya. Ditegaskan Betty, kedua pelaku dan barang bukri sudah dibawa ke Mapolsek Mandau guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sementara ini kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1)Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana. "Diimbau kepada masyarakat bila membutuhkan kehadiran petugas kepolisian segera hubungi Call Center 110. Polres Bengkalis, Polsek Mandau berkomitmen melakukan penegakan hukum secara tepat, tegas, profesional, dan tuntas," terangnya.
Lewat PalmCo, Holding PTPN Perluas Akses Digital Sekolah di Pelosok
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo salurkan bantuan perangkat digital ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan berbasis teknologi di daerah terpencil. Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, perusahaan mencatat realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan mencapai lebih dari Rp12,9 miliar. Fokus utama program ini diarahkan pada percepatan digitalisasi pendidikan, khususnya wilayah selama ini memiliki keterbatasan akses teknologi. Kurun 15 bulan, lebih dari 500 program pendidikan telah direalisasikan. Bantuan yang disalurkan antara lain 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor yang didistribusikan ke sejumlah sekolah di daerah terpencil. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan seluruh perangkat tersebut telah diterima sekolah-sekolah sasaran dan diharapkan mampu membuka akses pembelajaran yang lebih luas. “Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini bisa terhubung dengan dunia luar melalui jaringan internet yang memadai,” ujarJatmiko saat dihubungi, Senin (5/5) lalu. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur digital selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses belajar-mengajar di daerah terpencil. Melalui program ini, perusahaan ingin mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital atau 'cyber education' yang lebih merata. “Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” ucapnya. Langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan tidak hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan relevansi dengan perkembangan zaman. Di tingkat sekolah, bantuan tersebut mulai dirasakan dampaknya. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, menuturkan keterbatasan perangkat dan jaringan selama ini menjadi hambatan utama bagi para guru dalam mengakses materi pembelajaran. “Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar dan referensi materi bisa diakses dengan mudah,” katanya. Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita aminkan Mutiara. Ia mengatakan sebelumnya pihak sekolah harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan hanya untuk mengakses materi pembelajaran berbasis internet. “Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” terang Bambang. Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkecil kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
Satkamling Penting Jaga Kamtibmas di Siak
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan bahwa peran Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) sangat vital di tengah keterbatasan jumlah personel kepolisian.
Warga Dusun Batas: Alhamdulillah Jembatan Sei Batang Rampung
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Jembatan Gantung Sei Sesuok, penghubung vital masyarakat Dusun Batas, Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, telah rampung dan resmi difungsikan. Kini, warga melangkah tidak ada lagi keraguan dan was-was saat melewati Jembatan Gantung sudah lama didambakan. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar menyambungkan dua tebing sungai, melainkan menyatukan harapan rakyat dengan kepedulian pemerintah. Senyum kebahagiaan, dan rasa syukur tak terhingga terpancar jelas dari wajah warga, setelah sekian lama menanti akses yang layak dan aman. Pembangunan infrastruktur strategis ini bukti nyata perhatian besar Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM, yang konsisten hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa sekalipun. Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, H Zulfikri ST, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Resqi Rades ST, menegaskan pembangunan ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Anton dan H Syafaruddin Poti. "Kita akan berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk kemajuan Rokan Hulu ini. Dengan segala kemampuan yang ada, kita fokuskan pada program skala prioritas yang bertujuan untuk kelancaran distribusi hasil perkebunan masyarakat desa," ujar Resqi Rades ST kepada katakabar.com, Jum’at (8/5). Setiap tetes keringat dan anggaran yang dikerahkan, tegasnya, adalah manifestasi nyata dari janji dan komitmen untuk menyejahterakan rakyat. Pemerintah memahami betul, aksesibilitas yang baik adalah kunci utama kemajuan ekonomi desa. Harapan Baru bagi Masyarakat Dengan beroperasinya Jembatan Gantung Sei Sesuok ini, roda perekonomian warga khususnya mengangkut hasil bumi dan perkebunan dipastikan semakin lancar. Kesulitan yang dulu menjadi cerita kelam, kini berganti menjadi kemudahan yang nyata. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Jembatan ini menjadi saksi bisu kepemimpinan yang hadir dan peduli selalu meninggalkan jejak manfaat yang abadi bagi rakyatnya.
Dukung Ketapang Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Cek Lahan Jagung di Bagan Melibur
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Untuk mendukung Program Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional, Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., lewat Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigadir Muchlisin M. Akbar, melakukan pengecekan pertumbuhan jagung pipil Quartal I Tahun 2026 di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan di lahan jagung seluas 0,5 hektare sebagai bentuk monitoring, dan pendampingan terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, menyampaikan keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan wujud dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain melakukan pengecekan lahan, personel Polsek Merbau juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif untuk sektor pertanian, khususnya budidaya jagung pipil yang memiliki nilai ekonomi, dan mendukung kebutuhan pangan nasional. Di kegiatan tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing. "Untuk itu, segera melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110," teganya. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.