Hari Bhayangkara ke 80, PKC PMII Riau: Polri Terus Berbenah Biar Kepercayaan Masyarakat Kian Menguat Hukrim
Hukrim
Kemarin

Hari Bhayangkara ke 80, PKC PMII Riau: Polri Terus Berbenah Biar Kepercayaan Masyarakat Kian Menguat

Pekanbaru, katakabar.com - Di momentum peringatan Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berdasarkan hasil survei Litbang Kompas kado terbaik bagi institusi kepolisian pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini. "Capaian tersebut menjadi bukti berbagai langkah pembenahan, peningkatan profesionalisme, dan perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat mulai dirasakan serta mendapat apresiasi dari publik," tuturnya. Ghulam Zaky menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Lantaran itu, hasil tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, memperkuat integritas institusi, serta mengedepankan penegakan hukum yang profesional, adil, dan humanis. "Kepercayaan publik tidak dibangun dalam waktu singkat. Kepercayaan lahir dari kerja nyata, konsistensi dalam memberikan pelayanan, keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi, serta komitmen untuk terus melakukan pembenahan. Jika komitmen tersebut terus dipertahankan, kami meyakini kepercayaan masyarakat akan terus meningkat dan Polri akan semakin dicintai oleh rakyat," terang Ghulam Zaky. Sebagai organisasi kemahasiswaan, PKC PMII Riau memandang Polri sebagai mitra strategis menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi. Kata Ghulam Zaky, sinergi antara Polri, dan organisasi mahasiswa perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, ruang dialog yang sehat, serta kolaborasi dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. "Mahasiswa dan Polri memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan yang sama, yakni menjaga kepentingan bangsa dan negara. Mahasiswa akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konstruktif, sementara Polri menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Hubungan yang saling menghormati dan saling menguatkan merupakan fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat," bebernya. Ghulam Zaky juga mengapresiasi berbagai inovasi yang terus dikembangkan Polri dalam menjawab tantangan zaman. Salah satunya adalah gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau, Herry Heryawan. Ia menuturkan gagasan tersebut menunjukkan pengabdian Polri tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. "Green Policing merupakan gagasan yang patut diapresiasi karena mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Kami berharap semangat ini tidak hanya berkembang di lingkungan Polda Riau, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Dengan demikian, Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan," imbuhnya. Menutup pernyataannya, Ghulam Zaky menyampaikan doa dan harapan bagi institusi Polri di usia yang ke 80. "Atas nama keluarga besar PKC PMII Riau, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Semoga Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami berharap Polri terus menjadi institusi yang profesional, Presisi, semakin dipercaya dan dicintai masyarakat, serta mampu memberikan pelayanan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga berbagai inovasi dan pengabdian yang dilakukan Polri terus membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kelestarian lingkungan," sebutnya.

PHR Gelar Pasar Murah dan Perbaikan Jalan Tegar, Ini Harapan Camat Mandau Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 26 Juni 2026 | 19:58 WIB

PHR Gelar Pasar Murah dan Perbaikan Jalan Tegar, Ini Harapan Camat Mandau

Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., didampingi Sekretaris, Kasi dan Kasubbag Kecamatan Mandau hadiri kegiatan Pasar Murah dan Perbaikan Jalan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di sebelah barat Duri, persisnya di kawasan Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu, Kamis (25/6) lalu. Kegiatan Pasar Murah PT PHR kerja sama dengan Mitra Kerja PHR, dan Kelurahan Pematang Pudu, serta Desa Buluh Manis, dengan menyediakan 400 paket sembako, di mana satu paket sembako harga senilai Rp150 ribu dibandrol dengan harga Rp20 ribu. Selepas menghadiri Program Pasar Murah, Camat Mandau dan rombongan turun melihat perbaikan Jalan Tegar Kelurahan Pematang Pudu sepanjang 5,1 kilometer sedang pengerjaan oleh PT PHR. "Terima kasih dan apresiasi kepada Manajemen PT PHR atas kegiatan Pasar Murah dapat membantu masyarakat di tengah kondisi saat ini. Semoga kegiatan seperti ini terus terlaksana secara berkesinambungan. Apresiasi dan terima kasih kepada PT PHR atas realisasi perbaikan Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau," ujar Camat Mandau, Jumat (26/6) siang. Menurut Riki Rihardi, kami selama ini atas instruksi Bupati Bengkalis, Hj Kasmarni, S.Sos, MMP sudah berjuang melaksanakan perbaikan jalan ini kurun lebih dari lima tahun. Lantaran itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi menjaga jalan yang sudah diperbaiki. Untuk itu, harapa Camat Mandau, agar pihak manajemen PT PHR bisa terus berkomitmen untuk berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, terkhusus Kecamatan Mandau sebagai upaya menyelesaikan permasalahan sosial kemasyarakatan yang ada di Kecamatan Mandau.

Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR Riau
Riau
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:36 WIB

Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR

Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mulai proyek perbaikan Jalan Lintas Pinang Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Langkah strategis ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen perusahaan mendukung kelancaran operasional hulu migas sekaligus menjawab aspirasi masyarakat setempat yang mendambakan akses jalan yang bagus. Proyek perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 15 kilometer ini dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multi years). Selain perbaikan, PHR juga melakukan pembersihan pada sisi kanan-kiri badan jalan, yang mana banyak ditumbuhi semak belukar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terhalangnya pandangan pengendara, sehingga aspek keselamatan lebih terjaga. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan perbaikan jalan ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Selain untuk kelancaran operasional, perbaikan jalan tersebut juga mempermudah akses warga, sehingga memiliki dampak berganda. "PHR memahami bahwa akses jalan yang memadai adalah nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Perbaikan ini tidak hanya mendukung operasional PHR, tetapi yang lebih utama adalah untuk memberikan kemudahan bagi warga sekitar dalam beraktivitas sehari-hari. Kami berharap sinergi ini memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir," kata Eviyanti. Keputusan PHR untuk melakukan perbaikan ini disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang selama ini menantikan perbaikan akses jalan tersebut. Camat Kubu, Dr. Syafrizal, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili masyarakat Kubu, Kubu Babussalam. "Pada prinsipnya, kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan nyata dari PHR terhadap aspirasi masyarakat kami. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh kelancaran proyek ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mari kita jaga dan manfaatkan pembangunan ini dengan tertib, agar pelaksanaannya berjalan aman dan lancar hingga tuntas," jelasnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Kubu Babussalam, Ahmad Marzan S.STP, aminkan Camat Kubu. Ia menyatakan dukungannya. "Kami bersama warga siap mendukung penuh pekerjaan ini. Kami juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya, jika ada informasi atau kendala di lapangan, silakan sampaikan kepada kami agar dapat dikoordinasikan dengan baik bersama PHR," ucapnya. Melalui sinergi antara PHR, pemerintah daerah, dan masyarakat, perbaikan jalan lintas ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Rokan Hilir secara berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Nyambi Edarkan Sabu, Buruh Digaruk Polsek Mandau di Kawasan Jalan Obor Duri Hukrim
Hukrim
Rabu, 24 Juni 2026 | 21:11 WIB

Nyambi Edarkan Sabu, Buruh Digaruk Polsek Mandau di Kawasan Jalan Obor Duri

Mandau, katakabar.com - Petualangan seorang buruh nyambi edarkan narkotika jenis sabu terhenti di kawasan Jalan Obor, Gang Singgalang Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (23/6) sekitar pukul 19.00 WIB, malam kemarin. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, lewat Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan, Rabu (24/6) malam, mengatakan pelaku bernama RS alias E 27 tahun, warga Jalan Obor Gang Kweni wilayah kelurahan yang sama ditangkap tim opsnal Polsek Mandau berawal informasi dari masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika jenis sabu di daerah Pasar Mandau dan sekitarnya. Setelah mendapat laporan tersebut, kata Betty, tim opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat tersebut. Benar saja, tidak butuh waktu lama tim opsnal berhasil mengamankan satu orang tersangka yang mengaku bernama R alias E beserta barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak dua paket yang didapatkan dari kantong celana sebelah kiri pelaku. "Pelaku mengakui narkotika jenis sabu tersebut dari Romi (DPO). Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti berupa dua paket narkotika jenis sabu, dua unit handphone merk Samsung, dan uang tunai sebesar Rp137.000  dibawa ke Polsek Mandau guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelas Betty. Kepada tersangka, sebut Betty, disangkakan Pasal 114 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana. Untuk itu, imbau Betty, apabila masyarakat membutuhkan kehadiran petugas kepolisian segera hubungi Call Center 110. Polres Bengkalis, Polsek Mandau berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara cepat, tegas, profesional, dan tuntas.

Pastikan MBG Tepat Sasaran di Rohul, Porkot Lubis: Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan Ekonomi Politik
Politik
Selasa, 23 Juni 2026 | 22:49 WIB

Pastikan MBG Tepat Sasaran di Rohul, Porkot Lubis: Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan Ekonomi

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di tengah berbagai dinamika dan masukan yang muncul, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan, dan memberikan warna baru bagi pelayanan publik di Kabupaten Rokan Hulu. Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu dari Fraksi Gerindra, H. Porkot Lubis, SH, MH, menegaskan komitmen kuat untuk terus mengawal kebijakan strategis ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat, khususnya dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari ancaman stunting. Bagi Porkot Lubis, program yang digagas Presiden RI ke 8 ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan strategis. Berbagai kritik dan saran yang muncul di masyarakat justru harus dijadikan cermin untuk perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan langkah maju yang sudah memberikan dampak luas. "Yang harus diperbaiki adalah teknis pelaksanaannya. Jangan sampai ada pihak yang hanya mengejar keuntungan semata, namun mengabaikan kualitas makanan dan standar gizi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," tegas Porkot, Selasa (23/6). Data yang ada menunjukkan betapa besarnya cakupan program ini di Rohul. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 119.441 warga telah merasakan langsung manfaat dari program ini. Untuk mendistribusikan asupan gizi tersebut, telah beroperasi 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai titik, dan kabar baiknya, dalam waktu dekat akan ditambah lagi dengan 10 dapur umum baru yang saat ini sedang dalam tahap persiapan matang. Tetapi, kehadiran program ini bukan hanya soal mengisi perut atau memenuhi kebutuhan gizi semata. Lebih dari itu, MBG telah menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata. Keberadaan dapur-dapur ini menyerap tenaga kerja baru bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Tidak hanya itu, roda ekonomi daerah pun ikut berputar karena keterlibatan aktif UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama bahan baku pangan. Ini membuktikan bahwa ketika program pemerintah dirancang dengan baik, manfaatnya akan mengalir ke seluruh lapisan masyarakat. Menjaga agar kualitas tetap prima dan tidak ada yang bermain curang, Porkot Lubis menegaskan bahwa DPRD bersama Pemerintah Daerah tidak akan tinggal diam. Pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rapat koordinasi hingga turun langsung melakukan pemantauan rutin ke sekolah-sekolah dan lokasi penyaluran. "Kami akan pastikan setiap porsi yang disajikan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Jika nanti ditemukan oknum penyedia yang melanggar aturan, tidak memenuhi standar, atau merugikan masyarakat, kami tidak akan ragu untuk merekomendasikan tindakan tegas, bahkan hingga penghentian operasional," ucapnya dengan tegas. Porkot Lubis berharap, masyarakat dapat terus mendukung program ini dengan semangat yang sama. Cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk melahirkan Indonesia Emas yang masyarakatnya sehat, cerdas, dan bebas stunting adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Keseriusan ini turut diperkuat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dalam kegiatan tersebut. Politisi muda Partai Gerindra yang juga Anggota DPR RI, Muhammad Rahul, turut hadir dan memberikan keyakinan akan pentingnya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo di tengah masyarakat. Selain itu, kehadiran Anggota DPRD Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III, Budiman Lubis, SH, semakin menegaskan bahwa dukungan terhadap program ini datang dari berbagai jenjang pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Dengan perbaikan yang terus dilakukan dan pengawasan yang ketat, diharapkan Program MBG di Rokan Hulu akan terus menjadi berkah, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran negara adalah untuk melindungi dan menyejahterakan rakyatnya.

Tingkatkan Transaksi Ekonomi di Tingkat Tapak, Bank BRI Cabang Duri Serahkan GBM ke Pedagang Kecil Ekonomi
Ekonomi
Senin, 22 Juni 2026 | 20:05 WIB

Tingkatkan Transaksi Ekonomi di Tingkat Tapak, Bank BRI Cabang Duri Serahkan GBM ke Pedagang Kecil

Duri, katakabar.com - Bank BRI Cabang Duri yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persis depan perkantoran Pemerintah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau serahkan perangkat pendukung unit gerobak berlian bermakan (GBM) kepada sejumlah pedagang kecil yang mengais rezeki di kawasan pasar tradisional Simpang Padang Duri.  Kegiatan ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan transaksi perekonomian di tingkat tapak. Sejumlah pedagang kecil pasar tradisional Simpang Padang Duri penerima manfaat merupakan nasabah Bank BRI Cabang Duri. Ketika menerima bantuan gerobak berlian bermakna didampingi pihak keluarga di halaman kantor Bank BRI Cabang Duri. Branch Office Head Bank BRI Cabang Duri, Eka Marvianda, mengatakan penyerahan bantuan gerobak berlian bermakna kepada sejumlah pedagang kecil yang termasuk nasabah BRI Cabang Duri sebagai bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat khususnya pedagang kecil sehari-hari menjual dagangandi pasar tradisionl Simpang Padang Duri. “Mengenai pos anggaran pembiayaan pembuatan gerobak berlian dari sumber dana yang sah, yang dihasilkan dari infak setiap hari jum’at, sedekah, dan santunan yang disisihkan seluruh karyawan-karyawati Bank BRI Cabang Duri. “Adanya bantuan gerobak berlian bermakna BRI Cabang Duri diharapkan para pedagang kecil mampu mendongkrak aktivitas transaksi jual beli di tingkat tapak di perkotaan Duri ini,” jelasnya. Berikut sejumlah pedagang kecil yang menerima bantuan, yakni Anisa Siregar nasabah Bank BRI Kandis sehari-hari menjual sarapan pagi di pasar, Wahyuni nasabah Bank BRI Cabang Duri yang sehari-hari menjual bakso cup dan keripik pisang, Rere Maktalena nasabah Bank BRI Unit Sebangar Bathin Solapan berjualan sarapan pagi, Samyo nasabah Bank BRI unit Simpang Garoga Duri berjualan Ketoprak, dan Desiana nasabah Bank BRI Unit Pasar Duri berjualan sarapan pagi dan sejumlah lainnya. "Program BRI ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi perekonomian masyarakat yang melakukan jual beli di tingkat tapak, dan khususnya bagi seluruh nasabah Bank BRI Cabang Duri  guna mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," imbuhnya. Untuk itu, kepada segenap lapisan masyarakat untuk tetap waspada ketika melakukan transaksi jual beli, dan hindari penipuan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Bank BRI.

Hari Bhayangkara ke 80: Polres Kepulauan Meranti Bangun Sumur Bor di Selatpanjang Timur Hukrim
Hukrim
Senin, 22 Juni 2026 | 19:19 WIB

Hari Bhayangkara ke 80: Polres Kepulauan Meranti Bangun Sumur Bor di Selatpanjang Timur

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti memeberi bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat, dengan membangun sumur bor di Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/6). Memasuki hari kedua pengerjaan, progres pembangunan sumur bor yang berlokasi di halaman belakang Kantor Lurah Selatpanjang Timur, Jalan Dorak Nomor 38, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kegiatan tersebut dipantau langsung Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, Iptu Roly Irvan, S.H., M.H., bersama KBO Satintelkam, Iptu Mada Surya Darmawan, Kanit Intelkam Polsek Tebing Tinggi, Aiptu Hans Riduab Hutapea, S.H., M.H., Ps Kasubsi PIDM Si Humas Polres Kepulauan Meranti, Bripka Devi Firmansyah, Briptu Wahyudi Janil Dalimuthe, S.H., Bripda Reynaldi Hutajulu, serta personel Polsek Tebing Tinggi Bripda Suendra. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Intelkam, iIptu Roly Irvan, mengatakan program pembangunan sumur bor tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini masih sangat bergantung pada penampungan air hujan. "Estimasi penerima manfaat dari pembangunan sumur bor ini sebanyak 100 kepala keluarga yang berada di Jalan Dorak Nomor 38, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi. Kedalaman pengeboran sumur direncanakan mencapai 75 meter," ujar Iptu Roly Irvan. Ia menjelaskan, sumur bor tersebut menggunakan pipa sedot berukuran 2,5 inci dengan mesin pompa air berkapasitas 20 liter per menit. Selain itu, akan dibangun tandon atau tangki penampung air berkapasitas 1.000 liter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Seluruh pengerjaan diperkirakan selesai dalam waktu lima hari. Di hari kedua pengerjaan, pengeboran telah menggunakan 10 batang pipa besi dengan panjang masing-masing enam meter. Kedalaman pengeboran telah mencapai lebih dari 60 meter, sementara progres pembangunan secara keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar 20 persen. Menurut Iptu Roly Irvan, kebutuhan air bersih di Kabupaten Kepulauan Meranti tergolong sangat krusial mengingat kondisi geografis daerah yang terdiri dari pulau-pulau kecil dengan karakteristik lahan rawa dan gambut, sehingga sebagian besar masyarakat masih mengandalkan penampungan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan sehari-hari. "Program bantuan pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih ini merupakan wujud bakti sosial Polres Kepulauan Meranti dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap air bersih," jelasnya. Melalui program tersebut, Polres Kepulauan Meranti tidak hanya memperingati Hari Bhayangkara ke 80 dengan kegiatan seremonial, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan sarana air bersih yang berkelanjutan. Ditempat yang sama, Muhammad Latif Latau biasa disapa Le Gito selaku Ketua RW Selat panjang Timur mengucapkan terimakasih kepada Polres Kepulauan Meranti atas membagun sumur bor di Kelurahan Selatpanjang Timur. "Semoga dengan dibagunya sumur Bornya ini, masyarakat bisa menikmati air Bersih dengan baik, juga tentunya bermamfaat saat musim kemarau panjang terimakasih Polres Meranti," ucapnya. Sementara, Suhaimi, Kasi Kestra Selatpanjang Timur mengapresiasi Polres Kepulauan Meranti dengan terbagunya sumur bor yang ada dibelakang Kantor Lurah Selatpanjang Timur bermamfaat sekali bagi Masyarakat. "Program Kapolda Riau, yang dilaksanakan Polres Kepulauan Meranti bermafaat sekali bagi Masyarakat Selatpanjang Timur, Kami atas nama Kelurhan sungguh Sanggat berterimakasih Kepada Polres Kepulauan Meranti," sebutnya.

Rohul Jadi Pelopor di Riau Terapkan Manajemen Talenta Digital Isi JPT Pratama Riau
Riau
Senin, 22 Juni 2026 | 16:35 WIB

Rohul Jadi Pelopor di Riau Terapkan Manajemen Talenta Digital Isi JPT Pratama

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk meninggalkan cara lama, dan berani mencoba sistem lebih modern. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu kembali membuktikan komitmen mereformasi birokrasi dengan meluncurkan inovasi terbaru. Kali ini, melalui penerapan sistem Manajemen Talenta dalam proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Rohul tegakan berada di garda terdepan sebagai pelopor di tingkat Provinsi Riau. Kegiatan strategis ini berlangsung hangat namun penuh keseriusan di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rohul, Senin (22/6). Sebuah momen bersejarah, di mana seleksi pemimpin daerah tidak lagi hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah proses ilmiah yang mengukur kompetensi, potensi, dan kinerja secara objektif. 29 ASN Bersaing, Dinilai Langsung Bupati Tidak main-main, sebanyak 29 Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik dari berbagai lini turut serta dalam seleksi ketat ini. Mereka adalah calon-calon pemimpin yang dipersiapkan untuk mengisi kursi kosong Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis. Yang membuat proses ini semakin istimewa dan menunjukkan keseriusan penuh, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, turun tangan langsung melakukan penilaian dan asesmen terhadap para peserta. Beliau didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah, Drs. H. Yusmar, M.Si, yang juga bertindak selaku Ketua Komite, serta didukung oleh para anggota komite lainnya seperti Asisten 3 Edi Suherman, Kepala Dinas Pariwisata H. Helfiskar, dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Margono, S.Sos, M.Si. Proses seleksi ini membuka peluang bagi 8 OPD vital untuk mendapatkan pemimpin baru yang berkualitas, di antaranya: Bapperida, Bappenda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, BPKAD, DPPKB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perkim, hingga Dinas PUPR. Hanya Dua Kabupaten di Riau yang Mampu Keberhasilan Pemkab Rokan Hulu mengimplementasikan sistem Manajemen Talenta ini patut diacungi jempol. Pasalnya, hingga saat ini, baru ada dua kabupaten di seluruh Provinsi Riau yang berhasil dan berani menerapkan sistem modern ini, yaitu Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Siak. Ini membuktikan di bawah kepemimpinan saat ini, Rohul tidak mau tertinggal. Pemerintah daerah serius ingin mengubur pola-pola lama yang seringkali sarat dengan unsur subjektivitas, dan beralih ke pengelolaan karier ASN yang berbasis digital, transparan, dan berbasis kompetensi nyata. Sistem Manajemen Talenta ini bekerja layaknya "jaring cerdas" yang menangkap ASN-ASN terbaik. Melalui tahapan yang sistematis mulai dari akuisisi data, pengembangan kapasitas, retensi talenta, hingga penempatan pada posisi yang tepat, sistem ini memastikan bahwa hanya orang-orang dengan potensi dan kinerja tertinggi lah yang duduk di kursi kepemimpinan. Tiga Pilar Kemajuan Penerapan sistem ini bukan sekadar tren, melainkan strategi jangka panjang dengan tiga tujuan mulia: 1. Mewujudkan Sistem Merit: Memastikan setiap kenaikan pangkat dan jabatan dilakukan secara adil, transparan, murni berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan karena kedekatan atau faktor lain. ​ 2. Regenerasi yang Terjamin: Menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan sehingga roda pemerintahan tidak pernah kehabisan sosok-sosok tangguh yang siap melanjutkan estafet pembangunan. ​ 3. Mempercepat Pembangunan: Birokrasi yang dipimpin oleh orang-orang tepat dan kompeten pasti akan bekerja lebih cepat, lincah, dan efektif dalam melayani masyarakat serta membangun daerah. Dengan seleksi yang ketat dan didampingi oleh para penilai terbaik, diharapkan lahir dari 29 ASN ini para pemimpin OPD yang tidak hanya paham administrasi, tetapi juga memiliki jiwa inovator yang siap membawa Rokan Hulu melesat lebih jauh menuju kemajuan.

Kabarnya Diperiksa Soal Kasus Rp82,8 Miliar, dr Zuldi Afki: Itu Cuma Koordinasi Limbah Hukrim
Hukrim
Jumat, 19 Juni 2026 | 19:00 WIB

Kabarnya Diperiksa Soal Kasus Rp82,8 Miliar, dr Zuldi Afki: Itu Cuma Koordinasi Limbah

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kedatangan personel kepolisian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu icu spekulasi keras, dan bikin heboh di tengah masyarakat. Beredar kabar kuat, Direktur RSUD Rokan Hulu, dr. Zuldi Afki, didatangi pihak berwajib terkait kasus korupsi mega proyek gedung baru senilai Rp82,8 miliar. Tetapi, pihak manajemen rumah sakit berkilah, kunjungan itu murni hanya soal pembinaan pengelolaan limbah dan kepatuhan aturan. Benarkah demikian? Padahal kedatangan petugas seragam coklat di lingkungan RSUD Rokan Hulu, Jumat (19/6), memantik pembicaraan hangat. Apalagi kasus pembangunan gedung baru enam lantai yang menghabiskan anggaran fantastis Rp82,8 miliar itu masih menjadi tanda tanya besar, dan belum terungkap secara jelas ke publik, dugaan kuat pun muncul hal ini berkaitan dengan proses hukum. Bahkan, isu yang beredar menyebutkan yang datang adalah personel dari Bareskrim Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap dr. Zuldi Afki selaku Direktur RSUD Rokan Hulu. Tetapi, ketika dikonfirmasi langsung oleh wartawan, Zuldi Afki dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menegaskan tidak ada sama sekali proses pemeriksaan atau konteks pidana korupsi dalam pertemuan tersebut. "Terima kasih atas konfirmasinya. Perlu kami sampaikan kunjungan personel Polri pada hari ini bukan terkait pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi. Kegiatan tersebut merupakan kunjungan dalam rangka pembinaan dan koordinasi terkait pengelolaan limbah rumah sakit serta aspek kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku," ujar dr. Zuldi Afki kepada katakabar.com, Jum'at (19/6). Tetapi, jawaban itu justru memunculkan tanda tanya baru. Ketika ditanya lebih mendalam, apakah kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin atau insidental, serta dari satuan mana personel tersebut berasal, apakah dari Polres Rokan Hulu, Polda Riau, atau bahkan Mabes Polri. Tetapi, Zuldi Afki enggan menjelaskan secara rinci. Ia memilih untuk tidak merespons pertanyaan mendalam tersebut. "Apakah kegiatan pembinaan dan pengawasan seperti ini merupakan agenda rutin yang dilakukan kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait, atau merupakan kegiatan insidental?" Pertanyaan ini hingga kini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kasus Rp82,8 Miliar "Mengambang" Kepastian soal kedatangan polisi ini menjadi sangat krusial, lantaran publik masih mengingat jelas kasus pembangunan gedung RSUD Rohul yang nilainya fantastis. Proyek enam lantai yang menghabiskan anggaran Rp82,8 miliar itu hingga saat ini penanganannya dinilai stagnan dan berjalan sangat lambat di Polda Riau. Ironisnya, kasus yang uang negara yang hilang nilainya jauh lebih kecil saja sudah bisa sampai ke meja hijau dan memakan korban hukum. Namun, kasus raksasa senilai Rp82,8 miliar ini seolah "hilang ditelan bumi", tidak ada kejelasan, dan tidak pernah terungkap apa sebenarnya yang terjadi di dalamnya. Masyarakat menuntut, kasus sebesar ini tidak boleh didiamkan. Penanganan yang lambat dan tidak transparan justru memunculkan berbagai spekulasi negatif. Kehadiran polisi di RSUD hari ini, meski dibantah berkaitan dengan korupsi, namun tetap menjadi sorotan tajam mengingat kasus lama yang belum usai. Apakah ini sekadar kunjungan biasa, ataukah ini adalah langkah awal dari serangkaian proses hukum yang akan segera bergulir? Publik menunggu kepastian, bukan sekadar jawaban diplomatis yang berputar-putar. Kasus Rp82,8 miliar ini harus terungkap, keadilan harus ditegakkan, dan duit rakyat harus dipertanggungjawabkan.