Beton Precast Foam Concrete dari Campuran Sawit Hasil Inovasi Riset BPDP dan Universitas SK Sawit
Sawit
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:45 WIB

Beton Precast Foam Concrete dari Campuran Sawit Hasil Inovasi Riset BPDP dan Universitas SK

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Syiah Kuala (SK), lahir inovasi riset yang dikembangkan, yakni material konstruksi berbasis perkebunan,  berupa Beton Precast Foam Concrete berbasis sawit. Produk ini memanfaatkan turunan kelapa sawit sebagai bagian dari komposisi foam concrete, menghasilkan beton ringan yang tetap kuat, efisien, serta lebih ramah lingkungan. Inovasi ini tak terbayangkan sebelumnya, dan menjadi langkah nyata tingkatkan nilai tambah komoditas sawit, tidak hanya sebagai sumber pangan dan energi, tetapi sebagai solusi di sektor konstruksi. Dari sisi pemanfaatan, beton pracetak ini dirancang untuk mendukung pembangunan yang cepat dan praktis. Bobotnya ringan memudahkan distribusi dan pemasangan di lapangan, sekaligus memberikan efisiensi dalam proses konstruksi. Karakteristik tersebut menjadikannya alternatif material yang potensial untuk berbagai kebutuhan pembangunan modern. Proses pembuatannya diawali dengan produksi busa menggunakan foam agent (merek dagang: FoaMac) yang dikembangkan dalam penelitian. Bahan ini dicampurkan dengan air dan diproses melalui foam generator untuk menghasilkan busa dengan densitas terkontrol. Busa tersebut kemudian dicampurkan dengan pasta semen yang terdiri dari semen, air, serta agregat halus atau bahan substitusi biomassa sawit seperti clinker boiler. Seluruh bahan diolah secara homogen menggunakan cement mixer hingga mencapai densitas target sekitar 1,2–1,4 g/cm³. Terus, campuran dituangkan ke dalam cetakan untuk membentuk bata foam atau panel pracetak, lalu melalui proses curing hingga mencapai kekuatan yang diinginkan. Guna monitoring dan evaluasi terhadap capaian program penelitian dan pengembangan industri beton ringan ini, tim Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melakukan kunjungan lapangan ke Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (5/5) lalu. Kunjungan tersebut diwakili Prof. Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D bersama tim BPDP, yang meninjau langsung fasilitas produksi bata foam dan precast foam concrete yang telah dibangun dan dioperasikan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan implementasi hasil riset, mencakup pembangunan fasilitas industri, kesiapan teknologi produksi, serta penerapan produk pada konstruksi nyata. Observasi dilakukan secara menyeluruh terhadap alur produksi, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pencampuran, hingga tahap pencetakan dan curing. Fasilitas yang dikunjungi merupakan wujud nyata dari kolaborasi riset antara Universitas Syiah Kuala dan BPDP mendorong hilirisasi teknologi pemanfaatan limbah biomassa sawit menjadi material konstruksi bernilai tambah tinggi. Program ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi berhasil mengimplementasikannya dalam skala industri. Sebagai luaran strategis, inisiatif ini telah melahirkan dua entitas bisnis, yakni PT Solusi Global Precast yang bergerak di industri bata foam dan precast foam concrete, serta UMKM sebagai pemasok foam agent. Produk yang dihasilkan meliputi bata foam, panel pracetak, penutup drainase, alas jembatan, hingga elemen konstruksi lain yang telah diaplikasikan, termasuk pada rumah contoh ramah gempa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BPDP, akademisi, dan industri dalam mengembangkan teknologi berbasis limbah biomassa sawit secara berkelanjutan. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi menjadi dasar untuk penyempurnaan program serta perluasan implementasi industri beton ringan di Indonesia.

Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit Sawit
Sawit
Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menunjukkan komitmen dorong inovasi berbasis riset di sektor perkebunan. Di antaranya melalui dukungan pendanaan program Grant Riset Sawit 2024, yang melahirkan teknologi autonomous intermittent fertilizer spreader, hasil kolaborasi tim peneliti INSTIPER bersama PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA). Teknologi ini merupakan traktor otonom yang dirancang khusus untuk kegiatan pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus presisi dalam aplikasi pupuk, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di sektor budidaya. Pada peluncuran dan pemaparan hasil riset tersebut, turut hadir Rahmat Widiana, menegaskan pentingnya peran riset aplikatif dalam mendukung transformasi sektor perkebunan. “BPDP melalui program grant riset mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya. Tingkatkan Efisiensi hingga 60 Persen Hasil uji coba menunjukkan, penggunaan traktor otonom ini mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pemupukan hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran melalui sistem yang telah terintegrasi dengan pengaturan dosis dan pola sebar. Pendekatan berbasis otomatisasi ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas kebun secara keseluruhan. Pengembangan teknologi ini hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri, yang menjadi salah satu fokus utama dalam skema Grant Riset BPDP. Sinergi ini memungkinkan proses riset berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan serta mempercepat proses hilirisasi inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga mendukung praktik perkebunan berkelanjutan melalui penggunaan input yang lebih terukur dan minim pemborosan. Komitmen BPDP Pada Inovasi Melalui program Grant Riset Sawit, BPDP secara konsisten mendorong pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional. Inovasi seperti traktor otonom ini menjadi contoh konkret bagaimana dukungan pendanaan riset dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi industri. Ke depan, BPDP berharap semakin banyak riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor perkebunan diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis Nusantara
Nusantara
Kamis, 23 April 2026 | 16:12 WIB

Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.

Dukung Transformasi PT RPN Perkuat Sinergi Riset dan Operasional Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:10 WIB

Dukung Transformasi PT RPN Perkuat Sinergi Riset dan Operasional

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), salah satu entitas usaha Holding Perkebunan Nusantara gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 usung tema “The Value Engine: Aligning Research, Operations, and Commercial Strategy” di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri Komisaris, jajaran manajemen kantor direksi (kandir) maupun lingkup pusat penelitian, serta jajaran pengurus mitra perusahaan SPBUN PT RPN. Rakor 2026 menjadi forum konsolidasi strategis perusahaan untuk selaraskan arah kebijakan, program, dan langkah operasional dalam satu orkestrasi yang sama. Dengan menempatkan riset sebagai penggerak utama penciptaan nilai perusahaan, PT RPN tidak hanya memperkuat fondasi inovasi, tetapi juga membuka ruang akselerasi investasi dan transformasi bisnis yang berkelanjutan. Ketua Panitia Rakor 2026, Yabani, melaporkan kehadiran seluruh peserta menjadi energi penting bagi perusahaan. “Kehadiran Bapak-Ibu suatu kehormatan dan energi bagi kami. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan arah dan komitmen bersama. Melalui rapat koordinasi ini, kita harapkan lahir keputusan-keputusan yang tajam serta aplikatif,” ujarnya. Komisaris PT RPN, Eman Siswanto, menekankan pentingnya adaptasi model bisnis di tengah dinamika industri serta penguatan tata kelola perusahaan. “Kita perlu mengembangkan model bisnis yang responsif terhadap perubahan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan pemanfaatan infrastruktur dan teknologi agar pengambilan keputusan semakin akurat dan berbasis data,” jelasnya. Sementara, Direktur PT RPN menyampaikan bahwa Rakor merupakan wadah strategis untuk memastikan seluruh elemen organisasi bergerak dalam frekuensi yang sama. “Rakor ini menjadi ruang penting untuk mengomunikasikan strategi perusahaan, agar seluruh unit memahami target yang akan kita capai dan langkah yang akan kita laksanakan. Kita harus menyelaraskan frekuensi dan memperkuat sinergi,” ulasnya. Direktur juga menyoroti pentingnya penguatan three lines model bisnis sebagai pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan perusahaan, serta optimalisasi riset sebagai instrumen peningkatan investasi. “Salah satu cara untuk menambah investasi adalah dengan memaksimalkan hasil riset. Kita harus mendorong para peneliti untuk menghasilkan riset yang unggul, aplikatif, dan memiliki nilai komersial tinggi di masa mendatang," ucapnya. Melalui Rakor 2026 ini, PT RPN menegaskan komitmen menjadikan riset sebagai value engine yang mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan strategi komersial dalam satu kesatuan arah. Hasil forum tersebut diharapkan dapat segera diimplementasikan guna memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Dengan semangat kolaborasi dan keselarasan strategi yang dibangun selama pelaksanaan Rakor, forum ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dijalankan di seluruh lini organisasi. Komitmen bersama yang terbangun menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing perusahaan serta mendukung transformasi berkelanjutan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara.

Riset Mahasiswa Tembus Jurnal Scopus Bukti Standar Akademik Global Pendidikan
Pendidikan
Selasa, 24 Februari 2026 | 11:08 WIB

Riset Mahasiswa Tembus Jurnal Scopus Bukti Standar Akademik Global

Bandung, katakabar.com - Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas riset mahasiswa yang tidak hanya relevan secara akademik tetapi juga berdampak pada industri dan masyarakat, Binus @Bandung terus memperkuat budaya riset global melalui penyelenggaraan Thesis Defense 2026 bagi mahasiswa Creativepreneurship angkatan 2025, dan 2026. Kegiatan ini digelar, di penghujung Januari 2026 lalu, di Binus @Bandung Kampus Paskal sebagai forum akademik resmi bagi mahasiswa untuk mempresentasikan sekaligus mempertahankan hasil penelitian tugas akhir mereka. Total 88 mahasiswa yang tergabung dalam 52 kelompok penelitian mengikuti sidang ini melalui format pameran poster ilmiah dan presentasi langsung di hadapan penguji internal. Thesis Defense ini menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa Creativepreneurship Binus @Bandung, di mana penelitian skripsi tidak hanya disusun sebagai tugas akhir, tetapi juga dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Binus dalam mendorong mahasiswa menghasilkan riset yang relevan secara global sekaligus aplikatif bagi industri kreatif dan kewirausahaan. Menurut Assoc. Prof. Dr. Doni Purnama Alam, S. Kom, MM selaku Ketua Program Studi & Opening, Thesis Defense bukan sekadar evaluasi akademik, tetapi ruang pembuktian bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan kreativitas, riset, dan pemahaman industri. "Publikasi ilmiah internasional menjadi indikator bahwa karya mahasiswa Binus memiliki relevansi global dan siap memberi kontribusi nyata," ujarnya. Hasil sidang menunjukkan capaian akademik yang sangat positif. Sebanyak 79 persen peserta memperoleh nilai A, sejalan dengan diterimanya artikel ilmiah mereka pada jurnal terindeks Scopus. Pencapaian ini menunjukkan kesiapan mahasiswa Binus @Bandung untuk berkompetisi dalam ekosistem akademik internasional sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kreativitas dan inovasi. Sebagai Creative Technology Campus, Binus @Bandung terus menempatkan riset, kreativitas, dan teknologi sebagai fondasi utama pembelajaran. Thesis Defense 2026 menjadi bukti nyata bagaimana integrasi akademik, kreativitas, dan inovasi teknologi mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global sekaligus menciptakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

Riset Mikirduit: Perkapalan Kuda Hitam Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya Nasional
Nasional
Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:00 WIB

Riset Mikirduit: Perkapalan Kuda Hitam Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya

Jakarta, katakabar.com - Sektor perkapalan diprediksi jadi 'kuda hitam' investasi 2026! Mengapa saat kinerjanya tertekan justru jadi momen terbaik untuk masuk? Simak ulasan lengkap Mikirduit tentang saham kapal pilihan dengan fundamental kuat dan valuasi murah yang siap bangkit bersama pemulihan harga komoditas. Di tengah fluktuasi pasar saham dan ketidakpastian ekonomi global, platform edukasi dan analisis investasi, Mikirduit, merilis riset terbaru mengenai proyeksi sektor yang berpotensi menjadi primadona pada periode 2026-2027. Hasil analisis mendalam Mikirduit menyoroti sektor perkapalan (shipping) sebagai instrumen investasi yang menarik untuk dicermati saat ini, terutama bagi investor bervisi jangka menengah. Founder dan CEO Mikirduit, Surya Rianto, mengungkapkan daya tarik sektor perkapalan tidak bisa dilepaskan dari siklus komoditas. Meskipun kinerja mayoritas emiten perkapalan hingga Kuartal III/2025 masih terlihat tertekan dari sisi pendapatan, justru di sinilah letak peluang emas bagi investor yang jeli. Surya menjelaskan kondisi harga komoditas yang saat ini relatif rendah menandakan siklus sedang berada di bawah (bottom). Secara historis, pemulihan siklus ini memakan waktu 1 hingga 3 tahun. "Skema investasi di saham kapal ini menggunakan asumsi adanya potensi kenaikan permintaan komoditas saat produksi mulai melandai. Ketika harga komoditas bangkit, aktivitas produksi meningkat, dan permintaan kapal pun melonjak. Biasanya ada periode lagging (jeda waktu), sehingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mengakumulasi sebelum momentum puncak terjadi di 2026-2027," ujar Surya Rianto dalam keterangannya. Mikirduit membagi analisisnya ke dalam beberapa kategori kapal: Tongkang (batu bara/nikel), Bulk Carrier (curah/pertanian), Tanker (minyak/LNG), hingga Kontainer. Saham-Saham Pilihan dengan Valuasi "Diskon" Berdasarkan analisis fundamental yang ketat dengan menyaring emiten yang memiliki neraca keuangan sehat dan client base yang kuat Mikirduit mengerucutkan pilihan pada beberapa nama besar yang dinilai memiliki valuasi murah namun prospek cerah. Surya menyoroti pentingnya diversifikasi klien untuk meminimalisir risiko. "Kami menyarankan investor melirik saham-saham yang tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas, tetapi memiliki diversifikasi klien yang kuat, mulai dari sektor energi, kertas, hingga nikel," tambahnya. Beberapa highlight dari riset Mikirduit meliputi: SMDR (Samudera Indonesia): Dinilai menarik karena memiliki armada yang sangat terdiversifikasi (peti kemas, tanker, hingga curah). Katalis positif datang dari potensi beroperasinya Pelabuhan Patimban pada 2026 yang dapat mendongkrak volume angkut. NELY (Pelayaran Nelly Dwi Putri): Masuk dalam radar karena fundamental yang solid dengan rasio utang yang sangat rendah dan rencana ekspansi yang selektif. NELY juga memiliki basis klien beragam, mulai dari industri pulp & paper hingga pertambangan nikel. TPMA (Trans Power Marine): Sebagai salah satu pemain tongkang terbesar dengan 120 armada, TPMA memiliki valuasi yang murah. Rencana ekspansi belanja modal sebesar USD 118 juta menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap pertumbuhan masa depan. SOCI (Soechi Lines): Menarik dari sisi ekspansi internasional. Langkah SOCI mendirikan anak usaha di luar negeri dan akuisisi kapal LNG baru membuka peluang pendapatan dari pasar global yang lebih luas, menyeimbangkan fluktuasi pasar domestik. Pentingnya Strategi Masuk Bertahap Meskipun prospeknya cerah, Surya Rianto mengingatkan investor untuk tetap bijak dalam mengatur strategi masuk. Mengingat beberapa harga saham sudah mengalami volatilitas kenaikan, strategi buy on retracement (membeli saat koreksi wajar) sangat disarankan. "Kunci dari investasi di sektor siklikal seperti perkapalan adalah kesabaran dan timing. Kita membeli argumen masa depan di harga masa kini yang masih terdiskon," tutup Surya.

Editage dan Undip Gelar IRS 2.2 Perkuat Integritas Riset, Produktivitas dan RAG Nasional
Nasional
Sabtu, 29 November 2025 | 08:21 WIB

Editage dan Undip Gelar IRS 2.2 Perkuat Integritas Riset, Produktivitas dan RAG

Semarang, katakabar.com - Editage, brand utama dari Cactus Communications (CACTUS), bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses gelar Indonesia Research Summit 2.2 di pekan ketiga November 2025 di kampus UNDIP, Semarang. Angkat tema “Scientific Writing Excellence: Strategies for Achieving Productivity, Academic Integrity, and Global Reputation,” acara ini berfokus pada penguatan kolaborasi interdisiplin serta memberikan wawasan mendalam mengenai tren riset dan praktik terbaik penulisan ilmiah. Acara tersebut menghadirkan Prof. apt. I Ketut Adnyana, Ph.D., Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai salah satu pembicara utama. Ia menyoroti kebijakan nasional dalam peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah. Summit berdurasi sehari dihadiri peserta dari lebih dari 40 universitas di Kota Semarang dan wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperdalam kolaborasi dan mendukung visi Indonesia menuju keunggulan riset dan pertumbuhan berbasis inovasi. Diskusi berfokus pada penguatan integritas riset, peningkatan kompetensi penulisan ilmiah, optimalisasi alur kerja riset berbasis AI, serta peningkatan reputasi global perguruan tinggi di Indonesia. Ruchi Chauhan, Vice President dan Head of Marketing (RoW), Cactus Communications, menyampaikan Indonesia Research Summit 2.2 digelar bersama UNDIP mempertemukan para pemimpin akademik terbaik yang mendorong masa depan riset Indonesia. "Percakapan strategis dalam summit ini akan memainkan peran penting dalam memetakan pertumbuhan riset Indonesia di tahun-tahun mendatang. Kolaborasi kami dengan UNDIP mencerminkan komitmen Editage dalam mendukung peneliti Indonesia melalui solusi AI yang etis dan berpusat pada manusia, serta layanan editorial profesional yang meningkatkan kualitas riset, memperluas visibilitas global, dan menciptakan dampak jangka panjang,” ujarnya. Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Kepala LPPM bidang Riset Universitas Diponegoro, menimpali Kami senang dapat bermitra dengan Editage untuk gelar acara penting ini. Summit ini menegaskan komitmen kolektif perguruan tinggi peserta dalam menjaga integritas riset, meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah, dan memperkuat reputasi internasional. "Dengan mengintegrasikan alat berbasis AI ke dalam budaya riset yang kuat, institusi Indonesia kini mengambil langkah nyata menuju daya saing akademik global," ucapnya. Para peserta kembali menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas riset, memperkuat reputasi institusi, serta mengadopsi praktik AI yang bertanggung jawab guna mendukung produktivitas akademik. Melalui kemitraan berkelanjutan antara Editage dan universitas-universitas terkemuka di Indonesia, termasuk UNDIP, Indonesia Research Summit 2.2 menjadi langkah penting menuju lanskap riset yang lebih kompetitif secara global, kolaboratif, dan berbasis inovasi. Sejak 2024, Editage telah menyelenggarakan Indonesia Research Summit bersama berbagai universitas terkemuka di seluruh Indonesia, dengan setiap edisi dilaksanakan di kampus mitra.

Holding PTPN Dorong Sinergi Riset dan Regulasi Lewat Kolaborasi PT RPN dan BKI Sawit
Sawit
Jumat, 21 November 2025 | 08:00 WIB

Holding PTPN Dorong Sinergi Riset dan Regulasi Lewat Kolaborasi PT RPN dan BKI

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), entitas riset di bawah Holding Perkebunan Nusantara, terus memperkuat peran strategis pengembangan industri kelapa sawit nasional melalui kolaborasi riset, kebijakan publik, dan penguatan biosekuriti. Bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin), PT RPN taja Talkshow Karantina Day 2025 angkat tema “Dari Karantina untuk Sawit Berkelanjutan: Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia” di IPB International Convention Center, Bogor. Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan sektor sawit. Diskusi berfokus pada peningkatan produktivitas, penguatan sistem biosekuriti, serta penerapan riset terapan untuk mendukung keberlanjutan industri sawit Indonesia. Edy Suprianto, Senior Executive Vice President Business Support PT RPN, menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis yang terbangun dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Karantina Indonesia. "Kemitraan riset dan kebijakan merupakan kunci dalam memastikan keberlanjutan industri sawit Indonesia. Kolaborasi dengan Barantin ini menjadi langkah strategis untuk menjamin keamanan hayati sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor perkebunan. Riset tidak bermakna tanpa regulasi yang kuat. Sebaliknya, regulasi lebih tajam jika dibangun atas basis data kuat. Di sinilah kolaborasi antara Badan Karantina Indonesia, Ditjen Perkebunan, BPDP, GAPKI, dan PT RPN menemukan relevansinya," jelasnya. Sedang, Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat M. Panggabean, menegaskan kerja sama dengan lembaga riset seperti PT RPN sangat diperlukan untuk menjawab tantangan produktivitas. "Kolaborasi sudah tersusun dengan baik, lembaga riset ada, pendanaan ada, peneliti pakar. Namun kenyataannya, produktivitas kelapa sawit nasional baru sekitar 4 ton per hektare per satu tahun, padahal potensinya bisa 10 ton. Ada selisih 6 ton yang harus kita capai," ujarnya tegas. Ia menambahkan, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada bibit unggul, tetapi juga pada pengelolaan tanah dan lingkungan yang berkelanjutan. “Kita punya varietas unggul, namun tanah dan tata kelola budidaya juga harus diperhatikan agar produktivitas dapat terus meningkat,” ucapnya. Talkshow menampilkan dua sesi paralel yang membahas kebijakan, strategi, dan implementasi riset sawit berkelanjutan. Sesi pertama berfokus pada arah kebijakan dan strategi nasional pengembangan industri sawit. Di sesi ini, para narasumber memaparkan berbagai perspektif kebijakan dan dukungan lintas sektor, antara lain: • Baginda Siagian (Direktorat Jenderal Perkebunan) yang membahas pengembangan industri sawit Indonesia yang berkelanjutan, • Antarjo Dikin (Deputi Bidang Karantina Tumbuhan) yang menjelaskan kebijakan dan regulasi karantina tumbuhan, • Dwi Asmono (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia/GAPKI) yang menyoroti pentingnya biosekuriti sebagai fondasi keberlanjutan industri, serta • Arfie Thahar (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit/BPDPKS) yang memaparkan dukungan pendanaan riset sawit melalui skema grant riset. Sesi kedua menitikberatkan pada penerapan hasil riset di lapangan. Dalam sesi ini, narasumber menyampaikan berbagai capaian dan inisiatif riset yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor perkebunan, yaitu: • Edy Suprianto (PT RPN), yang menjelaskan progres eksplorasi Sumber Daya Genetik (SDG) kelapa sawit sebagai basis peningkatan produktivitas nasional, • Agus Eko Prasetyo dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang memaparkan perkembangan introduksi serangga penyerbuk asal Tanzania untuk memperkuat efisiensi penyerbukan, serta • Fitri Ujiyani (Direktorat Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan) yang memaparkan sistem pengawasan karantina terintegrasi berbasis Undang Undang Nomor 21 Tahun 2019, guna memastikan introduksi spesies dilakukan secara aman, efektif, dan tidak berpotensi invasif. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, dan menjalin kerja sama di bidang riset serta pengawasan biosekuriti.

PT RPN, Anak Usaha Holding PTPN Motor Penggerak Riset Internasional Industri Karet Default
Default
Kamis, 13 November 2025 | 12:32 WIB

PT RPN, Anak Usaha Holding PTPN Motor Penggerak Riset Internasional Industri Karet

Palembang, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui Pusat Penelitian Karet menegaskan perannya sebagai motor penggerak riset perkebunan nasional di kancah internasional. Bersama International Rubber Research and Development Board (IRRDB), PT RPN menjadi tuan rumah Workshop IRRDB 2025 di Palembang. Forum internasional ini memperkuat sinergi antarnegara produsen karet dunia dalam mendorong inovasi riset, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan petani. Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari seratus peserta dari India, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand membahas solusi komprehensif bagi industri karet alam. Sebanyak 24 makalah ilmiah dipresentasikan, mencakup topik perbaikan tanaman, pengendalian penyakit, hingga strategi pemberdayaan petani. Sekretaris Jenderal IRRDB, Dr. Abdul Aziz, S.A., menekankan pentingnya menempatkan petani sebagai pusat perhatian dalam kebijakan industri karet. "Petani adalah tulang punggung industri, namun sering kali dikesampingkan dari diskusi kebijakan. Kita perlu kolaborasi yang lebih menyeluruh," tegasnya. Prof. Dr. Ahmad Ibrahim dari UCSI University aminkan Dr. Abdul. Ia menilai industri karet tengah menghadapi periode tersulit. "Kita butuh kerja sama yang lebih kuat, kompensasi yang adil untuk petani, dan riset yang melihat jauh ke depan," ujarnya. Ia mendorong negara produsen untuk terlibat dengan International Rubber Study Group (IRSG), agar suara produsen karet semakin terdengar di level global. Pakar Ekonomi Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC), Dr. Lekshmi Nair, menggeser paradigma industri dengan menyoroti pentingnya efisiensi biaya. "Jangan hanya mengejar harga tinggi, tapi juga cari cara menurunkan biaya produksi," ungkapnya. Ia menambahkan, penyelarasan strategi industri dengan tujuan net-zero emmission dan peluang kredit karbon akan memperkuat pemberdayaan petani serta ketahanan rantai pasokan global. Sementara, Prof (Ris). Ir. Didiek Hadjar Goenadi, IRRDB Fellow, mendorong perhatian pemerintah terhadap sektor karet setara dengan komoditas seperti kelapa sawit. "Kita butuh inovasi dan nilai tambah. Sektor karet juga penting untuk ekonomi," tegasnya. Workshop ini juga menghasilkan sejumlah inisiatif konkret untuk memperkuat industri karet di masa depan. Kepala Pusat Penelitian Karet PT RPN, Dr. Suroso Rahutomo, mengumumkan rencana peluncuran klon IRRI baru yang toleran terhadap penyakit Pestalotiopsis, sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan industri. Selain itu, negara-negara anggota IRRDB sepakat melanjutkan Program Pertukaran Klon guna mempercepat pemuliaan tanaman di berbagai wilayah tropis. Forum juga sepakati perlunya kerja sama antarnegara produsen untuk memastikan harga karet yang adil dan berkelanjutan, didukung oleh data biaya produksi yang transparan. Peserta menekankan pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan penggunaan karet di dalam negeri, seperti melalui penerapan aspal berkaret dan bantalan seismik, guna memperkuat permintaan domestik dan menjaga stabilitas harga bagi petani. “Workshop ini menandai babak baru kolaborasi antara lembaga riset, universitas, dan pelaku industri. Saya optimistis kita dapat membawa industri karet menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan menyejahterakan, terutama bagi para petani,” tutur Abdul Aziz.

Berpartisipasi InaRI Expo 2025, BPDP Dorong Kolaborasi Riset dan UMKM Sawit Sawit
Sawit
Senin, 10 November 2025 | 15:00 WIB

Berpartisipasi InaRI Expo 2025, BPDP Dorong Kolaborasi Riset dan UMKM Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut berpartisipasi di ajang Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran selama dua hari di penghujung Oktober 2025 lalu. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis BPDP untuk memperluas jejaring kolaborasi antara dunia riset dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perkebunan. Booth BPDP membawa sejumlah hasil riset dan inovasi dari Hasil program Grant Riset Sawit, yakni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Pancasila. Selain itu, BPDP juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM mitrayang berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan partisipasi BPDP di InaRI Expo bagian dari upaya memperluas cakupan pemangku kepentingan promosi, khususnya dengan menjangkau kalangan peneliti dan akademisi. “Selama ini kami sudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak PAUD, jurnalis, hingga pelaku UMKM. Melalui InaRI Expo, kami ingin membuka kolaborasi baru dengan para periset yang dapat berkontribusi mengembangkan riset dan inovasi di sektor perkebunan," ujar Helmi. Kegiatan ini, kata Helmi, menjadi ajang diseminasi dan promosi hasil riset sawit sekaligus memperkenalkan potensi UMKM berbasis perkebunan. Kami berharap ada banyak masukan dari para periset yang bisa membantu pengembangan UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan. Usung tema “Unlocking Innovation, Empowering the Future with AI”, InaRI Expo 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan peneliti, industri, dan lembaga pendanaan riset. BPDP menilai momentum ini penting untuk mendorong pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dalam pengembangan riset dan pemasaran produk perkebunan berkelanjutan. Melalui partisipasi di InaRI Expo 2025, BPDP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di sektor perkebunan.