Jakarta, katakabar.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) gelontorkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp350 juta untuk tangani bencana alam banjir di Aceh Utara Ini sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, tim sudah bergerak memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (8/10) lalu.
Kepala Sub. Direktorat Fasilitasi Penyelamatan dan Evakuasi, Gatot Satria Wijaya, BNPB menyerahkan dukungan berupa Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan darurat bencana senilai Rp250 juta. Pemberian dukungan itu berdasar pada Surat Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Banjir Kabupaten Aceh Utara dengan Nomor 360/704/2022 pada 5 Oktober 2022.
Selain dukungan DSP, BNPB RI memberikan bantuan berupa logistik dan peralatan yang dibutuhkan selama tanggap darurat dan pemulihan dengan total senilai Rp100 juta, sehingga total dukungan yang diberikan untuk menangani banjir Aceh Utara senilai Rp350 juta, begitu dilansir dari laman website BNPB RI, pada Senin (10/10).
Berdasarkan perkembangan hasil kaji cepat per Minggu (9/10), ada sebanyak 52.499 jiwa dari 15.499 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Banjir telah memaksa 11.645 Kepala Keluarga (KK) setata 39.957 jiwa mengungsi.
Total 13 tanggul rusak termasuk 3 tebing, 17 jalan dan jembatan, 5 rumah warga dan lahan persawahan yang terdendam seluas 1.057 hektar.
Diketahui, sebanyak lima wilayah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, meliputi Kecamatan Pirak Timur, Kecamatan Matangkuli, Kecamatan Lhoksukon, Kecamatan Tanah Luas dan Kecamatan Baktiya, masih terendam banjir hingga Minggu (9/10).
Sebelumnya, wilayah yang terdampak banjir telah mencakup 15 kecamatan dan 151 gampong. Kondisi itu lantas mendorong Bupati Kabupaten Aceh Utara mengambil langkah cepat dan menyatakan darurat bencana banjir melalui Surat Pernyataan Bencana Nomor: 360/1656/2022, pada 5 Oktober 2022.
Seluruh lintas OPD mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Basarnas, TNI, Polri, Dinas PUPR, Dinas Sosial, instansi terkait lainnya ditambah relawan kemudian turun ke lokasi melakukan upaya percepatan penanganan darurat dan penyelamatan. Akan tetapi upaya itu tampaknya masih harus terus dilakukan, sebab banjir masih enggan beranjak dari lima wilayah kecamatan.
Menurut laporan, hujan masih sering terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat ditambah adanya air kiriman yang berasal dari hulu di Kabupaten Bener Meriah. Tingginya curah hujan itu sebabkan Sungai Krueng Keuroto, Krueng Pirak dan Krueng Pase kehilangan kemampuan untuk menampung debit air sehingga air melipasi permukiman penduduk hingga saat ni.
BNPB RI Gelontorkan DSP Rp350 Juta Tangani Banjir Aceh Utara
Diskusi pembaca untuk berita ini