Surabaya, katakabar.com - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman menjabarkan, program Grant Riset Sawit (GRS) telah dilaksanakan dari tahun 2015 lalu, di mana BPDPKS telah membiayai total 329 kontrak perjanjian kerja sama dengan 88 lembaga litbang melibatkan 1202 peneliti yang tersebar di 19 provinsi.

Sebagai upaya komersialisasi, kata Eddy, BPDPKS bekerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) melaksanakan valuasi kesiapan teknologi untuk komersialisasi invensi hasil riset yang didanai BPDPKS (Grant Riset Sawit).

"Total 30 invensi hasil riset GRS siap komersialisasi dan beberapa sudah mendapatkan pernyataan minat dari investor dengan komitmen dalam bentuk Letter of Intent (LoI) dan/atau perjanjian kerahasiaan teknologi berupa non-disclosure agreement (NDA),” terangnya, diansir dari laman hortus, saat membuka PERISAI 2023 di Surabaya kemarin

Eddy menginformasikan, hadir di acara ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, “Peluang dan Tantangan Industri Kelapa Sawit Sebagai Pilar Bio-Ekonomi dalam Menghadapi Tantangan Global”, Menteri Perindustrian, “Kesiapan Industri Sawit sebagai Green Industry dalam Mencapai Net Zero Emission 2060”, dan Ketua Umum APINDO, “Kesiapan dari Dunia Usaha untuk Hilirisasi Hasil Riset Sawit”.

Beberapa riset yang dilaksanakan dengan menggunakan dana sawit, akan dipaparkan hasil dan manfaatnya pada Plenary Session. Kegiatan seminar yang terbagi jadi 6 sesi atau kelas ini bisa diikuti sesuai dengan minat.

Meskipun, dari semua sesi, pastinya akan menyuguhkan hasil riset yang sangat menarik dan besar manfaatnya bagi kemajuan sawit Indonesia.

- Topik Bioenergi, “Peran Industri Sawit dalam Mendukung Kemandirian Energi”

- Topik Lingkungan, “Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit dan Mitigasi Emisi”

- Topik Biomaterial, “Biomaterial Sawit dalam Mendukung Ekonomi Kreatif”

- Topik Budidaya, “Solusi Hambatan Abiotik dan Penyehatan Tanaman Kelapa Sawit”

- Topik Pangan dan Kesehatan, “Food and cosmetics” Ingridients and its Safety”

-Topik Sosial/Ekonomi/Manajemen/Pasar/ICT, “Penguatan Industri Sawit dari Aspek Daya Saing dan Keberlanjutan”

Selain itu, sambung Eddy, terdapat pula ruang pameran hasil riset yang telah kami dukung pendanaannya dan berinteraksi dengan peneliti yang melaksanakan penelitiannya.

Proses diskusi dan interaksi, kami harapkan dalam forum tersebut agar komersialisasi hasil litbang dapat terakselerasi dengan baik, dengan adanya respon dari user, dalam hal ini industri.

Masih Eddy, acara ini menjadi sebuah sarana untuk mempertemukan peneliti dengan pelaku di industri sawit termasuk pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Di acara ini dibuka ruang diskusi antara peneliti dengan stakeholder kelapa sawit dan lebih lanjut jika diperlukan bakal disiapkan business matching antara peneliti dengan stakeholder industri sawit.

“Harapannya, dari kegiatan Pekan Riset Sawit Indonesia Tahun 2023 menciptakan kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga penelitian atau perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan demi tercapainya Sustainable Development Goals (SDG’s),” tandasnya.