Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS buka kembali Program Grant Riset Sawit (GRS) tahun 2025 untuk dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan bagi Lembaga Penelitian dan Pengembangan di Indonesia.
Dukungan pendanaan ini diberikan dengan tujuan meningkatkan produktivitas yang efisiensi, sustainability, dan mendorong penciptaan produk, pasar baru, serta nilai tambah kelapa sawit melalui penelitian dan pengembangan kelapa sawit yang hasilnya dapat dimanfaatkan industri kelapa sawit, pemerintah maupun oleh petani atau masyarakat sawit.
Lantaran itu, untuk pelaksanaan Program Grant Riset Sawit atau GRS tahun 2025, BPDPKS mengundang Lembaga Penelitian dan Pengembangan untuk mengajukan usulan proposal
paling lambat 21 Maret 2025 melalui laman https://program-riset.bpdp.or.id/.
Soal topik penelitian dan pengembangan sawit yang menjadi prioritas per bidang penelitian yakni:
Bidang Topik Riset Prioritas 2025
1. Bioenergi 1. Teknologi Biokonversi Limbah / Sisa Panen Lignoselulosik Sawit menjadi Lipid (Minyak Lemak) untuk bahan baku Bahan Bakar
Nabati.
2. Pengembangan teknologi produksi BBN biohidrokarbon maupun
oksigenat berbasis minyak-minyak atau biomassa sawit yang dapat
diterapkan pada skala kecil/lokal.
3. Pengembangan teknologi berkondisi ringan untuk memproduksi BBN
cair dari biogas/biometan limbah cair sawit.
4. Pengembangan teknologi konversi gliserol menjadi produk-produk
kimia komoditas seperti propilen glikol, asam laktat dan poligliserol.
5. Pengembangan katalis produksi biodiesel yang lebih efektif, dapat
didaur-ulang dan ramah lingkungan.
6. Optimalisasi model bisnis/komersialisasi penyediaan dan
pemanfaatan produk Bioenergi berbasis sawit (BBN/Biogas/Biomass).
7. Kajian nilai ekonomi, keberlanjutan dan dampak implementasi
mandatori BBN secara komprehensif.
Biomaterial &Oleokimia
1. Teknologi pengolahan biomassa sawit untuk produk specialty/fine
chemicals yang memiliki prospek ekonomi tinggi, ramah lingkungan
dan berkelanjutan.
2. Pengembangan bahan oleokimia berbasis CPO untuk bahan baku
kimia adi (fine chemical).
3. Pengembangan teknologi produksi specialty/fine chemicals dari
gliserol.
4. Pengembangan teknologi proses oleokimia yang efisien dibanding
teknologi konvensional sekarang.
5. Pengembangan bahan penolong (processing aid) (Misalnya: filter
aid, katalis) yang digunakan pada industri hilir sawit untuk
mengurangi ketergantungan impor.
Topik Riset Prioritas 2025 3 Pangan,
Pakan dan Kesehatan
1. Pemanfaatan komponen utama maupun minor minyak sawit,
minyak inti sawit, maupun produk samping industri sawit untuk
pengembangan produk-produk fitokimia (betakaroten, tokoferol,
tokotrienol), pangan sehat (healthy food), food ingredients termasuk
aditif pangan dan suplemen makanan, terutama sebagai pengganti
produk impor.
2. Mengembangkan produk pangan fungsional berbasis minyak sawit,
seperti margarin probiotik, minyak goreng/makan sehat atau yang
lebih bernutrisi dan pemanfaatannya pada produk bakery, snack,
dan olahan lainnya untuk meningkatkan nilai fungsional dan
manfaat kesehatannya.
3. Penelitian pra-klinis untuk membuktikan secara ilmiah bahwa
minyak sawit memiliki manfaat kesehatan yang unik atau lebih baik
dibandingkan dengan minyak nabati lain, sesuai dengan pola diet
masyarakat Indonesia yang ada, terutama dampaknya pada
peningkatan imunitas dan pencegahan penyakit degeneratif seperti
kanker, Alzheimer, dll.
4. Identifikasi dan mitigasi kontaminan pada minyak sawit dan minyak
inti sawit, terutama mineral oil hydorcarbon (MOSH, MOAH),
ataupun komponen kontaminan lain dari lubrikan dan thermal
heating fluids yang digunakan pada mesin dan peralatan produksi.
5. Pengembangan kit tes cepat dan akurat (rapid test kit) untuk analisis
mutu serta kandungan kontaminan dan komponen minor pada
minyak sawit dan inti sawit, termasuk bahan aditif yang digunakan
pada produk pangan berbasis minyak sawit dan inti sawit.
6. Studi mendalam mengenai praktik terbaik (best practices) dalam
pemanfaatan/penggunaan minyak/lemak sawit untuk penjaminan
keamanan pangan, efsiensi, daya saing dan keberlanjutan industri
kecil dan menengah.
7. Studi komprehensif mengenai penggunaan/pemanfaatan dan
keamanan pakan fungsional berbasis sawit sebagai pengganti
bahan impor untuk pakan ruminansia, unggas, dan akuakultur.
Lahan, Tanah dan Budidaya
1. Teknologi kuratif untuk pemulihan tanaman kelapa sawit terserang
Ganoderma secara efektif dan cepat (mencakup pengembangan
produk yang bersifat sistemik dan sudah ada bukti awal
efektivitasnya (TRL 5/6), rekomendasi pengendalian penyakit pada
berbagai serangan, dan/atau di lahan gambut vs non gambut).
2. Validasi model Best Management Practices yang mampu mengatasi
kelangkaan pupuk kimia tetapi meningkatkan produktivitas secara
signifikan.
3. Aplikasi Best Management Practices (BMP) pada lahan Peremajaan
Sawit Rakyat (PSR) dan/atau teknologi yang efisien untuk
penghematan dosis pupuk kimia dan peningkatan produktivitas di
lahan petani.
4. Perakitan teknologi ameliorasi tanah untuk meningkatkan kesehatan
tanah termasuk menekan emisi GRK di perkebunan kelapa sawit
(mencakup produk ameliorant berbasis bio/nabati/mineral alami yang
sudah terbukti potensial untuk perbaikan kesuburan tanah, standar
minimal pemanfaatan biomassa kelapa sawit sebagai peningkat
cadangan C tanah, dan/atau dekarbonisasi untuk meminimalkan
emisi GRK).
Topik Riset Prioritas 2025
5. Perakitan teknologi polinasi yang efisien untuk meningkatkan
produktivitas (mencakup perakitan peralatan/mesin
mekatronikatau robotik sebagai pollinator dan/atau serangga
alternatif yang efektif).
6. Bioteknologi maju dan pemanfaatan bioinformatika:
Aplikasi bioteknologi maju, tahapan aplikatifnya TRL 5/6 (Seperti
teknologi biologi molekuler dan bioinformatika untuk produksi bibit
kelapa sawit unggul, teknologi bermanfaat maksimal interaksi
tanah-tanaman-iklim);
Mitigasi cekaman biotik dan abiotik melalui produksi bibit unggul
dengan genome editing;
Pemanfaatan bioinformatika untuk pemuliaan dan produk baru,
peramalan produksi dan/atau mitigasi cekaman biotik dan/atau
abiotik akibat perubahan iklim, dan pendalaman interaksi tanahtanaman-iklim untuk merakit teknologi mengatasi yield gap. Pemanfaatan AI (artificial intelligence) pada kegiatan
agronomi (pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, pemanenan, logistik dan transportasi).
7. Digitalisasi manajemen perkebunan kelapa sawit
8. Aplikasi Drone Technology untuk mengatasi fenomena kelangkaan
tenaga kerja dan peningkatan produktivitas kebun.
Pasca Panen dan Pengolahan
1. Cara/teknik baru, peralatan dan mesin pertaniannya, metode,sistem
ataupun biosistem sampai kepada teknologi instrumentasinya
maupun system ICT serta IoT dalam proses panen dan pascapanen
dari TBS sampai menghasilkan CPO dan mengelola CPO menjadi
bahan bahan siap olah menjadi produk lain.
2. Pengembangan teknologi panen dan pascapanen untuk
meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
3. Pengelolaan pascapanen yang memperhatikan kualitas produk TBS
dan CPO, yang berkorelasi pada peruntukan penggunaan CPO
untuk keperluan tertentu.
4. Pengembangan metode penelusuran (traceability) hasil panen
kelapa sawit yang terkait dengan sertifikasi ketertelusuran
keberlanjutan produk turunan kelapa sawit di sepanjang rantai pasok
industri sampai dengan transportasi, inventory, export, dan
Konsumen akhir.
Pengolahan Limbah dan Lingkungan
1. Pengembangan strategi, metode, dan rencana aksi industri sawit
hulu-hilir dalam rangka mencapai Net Zero Emission sektor industri
pada tahun 2050 dan mendukung percepatan implementasi
perdagangan karbon.
2. Pengembangan teknologi rendah emisi berikut metode
pengukurannya di perkebunan dan industri sawit serta pengkajian
batas atas emisi di sektor hulu-hilir.
3. Pengembangan teknologi pengolahan limbah terintegrasi untuk
meningkatkan keberlanjutan industri sawit.
4. Pengembangan pemanfaatan Life Cycle Assessment (LCA) dalam
menentukan dampak lingkungan dan upaya perbaikannya.
5. Konservasi dan restorasi keragaman hayati (biodiversity) untuk
meningkatkan produktivitas di industri sawit.
Topik Riset Prioritas 2025
Sosial Ekonomi, Manajemen,
Bisnis, Pasardan TIK
1. Dimensi keberlanjutan pengelolaan pengusahaan kelapa sawit
dalam konteks perubahan tata guna lahan tidak langsung (ILUC)
dari kawasan hutan.
2. Perspektif sosial-ekonomi pada sistem sawit berkelanjutan,
utamanya kajian produktivitas, pendidikan, hukum dan HAM, tenaga
kerja, ketidaksetaraan gender, pekerja anak, praktik manejemen
baik (GMP), dll.
3. Sistem kelembagaan, korporatisasi, dan pola kemitraan yang efektif
untuk mendukung posisi tawar petani swadaya.
4. Rantai pasok, keberlanjutan serta integrasi pasar CPO dan
turunannya.
5. Strategi peningkatan nilai ekonomi TBS petani swadaya, termasuk
kajian objektif penentuan faktor K sebagai insentif peningkatan
kinerja produksi dan produktivitas.
6. Pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi dalam
pengembangan korporatisasi petani berbasis integrasi rantai nilai
hulu hilir dan melibatkan banyak pengampu kepentingan.
7. Pengembangan konsep dan implementasi penggunaan teknologi
informasi dan digitalisasi dalam kerangka sertifikasi ketertelusuran
keberlanjutan di sepanjang rantai pasok kelapa sawit (Amanah
Revisi Perpres Nomor 44 Tahun 2020 tentang ISPO).
Hal-hal yang terkait dengan persyaratan, kriteria, format dan mekanisme pengajuan proposal hingga sistem monitoring dan evaluasi program terangkum dalam Buku Panduan Teknis tentang Tata Cara Pengajuan Penelitian dan Pengembangan Sawit yang dapat diakses melalui website BPDPKS di www.bpdp.or.id dan https://program-riset.bpdp.or.id/.
Terus, sebagai upaya diseminasi informasi teknis dan tata cara pendaftaran program bakal dilaksanakan Webinar Sosialisasi Call for Proposal Grant Riset Sawit 2025 yang waktu pelaksanaannya diinfokan melalui website BPDPKS di www.bpdp.or.id.
Dapat kami sampaikan dengan semangat sawit BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas
dan Kesempurnaan), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen
menjaga integritas serta mewujudkan kepuasan layanan para stakeholder untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.
Untuk pertanyaan terkait dengan tugas,
fungsi, program BPDPKS dan penyimpangan prosedur yang dilakukan pegawai kami dapat disampaikan ke call center kami dengan mengakses hai.kemenkeu.go.id / hubungi 14090.
Pengumuman ini hendaknya dapat disebarluaskan.
BPDPKS Buka Program GRS 2025 Bagi Peneliti, Ini Jadwalnya
Diskusi pembaca untuk berita ini