Oleh: Agung Marsudi, Duri Institute

katakabar.com - Jika anda kebetulan menyukai sejarah, apalagi sejarah negeri tirai bambu, anda akan mengenal beberapa dinasti yang berpengaruh dalam sejarah China, seperti dinasti Tang, dinasti Han, dinasti Qing, dinasti Zhou, seperti Lao Zi, Kong Fu Zi, atau Meng Zi.

Dan dipastikan anda tak akan menemukan nama dinasti Mu Sung.

Dinasti Mu Sung hanyalah sebutan untuk cerita-cerita silat politik di negeri Bun Kalis, yang baru saja menggelar pemilihan raya, untuk melanjutkan pemerintahannya lima tahun ke depan.

Di negeri Bun Kalis, ada sebuah daerah perdikan bernama Dui, yang terkenal dengan produksi minyak mentahnya. Kota ini memiliki monumen peringatan produksi minyak 2 Miliar barel, dengan sistem injeksi uap terbesar di dunia, setelah Venezuela.

Dui, adalah nama sungai yang membelah ladang minyak raksasa, yang berhilir ke sungai Muandau. Sejarah kejayaannya kini mulai berangsur redup, meski masih menyimpan cadangan minyak yang luar biasa, yang selama ini menyetor pendapatan negeri Bun Kalis.

Tapi lebih dari setengah abad, meski negeri ini kaya, nasib rakyatnya masih memprihatinkan. Kekayaan negeri tak mengalir ke bawah. Padahal negeri ini bertuah.

Rakyat kini semakin bingung, dengan makin otoriternya dinasti Mu Sung. Kekuasaannya menjadi-jadi. Tak ada yang berani, melawan hegemoni. Tokoh masyarakatnya, pura buta, pura tuli. Suaranya telah dibeli, pegawai-pegawainya diintimidasi. Petingginya harus menyetor upeti.

Negeri Bun Kalis, seperti negeri tak bertuan. Sehingga satu keluarga bisa berbuat apa aja, semaunya.

Oh, seronoknya, "Jurus aji mumpung, dinasti Mu Sung"