Yogyakarta, katakabar.com - Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dapat penghargaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta di puncak kegiatan Lomba Batik Sawit Nasional 2024 yang digelar pada bulan September 2024 lalu, di Taman Pintar, Yogyakarta.
Ketua Harian Dekranasda Kota Yogyakarta, Drs. Tri Karyadi Riyanto Raharjo, S.H.,M.Si, yang menyerahkan penghargaan.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Dekranasda Kota Yogyakarta kepada BPDPKS, lantaran sudah ikut berperan aktif mendorong perkembangan batik Indonesia melalui berbagai kegiatan dan fasilitasi.
"BPDPKS telah mendorong tumbuh kembangnya industri batik berbasis kelapa sawit di Indonesia," ujar Tri dilansir dari laman resmi website resmi BPDPKS, Selasa (12/11).
Menurut Tri Karyadi, Dekranasda Kota Yogyakarta sangat mengapresiasi BPDPKS lantaran benar-benar berperan aktif mendorong inovasi di bidang batik.
“Terima kasih sekali kepada BPDPKS, khususnya divisi UKMK telah berperan aktif mendorong tumbuh kembang industri batik berbasis sawit. Jogja sebagai Kota Batik Dunia sangat terbantu dengan adanya lilin batik sawit lebih ramah lingkungan dan berasal dari nabati,” jalas Tri.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah sambut baik apresiasi dari Dekranasda Kota Yogyakarta.
“Terima kasih kepada Dekranasda Kota Yogyakarta, kami terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan UKMK-UKMK berbasis sawit, salah satunya adalah batik. Ini salah satu cara kampanyekan kebaikan sawit, melalui produk-produk turunan sawit,” ujar Helmi.
Kegiatan Lomba Desain Batik Sawit Nasional 2024 hasil inisiasi UKMK (Usaha Kecil Menengah dan Koperasi) Sawit dari Kota Yogyakarta, CV. Smart Batik Indonesia (Smart Batik) berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Yogyakarta atas dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
CEO Smart Batik yang sekaligus ketua pelaksana, Miftahudin Nur Ihsan mengutarakan kegiatan ini kali perdana digelar di Indonesia.
“Patut kita syukuri, kegiatan ini pertama di Indonesia. Antusiasme pesertanya luar biasa, jumlah karya masuk sebanyak 201 karya yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia," ulasnya.
Dari 201 karya terpilih 10 terbaik, ucap Alumni Penerima Beasiswa LPDP ini, salah satu berasal dari kawan tuna rungu. Kita umumkan 3 terbaiknya. Ada talkshow dan workshop tentang batik sawit,” ungkap Alumni Penerima Beasiswa LPDP tersebut.
Kegiatan ini dibuka Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto. Sugeng memberikan apresiasi kepada Smart Batik, Dekranasda Kota Yogyakarta, dan BPDP Kelapa Sawit.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya khususnya kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Dekranasda Kota Yogyakarta, dan tentunya CV Smart Batik Indonesia, sekaligus Ketua Pelaksana," kata Sugeng.
Kegiatan ini, tutur Sugeng, menjadi penyemangat dan penambah motivasi untuk kita semua untuk terus mengembangkan batik di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
'Batik Sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan siap mendunia. Sawit Baik, Batik Sawit Luar Biasa, Jogja Istimewa,” sebut Sugeng.
Dorong Tumbuh Kembang Batik, BPDPKS Diganjar Penghargaan dari Dekranasda Kota Yogyakarta
Diskusi pembaca untuk berita ini