Batang Hari, katakabar.com - Bupati Batang Hari, Jambi, Mhd Fadhil Arief bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Batang Hari, Zulva Fadhil, menghadiri Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua Tingkat Kabupaten Batang Hari 2026. 

Dari atas podium Gedung Seni dan Olahraga Desa Panerokan, Kecamatan Bajubang, Fadhil Arief membongkar penyebab pertumbuhan dan perkembangan anak-anak daerah ini tak maksimal.

"Ada kelemahan kita selama ini bahwa pembinaan anak-anak dilakukan secara parsial. Ada yang oleh orang tuanya saja, ada yang oleh tenaga kesehatan saja peduli, ada yang perangkat desa atau kepala desanya saja yang peduli," ujarnya, Senin (19/1/2026).

"Sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak tak maksimal," imbuhnya.

Anak-anak Desa Panerokan yang hari ini dilakukan pendataan, kata Fadhil Arief, nanti akan secara berkala untuk sama-sama dibesarkan. Hal ini bertujuan agar nanti menjadi anak yang sehat, anak yang cerdas, anak yang kuat, anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya.

"Begitu banyak orang di Batang Hari secara ekonomi mampu, tapi anaknya tidak diasuh, tidak diasup dengan baik," lirih Ketua DPW PPP Jambi ini.

Mengapa terjadi kenaikan tingkat stunting di Batang Hari, kata Fadhil Arief, ini akibat paradoks atau kontradiksi dengan pertumbuhan ekonomi, dengan perbaikan penghasilan masyarakat Batang Hari.

"Pada saat kita dari 10% menjadi 18,6% tingkat stunting naik, disaat bersamaan pendapatan perkapita orang Batang Hari naiknya hampir 10%. Ada ketidaksinkronan antara menariknya kesejahteraan dengan memburuknya tingkat kesehatan anak-anak," jelasnya.

"Dalam artian, kesimpulannya berarti bukan ekonomi menjadi penghalangnya, tapi pengetahuan atau literasi diantara kita bersama. Dari orang tua, dari Bupatinya, dari Kepala Desanya, dari Camatnya dan dari petugas kita semua, bagaimana membina anak ini dengan baik," tambahnya.

Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua, kata Fadhil Arief merupakan strategi pemerintah daerah. Selanjutnya seluruh anak-anak di Batang Hari, ibu-ibu hamil di Batang Hari dan para orang tuanya diharapakan terlibat bersama untuk dilakukan pendataan bersama. 

"Dan nanti setiap bulan akan kita bimbing bersama, supaya nanti anak-anak kita menjadi sehat. Kalau anak kita sehat, dia akan mudah menjadi cerdas, kalau cerdas, dia akan lebih mudah menjadi anak yang bermanfaat," tegas ayah empat anak ini.

Kalau anak-anak sudah tidak sehat, kata Fadhil Arief, jangan harap anak-anak bisa cerdas. Kalau sudah tidak sehat, jangan harap anak-anak bisa menjadi orang yang bisa membahagiakan orang tua.

"Pasti jadi beban," tegasnya. (infotorial)