Jakarta, katakabar.com - Fastrex 6WD mantap menjadi angkutan alternatif Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari lokasi panen kebun sawit ke tempat penumpukan.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang inisiasi
Angkutan alternatif di perkebunan sawit ini empat tahun lalu.

Tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB) yang bikin angkutan mini berkapasitas 750-1000 kilogram tersebut. 

Dr. Ir. Desrial, MEng yang pimpin tim memberi nama kendaraan beroda enam Fastrex 6WD. Diciptakan khusus untuk beroperasi di lahan dengan daya dukung rendah maupun berbukit.      

BPDPKS sudah membukukan hasil penelitian ini bersama 32 hasil penelitian lainnya dalam program Grant Riset Sawit (GRS) 2020 dua tahun lalu.

Transporter ini dirancang dengan desain teknologi sederhana, sehingga relatif mudah dalam pabrikasi, pengoperasian dan pemeliharaan. 

Soal berapa harga belum dibandrol. Tapi peneliti menjelaskan, harga kendaraan yang sudah diuji di lahan mineral maupun gambut ini terjangkau para petani kelapa sawit. 

Ada dua pilihan kendaraan, yakni tanpa scissor lift, kapasitas angkutnya 1000 kilogram. Jika pakai scissor lift, kapasitas angkutnya 750 kilogram. 

Kendaraan jenis ini dihadirkan Desrial dan rekan-rekan selepas mereka melihat fakta di lapangan. Di mana Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit acap kali tidak diangkut disebabkan tidak ada alat transportasi yang memadai dengan kondisi infrastruktur kebun yang buruk. 

Bila anda tertarik dan minat dengan Fastrex 6WD, tidak ada salahnya berkomunikasi dengan penelitinya lewat email; desrial@ipb.ac.id.