Jakarta, katakabar.com - Warga Negara Asing atau WNA cukup antusias kunjungi booth Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit The Jakarta International Handicraft Trade Fair  (INACRAFT) 2024.

Suasana berbeda itu terlihat di hari terakhir pergelaran tersebut, Minggu (6/10) lalu. Adalah seorang wanita dari Irak bernama Mariyame Isfani datang berkunjung ke booth BPDPKS. 

Mahasiswa Beasiswa Sawit, Kanisa Anatasya Putri Manurung jurusan budidaya tanaman perkebunan dari kabupaten Batubara Sumatera utara, antusias sambut kedatangan Mariyame.

Mariyame dengan antusias melihat dan bertanya tentang beragam produk yang ada, salah satunya adalah lilin aromatic yang berasal dari limbah minyak goreng sawit.

Selain menjelaskan beragam produk sawit dan turunanya, Kanisa mengajak Mariyame untuk bermain game tentang kelapa sawit.

“Good Palm Oil and Always Success,“ ujar Mariyame dilansir dari laman website resmi BPDPKS, Rabu (9/10). Selain membawa produk lilin aroma terapi kepada Mariyame, diserahkan pula Buku katalog UKMK Sawit.

Sebelumnya di hari ke 4 pameran, Nurul Hidayah, mahasiswa beasiswa sawit dari Duri, Provinsi Riau memberikan penjelasan berbagai produk turunan sawit kepada Frankie seorang Pemuda yang berasal dari Amerika Serikat.  

Frankie sangat tertarik dengan rompi anti peluru yang berasal dari tandan kosong kelapa sawit, dan dia tidak menyangk dari sawit bisa dihasilkan rompi anti peluru.

Kepada Frankie, Nurul menceritakan dari kelapa sawit bisa dihasilkan berbagai produk handsoap, lidinya untuk kerajinan dan tas lidi sawit. Kepada Frankie diberikan boneka sasa untuk ikut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit.

“BPDPKS is so amazing, I really appreciate everything that you do," kata Frankie.

Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengutarakan antusiasme masyarakat yang mengunjungi booth BPDPKS.

Harapannya, kata Helmi, semakin membantu kampanya kebaikan kebaikan sawit. Booth BPDPKS dikunjungi beragam kalangan dari dalam negeri ada mahasiswa, ibu rumah tangga, enterprenur muda, pelaku UKM, Akademisi, Pegawai Pemerintah bahkan peserta pengisi booth, sedang dari warga asing ada yang berasal dari Amerika, Australia, Iraq dan Jepang.

“Keberadaan booth BPDPKS dengan menampilkan berbagai produk yang dihasilkan dari produk sawit dan turunannya banyak membuka wawasan pengunjung akan besarnya manfaat kelapa sawit. Di booth BPDPKS dibagikan Buku Katalog Produk UKMK sawit yang berisi beragam produk mitra UKM BPDPKS, sehingga nantinya diharapkan akan terjadi  perluasan pasar berupa transaksi penjualan baik dari pembeli dalam negeri maupun luar negeri,” sebut Helmi.

Inacraft on October membawa konsep Youthpreneurs Make It At Market  sebagai bentuk perhatian dan komitmen kepada generasi muda yang berkarya di dunia kerajinan dan seni budaya.

Kegiatan ini menempati areal seluruh Balai siadang JCC seluas 23.000 meter persegi dan diikuti 897 stand. Terdiri dari 784 peserta UKM Individu, 80 Stand dari dinas propinsi, kabupaten, kota, kementerian atau lembaga 27 stand serta stand dari peserta Luar negeri sebanyak 6 peserta.