Banten, katakabar.com - Musibah banjir melanda Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (9/8), sekitar pukul 17.30 WIB jadi pemicu dan sebabkan debit air Sungai Ciberang meluap.

Hujan berdurasi lama ini picu banjir hingga  menghanyutkan jembatan penghubung jalan Cipanas-Citorek.

Dari pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak melaporkan wilayah terdampak di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

"BPBD setempat mencatat tidak ada korban jiwa, sedang masyarakat terdampak banjir masih dalam pendataan."

Merespons insiden tersebut, BPBD Kabupaten Lebak telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat. Selain itu, pihak BPBD telah berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan terdampak.

Meski memasuki musim kemarau, beberapa wilayah masih berpotensi hujan dengan intensitas yang berbeda. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi.

Dilihat dari peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Banten masih berpotensi hujan yang disertai petir atau kilat dan angin kencang pada Selasa (10/8).

Banjir Serang Dua Kampung Tergenang

Sebanyak dua kampung di dua desa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, masih tergenang air selepas banjir yang terjadi pada Senin (9/8), sekitar pukul 22.30 WIB lalu. Banjir tersebut dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi sebabkan air di saluran irigasi dan Sungai Ciunjung meluap.

Pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang pada Selasa (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB, titik genangan dengan ketinggian muka air (TMA) 10 hingga 60 centimeter. Kedua kampung yang tergenang berada di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Genangan di Kampung Pulokiong, Desa Baros, masih tergenang dengan TMA 10 hingga 50 centimeter. Sementara di Kampung Siliwung, Desa Sukamanah, TMA 10 hibgga 60 centimeter.

Warga memilih untuk bertahan di rumah mereka meskipun masih ada genangan air. Kampung Cipanganten, Desa Panyirapan, yang sebelumnya dilanda banjir, saat ini situasinya sudah kondusif. BPBD melaporkan tidak ada lagi genangan di kampung tersebut.

Di lokasi lain, wilayah terdampak banjir di Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, masih menunggu hasil dari kaji cepat BPBD yang berada di lapangan.

Data sementara BPBD Kabupaten Serang pada Selasa (10/8) kemarin mencatat banjir berdampak pada 63 Kepala Keluarga setera 259 jiwa. Rincian warga yang terdampak sebagai berikut Desa Baros 30 Kepala Keluarga setara 100 jiwa, Desa Sukamanah 30 Kepala Keluarga setara 150 jiwa dan Desa Kadubeureum 3 Kepala Keluarga setara 9 jiwa. Tidak ada korban jiwa disebabkan bencana banjir di beberapa kampung ini.

Saat banjir terjadi di wilayah terdampak, TMA berada pada ketinggian 30 hingga 80 centimeter. Banjir merendam sejumlah rumah warga.

BPBD dengan unsur terkait di daerah, seperti Koramil, Polsek, dinas pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI) dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat sejak dini, di antaranya menyiagakan personel dan pendataan di lokasi terdampak.

Berdasarkan analisis inaRISK pada kedua kecamatan Baros dan Pabuaran merupakan 29 kecamatan di Kabupaten Serang yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Di samping berpotensi bahaya banjir, Kecamatan tersebut termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi.

Sumber: Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.