Medan, katakabar.com - Aksi relawan Bobby Nasution yang tergabung dalam kelompok Bobby Lovers semakin menjadi sorotan publik. Pasalnya, kelompok Bobby Lovers disebut-sebut sebagai ‘makelar proyek’ di hampir seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Sumatera Utara.

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Bobby Lovers telah banyak menarik dana dari sejumlah orang dengan dalih menjanjikan pekerjaan proyek, dengan mengatasnamakan menantu mantan Presiden yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, yakni Bobby Nasution. Bahkan, relawan ini dikabarkan menggunakan dukungan dari Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperoleh pekerjaan proyek.

Sebelumnya, informasi yang diperoleh wartawan dari salah satu sumber yang namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa Bobby Lovers bergerak dengan menggunakan nama Bobby Nasution untuk mengendalikan sejumlah pekerjaan dan meraup keuntungan pribadi.

Tak hanya itu, juga diungkap bahwa Bobby Lovers memanfaatkan status sebagai menantu mantan Presiden serta menggunakan peran Aparat Penegak Hukum demi mendapatkan jatah proyek. Melalui jaringan relawan tersebut, Bobby Lovers memuluskan jalan untuk menarik sejumlah pungutan dari beberapa orang guna pengkondisian proyek serta perekrutan tenaga honorer.

“Sudah banyak yang menjadi korban. Ada yang mencapai 50 juta rupiah, dan ada pula yang 15 juta rupiah. Biasanya untuk proyek, serta ada juga untuk masuk sebagai tenaga honorer,” ungkap seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Ketua Umum Bobby Lovers, Aspiadi Nasution, membantah keras tudingan tersebut. Ia mengklaim bahwa Bobby Lovers memiliki dua lini komando.

“Bobby Lovers bukan di bawah komando kami, karena Bobby Lovers juga berada di bawah kendali RR dan DR. Saya dan tim lebih fokus pada kegiatan sosial,” ujarnya.

Aspiadi juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Topan Ginting dan belum pernah bertemu dengannya.

Ia menanggapi secara santai pemberitaan yang mengaitkan Bobby Lovers dengan praktik ilegal tersebut.

“Tapi tidak apa-apa, justru bagus agar Bobby Lovers kembali dikenal,” cetusnya.

Menariknya, hasil penelusuran mengungkap bahwa inisial DR yang disebut oleh Ketua Umum Bobby Lovers, Aspiadi Nasution, merujuk pada Dedy Rangkuti, yang juga memegang peranan penting di Bobby Lovers.

Dedy Rangkuti digosipkan memiliki koneksi dalam mengendalikan berbagai proyek di Sumatera Utara, bahkan dianggap memiliki kedekatan cukup erat dengan menantu mantan Presiden.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, angkat bicara terkait perilaku relawannya, Bobby Lovers, yang dituduh sebagai ‘makelar proyek’ dengan membawa namanya pada hampir semua pemerintah daerah (Pemda) di Sumut.

Ia menegaskan bahwa jika tuduhan tersebut benar dan sampai menimbulkan keresahan di kalangan bupati, wali kota, maupun kepala dinas, maka silakan aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut tuntas.

“Silakan saja diperiksa,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (12/8/2025).

Bobby Nasution juga menegaskan sikapnya yang tidak mengamini segala aktivitas relawannya yang semacam itu, termasuk menanggapi soal dugaan adanya perintah dari dirinya kepada Bobby Lovers.

“Diperiksa saja,” ujarnya sambil menundukkan kepala dua kali, seolah menegaskan ketidaksesuaian kegiatan yang dilakukan oleh barisan relawannya tersebut.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, mengaku tidak mengetahui isu tersebut.

“Wah, kami tidak tahu soal ini. Kalau pun itu benar, kami tidak ikut-ikutan terlibat di dalamnya,” pungkasnya.