Tanjung Pinang, katakabar.com - Komandan Koopssus TNI, Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon, secara langsung mengendalikan Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI, bertindak untuk membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang di sandera kelompok teroris di tiga tempat, meliputi wilayah Tanjung Pinang dan Perairan Selat Malaka Provinsi Kepulauan Riau, kemarin
TNI berhasil mengendus penyusupan yang dilakukan pihak teroris dengan berpura-pura menjadi Karyawan salah satu perusahaan PT BAI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Crew ABK Kapal, dan sebagai Cleaning Service Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) yang menawan WNI dan WNA.
Untuk pembebasan tawanan tersebut, TNI telah melakukan negosiasi dengan kelompok teroris. Tapi, kelompok teroris meminta tebusan berupa uang untuk pembebasan WNI dan WNA kepada Pemerintah.
"Kelompok teroris mengancam bila tidak diberikan, warga negara yang disandera bakal dibunuh," begitu dikutip dari Situs Resmi Mabes TNI, di weekend.
Negosiasi gagal membebaskan WNI dan WNA yang disandera, Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI melaksanakan operasi dan berhasil melumpuhkan penyusup atau teroris dengan cepat dan tepat.
"WNI dan WNA yang disandera berhasil dibebaskan."
Keberhasilan Sataksus TNI membebaskan WNI dan WNA yang disandera kelompok teroris di tiga tempat merupakan skenario latihan penanggulangan teroris, yang dikendalikan Komandan Komando Operasi Khusus TNI Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon, selaku Direktur Latihan.
Latihan penanggulangan teror ini, tindak lanjut dari sidak yang dilakukan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, beberapa waktu yang lalu di satuan-satuan Khusus TNI.
Hal itu dilakukan Panglima TNI untuk mengecek kesiapsiagaan dari Pasukan Khusus TNI, sekaligus untuk meyakinkan kesiapan tempur (readiness) Satuan Aksi Khusus TNI, bila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam berbagai bentuk penugasan di dalam dan luar negeri.
"Satuan Aksi Khusus Koopssus TNI Melaksanakan Penanggulangan Terorisme Dalam Rangka Operasi Pengamanan VVIP Pada Masa Pandemi Covid 19 di Wilayah Kepulauan Riau Guna Mendukung Tugas Pokok TNI", begitu tema latihan.
Komandan Koopssus TNI, tema yang diangkat sangat tepat. Ini sebagai bukti TNI tetap waspada dan preventif serta senantiasa bekerja keras untuk memberikan jaminan keamanaan dan ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat di tengah pandemi Covid19.
Sebelumnya, Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) Sataksus TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020 menegaskan, upaya pemberantasan terorisme senantiasa dilakukan secara profesional dan proporsional yang dilandasi ketentuan hukum yang berlaku.
"Demi keamanaan dan kenyamanaan seluruh masyarakat Indonesia serta untuk tetap menjaga kedaulatan Negara dan Bangsa Indonesia," tegasnya.
Dalam Latgultor Koopssus TNI sudah melibatkan sejumlah personel yang tergabung dalam Sataksus TNI, seperti Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Satuan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satuan Detasemen Bravo (Denbravo) 90 Paskhas TNI AU, tandasnya.
Nyamar, Koopssus TNI Operasi Pembebasan Sandera di Selat Malaka
Diskusi pembaca untuk berita ini