Subang, katakabar.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry Persero, luncurkan pelayaran perdana lintas penyeberangan ferry jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF) dari Pelabuhan Patimban ke sejumlah rute di Indonesia, pada Minggu (10/1) kemarin.

Pelayaran perdana ini kapal mengangkut kargo kendaraan sebanyak 98 unit kendaraan kecil dan 1 truk besar bermuatan 40 unit sepeda motor.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan, pihaknya optimis pelayaran perdana LFH ini mampu mempercepat kemajuan Pelabuhan Patimban.

"Pelabuhan Patimban ini pelabuhan baru, kami optimis bisa membuat Patimban ini semakin lama makin hidup supaya ekonomi tumbuh lebih cepat. Dimulai dengan kapal ro-ro, kami berupaya mencari kargo yang lain, nantinya bisa kontiniu," kata Agus di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Dijelaskan Agus, pelayaran ferry jarak jauh ini melayani tiga rute, Patimban-Panjang, Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin.

"Tidak menutup kemungkinan, kalau kargonya meningkat, operator lain bisa ikut melayani di sini. ASDP operator ro-ro banyak , nanti kawan-kawan Pelindo 3 sedang bicara dengan mereka supaya ini bisa terus berlanjut," ulasnya.

Saat ini lanjut Agus, pihaknya sedang mempersiapkan Pelabuhan Patimban agar dapat segera melayani pengiriman kontainer. Soal ini nanti disediakan portable crane termasuk lebar alur. Dengan begitu dalam waktu dekat Pelabuhan Patimban dapat segera melayani aktivitas ekspor-impor.

"Paling cepat pertengah tahun ini, sebelum Juni. Kita berusaha agar dermaga kontainer ini mulai dioperasikan. Kami upayakan nanti ada crane, dan lain sebagainya. Saya berharap, In Sha Allah akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah ada kargo lain selain mobil," jelasnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menimpali, tujuan lain dalam penetapan lintas Patimban - Panjang tersebut untuk mengurangi kemacetan dan beban jalan disebabkan volume kendaraan yang besar serta dimensi dan volume muatan kendaraan yang menyalahi ketentuan Over Dimension Over Load (ODOL), serta mengurangi tingkat polusi udara dari emisi gas buang angkutan jalan.

“Kita harapkan ke depannya setelah rute Patimban - Panjang ini dapat mengajak asosiasi logistik untuk menggerakkan beberapa komoditas logistik yang dapat dibawa dari Jawa ke Pontianak dan Banjarmasin."

Adanya peresmian pelayaran perdana rute Patimban- Panjang ini mudah - mudahan semakin memperlancar distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sekitarnya, sebab Pelabuhan Patimban punya peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat khususnya, dan umumnya secara nasional,” beber Budi.

Pada pelayaran perdana ini, Budi berharap pada operator pelabuhan untuk memberikan pelayanan prima dengan menjaga ketepatan jadwal keberangkatan dan sandar kapal serta kecepatan pelayaran untuk menumbuhkan demand angkutan. Ini penting untuk menyediakan fasilitas portal dan jembatan timbang untuk mencegah kendaraan ODOL serta melakukan pengaturan atau rekayasa lalu lintas dalam pelabuhan dan menyediakan buffer zone.

“Operator pelabuhan diharapkan dapat menjamin ketersediaan BBM dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BPH Migas serta menjamin ketersediaan air tawar. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi saya meminta agar disediakan fasilitas kesehatan dan berkomitmen penuh dalam penerapan protokol kesehatan baik di pelabuhan maupun di kapal,” imbau Budi.
 
Lewat pengoperasian lintas Patimban - Panjang, hendaknya dapat mendukung pembangunan daerah Provinsi Jawa Barat dan Lampung dengan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta mendukung pembangunan nasional secara keseluruhan, harapnya.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi menjelaskan, pengoperasian tahap awal lintasan LDF dari Pelabuhan Patimban, Subang menuju Pelabuhan Panjang, Lampung ini merupakan lintasan LDF keempat yang dilayani ASDP setelah lintasan Surabaya-Lembar, Jakarta-Surabaya, dan Ketapang-Lembar.

"Dengan dibukanya lintasan ini, menjadi salah satu alternatif rute bagi jalur angkutan barang yang akan memperkuat sektor logistik di Pulau Jawa dan Sumatera serta Pulau Kalimantan.

Kita tahu selama ini jalur logistik Jawa dan Sumatera lewat penyeberangan terfokus di lintasan Merak-Bakauheni. Kini, dengan adanya layanan melalui Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang tidak hanya di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Lampung, tetapi juga secara nasional," cerita Ira.

Rencananya, lintasan LDF Patimban-Panjang sejauh 210 mil dengan waktu tempuh pelayaran 19 jam ini akan dilayani oleh KMP Ferrindo 5 yang dioperasikan ASDP.

Untuk lintas Patimban-Banjarmasin sejauh 444 mil dengan estimasi waktu tempuh 40 jam, dan lintas Patimban-Pontianak 420 mil dengan estimasi waktu tempuh 38 jam. KMP Ferrindo 5  memiliki spesifikasi teknis berukuran 3.566 GT, dengan panjang Kapal (LOA) 91,74 meter, dan lebar kapal 15,5 meter dengan kapasitas angkut 56 orang penumpang dan 109 unit kendaraan campuran, tandasnya.