Sintang, katakabar.com - Wakil Bupati Kabupaten Sintang, Melkianus menjelaskan, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) mesti melakukan pelatihan-pelatihan biar ada regenerasi di lingkup petani kelapa sawit.

"Pada konteks regenerasi ini ada beberapa hal mesti dilakukan, yakni membangun kesadaran bersama," ujarnya, lewat keterangan resminya, dilansir dari laman RM.id, pada Jumat (1/12).

Pelatihan dan pendidikan, kata Melkianus, sangat dibutuhkan agar regenerasi bisa melaksanakan pertanian kelapa sawit secara modern.

"Kalau bicara mengenai keberlanjutan bisnis kelapa sawit, SDM di dalamnya berperan sangat besar," terangnya.

Diceritakannya, Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang telah banyak melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) penggunaaan kelapa sawit, melakukan penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan, serta memfasilitasi petani lewat kelembagaan kelompok tani.

“Pengembangan sumber daya manusia ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan proporsionalime, kemandirian, dedikasi pekebun tenaga pendamping dan masyarakat pekebun kelapa sawit lainnya,” bebernya.

Di Kabupaten Sintang, hasil kelapa sawit amat berdampak pada perekonomian masyarakat.

"Dengan adanya program-program dari pemerintah pusat sangat mendukung dan dirasakan manfaatnya bagi petani kelapa sawit di daerah," imbuhnya.

Diketahui, kelapa sawit komoditas perkebunan yang punya peran strategis di sektor pembangunan ekonomi.

lndonesia sebagai penghasil terbesar di dunia, industri kelapa sawit telah menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas perkebunan kelapa sawit lndonesia mencapai angka 14,99 juta hektare pada 2022 lalu. Luasan itu meningkat 2,49 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya seluas 14,62 juta hektar.