Rekam Kampanye, Ketua Panwascam di Batam Ini Kena Bogem

Batam, katakabar.com - Wajah Salim masih kelihatan lebam saat melapor ke Unit Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri, Jumat (13/11). 

Lelaki 40 tahun ini tak terima dikeroyok oleh sekelompok simpatisan salah satu pasangan calon (paslom) pada Pilgub Kepri 2020. 

Kemarin, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Batam Kota ini mengawasi prosesi kampanye paslon tadi di Baloi, Batam.

Dia minta supaya tim kampanye tidak menggelar tari-tarian daerah di prosesi kampanye itu lantaran berpotensi melanggar protokol kesehatan (protkes). 

Tapi Salim dicueki, tarian daerah yang melibatkan masa berdesakan tetap saja digelar. "Salim merekam gambar tari-tarian itu untuk bukti potensi pelanggaran protkes. Nah, saat itulah seseorang mendatangi Salim dan minta supaya rekaman itu dihapus. Salim diancam. Tak lama kemudian dia dikeroyok," cerita seorang saksi yang tak mau identitasnya ditulis. . 

Ulah pengeroyokan itu, wajah Salim pun lebam, lengannya pun lecet. Gara-gara itulah kemudian, ditemani Bawaslu Kepri, dia melapor ke Polda Kepri. 

Akasi main hakim sendiri itu langsung cepat menyebar di dunia maya. Ragam komentarpun bermunculan dari warganet. 

Anggota KPU Kepri Said Abdullah Dahlawi juga ikut menyoriti dan mengecam aksi pengeroyokan itu di akun facebooknya.

"Panwascam kami hanya menjalankan tugas yang diamanahkan UU. Jangan dipukul, jangan dikeroyok," begitu dia tulis di laman facebook itu. 

Sejauh ini sejumlah pewarta masih berupaya menghubungi tim sukses paslon gubernur dan wakil gubernur tadi, tapi belum ada yang menanggapi. 

Editor : Aziz

Berita Terkait