Pekanbaru (katakabar) - Walau duit Rp3 miliar sudah ludes, Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Kota Pekanbaru masih belum jera untuk membenahi Pasar Higienis yang terletak di kawasan jalan Teratai Kota Pekanbaru ini. 

Sejak Mei lalu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikomandani oleh Ingot Hutasuhut ini kembali menggolontorkan duit untuk membenahi pasar itu sebesar Rp1,2 miliar. Duit itu katanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Progres renovasi fisik pasar higenis ini sudah mencapai 90 persen. Tinggal pengecatan dan interior. Kita fokus merenovasi lantai II. Di sana kita tambah kios untuk kuliner," katanya kepada katakabar.com tadi siang. 

Kisah pasar Higienis ini bermula dari ide Kadisperindag sebelumnya, Azwan, yang mensulap bangunan sekolah (SDN 019) menjadi sebuah pasar, dua tahun lalu.  Komplek ini diberi nama Pasar Higienis.

Azwan menggagas ini demi merangkul para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saban hari tumpah dan membikin kawasan jalan Teratai macet.

Pasar rampung, PKL disuruh berjualan di sana. Eh hanya beberapa bulan, PKL ini hengkang lantaran jual beli sepi. 

Mereka kembali ke jalan lantaran mereka menengok sudah banyak lagi PKL yang berjualan di jalanan itu. "nanti setelah renovasi rampung, mereka kita suruh kembali ke pasar ini. Biar ramai, lantai II kita jadikan foodcourt," kata Ingot. 

Ingot merinci, pasar itu akan bisa menampung 160 lapak pedagang dan 10 pedagang kuliner di 10 kios yang sudah disediakan. 

"Kemungkinan pasar itu sudah bisa beroperasi bulan ini. Saya berharap mereka mau kembali. Mereka masuk lagi kan enggak dipungut bayaran. Kalaupun ada retribusi, nilainya relatif kecil lantaran semuanya diatur pakai Perda," ujarnya. 

Kalau nanti hengkang lagi, gimana dong? Rugi lagi miliaran rupiah.