Muba, katakabar.com - Kalau suatu saat Anda ingin menengok langsung ornamen Broken Chair (kursi patah), tak perlu jauh-jauh datang ke Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss.
Soalnya di Masjid Raya H Abdul Kadim di Desa Epil Dusun I Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), yang semacam itu juga ada.
Dan ornamen 'kursi patah' itu, menjadi satu dari sederet keunikan masjid yang dibangun di atas lahan seluas 5.625 meter persegi itu.
Salah seorang pengurus Yayasan Ar Rohim (pengelola masjid), M Zuli cerita, munculnya ornamen kursi patah tadi adalah keinginan pemilik masjid.
"Filosofi-nya kalau sedang duduk memimpin jangan lalai dengan agama dan ibadah," Zuli mengartikan fungsi kursi patah tadi.
Ornamen Broken Chair tadi kata Zuli dibikin dari kayu Unglen yang dipesan langsung dari pulau Jawa.
Arsitek Masjid Raya Abdul Kadim, Surya menimpali kalau masjid yang mulai dibangun sejak April dua tahun lalu itu mempekerjakan 70 orang.
"Sejumlah material dan ornamen ada dari pulau Jawa dan ada juga yang diimpor dari Italia. Misalnya marmer lantai dan dinding," katanya.
Untuk konsep bangunan sendiri kata Surya, sebenarnya tidak ada konsep khusus, hanya saja masjid yang memiliki Kuba di ketinggian 24 meter itu bakal dibikin senyaman mungkin, biar jamaah khusyuk beribadah.
Kemarin siang, Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin bertandang ke masjid yang dibangun oleh keluarga besar Prof Khadim itu. Khadim sendiri putra asli Desa Epil.
"Saya yakin Masjid Raya ini akan jadi pusat destinasi religi baru di Indonesia. Ini tentu akan memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Muba," kata Dodi, dalam rilis yang diterima katakabar.com.
Mustasyar PWNU Sumsel pun memastikan kalau Pemkab Muba siap memback up dan bakal ikut andil memfasilitasi penunjang kebutuhan proses pembangunan Masjid itu.
"Lahan parkirnya masih terbatas, jadi silahkan saja nanti para pengunjung masjid parkir di halaman SD Negeri 1 itu," ujar mantan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumsel dua periode ini sambil menunjuk sekolah yang kebetulan berada persis di seberang masjid itu.
Selain menjadi destinasi wisaya, Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini juga berharap kehadiran masjid Abdul Kadim ini bisa memicu masyarakat untuk meningkatkan ibadahnya.
Camat Lais, Demon Eka Suza juga menyebut kalau pemilik masjid sendiri berharap kalau masjid itu kelak jadi salah satu destinasi wisata religi.
"Nanti akan disiapkan spot foto, beberapa kendaraan kuno juga akan dipajang di halaman belakang masjid," katanya.
Selain berharap jadi destinasi, pemilik juga berharap saban tahun, ada 10 hafiz dan hafiza Alquran yang lahir dari masjid itu.
Tentang Ornamen Kursi Patah di Masjid Raya di Muba
Diskusi pembaca untuk berita ini