Medan, katakabar.com - Ketua GAPKI Provinsi Sumatera Utara, Timbas Prasad Ginting berharap mengutarakan, kegiatan tim Survei Bisnis Indonesia atau SBI ke dua provinsi, Sumatera Utara dan Sumatera Utara terkait program PSR ini dapat membantu mengurai kemelut program pemerintah pusat tersebut di lapangan.

“Adanya event yang menyoroti perkembangan sawit khususnya program PSR yang ada di Indonesia khususnya Sumut semakin mengungkap akar masalahnya sehingga permasalahan itu bisa ditemukan solusinya,” ucap Timbas dilansir dari laman website resmi BPDPKS, Rabu (6/11).

Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Sumatra Utara, Irsad menimpali, survei ini diawali dengan riset media yang dilakukan tim untuk mengetahui isu yang berkembang di seluruh media terkait sawit.

"Program PSR menjadi yang paling banyak diperbincangkan atau menjadi perhatian serius di jejaring internet," tuturnyam

Dari riset isu tersebut, kata Irsad, kami berangkat ke lapangan untuk bertemu dan berdialog dengan pemangku kepentingan di bidang sawit.

Temuan di lapangan bakal kami bawa ke focus group discussion atau FGD yang dijadwalkan menghadirkan Menteri Pertanahan, dan Dirjen Perkebunan.

"Hasil FGD nanti jadi rekomendasi yang diserahkan kepada pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama antara harian Bisnis Indonesia dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Seluruh Indonesia (GAPKI) Sumatra Utara yang didukung Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk melihat lebih jauh pelaksanaan lapangan dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Bisnis Indonesia menurunkan Tim Survey ke Sumatra Utara dan Sumatra Selatan sepekan lamanya untuk bertemu dengan pemangku kepentingan program PSR yang menjadi program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Tanah Air.