Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar serangkaian workshop Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) sawit pada Gebyar UKMK berbasis sawit mendukung UKMK sawit Go International di Palembang.
Workshop UKMK Sawit itu temanya 'Yang Muda Yang Berkarya' dihelat pada hari ke dua rangkaian kegiatan, pada Sabtu (30/9) lalu.
Salah satu narasumber di kegiatan workshop alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Magister Manajemen UGM sekaligus CEO CV Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan.
Saat presentasi, Ihsan mendorong peserta seminar sebagian besar mahasiswa dari universitas yang ada di Palembang, seperti Politeknik Sriwijaya dan Universitas Sriwijaya untuk berani berwirausaha.
Ihsan menceritakan pengalamannya memulai usaha saat mahasiswa dari mulai menjadi reseller batik sambil menyisihkan keuntungan untuk membuat motif sendiri hingga saat ini sudah memiliki lebih dari 100 motif batik.
"Terdapat potensi luar biasa yang dimiliki Palembang dan Sumatera Selatan untuk dijadikan bisnis, khususnya terkait dengan potensi produk-produk turunan sawit," ujarnya.
Saat ini, tambah Ihsan, kesempatan wirausaha terbuka lebar bagi mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan program-program dari Kemendikbud Ristek, seperti Program Kreativitas Mahasiswa, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Wirausaha Merdeka.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, workshop UKMK Sawit bertema, 'Yang Muda dan Berkarya' bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha muda berbasis UKM sawit, mengembangkan kapasitas UMKM, koperasi petani sawit untuk produksi produk hilir sawit dan akses platform digital pemasaran produk dan pembiayaan.
"Dukungan dari generasi muda yang ikut peduli untuk mendorong tumbuh kembangnya UKM berbasis sawit dan keterlibatan anak muda dalam menggunakan serta mengkampanyekan produk-produk berbasis sawit dapat menjadi daya tarik. Ini bisa mempercepat misi BPDPKS untuk mengembangan sawit berkelanjutan sebagai komoditas strategis nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia," tuturnya.
Smart Batik Indonesia, kata Helmi, salah satu usaha turut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit dengan memproduksi batik tulis dengan malam batik sawit.
Saat ini, terang Helmi lagi, sudah memiliki lebih dari 50 mitra pembatik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Smart Batik Indonesia berkomitmen untuk menggunakan malam batik sawit di semua produk batik tulisnya," tandasnya.
Workshop UKMK Sawit, Tumbuhkan Wirausaha Muda Berbasis UKM Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini