Laporan dapat disertai foto, video, titik koordinat, dan keterangan kejadian agar petugas memiliki informasi awal mengenai lokasi serta kondisi yang dilaporkan.
Informasi tersebut selanjutnya dapat diverifikasi oleh admin dan diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti. Dengan dukungan data visual dan lokasi, laporan diharapkan lebih mudah dipahami dibandingkan informasi yang hanya disampaikan secara lisan.
Dalam kegiatan tersebut, Samuel Situmeang selaku dosen pembimbing tim IT Del menyerahkan aplikasi SUAR beserta buku panduan penggunaannya kepada UPTD KPH Wilayah XIII dan perwakilan MPA.
Pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Tim pengembang menyatakan SUAR akan terus disempurnakan agar lebih praktis, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.
Namun, kemudahan pelaporan perlu diimbangi dengan sosialisasi, ketersediaan jaringan internet, serta mekanisme respons yang jelas. Tanpa tindak lanjut yang terukur, laporan digital berisiko berhenti sebagai data tanpa menghasilkan penanganan yang dibutuhkan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala UPTD KPH Wilayah XIII Doloksanggul, Janly F. Bancin, Ketua Program Studi Sistem Informasi IT Del, tim pengembang, anggota MPA, perangkat Desa Marbun Tonga Dolok, Desa Tipang dan Desa Siunongunong Julu, petugas Pos Pemadam Kebakaran Baktiraja, serta masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat pemanfaatan SUAR sebagai sarana pelaporan. Ke depan, ukuran keberhasilan aplikasi ini bukan hanya pada kemampuannya menerima laporan, tetapi juga pada kecepatan verifikasi dan tindak lanjut ketika bencana terjadi.*FC
Aplikasi SUAR Humbahas Cara Cepat Melaporkan Bencana Secara Real-Time
Diskusi pembaca untuk berita ini