Pekanbaru, katakabar.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (BEM FEB Unilak) resmi jalin kerja sama strategis bersama Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan dialog kebangsaan yang berlangsung di lingkungan kampus, Selasa (12/5). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pengurus organisasi kampus, serta unsur akademik yang antusias mengikuti diskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan informasi menyesatkan di era digital.

Selain membahas penguatan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga mengangkat isu literasi digital sebagai salah satu langkah preventif menghadapi ancaman penyalahgunaan media sosial dan penyebaran konten negatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Pihak BEM FEB Unilak menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, kritis, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa agar semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta bijak dalam menggunakan media digital,” ujar salah satu pengurus BEM FEB Unilak.

Kegiatan berlangsung suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdialog dan menyampaikan pandangan terkait tantangan generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Melalui kerja sama ini, BEM FEB Unilak dan Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 berharap dapat terus membangun kesadaran kolektif mahasiswa dalam memperkuat semangat kebangsaan serta menciptakan ruang akademik yang damai, inklusif, dan bebas dari pengaruh paham ekstremisme.