Pemko Binjai Sambut Peserta KKN Internasional dari Malaysia dan Indonesia Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:49 WIB

Pemko Binjai Sambut Peserta KKN Internasional dari Malaysia dan Indonesia

Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang digelar Indonesian Regional Coordinator International Association of Economics and Business (IAEB) bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia

Pemadaman Listrik Berulang di Selatpanjang, Mahasiswa Desak PLN Terbuka Penyebab dan Beri Solusi Jangka Panjang Riau
Riau
Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Pemadaman Listrik Berulang di Selatpanjang, Mahasiswa Desak PLN Terbuka Penyebab dan Beri Solusi Jangka Panjang

Kepulajan Meranti, katakabar.com -  Pemadaman listrik kembali terjadi berulang di Selatpanjang, dan sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menuai sorotan dari mahasiswa dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius sebab berdampak terhadap aktivitas warga, pelayanan publik hingga operasional pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Kamis (13/8). Aspirasi tersebut disuarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Meranti bersama Ikatan Pemuda Pemudi Selatpanjang (IPPS), mahasiswa STKIP Kepulauan Meranti serta mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Mereka mempertanyakan kesiapan sistem kelistrikan sekaligus transparansi informasi dari PLN ULP Selatpanjang setiap kali terjadi pemadaman. Mahasiswa menilai masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, estimasi waktu pemulihan hingga langkah yang dilakukan PLN agar gangguan serupa tidak terulang lagi ke depan. Persoalan pemadaman listrik di Kepulauan Meranti sendiri bukan hal baru. Pada Oktober 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti pernah melakukan rapat koordinasi bersama pihak PLN setelah masyarakat mendatangi Kantor ULP PLN Selatpanjang untuk meminta kejelasan terkait pemadaman yang terjadi berulang. Memasuki 2026, keluhan serupa kembali muncul. Pemadaman yang terjadi dari waktu ke waktu membuat masyarakat mempertanyakan apakah gangguan tersebut hanya bersifat teknis atau berkaitan dengan persoalan yang lebih mendasar pada sistem kelistrikan. Mahasiswa berharap PLN memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan. Menurut mereka, informasi yang perlu disampaikan antara lain penyebab pemadaman, cakupan wilayah terdampak, estimasi waktu listrik kembali menyala serta tindakan penanganan yang sedang dilakukan. Pemadaman tanpa pemberitahuan yang memadai dinilai menyulitkan masyarakat, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Bagi UMKM, listrik bagian penting kegiatan operasional. Sejumlah usaha menggunakan mesin produksi, lemari pendingin, freezer, komputer, mesin kasir dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Pemadaman mendadak, dan berlangsung dalam waktu yang tidak pasti dapat menyebabkan aktivitas usaha terhenti, produktivitas menurun hingga berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya bagi usaha yang menyimpan bahan atau produk yang membutuhkan suhu tertentu. Lantaran itu, masyarakat berharap peningkatan keandalan pasokan listrik berjalan beriringan dengan keterbukaan informasi kepada pelanggan. Mahasiswa dan masyarakat meminta Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, memberikan penjelasan terbuka mengenai sejumlah persoalan. Pertama, penyebab pemadaman yang terjadi berulang dari pagi, siang hingga malam. Kedua, kepastian perbaikan dan stabilisasi jaringan agar pemadaman tidak terus berulang. Ketiga, pemberitahuan kepada pelanggan apabila pemadaman merupakan bagian dari pemadaman terencana. Keempat, informasi mengenai estimasi waktu pemulihan ketika terjadi gangguan. Kelima, evaluasi terhadap kualitas pelayanan kelistrikan di Selatpanjang dan wilayah sekitarnya. Keenam, kemungkinan kompensasi atau bentuk pertanggungjawaban pelayanan apabila kondisi pemadaman memenuhi ketentuan yang berlaku. Ketujuh, jaminan tindak lanjut dan solusi konkret, bukan sekadar pemberitahuan bahwa sedang terjadi gangguan. Kedelapan, penyediaan saluran pengaduan yang responsif bagi pelanggan. Menanggapi kondisi tersebut, Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap penyebab gangguan. “Sistem black out, penyebab masih ditelusuri,” kata Roni saat memberikan keterangan terkait kondisi kelistrikan. Roni menjelaskan, pihak PLN Selatpanjang saat ini juga tengah melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Meski demikian, mahasiswa dan masyarakat berharap proses evaluasi dan perbaikan tersebut disertai informasi yang terbuka sehingga masyarakat mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik. Pimpinan Cabang IMM Kepulauan Meranti bersama mahasiswa STKIP Meranti dan UT menyatakan masih menunggu klarifikasi resmi dari PLN ULP Selatpanjang. Sebagai bentuk keterbukaan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak PLN, mereka meminta PLN menyampaikan video klarifikasi resmi paling lambat Senin, 17 Agustus 2026. Klarifikasi tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat, mulai dari penyebab pemadaman, kondisi sistem kelistrikan, kesiapan kapasitas pembangkit dan jaringan, langkah penanganan yang telah dilakukan hingga solusi jangka panjang. Mahasiswa menegaskan permintaan klarifikasi tersebut bukan bertujuan untuk menghakimi PLN, melainkan sebagai upaya memperoleh informasi dan kepastian mengenai pelayanan listrik yang diterima masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat mengakui gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang dan berlangsung tanpa informasi yang memadai dinilai perlu mendapatkan evaluasi lebih serius. Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan setiap kali listrik padam, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa terdapat langkah nyata untuk mencegah persoalan serupa terus berulang. Itu sebabnya, mereka berharap PLN dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kepulauan Meranti. Pemerintah Kabupaten (Pemka Kepulauan Meranti juga diharapkan ikut mengawal aspirasi masyarakat dan mendorong adanya koordinasi bersama PLN terkait peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan. Pada akhirnya, masyarakat berharap persoalan pemadaman listrik tidak lagi menjadi masalah yang berulang dari tahun ke tahun. Keandalan pasokan listrik dinilai penting bukan hanya untuk kenyamanan warga, tetapi untuk menjaga aktivitas ekonomi dan keberlangsungan usaha masyarakat di Kepulauan Meranti.

Mahasiswa Ditantang Hadirkan Riset Tingkatkan Produktivitas Sawit, Kakao dan Kelapa Berkelanjutan Sawit
Sawit
Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Mahasiswa Ditantang Hadirkan Riset Tingkatkan Produktivitas Sawit, Kakao dan Kelapa Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ajak mahasiswa Indonesia menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas kelapa sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan. Tantangan tersebut disampaikan ketika Web Seminar Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, yang buka kegiatan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri. “Mahasiswa memiliki ruang yang sangat besar untuk menghadirkan perspektif baru dan solusi yang berani. Melalui lomba ini, kami berharap lahir inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga dapat menjawab persoalan nyata serta meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit, kakao, dan kelapa,” ujar Mohammad Alfansyah. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bagian dari dukungan BPDP terhadap penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk menghasilkan gagasan yang kreatif, inovatif, aplikatif, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut, terutama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan kesejahteraan pekebun. Dalam paparannya bertajuk “Riset Inovatif untuk Masa Depan Industri Perkebunan Indonesia”, Dr. Bandung Sahari, anggota Tim Penilai Lomba Riset BPDP, menyoroti besarnya peran pekebun rakyat dalam tiga komoditas tersebut. Saat ini, sekitar 41 persen areal perkebunan kelapa sawit dikelola oleh pekebun rakyat. Sementara itu, lebih dari 90 persen perkebunan kakao dan kelapa berada dalam pengelolaan pekebun rakyat. Besarnya porsi tersebut menjadikan peningkatan produktivitas pekebun rakyat sebagai salah satu kunci bagi masa depan industri perkebunan Indonesia. Di sisi lain, upaya peningkatan produksi tidak dapat lagi hanya mengandalkan perluasan lahan karena harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, pengendalian konversi lahan, dan komitmen terhadap pembangunan rendah karbon. “Pertanyaan penting yang perlu dijawab melalui riset adalah bagaimana meningkatkan produktivitas sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan, sekaligus memastikan inovasi tersebut tetap terjangkau dan dapat diterapkan oleh pekebun rakyat,” jelas Bandung. Pada komoditas kelapa sawit, tantangan produktivitas pekebun rakyat antara lain berkaitan dengan akses terhadap benih unggul, pupuk, pembiayaan, praktik pembibitan, pengendalian penyakit, dan penerapan praktik budidaya yang baik. Tantangan serupa juga dihadapi pekebun kakao dan kelapa, termasuk tanaman tua, perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, mutu hasil panen, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar. Lantaran itu, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada gagasan yang menarik secara akademis. Proposal riset perlu berangkat dari persoalan nyata, memiliki analisis kesenjangan yang kuat, menggunakan metodologi yang tepat, dan menawarkan solusi yang memungkinkan untuk diterapkan di lapangan. Inovasi yang ditawarkan dapat mencakup pengembangan varietas unggul dan tahan iklim, perbaikan kesehatan tanah, pemupukan presisi, pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan, pengelolaan air, mekanisasi, hingga pemanfaatan Internet of Things, kecerdasan buatan, dan data geospasial. Peluang riset juga terbuka pada bidang pascapanen, ketertelusuran rantai pasok, pemanfaatan limbah, ekonomi sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta penguatan kelembagaan dan kapasitas pekebun. “Riset harus mampu menjadi jembatan antara pengetahuan di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata industri serta pekebun. Ukuran keberhasilannya bukan hanya publikasi, melainkan juga seberapa besar solusi tersebut dapat memberikan dampak,” tutur Bandung. Dalam webinar tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, turut menjabarkan mekanisme pengajuan proposal. Peserta lomba merupakan mahasiswa aktif jenjang sarjana atau diploma dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Setiap kelompok terdiri atas tiga hingga lima mahasiswa dan didampingi satu dosen pembimbing. “Kami mencari proposal yang mampu menunjukkan dengan jelas persoalan yang ingin diselesaikan, kebaruan solusi yang ditawarkan, dan manfaat yang dapat dihasilkan. Gagasan yang baik perlu diterjemahkan menjadi rancangan riset yang terukur, realistis, serta memiliki peluang untuk diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut,” ucap Rahmat Widiana. Penilaian proposal meliputi analisis kesenjangan, kualitas dan kreativitas kegiatan riset, kebermanfaatan, serta prospek pengembangan hasil penelitian. Ruang lingkup riset mencakup bidang budidaya, tanah dan lahan; pascapanen dan pengolahan; pangan dan kesehatan; bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pengolahan limbah dan lingkungan; serta sosial, ekonomi, manajemen, bisnis, dan teknologi informasi. Melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027, BPDP berharap lahir inovasi yang bukan hanya meningkatkan hasil per hektare, tetapi juga menekan biaya produksi, menjaga kesehatan ekosistem, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, dan memperkuat kesejahteraan pekebun rakyat. Tantangan kini berada di tangan mahasiswa: menghadirkan terobosan yang membuat kebun yang sudah ada menjadi lebih produktif, efisien, tangguh, dan berkelanjutan tanpa membuka lahan baru.

Holding PTPN Dukung Kampus Berbasis Perkebunan, Arya Sandhiyudha Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister ITSI Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Holding PTPN Dukung Kampus Berbasis Perkebunan, Arya Sandhiyudha Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister ITSI

Medan, katakabar.com - Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, secara resmi mendaftarkan diri sebagai mahasiswa angkatan pertama pada Program Magister (S2) Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) untuk Tahun Akademik 2026-2027. Keikutsertaan jajaran direksi Subholding Perkebunan Nusantara ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pascasarjana perdana di kampus tersebut, mengingat ITSI merupakan institusi pendidikan tinggi yang juga bernaung di bawah PTPN Group. “Pengembangan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, kini menghadapi tantangan yang multidimensi, mulai dari aspek teknis agronomi hingga penyelesaian isu sosial dan ekonomi secara komprehensif. Keikutsertaan saya di angkatan pertama ini adalah wujud komitmen continuous learning untuk terus memperluas perspektif, sekaligus bentuk dukungan terhadap eksistensi ITSI sebagai kawah candradimuka SDM perkebunan yang unggul,” ujar Arya Sandhiyudha. Menurut Arya, kehadiran program beridentitas Magister Berbasis Industri Perkebunan dan Keberlanjutan di ITSI merupakan ruang akademik yang relevan bagi para profesional, praktisi, maupun pembuat kebijakan dalam memperdalam keilmuan yang sejalan dengan peta jalan bisnis sawit nasional. Di sisi lain, pembukaan Program Magister (S2) Sosial Ekonomi Pertanian ini menjadi babak baru bagi ITSI. Rektor ITSI, Dr. Purjianto, SE, MM, menyambut baik antusiasme pendaftar pada angkatan pertama ini, yang sejalan dengan visi transformasi kampus untuk memberikan kontribusi yang lebih luas. “Pembukaan program studi ini merupakan wujud komitmen ITSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang semakin kompleks dan dinamis. Ini juga menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan,” jelas Dr. Purjianto. Diketahui, lulusan dari program magister ini nantinya akan menyandang gelar Magister Pertanian (M.P.). Guna mendukung kelancaran akademik bagi kalangan pekerja, aparatur negara, maupun profesional, ITSI menerapkan skema perkuliahan hybrid yang memadukan kelas luring dan daring. Mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari tenaga pengajar yang merupakan kolaborasi antara akademisi dan praktisi di industri perkebunan. Beragam fasilitas penunjang juga telah disiapkan di kampus ITSI yang berlokasi di Jalan Willem Iskandar, Medan. Mahasiswa pascasarjana dapat memanfaatkan ruang kelas eksekutif, plantation class, perpustakaan, hingga student lounge. Lebih jauh, program ini juga memfasilitasi mahasiswa dengan jejaring dunia usaha dan industri, peluang riset, serta opsi benchmarking ke luar negeri. Pendaftaran penerimaan mahasiswa baru Program Magister ITSI Tahun Akademik 2026/2027 saat ini masih terbuka. Program ini dapat diikuti oleh lulusan sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu. Calon mahasiswa yang berminat dapat mengakses informasi pendaftaran secara daring melalui portal resmi pmb.itsi.ac.id atau menghubungi layanan konsultasi di 0821-8391-2114. Sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi penting dalam mendorong transformasi, inovasi, dan keberlanjutan industri perkebunan nasional. Pengembangan SDM melalui kolaborasi antara dunia usaha dan institusi pendidikan diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor perkebunan Indonesia di tingkat global.

Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:05 WIB

Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital, perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat. Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Inilah yang dikenal sebagai Keterampilan Abad 21 (21st Century Skills). Bagi mahasiswa, keterampilan ini menjadi bekal utama untuk menghadapi persaingan kerja, membangun karier, hingga menciptakan peluang usaha di masa depan. Lantaran itu, pengalaman kuliah seharusnya tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Apa Itu Keterampilan Abad 21? Keterampilan Abad 21 merupakan seperangkat kemampuan yang dibutuhkan seseorang agar mampu berkembang di tengah perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial yang sangat dinamis. Keterampilan ini menjadi standar penting dalam dunia pendidikan dan dunia kerja karena membantu seseorang menjadi lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. 1. Berpikir Kritis dan Problem Solving Kemampuan berpikir kritis membantu mahasiswa menganalisis suatu masalah secara objektif, mengevaluasi berbagai informasi, dan menemukan solusi yang tepat. Di dunia kerja, kemampuan ini sangat dibutuhkan ketika menghadapi tantangan yang kompleks, mengambil keputusan strategis, maupun meningkatkan efisiensi proses kerja. Mahasiswa dapat melatih kemampuan ini melalui diskusi kelas, penelitian, studi kasus, maupun proyek kolaboratif. 2. Kreativitas dan Inovasi Perusahaan saat ini menghargai individu yang mampu menghasilkan ide-ide baru dan menciptakan solusi inovatif. Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam bidang desain atau seni, tetapi juga dalam bisnis, teknologi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas melalui kegiatan organisasi, kompetisi, proyek kewirausahaan, maupun berbagai aktivitas yang mendorong eksplorasi ide baru. 3. Komunikasi yang Efektif Kemampuan menyampaikan ide secara jelas, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan salah satu keterampilan yang paling dicari oleh perusahaan. Mahasiswa perlu terbiasa melakukan presentasi, menulis laporan, berdiskusi, hingga berkomunikasi secara profesional menggunakan media digital. Komunikasi yang baik juga membantu membangun hubungan kerja yang produktif dengan rekan maupun klien. 4. Kolaborasi dan Kerja Tim Sebagian besar pekerjaan saat ini dilakukan secara kolaboratif. Oleh karena itu, kemampuan bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang menjadi nilai tambah yang sangat penting. Melalui kerja tim, mahasiswa belajar menghargai perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik secara profesional, membangun kepercayaan, serta mencapai tujuan bersama. 5. Literasi Digital Perkembangan teknologi membuat hampir seluruh bidang pekerjaan memanfaatkan platform digital. Mahasiswa perlu memahami penggunaan teknologi, aplikasi produktivitas, analisis data dasar, keamanan digital, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab. Literasi digital yang baik akan meningkatkan produktivitas sekaligus membuka lebih banyak peluang karier di masa depan. 6. Adaptabilitas dan Kemampuan Belajar Sepanjang Hayat Perubahan industri membuat banyak pekerjaan berkembang bahkan berganti dalam waktu singkat. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pola pikir untuk terus belajar (lifelong learning). Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru, perubahan lingkungan kerja, serta tuntutan industri menjadi salah satu faktor penting agar tetap relevan sepanjang karier. 7. Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Seorang pemimpin bukan hanya mereka yang memimpin organisasi, tetapi juga individu yang mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui organisasi kampus, kegiatan sosial, kepanitiaan, maupun berbagai program pengembangan diri. Bagaimana Mahasiswa Dapat Kembangkan Keterampilan Abad 21? Mengembangkan keterampilan ini membutuhkan pengalaman belajar yang aktif. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain: Aktif mengikuti organisasi dan komunitas kampus.Mengikuti program magang atau praktik industri.Berpartisipasi dalam seminar, workshop, dan pelatihan.Mengembangkan portofolio melalui proyek nyata.Meningkatkan kemampuan digital dan memanfaatkan teknologi terbaru.Membangun jaringan profesional sejak masih kuliah.Terus belajar melalui berbagai sumber, baik di dalam maupun di luar kampus. Memilih Kampus yang Mendukung Pengembangan Skill Selain usaha dari mahasiswa, lingkungan belajar juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk keterampilan Abad 21. Kampus yang menerapkan pembelajaran berbasis industri, memanfaatkan teknologi digital, serta memberikan pengalaman langsung di dunia kerja akan membantu mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan karier. Satu University sebagai bagian dari Binus Higher Education menghadirkan pengalaman belajar modern melalui teknologi hybrid, kurikulum berbasis industri dan kewirausahaan, serta program enrichment yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik di dunia profesional. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Saatnya Persiapkan Masa Depanmu Bersama Satu University Kesuksesan karier dimulai dari keputusan yang kamu ambil hari ini. Jika kamu ingin kuliah di kampus yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan Abad 21, pengalaman industri, dan pembelajaran berbasis teknologi, Satu University adalah pilihan yang tepat. 🌐 Kunjungi sekarang: www.satu.ac.id Daftarkan dirimu sekarang dan wujudkan masa depan karier yang lebih siap, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja bersama Satu University.

Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026 Sawit
Sawit
Minggu, 28 Juni 2026 | 20:05 WIB

Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiwa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh menjadi lebih aplikatif dalam bentuk penelitian untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Terhadap empat puluh kelompok penelitian, telah dilakukan penilaian laporan akhir dan ditetapkan sepuluh kelompok finalis bakal mengikuti “Final Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026”. Putaran final ini dilakukan melalui presentasi dan pendalaman hasil penelitian untuk menentukan Juara I, II, dan III. Daftar 10 (sepuluh) kelompok Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang lolos ke putaran final.

Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi Riau
Riau
Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:50 WIB

Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, Aipda Nanda, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan itu bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove. Aipda Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi. "Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan. Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga, serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dari Eksplorasi di Kampus ke Karier Profesional: Kisah Mahasiswa Binus @Bandung Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Dari Eksplorasi di Kampus ke Karier Profesional: Kisah Mahasiswa Binus @Bandung

Bandung, katakabar.com - Berbagai pengalaman selama masa perkuliahan sering kali menjadi fondasi penting dalam membentuk arah karier seseorang di masa depan. Tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dari keterlibatan dalam aktivitas organisasi, eksplorasi minat, hingga pengalaman internasional yang membuka perspektif baru. Pada konteks industri kreatif yang terus berkembang, proses ini menjadi semakin relevan untuk menyiapkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan beradaptasi dan berkembang di lingkungan profesional. Hal tersebut juga dialami oleh Felisitas Elisha Dominique, alumni dari salah satu program studi unggulan BINUS @Bandung yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV) New Media, yang kini berkarier sebagai Graphic Designer di WINGS Group. Perjalanan karier Felisitas tidak terlepas dari berbagai pengalaman yang ia jalani selama masa perkuliahan di Binus @Bandung. Mulai dari pembelajaran akademik, keikutsertaan dalam organisasi, hingga kesempatan mengikuti program study abroad, seluruh pengalaman tersebut menjadi proses penting dalam membentuk kemampuan dan pola pikirnya di bidang desain. Selama masa perkuliahan, Felisitas berkesempatan mengikuti program Study Abroad di Kyungsung University, Korea Selatan selama satu semester. Pengalaman belajar di lingkungan internasional ini memberikan perspektif baru, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga pemahaman lintas budaya. Meskipun menghadapi keterbatasan bahasa, Felisitas tetap aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan menjalani proses pembelajaran dengan antusias. Menurutnya, pengalaman ini membantunya memahami bahwa kreativitas dapat berkembang dari berbagai sudut pandang. Kesempatan untuk mengambil mata kuliah lintas jurusan selama program berlangsung juga semakin membuka wawasan dan memperkaya proses belajarnya secara lebih luas. Selain itu, Felisitas juga aktif dalam organisasi kampus sebagai bagian dari pengembangan diri di luar akademik. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris di Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), serta aktif di Himpunan Mahasiswa DKV (HIMDKV) sebagai koordinator acara hingga dipercaya menjadi Ketua organisasi. Keterlibatan tersebut memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim. Pengalaman organisasi ini menjadi salah satu fondasi penting yang turut membentuk kesiapan dirinya dalam menghadapi lingkungan kerja profesional. Perjalanannya menuju dunia industri kemudian berlanjut ketika Felisitas mengikuti program internship di WINGS Group pada September 2023 selama lima bulan. Selama menjalani internship, ia menunjukkan performa yang konsisten dan mampu beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan di industri. Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada kesempatan untuk bergabung sebagai karyawan tetap setelah masa magang berakhir. Bahkan di tengah proses menyelesaikan tugas akhir hingga wisuda, Felisitas tetap aktif berkarya dan terus mengembangkan kemampuan desainnya. Di Binus @Bandung, Felisitas merasakan bahwa kampus tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan berbagai kesempatan untuk berkembang sesuai minat dan potensi masing-masing mahasiswa. Hal ini selaras dengan semangat Binus @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang mendorong mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi kemampuan, mencoba hal baru, dan membangun pengalaman yang relevan dengan dunia industri. Menurut Felisitas, setiap kesempatan yang diberikan selama masa kuliah memiliki peran penting dalam membentuk perjalanan kariernya hingga saat ini. Ia meyakini bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari, tetapi juga oleh keberanian untuk mengambil peluang yang ada. “BINUS akan memberikanmu banyak pilihan. Peranmu adalah memilih dan memanfaatkan segala yang disediakan,” ungkap Felisitas. Melalui kisahnya, Felisitas ingin mengajak mahasiswa untuk berani mencoba dan tidak ragu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama masa perkuliahan. Baginya, pengalaman, proses belajar, dan keberanian untuk melangkah menjadi kunci dalam membentuk masa depan. Perjalanan Felisitas menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang diambil selama masa kuliah dapat menjadi fondasi penting dalam membangun karier profesional di masa depan.

Gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, BPDP Edukasi Mahasiswa Biar Paham Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 05 Juni 2026 | 15:15 WIB

Gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, BPDP Edukasi Mahasiswa Biar Paham Sawit

Denpasar, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan literasi generasi muda terkait sektor perkebunan. Pergelaran ini wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih komprehensif peran strategis industri kelapa sawit Indonesia, termasuk peluang, tantangan, serta arah pengembangannya di masa mendatang. Lebih dari 300 peserta mahasiswa mengikuti pergelaran dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, dan praktisi industri guna memberikan perspektif yang objektif, dan berbasis data mengenai sektor kelapa sawit Indonesia. Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menerangkan GenSawit di antara upaya BPDP dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Hingga tahun 2025, luas perkebunan sawit Indonesia mencapai sekitar 16,8 juta hektar, dengan sekitar 42 persen di antaranya dikelola oleh perkebunan rakyat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sawit bukan hanya industri berskala besar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia. "Indonesia saat ini masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi sekitar 46,5 juta ton pada tahun 2025, menghasilkan devisa sekitar US$30,5 miliar, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 19,5 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelasnya. Selain berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tambah Aida, industri sawit juga mendukung ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B40 sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Pada pergelaran tersebut, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, menjabarkan materi mengenai peran komoditas kelapa sawit dalam perekonomian nasional serta pentingnya pembangunan industri sawit yang berkelanjutan (sustainable). Dalam pemaparannya, Prof. Yanto bedah komoditas kelapa sawit memiliki kontribusi besar mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, hingga penguatan ekonomi daerah. Di sisi lain, kupasnya, aspek keberlanjutan juga menjadi faktor penting agar industri sawit mampu terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan. Sedang, Djono Albar Burhan, Ketua Departemen SDM dan Hubungan Internasional DPP APKASINDO, menguraimateri mengenai manfaat dan peran kelapa sawit bagi petani Indonesia. Kata Djono, industri sawit tidak hanya berkaitan dengan perusahaan besar, tetapi juga melibatkan jutaan petani rakyat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor tersebut. "Keberadaan sawit memberikan manfaat ekonomi yang luas melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Lebih lanjut," terangnya. Djono menekankan pentingnya dukungan terhadap petani melalui peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri sawit yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Melalui paparan para narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sektor sawit, mulai dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional hingga manfaatnya bagi masyarakat dan petani Indonesia," harapnya. BPDP menginginkan lewat kegiatan GenSawit ini generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi melalui inovasi, penelitian, teknologi, dan penguatan narasi berbasis data. Kegiatan GenSawit 2026 diharapkan mampu memperluas wawasan peserta, meningkatkan kepedulian terhadap sektor perkebunan, serta mendorong lahirnya ide, dan kontribusi nyata bagi masa depan industri sawit Indonesia yang berkelanjutan.