Pakantan, katakabar.com - "Selamat ya Nak atas prestasi yang kau torehkan. Juara 1 OSN Tingkat Kabupaten, (Mandailing Natal). Wow.., hebat! Ibu enggak sangka. Tetapi, Ibu tahu usahamu sangat gigih dalam mempersiapkan olimpiade ini. Memang, proses tak pernah membohongi hasil. Jadi, kita siapkan lagi yang lebih dibanding sebelumnya. Tingkat provinsi depan mata! Selamat juga buat Ruby Putri Salsabila. Terima Kasih buat Kepala Satuan Pendidikn SMPN 1 Kecamatan Pakantan, guru-guru, dan Pak Rahmat Lubis."

Adalah Elsi Anggraini, siswi SMPN 1 Kecamatan Pakantan bisa jadi yang dimaksud dalam postingan di dinding atau jendela Facebook seorang guru SMPN 1 Kecamatan Pakantan, Reni Laila, sang juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal, sebab tampak gambar sang juara 1 OSN Tingkat Kabupaten mengulum senyum, yang diposting, Sabtu di akhir pekan keempat Juni 2026.

Melihat postingan itu, sejenak benakku melayang melintasi masa lalu persisnya di era 1980-an. Masa itu, generasi kelahiran 1976 yang duduk di kursi dan meja terbuat dari kayu di salah satu ruang kelas paling depan saat memasuki lingkungan sekolah berpagar kawat besi segi empat.

SMPN 1 Kecamatan Pakantan berdiri kokoh di tempat ketinggian di kelilingi hutan kecil beragam tumbuhan seperti Manggis, Petai China dan aneka pohon hutan lainnya. Halamannya luas rerumputan hijau menari-nari ditiup angin spoi-spoi persis di hadapan beberapa ruang kelas berdiri berjejer memanjang seperti barisan siswa saat upacara pengibaran bendera merah putih rutinitas setiap hari Senin awal kegiatan belajar mengajar dalam sepekan dimulai.

Untuk menjangkau sekolah yang berdiri di tempat ketinggian, para guru, staf kantor, siswa dan siswi berjalan kaki mendaki jalan terjal dari bibir ruas jalan aspal hotmix poros utama, akses satu-satunya ke Kecamatan Pakantan. Itu dulu, ketika generasi 1976 Pakantan bersekolah di sana.

Itu deskripsi singkat SMPN 1 Kecamatan Pakantan ketika generasi 1976 di era 1980-an menjadi siswa dan siswi satu-satunya SMPN di Hulu Sungai Batang Gadis yang berada di lereng gunung Kulabu (Kelabu).

Sekarang ini, deskripsi SMPN 1 Kecamatan Pakantan so pasti 180 derajat sudah berbeda. Sulit untuk dinarasikan, sebab boleh jadi generasi 1976 sudah tak pernah lagi menginjakkan kaki di lingkungan SMPN 1 Kecamatan Pakantan yang berdiri di tempat ketinggian.

Generasi 1976 yang pernah sekolah di SMPN 1 Kecamatan Pakantan bukan berarti melupakan sekolah dan para guru yang sepenuh dan setulus hati memberikan ilmunya tetapi perjalanan hidup generasi 1976 bisa jadi yang membuat sekat-sekat silaturahmi terhalang.

Tetapi jauh di lubuh hati yang paling dalam generasi 1976, melihat raihan prestasi generasi Kecamatan Pakantan, khususnya siswa dan siswi SMPN 1 Kecamatan Pakantan meski hanya lewat media sosial suatu kebanggaan tersendiri.

Sebab para siswa dan siswi berprestasi yang mengharumkan nama sekolah dan daerah, sehingga Kecamatan Pakantan ldikenal ke tingkat kabupaten dan provinsi, serta ke luar daerah.

OSN Tingkat Provinsi di Depan Mata

Prestasi membanggakan yang ditorehkan Elsi Enggraini, siswi SMPN 1 Kecamatan Pakantan pada lomba OSN Tingkat Kabupaten Madina akan mengantarkannya untuk mengikuti lomba OSN Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

OSN Tingkat Provinsi Sumatera Utara sudah di depan mata. Artinya, lomba OSN tingkat provinsi sebentar lagi akan digelar.

Untuk menghadapi OSN tingkat provinsi, "jadi kita siapkan lagi yang lebih dibanding sebelumnya," tutur guru SMPN 1 Kecamatan Pakantan, seraya  memotivasi Elsi biar lebih semangat, dan bergiat, serta tidak cepat puas dengan prestasi yang telah ditorehkan.