Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:25 WIB

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan

Jakarta, katakabar.com -  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) tegaskan komitmen dukung kesehatan masyarakat dan aksi kemanusiaan lewat pelaksanaan PTPN Blood Donor Day 2026 di Ballroom Gedung Agro Plaza Lantai 18, Jakarta, Kamis (18/6) lalu. Kegiatab usung tema “One Drop of Humanity. Give Blood, Save Lives'. Selain menghadirkan layanan donor darah, berbagai program edukasi dan pemeriksaan kesehatan melalui rangkaian kegiatan Health Talks dan Health & Wellness Booths yang dapat diakses seluruh peserta. Di sesi Health Talks yang dipandu Melaney Ricardo, peserta memperoleh wawasan sekaligus berkesempatan berinteraksi langsung dengan para narasumber mengenai pentingnya donor darah, serta gaya hidup sehat dari para narasumber yakni dr. Reisa Broto Asmoro, serta dr. Santi Christiani, Sp.PD-KHOM, yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait kesehatan serta pentingnya menjaga kualitas hidup melalui tindakan preventif dan kepedulian terhadap sesama. Selain donor darah, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan, antara lain Rapid Test (pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah), Skin Check, Pap Smear, Body Mass Index, Naluri Wellness, serta Pemeriksaan Payudara Klinis yang didukung oleh PMI Kabupaten Tangerang, Kimia Farma, Naluri dan Siloam Hospitals. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya PTPN Group dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat. Direktur SDM dan Umum PTPN III (Persero), Endang Suraningsih, menyampaikan kegiatan ini wujud komitmen PTPN Group dalam membangun budaya kepedulian sosial dan semangat kerelawanan melalui program Employee Volunteering Day, sekaligus mendukung implementasi Program PTPN Sehat sebagai salah satu dari 9 Inisiatif Strategis Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN Group. Program tersebut menempatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kepedulian kemanusiaan sebagai bagian penting dari budaya kerja perusahaan yang berkelanjutan. "Melalui PTPN Blood Donor Day, kami ingin mengajak Nusantara EntrePlanters PTPN Group serta masyarakat berpartisipasi dalam gerakan donor darah menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan," ujarnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta dan pendonor, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga menyediakan berbagai doorprize yang dapat diikuti oleh seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan. PTPN Group berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah nasional, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya hidup sehat, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

Kesehatan Orang Tua adalah Bentuk Perhatian Paling Bermakna Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kesehatan Orang Tua adalah Bentuk Perhatian Paling Bermakna

Jakarta, katakabar.com - Seiring bertambahnya umur, kebutuhan orang tua tidak hanya sebatas perhatian dan kebersamaan, tetapi penting dukungan untuk menjaga kesehatan mereka tetap optimal. Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak dari kita rutin menanyakan kabar orang tua, tetapi jarang bertanya kapan terakhir kali mereka memeriksakan kesehatannya. Padahal, berbagai kondisi kesehatan yang umum terjadi pada lansia, seperti gangguan metabolisme, penurunan fungsi ginjal, hingga osteoporosis, sering kali berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Memperingati Hari Lansia Nasional, Prodia mengajak masyarakat untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang tua melalui langkah sederhana namun bermakna, yakni mengajak mereka melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya membantu memantau kondisi tubuh saat ini, tetapi juga berperan penting mendeteksi berbagai risiko kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, lansia dapat tetap aktif, mandiri, dan menikmati momen kebersamaan bersama keluarga dengan lebih nyaman. Untuk mendukung kesehatan lansia, Prodia menghadirkan penawaran spesial untuk beberapa layanan pemeriksaan pilihan, seperti ProHealthy Geriatri 1 dan ProHealthy Geriatri 2 yang membantu mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh melalui pemeriksaan profil gula darah, kolesterol, fungsi hati, fungsi ginjal, serta parameter penting lainnya. Selain itu, tersedia juga Paket Osteoporosis untuk membantu menilai kesehatan tulang dan mendeteksi risiko pengeroposan tulang sejak dini, sehingga kualitas hidup lansia dapat tetap terjaga. Sepanjang bulan Juni 2026, masyarakat dapat memanfaatkan Harga Spesial Hari Lansia untuk berbagai pemeriksaan tersebut. Mari jadikan momen Hari Lansia Nasional sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan orang tua adalah bentuk cinta yang nyata. Kunjungi Prodia terdekat atau lakukan reservasi dengan mudah melalui WhatsApp Kontak Prodia 0855 1500 830 maupun aplikasi U by Prodia. Sebab, ketika kita mengetahui kondisi kesehatan orang yang kita sayangi, kita dapat memberikan perhatian yang lebih baik dan menjalani hari dengan lebih tenang. #TenangKarenaTau

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah Kesehatan
Kesehatan
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:05 WIB

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah

Duri, katakabar.com - Semangat kemanusiaan berkobar ditunjukkan ratusan pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) padati lokasi donor darah sejak pagi hari, Rabu (20/5) kemarin. Di sela-sela aktivitas padat menjaga keandalan operasional demi ketahanan energi nasional, para pejuang energi ini dengan penuh antusias rela mengantre demi mendonorkan darah mereka untuk membantu sesama. Aksi sosial kemanusiaan yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ini digelar di Kantor Gading PHR, Duri, Kabupaten Bengkalis. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau, kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 235 kantong darah dari antusiasme 304 pendaftar. Kantong darah tersebut siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional dan sekitarnya melalui tenaga medis mitra tersebut. Donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial pekerja PHR berjalan selaras dengan dedikasi mereka dalam memproduksikan minyak dan gas bumi. Bagaimanapun, di balik ketatnya disiplin kerja di lapangan, denyut nadi kepedulian terhadap keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan. Operation Head Production & Operation PHR, I Gede Putu Ambara Guna, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusias yang ditunjukkan oleh segenap tim di lapangan. "Hari ini kami melihat pemandangan yang luar biasa, di mana para pekerja menunjukkan aksi kepeduliannyha terhadap sesama secara nyata melalui donor darah. PHR tidak hanya berkomitmen penuh dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap aspek kemanusiaan di lingkungan operasi,” ujarnya. Ia mengungkapkan, kebutuhan darah menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan memberikan kesempatan hidup bagi orang lain. “Mari kita rutin melaksanakan donor darah, untuk membantu sesama dan bukti kepedulian kita terhadap kemanusiaan,” ajaknya. Dua ratusan kantong darah yang terkumpul hari ini adalah simbol dari ketulusan pekerja lapangan untuk terus mengalirkan kehidupan bagi sesama. Tingginya antusiasme dalam kegiatan ini juga tercermin dari cerita para pekerja lapangan yang rela menyisihkan waktu dan berdiri di barisan antrean demi bisa berbagi. Muhammad Basrol, seorang pekerja lapangan yang menjabat Sr Supervisor Field Ops Balam North ikut serta dalam antrean, mengungkapkan alasannya bergabung dalam aksi ini. "Setetes darah yang kita bagikan hari ini bisa menjadi penyambung nyawa bagi saudara kita yang sedang berjuang di ruang perawatan. Menjaga energi itu tugas kami, tapi membantu sesama adalah panggilan hati. PHR tidak hanya beroperasi memastikan energi nasional terpenuhi, namun juga berkomitmen untuk bisa berbagi dengan sesama dalam bentuk darah. Setetes darah merupakan energi kehidupan buat sesama,” tuturnya. Melalui kegiatan yang berlangsung tertib ini, PHR berharap kontinuitas agenda serupa dapat terus terjaga. Sinergi multipihak antara industri, lembaga kemanusiaan, dan fasilitas kesehatan daerah diharapkan mampu memperkuat kepedulian PHR kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa S.STP M.Si mengapresiasi PHR. Ia menilai aksi kemanusiaan PHR telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang ditunjukan oleh PHR, semoga darah yang terkumpul dapat bermanfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:08 WIB

Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia

Tangerang, katakabar.com - Berawal dari keresahan terhadap tingginya angka kematian balita akibat diare serta maraknya kasus kanker usus dan obesitas pada orang dewasa, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, pelajar kelas 11 Tzu Chi School PIK, mendirikan Biomom, berkolaborasi dengan pemerintah daerah meluncurkan program edukasi kesehatan berbasis komunitas bertajuk 'Probiotic City: Healthy Gut, Healthy City' Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswa kelas 11 di Tzu Chi School PIK, Jakarta Utara, menggagas BioMom, sebuah inisiatif kesehatan publik berbasis sains yang bertujuan mendorong lahirnya kota ramah probiotik di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Visi besar ini dimulai dari Kota Serang melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang, dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu agar mampu membuat minuman probiotik sehat secara mandiri di rumah. Gagasan BioMom lahir dari kepedulian Swiluva terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Diare sebagai penyebab utama kematian balita, tingkat obesitas orang dewasa yang terus meningkat dan kasus kanker usus yang terus bertambah. Faktanya, sekitar 80 persen sistem imun tubuh berkaitan erat dengan sistem pencernaan. Di dalam usus, terdapat ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 100 triliun bakteri, atau yang dikenal sebagai mikrobiota usus. Ketika kondisi usus sehat, tubuh memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai penyakit. Bagi Swiluva, sistem pencernaan bukan sekadar saluran makanan, melainkan “otak kedua” yang menopang kekebalan dan kesehatan seluruh organ tubuh. Kepedulian tersebut semakin kuat ketika Swiluva melihat bahwa diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia dan dapat menimbulkan beban sosial maupun ekonomi bagi keluarga. Di sisi lain, meningkatnya kasus kanker usus dan obesitas pada orang dewasa juga menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan pencernaan sejak tingkat keluarga. Lantaran itu, diperlukan solusi yang sederhana, tepat, dan mudah diterapkan untuk membantu mengurangi angka kejadian penyakit pencernaan di Indonesia. Kegelisahan tersebut kemudian Swiluva bawa ke jalur pembelajaran yang lebih mendalam melalui program mikrobiologi di University of Pennsylvania dan Johns Hopkins University. Dari pengalaman belajar di dua institusi tersebut, Swiluva semakin memahami pentingnya hubungan antara mikrobioma, sistem imun, dan kesehatan keluarga. Ilmu yang ia peroleh kemudian ia terjemahkan menjadi gerakan yang sederhana, aplikatif, dan dapat dilakukan langsung oleh masyarakat di rumah. Melalui BioMom, para ibu dan keluarga dilatih untuk membuat home-made probiotics, khususnya minuman probiotik fermentasi seperti water kefir, sebagai cara sederhana dan terjangkau untuk memperkenalkan kebiasaan hidup sehat berbasis mikrobioma. Program ini tidak hanya mengajarkan resep, tetapi juga menekankan pentingnya kebersihan, proses fermentasi yang benar, pemahaman tentang bakteri baik, serta kesadaran bahwa kesehatan usus bukan sekadar isu medis, melainkan kebiasaan harian yang dapat dimulai dari dapur rumah tangga. Bagi Swiluva, ibu memiliki peran strategis sebagai penjaga kesehatan keluarga. Ketika seorang ibu mampu membuat minuman probiotik sendiri, manfaatnya tidak berhenti pada dirinya, tetapi juga mengalir kepada ayah, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga. Itu sebabnya, BioMom menargetkan untuk melatih 5.000 ibu-ibu di seluruh Indonesia. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari ibu, ayah, dan dua anak, pelatihan ini berpotensi memberikan dampak langsung kepada sekitar 20.000 anggota keluarga. Artinya, 5.000 ibu yang terlatih dapat menjadi pintu masuk bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia untuk mulai mengonsumsi minuman probiotik sehat, memahami pentingnya kesehatan pencernaan, dan membangun kebiasaan hidup yang mendukung usus sehat. Visi BioMom untuk menciptakan kota ramah probiotik dimulai dari Kota Serang. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang, BioMom menghadirkan pelatihan langsung bagi ibu-ibu di Kota Serang sebagai langkah awal membangun kesadaran kesehatan usus dari tingkat keluarga. Dari Serang, Swiluva berharap gerakan ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai kota dan daerah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap edukasi probiotik yang sederhana, praktis, dan berdampak nyata. Tidak berhenti pada pelatihan masyarakat, Swiluva Ma dan BioMom juga menyusun serta menyerahkan dokumen Rekomendasi Kebijakan Kota Probiotik kepada Wali Kota Serang dan Anggota DPRD Kota Serang. Dokumen tersebut berisi gagasan strategis tentang bagaimana menciptakan kota sehat melalui pendekatan Usus Sehat dan Keluarga Sehat, dengan tiga pilar utama: Regulasi dan Standardisasi, Edukasi dan Perubahan Perilaku Masyarakat, serta Pengembangan dan Integrasi UMKM Probiotik. Melalui rekomendasi kebijakan ini, BioMom berharap konsep Kota Probiotik tidak hanya berhenti sebagai program edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kota yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memiliki dukungan kebijakan publik. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BioMom dan langkah Swiluva Ma dalam membawa ilmu mikrobiologi menjadi gerakan kesehatan masyarakat yang mudah dipahami. Menurutnya, BioMom tidak hanya membantu meningkatkan literasi kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu, melalui keterampilan membuat minuman probiotik rumahan. Dukungan Pemerintah Kota Serang menjadi bukti kolaborasi antara anak muda, masyarakat, dan pemerintah dapat melahirkan gerakan kesehatan publik yang konkret dan relevan bagi kebutuhan warga. “Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ketika keluarga sehat, anak bisa belajar lebih baik, orang tua bisa lebih produktif, dan masyarakat bisa tumbuh lebih kuat,” ujar Swiluva Ma. BioMom, jelasnya, hadir untuk menjembatani ilmu mikrobiologi yang sering dianggap rumit menjadi praktik sederhana yang dapat dipahami dan dilakukan oleh para ibu, anak-anak, dan keluarga. Dengan semangat “Usus Sehat, Keluarga Sehat, Kota Sehat”, BioMom diharapkan menjadi gerakan kesehatan publik yang berkelanjutan dimulai dari keluarga, diperkuat oleh komunitas, didukung pemerintah daerah, dan diarahkan melalui rekomendasi kebijakan yang konkret.

Implan Koklea Pintar Teranyar Hadir di Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran Kesehatan
Kesehatan
Senin, 27 April 2026 | 11:11 WIB

Implan Koklea Pintar Teranyar Hadir di Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Jakarta, katakabar.com - Inovasi teranyar bidang kesehatan pendengaran, dan Cochlear Ltd dengan bangga menghadirkan teknologi ini ke Indonesia, yang dapat memberikan manfaat bagi para pengguna implan koklea kami selama bertahun-tahunkedepan. Apalagi implan koklea pintar terbaru, Cochlear™ Nucleus® Nexa™System, memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung dengan perkembangan teknologi masadepan melalui pembaruan perangkat lunak langsung pada alat implan. Berbeda dengan teknologi sebelumnya, sistem ini implan koklea pertamayang dilengkapi dengan memori internal dan firmware yang dapat diperbarui. Sehingga pengguna dapat mengakses inovasi baik melalui prosesor suara maupun implanitusendiri, dan memungkinkan akses terhadap lebih banyak inovasi seiring waktu. Ashish Joshi, Marketing Director, Cochlear (Asian Growth Markets), menyampaikan Nexa System implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yangmenghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran. "Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagiandari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebihcanggih dan berkelanjutan," ujarnya. Melalui inovasi ini, kata Joshi, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi parapengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia. ”Sebagai distributor resmi di Indonesia, Kasoem Hearing Center menyambut hadirnya inovasi ini sebagai langkah besar dalam meningkatkan layanan bagi masyarakat dengan gangguan pendengaran," jelasnya. Sedang Trista Kasoem, perwakilan dari Kasoem Hearing Center, menimpali teknologi ini lompatan besar dalam dunia implan pendengaran. Dengan adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi akses terhadap inovasi di masa depan. "Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia," terangnya. Salah satu keunggulan utama dari Nucleus Nexa sistem ini adalah kemampuan untuk menyimpan pengaturan prosesor suara secara personal (MAP’s) tersimpan di dalam implan sehingga pasien dapat kembali terhubung dengan cepat jika membutuhkan prosesor suara baru atau pengganti. Di Indonesia, implementasi teknologi ini telah dilakukan melalui prosedur operasi pertama di Siloam Hospitals Lippo Village. dr. Eko Teguh Prianto, Sp.THT-KL, sebagai dokter yang melakukan tindakan operasi, menjelaskan Nucleus Nexa System inovasi terbaru Implan Koklea yang dapat memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal untuk jangka panjang pada pasien dengan gangguan pendengaran. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup para pengguna. Tidak kalah penting, sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implanyang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76 persen, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna. Sementara, perwakilan dari Siloams Lippo Village, Alexander Mutak, menuturkan sebagai rumah sakit pertama yang melakukan prosedur ini menyatakan : “Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. "Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan penanganan yang lebih modern dan efektif," ulasnya. Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi tantangan besar, dengan ratusan juta orang terdampak. Teknologi implan koklea berperan penting dalam membantu meningkatkan kejelasan suara dengan cara merangsang langsung saraf pendengaran, berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkuat suara.

Terobosan Baru Bupati Rohul: Dokter RSUD Dilarang Praktik Luar Fokus Layani Masyarakat Kesehatan
Kesehatan
Minggu, 26 April 2026 | 09:30 WIB

Terobosan Baru Bupati Rohul: Dokter RSUD Dilarang Praktik Luar Fokus Layani Masyarakat

Pasir Pengaraian, katakabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu berupaya maksimal tingkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian khusus Bupati Rokan Hulu, Anton, pembenahan total di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu. Sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, dan maksimal, Anton menegaskan langkah strategis ke depan. Pihaknya akan tindaklanjuti aturan agar tenaga medis yang bertugas di RSUD Rokan Hulu tidak lagi membuka praktik di luar, sehingga konsentrasi, dan waktu mereka bisa tercurahkan sepenuhnya untuk melayani pasien di rumah sakit daerah. “Nanti kita dalami lagi bagaimana ke depan dokter yang praktik di RSUD tidak lagi praktik di luar, sehingga mereka bisa fokus melayani masyarakat di RSUD kita,” tegas, di pekan ketiga April 2026 lalu. Menjawab tantangan kesejahteraan yang selama ini menjadi alasan dokter mencari penghasilan tambahan di luar, Ia memastikan Pemkab Rokan Hulu mencari solusi terbaik. Kalau pendapatan dan insentif di RSUD Rokan Hulu bisa disetarakan atau setidaknya mendekati nilai pasar, diyakini para tenaga medis lebih betah dan fokus bekerja di instansi pemerintah. “Kalau pendapatan para dokter bisa setara dengan di luar, kita yakin mereka bisa fokus di RSUD,” jelasnya. Selain perbaikan sistem manajemen SDM, pembangunan infrastruktur juga terus digenjot. Saat ini Pemkab Rokan Hulu tengah membangun gedung baru RSUD setinggi enam lantai. Kehadiran fasilitas modern ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing RSUD agar bisa bersaing secara sehat dengan rumah sakit swasta. “Target kita, RSUD Rokan Hulu ke depan mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya. Di sisi lain, perwakilan Ombudsman RI menjelaskan sistem penilaian pelayanan publik kini telah berubah. Jika dulu berfokus pada kepatuhan standar, kini penilaian lebih menitikberatkan pada aspek maladministrasi, dan persepsi masyarakat, terutama di sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial. “Ini layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Meski kondisi keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan tetap harus ditingkatkan,” terangnya. Ombudsman pun mencatat perubahan positif yang signifikan di Rokan Hulu. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya dinilai kurang transparan, seperti Dinas Sosial, Pendidikan, dan Disdukcapil, kini pelayanannya sudah jauh lebih terbuka dan mudah diakses secara daring maupun luring. “Sekarang masyarakat sudah bisa mengakses layanan secara online, seperti mutasi siswa atau perbaikan data ijazah. Ini bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas,” bebernya. Ke depan, Pemkab Rokan Hulu juga berencana mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengintegrasikan seluruh layanan dalam satu atap, serta terus mendorong transformasi digital berbasis aplikasi agar masyarakat semakin dimudahkan. Langkah nyata dan komitmen kuat Bupati Rokab Hulu mendorong perubahan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Ombudsman. “Pak Bupati sangat serius dan bahkan meminta pendampingan langsung di beberapa OPD. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” sebut perwakilan Ombudsman.

Inovasi CKG Pedesaan: Puskesmas Kunto Darussalam Buka Posko di Desa Kesehatan
Kesehatan
Senin, 20 April 2026 | 15:18 WIB

Inovasi CKG Pedesaan: Puskesmas Kunto Darussalam Buka Posko di Desa

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kesehatan tidak boleh mengenal jarak. Mewujudkan hal itu, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kunto Darussalan hadir lebih dekat ke tengah masyarakat melalui pendirian Posko Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai desa. Langkah inovatif ini bukan sekadar pelayanan, melainkan bukti nyata kepedulian yang menjangkau hingga ke pelosok wilayah kerja. Sejalan dengan program nasional pemeriksaan kesehatan gratis, konsep "jemput bola" ini diterapkan agar warga tak perlu bersusah payah datang ke pusat kesehatan. Cukup di desa masing-masing, masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan prima dan pemeriksaan lengkap dari tenaga medis yang profesional. Deteksi Dini, Kunci Hidup Sehat Kepala Puskesmas Kunto Darussalam, Rika Fitri Yanti, S.Kep., M.K.M, menjelaskan tujuan utama pendirian posko ini adalah upaya deteksi dini terhadap berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol. "Banyak masyarakat desa yang baru berobat saat sakit sudah parah. Melalui posko ini, kami hadir lebih awal untuk mencegah dan mengantisipasi, bukan hanya sekadar mengobati," kata Rika tegas, Senin (20/4). Ia menegaskan, perlindungan kesehatan harus dilakukan sejak dini agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih serius. Layanan Prima, Obat Terjamin Kualitas pelayanan tetap dijaga ketat meski dilakukan di posko desa. Tenaga medis yang ditugaskan dipilih yang kompeten, disiplin, dan sigap melayani. Untuk kepastian obat, Rika pastikan distribusi tetap terkontrol dari pusat. Setelah pemeriksaan dan konsultasi di posko, obat akan diberikan langsung dari Puskesmas induk agar jenis dan dosisnya terjamin sesuai kebutuhan medis. "Soal kesehatan, kami tak ingin main-main. Standar pelayanan harus tinggi, dan seluruh petugas wajib melayani dengan sepenuh hati," tegasnya. Ajakan untuk Seluruh Masyarakat Di akhir percakapan, Rika mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan fasilitas yang sangat bermanfaat ini. "Jangan tunggu sakit baru berobat. Mari rutin periksa kesehatan diri dan keluarga. Lindungi kesehatan, karena itu adalah aset paling berharga," sebutnya penuh harap.