AI Connect

Sorotan terbaru dari Tag # AI Connect

AI Connect dan Estha AI Intenskan Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 25 Juni 2026 | 11:09 WIB

AI Connect dan Estha AI Intenskan Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk

Bandung, katakabar.com - Lewat Digital Talks dan AI Challenge, Telkom AI Connect dan Estha AI bekali peserta dengan keterampilan AI mulai dari no-code AI hingga pengembangan produk siap digunakan. Sebagai upaya mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin inklusif dan berdampak nyata, Telkom AI Connect Bandung bersama Estha AI menghadirkan rangkaian kegiatan Digital Talks dan AI Challenge yang dirancang untuk mendukung peserta di berbagai tahapan perjalanan inovasi AI. Mulai dari pengenalan teknologi yang mudah diakses melalui pendekatan no-code hingga pengembangan ide menjadi produk yang siap digunakan, rangkaian ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas talenta digital di Indonesia. Rangkaian pertama dilaksanakan melalui sesi Digital Talks: AI Adoption Challenges for Non-Technical Users pada 22 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini berfokus bagaimana AI dapat diadopsi masyarakat yang tidak memiliki latar belakang teknis maupun kemampuan pemrograman. Melalui pendekatan no-code, peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI serta berbagai penerapannya dalam bidang bisnis, pendidikan, dan produktivitas. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan sesi praktik yang menunjukkan bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi AI Experience sederhana tanpa perlu menulis kode. Pada sesi tersebut, Shanez selaku Strategic Marketing Manager Estha AI membagikan wawasan mengenai pentingnya pendekatan no-code dalam memperluas akses terhadap teknologi AI. Menurutnya, tantangan terbesar adopsi AI saat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat diakses dan digunakan oleh lebih banyak orang. "Tantangan terbesar adopsi AI bukan pada teknologinya, melainkan bagaimana membuat teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan oleh semua orang," ujar Shanez. Ia lantas menekankan pendekatan no-code mampu membuka peluang bagi siapa saja untuk mulai bereksperimen dan berinovasi menggunakan AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam. Melanjutkan pembelajaran tersebut, rangkaian kedua digelar pada 30 Mei 2026 lalu melalui sesi AI for Builders: Turning Ideas into Real Products. Jika pada sesi pertama peserta diperkenalkan pada cara memulai pemanfaatan AI, maka sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan ide, prototipe, atau solusi awal menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu memberikan dampak nyata. Di sesi ini, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membahas pentingnya membangun pola pikir builder dalam proses pengembangan produk berbasis AI. Materi yang disampaikan mencakup validasi ide, pemahaman kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe menjadi produk yang siap digunakan, hingga strategi monetisasi yang berkelanjutan. Peserta juga diajak memahami keberhasilan solusi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengguna. Dalam paparannya, Elsa menyoroti pentingnya kesiapan individu untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. "AI hanya menggantikan kalian jika kalian tidak mau beradaptasi dengan teknologi. Mereka yang terus belajar, memahami perubahan, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu justru akan memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang," ucap Elsa. Melalui sesi ini, Telkom AI Connect tidak hanya mendorong peserta untuk memahami teknologi AI, tetapi juga membantu mereka membangun pola pikir inovatif yang diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Telkom dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui pengembangan talenta, pemberdayaan komunitas, serta penciptaan inovasi yang mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.  Sesi kedua juga menjadi momentum pengumuman pemenang AI Challenge yang telah diikuti peserta sebagai bagian dari rangkaian program pengembangan talenta AI. Kehadiran challenge tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengembangkan solusi AI yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Telkom AI Connect terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang aplikatif, relevan, dan berorientasi pada penciptaan dampak. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan perjalanan inovasi AI tidak berhenti pada tahap memahami teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengembangkan solusi yang bernilai, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

Telkom AI Center Bali Bahas Peran AI Keberlanjutan Lingkungan dan Transformasi Digital Tekno
Tekno
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:50 WIB

Telkom AI Center Bali Bahas Peran AI Keberlanjutan Lingkungan dan Transformasi Digital

Bali, katakabar.com - Telkom AI Center Bali gelar AI Connect Online Series angkat tema “The Intersection of Sustainability and AI” , Sabtu (17/1) lalu. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan diikuti peserta dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari pelaku industri digital, praktisi teknologi, hingga pemerhati isu keberlanjutan. Webinar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran strategis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pelestarian lingkungan serta mendorong transformasi digital yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Melalui forum ini, Telkom AI Center Bali menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi AI yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Sesi pertama menghadirkan Wira Atmana Wibisana, Product Design Lead Clamby.id, yang membahas pentingnya keseimbangan tiga pilar keberlanjutan, yakni perlindungan lingkungan, sistem ekonomi yang bertanggung jawab, dan keadilan sosial. Dalam paparannya, Wira membagikan praktik nyata penerapan AI melalui Clamby, sebuah tech startup binaan Apple Developer Academy yang memanfaatkan AI untuk mengurangi limbah industri fesyen. Platform ini membantu pengguna mendata isi lemari pakaian secara digital dan memberikan rekomendasi padu padan, sehingga mendorong konsumsi fesyen yang lebih sadar dan berkelanjutan. Selain itu, Wira menyoroti berbagai contoh global pemanfaatan AI untuk sustainability, seperti Too Good To Go yang berfokus pada pengurangan limbah makanan, Google DeepMind yang berhasil menekan konsumsi energi pusat data hingga 40 persen, serta Pachama yang memanfaatkan citra satelit dan AI untuk memantau kondisi hutan secara real-time. Di sesi kedua, Soviani Sopandi, Founder Bestari Amerta Nusantara, mendemonstrasikan pemanfaatan ChatGPT-5 Mini sebagai asisten otomatis dalam mendukung komunikasi dan pemasaran digital perusahaan. Dalam sesi ini, Soviani memperlihatkan berbagai fitur AI, mulai dari pembuatan kalender konten, penulisan blog, carousel content creator, hingga reels creator yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan konsistensi strategi digital marketing secara signifikan. Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Telkom dalam membangun ekosistem AI yang berdampak nyata bagi keberlanjutan. “Melalui AI Connect Online Series, kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. AI harus menjadi solusi nyata untuk tantangan global, termasuk isu keberlanjutan,” ujar Mizan. Ia menambahkan, Telkom AI Connect akan terus menghadirkan ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi pelaku industri, kreator, dan talenta digital agar mampu mengembangkan inovasi berbasis AI yang selaras dengan prinsip sustainable development. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi mengenai peluang implementasi AI di berbagai sektor. Diskusi interaktif ini menunjukkan tingginya minat terhadap pemanfaatan AI sebagai alat strategis untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan transformasi digital bisnis di Indonesia. Melalui penyelenggaraan AI Connect Online Series ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya integrasi AI dan sustainability, sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

AI Connect Makassar Series, Kupas Cara Kerja Vibe Coding dan Prinsip Etis AI Assisted Development Tekno
Tekno
Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:37 WIB

AI Connect Makassar Series, Kupas Cara Kerja Vibe Coding dan Prinsip Etis AI Assisted Development

Makassar, katakabar.com - AI Connect Makassar Series mengupas cara kerja Vibe Coding serta prinsip etis dalam AI-Assisted Development. Acara ini menghadirkan pemateri dari akademisi dan industri, disertai demo langsung, diskusi, dan kuis interaktif yang diikuti lebih dari 100 peserta. Telkom AI Center of Excellence Makassar menggelar event “AI Connect Makassar Series: How Vibe Coding Works & Ethics” secara daring, pada 9 Desember 2025. Acara yang dipandu oleh Sunarti M.R., Business and Community Lead Telkom AI Connect Makassar, ini diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi teknologi, hingga komunitas digital. Kegiatan ini mengangkat tren pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pengembangan perangkat lunak melalui pendekatan Vibe Coding, sekaligus menyoroti pentingnya aspek etika dalam praktik AI-assisted development. Topik tersebut relevan dengan meningkatnya adopsi AI di sektor teknologi, khususnya dalam proses coding. Survei GitHub menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen developer global telah menggunakan atau mencoba AI-assisted coding untuk mendorong efisiensi dan produktivitas. Di sisi lain, pesatnya pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari menjaga kualitas kode, memahami konsep dasar pemrograman, hingga memastikan penggunaan teknologi tetap dilakukan secara bertanggung jawab. Untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penerapan AI di dunia nyata, rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan sejumlah produk AI Telkom yang telah digunakan di lingkungan industri, antara lain BigBox, OCA, dan Antares Eazy. Sesi ini memberikan gambaran konkret tentang bagaimana AI dimanfaatkan untuk mendukung analitik data, layanan komunikasi berbasis AI, serta pengelolaan Internet of Things (IoT) secara terintegrasi dalam proses bisnis. Sejalan dengan pemaparan implementasi tersebut, pembahasan kemudian diarahkan pada aspek etika penggunaan AI dalam penulisan kode yang disampaikan oleh Anugrayani Bustamin, Dosen Teknik Informatika sekaligus Asisten Profesor Laboratorium AI Universitas Hasanuddin. Ia menegaskan pemanfaatan AI harus dibarengi integritas, tanggung jawab, serta pemahaman alur kerja yang memadai. Menurutnya, penggunaan AI tanpa batasan yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan plagiarisme, penurunan kualitas kode, hingga risiko keamanan. Hal ini sejalan dengan rekomendasi UNESCO dalam Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas manusia agar pemanfaatan AI tetap bertanggung jawab. Setelah pembekalan etika, peserta diajak menyimak sesi praktik "How Vibe Coding Works" yang dibawakan oleh Pandu Rijal Pasa, Co-founder vibecoding.id sekaligus IT Instructor AI for Productivity. Dalam sesi ini, peserta diperlihatkan proses pengembangan website melalui pendekatan prompt-to-code, mulai dari penyusunan instruksi hingga evaluasi hasil. Ia menekankan pentingnya menjaga struktur kode agar pemanfaatan AI tidak menghasilkan kode yang sulit dikembangkan. Studi McKinsey mencatat bahwa penerapan AI dengan tata kelola yang baik berpotensi meningkatkan produktivitas pengembangan perangkat lunak hingga 20 hingga 45 persen. Salah satu peserta, Muh. Ilyas, mahasiswa Universitas Negeri Makassar, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi lebih memahami bahwa AI bukan hanya soal kecepatan membuat kode, tetapi juga membutuhkan pemahaman konsep dan etika agar hasilnya tetap berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Acaranya juga seru, ada open discussion dan kuis yang bikin kita semangat” ujarnya. Sementara, Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menegaskan bahwa edukasi AI perlu dibangun secara seimbang antara aspek teknis dan etika. “Pemanfaatan AI dalam pengembangan teknologi harus sejalan dengan standar kualitas dan tanggung jawab. Melalui AI Connect, kami berkomitmen membekali talenta digital agar mampu mengadopsi AI secara produktif,” ulasnya. Kegiatan ini ditutup dengan sesi kuis sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Melalui penyelenggaraan AI Connect, Telkom menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi dan kolaborasi AI yang relevan dalam mendukung penguatan ekosistem digital nasional.