Berubah

Sorotan terbaru dari Tag # Berubah

Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Jadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Perlu Berubah Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Jadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Perlu Berubah

Jakarta, katakabar.com - Artikel yang dipublikasikan Talentics.id, sekitar 90 persen dari lebih dari 12.000 pencari kerja yang mengikuti asesmen kemampuan bahasa Inggris berada pada level B1 atau bahkan lebih rendah berdasarkan standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Temuan tersebut menunjukkan masih banyak lulusan yang belum memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai untuk memenuhi tuntutan dunia kerja global. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menyesuaikan proses belajar dengan perkembangan psikologis anak agar kemampuan berbahasa dapat dibangun sejak dini secara lebih efektif. Menjawab kebutuhan tersebut, LEAP English dan Digital menghadirkan pendekatan pembelajaran yang dirancang sesuai tahapan perkembangan peserta didik. Lembaga kursus bahasa Inggris yang berlokasi di Surabaya Timur ini mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan metode belajar dengan karakteristik usia siswa sehingga proses belajar berlangsung lebih alami, menyenangkan, dan efektif. Pada jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, pembelajaran dikemas melalui pendekatan fun learning berbasis aktivitas dan media visual interaktif. Metode ini dirancang untuk memanfaatkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan dunia bermain anak sehingga mereka dapat mempelajari bahasa Inggris tanpa merasa terbebani. Sedang, bagi siswa tingkat sekolah menengah hingga peserta homeschooling, materi pembelajaran dikembangkan menjadi lebih analitis, kritis, dan terstruktur. Pendekatan ini bertujuan mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan akademik sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di dunia profesional. Selain materi yang disesuaikan dengan usia, LEAP juga membangun lingkungan belajar yang kolaboratif. Melalui diskusi kelompok dan berbagai aktivitas interaktif, peserta didik didorong untuk berani berkomunikasi, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris di situasi nyata. Pendekatan tersebut didukung oleh tiga nilai utama yang menjadi landasan proses pembelajaran di LEAP, yaitu Empower, Evolve, dan Educate. Ketiga nilai tersebut diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memperoleh pembelajaran yang terarah sesuai tujuan akademik masing-masing. "Sejak mengikuti kelas di LEAP, kemampuan bahasa Inggris putri saya meningkat cukup pesat. Ia kini lebih percaya diri berbicara dan mulai menggunakan grammar yang lebih baik. Menurut saya, perkembangan tersebut sebanding dengan proses belajar yang dijalani di LEAP," ujar salah satu orang tua siswa. Selain program General English, LEAP juga menghadirkan LEAP Xperience, sebuah program yang mengintegrasikan kemampuan bahasa Inggris dengan berbagai keterampilan abad ke-21. Program ini memadukan pelatihan public speaking berbahasa Inggris, pengembangan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pembentukan karakter sebagai changemaker, yang dilengkapi dengan sertifikat internasional. Penguatan keterampilan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan. Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan penguasaan bahasa Inggris dengan pengembangan keterampilan abad ke 21, LEAP berharap dapat membantu mempersiapkan lebih banyak generasi muda Indonesia agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif di tingkat global.

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah? Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah?

Jakarta, katakabar.com - Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Undang Undang P2SK dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan industri aset kripto di Indonesia. Aturan baru tersebut memuat sejumlah pokok perubahan, termasuk penguatan pengaturan aset keuangan digital dan aset kripto. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adi Budiarso, mengatakan OJK telah terlibat dalam berbagai pembahasan substansi terkait revisi Undang Undang P2SK bersama pemerintah. “Jadi OJK selama ini bersama pemerintah tentunya menjadi bagian dalam diskusi tentang terkait dengan bahan. Tapi finalisasi diskusinya adalah dilakukan oleh pemerintah dengan DPR. Jadi pada prinsipnya sudah terjadi tata kelola sebagaimana yang sudah ditentukan oleh tata keuangan negara kita,” kata Adi kepada wartawan selepas agenda CFX Crypto Conference 2026 di Jakarta, Senin (8/6) lalu. Ia menegaskan, setelah aturan tersebut resmi berlaku, OJK akan berperan sebagai pengawal implementasi regulasi. Peran tersebut mencakup aspek pengaturan, pengawasan, perlindungan konsumen, hingga penegakan hukum di sektor aset keuangan digital dan aset kripto. Dari sisi industri, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif pengesahan revisi Undang Undang P2SK. Menurutnya, penguatan payung hukum di tingkat undang-undang dapat menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan industri kripto nasional yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. “Kami sambut positif pengesahan revisi Undang Undang P2SK ini sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola industri aset kripto di Indonesia. Saat ini, kami juga menunggu dan menantikan draft final didistribusikan kepada pelaku industri agar dapat melihat lebih rinci perubahan apa saja yang akan berdampak pada ekosistem,” ucap Calvin. Calvin menambahkan, pelaku industri perlu memperoleh kejelasan teknis mengenai arah implementasi aturan baru tersebut. Hal ini penting agar proses transisi regulasi dapat berjalan efektif, tidak menimbulkan ketidakpastian baru, dan tetap mendukung inovasi di sektor aset digital. “Tokocrypto siap bersinergi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan regulasi baru ini dapat diimplementasikan dengan baik. Kami percaya, regulasi yang kuat, jelas, dan adaptif akan menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan industri kripto Indonesia,” tutur Calvin. Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI sebelumnya resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (4/6) lalu. Penguatan Industri Kripto Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke 20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Materi muatan dalam revisi Undang Undang P2SK mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, perluasan kewenangan OJK, serta penyempurnaan tugas dan tata kelola Bank Indonesia. Salah satu poin penting dalam aturan tersebut ialah penguatan pengaturan aset kripto. Meski disambut positif, implementasi revisi Undang Undang P2SK tetap menjadi aspek krusial yang perlu dikawal. Pelaku industri menilai kejelasan aturan turunan, mekanisme pengawasan, serta ruang dialog antara regulator dan industri akan menentukan efektivitas beleid tersebut dalam memperkuat perlindungan investor sekaligus menjaga daya saing ekosistem kripto nasional. Dengan dukungan regulator dan kesiapan pelaku industri, revisi Undang Undang P2SK diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, meningkatkan perlindungan konsumen, serta membuka ruang pertumbuhan yang lebih sehat bagi industri aset kripto di Indonesia.