BGN

Sorotan terbaru dari Tag # BGN

Program MBG Terus Berjalan, BGN Fokus Tingkatkan Standar Dapur dan Keamanan Pangan Riau
Riau
Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Program MBG Terus Berjalan, BGN Fokus Tingkatkan Standar Dapur dan Keamanan Pangan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Gizi Nasional (BGN) terus perketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seluruh dapur MBG kini diwajibkan menerapkan standar operasional yang lebih ketat, mulai dari kelayakan fasilitas, kebersihan dapur, hingga sistem pelaporan digital yang terintegrasi secara nasional. Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kepulauan Meranti, Suryani, M.Han, menjelaskan seluruh kepala SPPG dan petugas wajib menjalankan tugas sesuai regulasi yang telah ditetapkan BGN. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. "Saat ini di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 23 SPPG yang didukung 23 dapur operasional. Seluruhnya masih berjalan dan tetap beroperasi memberikan layanan kepada para penerima manfaat," ujar Suryani, Rabu (5/8). Menurutnya, BGN tidak akan mentoleransi dapur yang tidak memenuhi standar. Apabila ditemukan fasilitas yang tidak layak, bangunan tidak memenuhi ketentuan, peralatan kurang memadai, atau kondisi dapur tidak bersih, maka pengelola akan diberikan teguran secara bertahap. "Kalau ditemukan pelanggaran, pertama diberikan surat peringatan. Apabila tidak ada perbaikan sesuai batas waktu yang diberikan, maka dapat dikenakan suspend atau penghentian operasional sementara hingga pemutusan kerja sama," tegasnya. Suryani menegaskan, kebijakan penghentian operasional bukan berarti seluruh dapur MBG akan ditutup. Langkah tersebut hanya diberlakukan kepada dapur yang tidak mematuhi standar BGN. Menurutnya, beberapa dapur di Meranti memang sempat dikenakan status suspend sementara karena masih harus melengkapi sejumlah persyaratan yang menjadi catatan tim pengawas. "Suspensi itu sifatnya sementara. Misalnya diberikan waktu tiga minggu untuk memperbaiki fasilitas atau melengkapi kekurangan. Setelah semuanya sesuai standar, operasional dapat kembali berjalan," jelasnya. Ia menambahkan, keputusan pemberian peringatan maupun suspend bukan ditentukan oleh koordinator wilayah, melainkan oleh Tim Pengawasan dan Evaluasi BGN Pusat yang memang memiliki kewenangan melakukan audit terhadap gedung, peralatan, hingga sumber daya manusia di setiap SPPG. Selain pengawasan fisik, BGN juga mulai menerapkan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) sebagai sistem pelaporan terpadu yang harus dijalankan seluruh SPPG di Indonesia. Melalui sistem tersebut, seluruh aktivitas dapur wajib didokumentasikan secara lengkap, mulai dari kedatangan bahan baku, proses persiapan, memasak, pemorsian, distribusi hingga makanan diterima siswa di sekolah. "Kalau dulu pelaporan hanya berupa foto makanan yang sudah jadi, sekarang seluruh tahapan harus dilaporkan melalui sistem. Semua proses terdokumentasi dari awal sampai makanan diterima anak-anak," ucapnya. SIPGN juga dirancang agar dapat diakses oleh orang tua siswa. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui menu makanan yang diterima anak setiap harinya melalui sistem berbasis website. "Orang tua nantinya bisa melihat langsung dari handphone menu yang dimakan anaknya di sekolah. Semua sudah terhubung dalam sistem pelaporan nasional," kata Suryani. Dalam pelaksanaan MBG, BGN juga memberikan perhatian khusus kepada siswa yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Sebelum program berjalan, setiap SPPG diwajibkan mendatangi sekolah untuk mendata seluruh peserta didik yang memiliki riwayat alergi, seperti alergi ikan laut, seafood, udang maupun telur. Apabila pada hari tertentu menu utama menggunakan ikan laut atau bahan yang memicu alergi, maka anak tersebut akan diberikan menu pengganti sesuai rekomendasi ahli gizi. "Semua siswa yang memiliki alergi sudah didata sejak awal. Jadi kalau hari itu menunya ikan laut atau bahan yang tidak boleh dikonsumsi, akan diganti dengan menu lain yang sudah dihitung nilai gizinya oleh ahli gizi," bebernya. Saat ini, beber Suryani, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki 23 dapur MBG yang masing-masing didukung seorang kepala SPPG, seorang ahli gizi, dan seorang pengawas administrasi atau keuangan. "Karena dapurnya ada 23, maka ahli gizinya juga 23 orang. Mereka bertugas memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan BGN," imbuhnya. Menanggapi berbagai informasi mengenai evaluasi pelaksanaan MBG, Suryani memastikan hingga saat ini seluruh layanan di Kabupaten Kepulauan Meranti masih berjalan normal. Ia menegaskan, BGN terus melakukan pembenahan agar kualitas pelayanan semakin baik tanpa mengganggu hak anak-anak untuk memperoleh makanan bergizi setiap hari. "Kami tentu tidak ingin anak-anak yang sudah menerima manfaat program ini tiba-tiba kehilangan haknya. Karena itu yang dibenahi adalah kualitas dapurnya, fasilitasnya, dan tata kelolanya agar semakin baik sesuai standar nasional," tandasnya.

Fokus Keamanan Pangan dan Gizi, Total 8.000 Penjamah Makanan Bimtek BGN di Riau Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 19 Desember 2025 | 10:32 WIB

Fokus Keamanan Pangan dan Gizi, Total 8.000 Penjamah Makanan Bimtek BGN di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Analis Kebijakan Ahli Madya Dir Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN), Deni Iskandar ST MHan buka Bimbingan Teknis (Bintek) Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis Wilayah 1 di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10). Diikuti 8000 peserta yang tersebar di delapan hotel di Pekanbaru. Bimtek yang berlangsung dua hari tersebut, Sabtu (18/10) dan Minggu (19/10) dihadiri perwakilan BPOM Muhammad Rusydi Ridha S Farm Apt Mfarm MH, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sukma Yenni Budiarti Latif SKM M dan perwakilan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Gustiyanti SKM MKes. Sedang, dari BPOM memaparkan tentang Keamanan Pangan dan Standarisasi. Dinas Lingkungan Hidup tentang Laik Higienitas, Sanitasi dan IPAL. Persagi tentang Antropometri dan Status Gizi Anak Sekolah. Deni Iskandar ST MHan mengajak seluruh SPPG di seluruh Indonesia dapat menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan sebaik-baiknya. Jalankan standar operasional prosedur. Kejadian yang terjadi dilapangan itu akibat tidak berjalannya SOP tentang pengelolaan dapur yang baik. ''Bisa jadi juga kejadian pada makanan karena orang-orang yang tidak berkenan menjalankan SOP tersebut,'' paparnya. Ia menekankan setiap dapur SPPG MBG untuk dapat mengikuti saran tenaga ahli gizi. ''Ahli gizi lah yang tahu terhadap makanan tersebut memiliki standar gizi. Semua dapur SPPG diharuskan berlatar belakang ahli gizi. Jangan sampai ahli gizi SPPG bukan berlatar belakang ahli gizi. Personal-personal yang ada di SPPG adalah merupakan pahlawan gizi,'' jelasnya. Kejadian-kejadian pada SPPG MBG, sebutnya, mari intropeksi diri, apa yang viral di medsos, tiktok, instakram, facebook diperbaiki semua. Caranya dengan belajar seperti yang dilaksanakan pada Bimtek Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis saat ini. Jadi nanti, semua prosedur-prosedur yang ditetapkan jangan sampai dilanggar. Apa saja yang tidak dibolehkan di dapur jangan dilakukan. Dia juga menyadari bahwa dapur MBG belum terstandar dengan baik semua, masih ada dapur yang belum standar. ''Nanti akan ada dapur-dapur MBG percontohan yang akan dibangun di 514 kabupaten kota di Indonesia. Tiap kabupaten kota akan ada tiga dapur SPPG milik BGN yang protektif, baik dari bangunannya, peralatan, semua sesuai dengan standar Operasional Prosedur dapur MBG. Sekarang sudah ada beberapa dalam proses pelelangan dan kontrak pemenang,'' ceritanya. Menurutnya, dapur SPPG BGN percontohan itu, tanahnya sudah disurvei, menggunakan tanah pemerintah daerah. Nanti pembangunan dan peralatannya dibiayai oleh APBN. Dapur tersebut tidak memakai yayasan atau mitra. Langsung dikontrol dari pusat. Dijelaskannya, pengelola dapur SPPG BGN itu ada yang dikelola oleh pemerintah, mitra swasta, instansi baik itu TNI, Polri. ''Kalau sudah berstandarisasi maka yang bekerja di SPPG akan lebih enak. Kalau dapurnya belum berstandar, kita akan repot, yang tadinya ingin menjadikan makanan higienis, menerapkan SOP susah karena sarana dan prasarana tidak mendukung. Dapur-dapur SPPG yang sudah ada ini diperbaiki secara perlahan-lahan. Sarana dan prasarana yang kurang bisa disampaikan oleh kepala SPPG kepada mitranya sehingga dapur menjadi sempurna,'' tandasnya.

BGN Luncurkan Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Meranti Riau
Riau
Senin, 17 Februari 2025 | 17:17 WIB

BGN Luncurkan Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Meranti

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di antara program prioritas Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, resmi diluncurkan secara serentak di Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (17/2) pagi. Kegiatan Launching Makan Bergizi Gratis (MBG) ini ditandai dengan peninjauan bersama Forkopimda dan instansi terkait di SDN 20 Tebing Tinggi yang berada Jalan Pramuka Kelurahan Selatpanjang Timur. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan SH SIK, Bupati Kepulauan Meranti, di wakili Assisten III Setda, Sudandri, S.H, Danramil 02 Tebing Tinggi diwakili Serma Syafi'i, Danposal AL Selatpanjang diwakili Serda Roni, Camat Tebing Tinggi? Husni Mubarak, Kadis Kesehatan, Fachri S.Km, Kasat Intelkam, Analisis gizi Dinas Kesehatan, Raudhatul nNkmah, S.Gz, Kadis Pendidikan, Suardi, Ka SPPG Meranti. Suryani, M. Han, Bhabinkamtibmas? Brigadir David Sudarsono, S.H beserta 0ara guru SDN 20 Tebing Tinggi, turut hadir.