China
Sorotan terbaru dari Tag # China
Segera Hadir! Pameran Kerja Sama Sustainability dan Inovatif China dan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Untuk semakin memperdalam kerja sama dan pertukaran ekonomi-perdagangan antara China dan Indonesia, sekaligus mendorong manfaat bersama, serta pembangunan yang terkoordinasi di berbagai bidang, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), atas persetujuan Dewan Negara Republik Rakyat China, bakal gelar 2026 China-Indonesia Green and Innovative Cooperation Exhibition (selanjutnya disebut Indonesia Innovative Exhibition) di Jakarta, Indonesia, pada 3 hingga 5 September 2026 mendatang. China Council for the Promotion of International Trade Commercial Sub-council (CCPIT Commercial Sub-council) bertindak sebagai penyelenggara pameran. Indonesia Innovative Exhibition rencananta digelar di Jakarta International Expo dengan area pameran seluas 1.500 meter persegi. Ruang lingkup pameran mencakup kecerdasan buatan, logistik cerdas, informasi dan komunikasi, kendaraan energi baru beserta aksesori, produk energi baru, teknologi pencegahan dan mitigasi bencana, produk keselamatan darurat, perlengkapan medis, peralatan rumah tangga dan produk elektronik, barang konsumsi harian, dan sektor terkait lainnya. Selama pameran, berbagai kegiatan pendukung juga akan digelar, termasuk forum kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pertemuan penjajakan dan negosiasi antarperusahaan. Di saat yang sama, Indonesia Innovative Exhibition tahun ini akan menghadirkan area pameran "China Opportunity Hub" untuk menampilkan capaian pembangunan keterbukaan tingkat tinggi China, memperkenalkan secara menyeluruh keunggulan iklim bisnis di berbagai wilayah China, memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan kedua pihak secara berkelanjutan, serta mendukung kerja sama pragmatis kedua negara agar mencapai perkembangan baru. The Entrepreneurs Society (TES) yang didirikan oleh Kak Klemens Rahardja sejak tahun 2017, TES sudah menginspirasi, membangun dan mempersatukan lebih dari 12ribu pengusaha di seluruh Indonesia, yang berpartisipasi sebagai Strategic Community Partner dalam kolaborasi ini, dengan peran untuk memperkuat jejaring komunitas wirausaha, membuka akses koneksi bisnis, serta mendukung terciptanya ruang kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha Indonesia dan China.
Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan
Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit saat perhelatan di gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6) lalu. Total 28 Ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Aceh akan diberangkatkan menuju China. Produk lidi sawit tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh para petani sawit serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Koperasi anggota ASPEKPIR hasil dari rangkaian kegiatan program pemberdayaan UMKM dan Koperasi yang telah digelar ASPEKPIR dan BPDP. ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional. Hadir di kegiatan tersebut Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, perwakilan Badan Karantina, Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait, perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan pengrajin lidi sawit. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan BPDP telah lama melakukan kegiatan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama intensif bersama ASPEKPIR dilakukan melalui berbagai kegiatan workshop dan diseminasi sejak tahun 2024 hingga saat ini. Rangkaian workshop produksi lidi sawit tersebut telah dilaksanakan di berbagai wilayah antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengenalkan potensi lidi sawit dan ketersediaan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar kualitas produk sesuai standar pasar ekspor. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah. “BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya. BPDP saat ini memiliki berbagai program strategis untuk mendukung penguatan kapasitas dan peningkatan produktivitas petani sawit, antara lain melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta program Promosi Perkebunan yang bertujuan mengenalkan manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Keberhasilan ekspor perdana lidi sawit ini menunjukkan bahwa sawit adalah komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi hingga pelaku ekspor. “Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,” ujarnya. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, memperluas kesempatan kerja berkualitas dengan kewirausahaan, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono menegaskan pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara. Dijelaskan Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Manfaatnya kemudian akan dirasakan kurang lebih 2.800 anggota koperasi tersebut. Keterlibatan koperasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. “Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” imbuh Setiyono. Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menimpali sejak akhir 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan didukung BPDP terus melakukan sosialisasi serta pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurut Ilham, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi petani dan UMKM di berbagai daerah sentra perkebunan sawit. Pada kegiata sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor perdana tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi. “Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” terangnya. Pengembangan produk lidi sawit menjadi bukti sektor sawit mampu mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM membantu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan. Produk lidi sawit ini juga sekaligus dapat memperluas pasar ekspor perkebunan melalui diversifikasi produk turunan kelapa sawit. Selain kegiatan pelepasan perdana ekspor lidi sawit, BPDP dan ASPEKPIR taja workshop praktik ekspor lidi sawi di Langkat, Sumatra Utara pada Kamis (18/6). Dalam workshop yang dihadiri 100 peserta ini, dilakukan penandatanganan MoU antara koperasi sawit dan pelaku ekspor tentang peningkatan produksi lidi sawit siap ekspor.
Kejar Passion di Dunia Marketing, dari Binus University Hingga ke China
Jakarta, katakabar.com - Kejarlah ilmu sampai ke negeri China, pepatah ini yang dijalankan langsung oleh Veravati Chearlius, Binusian jurusan Global Business Marketing, angkatan 2026 dari Binus @Alam Sutera. Berawal dari motivasi diri dan keinginan memahami langsung bagaimana China bisa menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia, serta bagaimana etos kerja masyarakatnya, ia sedang menjalani program Study Abroad di Guangxi Minzu University, China, sejak bulan September 2025. Sejak awal kuliah, Vera sudah tahu dunia marketing bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang memahami manusia, membangun cerita, dan menciptakan strategi yang relevan. Itulah yang membuatnya memilih Binus Business School, kampus yang dikenal dengan pendekatan global, kurikulum adaptif, serta jaringan mitra internasional yang luas. Ketika mengetahui Binus memiliki program enrichment yang membuka peluang belajar di luar negeri, Vera langsung merasa menemukan rumah akademik yang tepat. Melalui program ini, Vera bukan hanya mempelajari teori bisnis internasional, tapi juga mengasah empati lintas budaya, komunikasi global, dan adaptasi diri di lingkungan baru. Ia belajar bahwa menjadi profesional global berarti mampu menghargai perbedaan, berpikir terbuka, dan terus tumbuh dari pengalaman baru. Pilihan Guangxi Minzu University pun bukan tanpa alasan. Terletak strategis di kawasan selatan China, kampus ini dikenal sebagai universitas multikultural dengan mahasiswa dari berbagai negara. Lokasi Guangxi yang dekat dengan pusat ekonomi seperti Guangzhou dan Shenzhen, membuatnya memiliki banyak kesempatan untuk melihat langsung dinamika bisnis dan tren inovasi di lapangan. Tetapi, pengalaman belajar lintas negara tentu tidak lepas dari tantangan. Sejak hari pertama tiba, ia harus beradaptasi dengan cepat. Mulai dari mencari tempat tinggal hingga menghadapi kelas dengan materi berbahasa Mandarin. Dari situ pula ia mendapatkan pelajaran yang berharga. “Sekarang aku malah terbiasa naik transportasi umum, bahkan bisa nyetir motor listrik sendiri. Dulu gak kebayang!” kenangnya. Bagi Vera, pengalaman ini bukan hanya tentang studi akademik, melainkan juga perjalanan membentuk karakter. Ia belajar tentang kemandirian, ketahanan, dan semangat pantang menyerah. “Mereka (warga lokal) itu the real fighter. Kalau kerja, total. Kalau belajar, sungguh-sungguh. Dari mereka, aku belajar bahwa ketekunan dan konsistensi itu kunci, bukan hanya untuk sukses, tapi untuk bertahan,” cerita Vera. Lewat kisah seperti Vera, BINUS University membuktikan bahwa global exposure bukan sekadar mimpi, tapi realita bagi mereka yang mau berjuang. Karena di Binus, setiap langkah kecil menuju pengalaman internasional adalah bagian dari perjalanan besar menuju masa depan. Sebagai bagian dari Binus @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus, pengalaman Vera menjadi wujud nyata dari semangat kampus yang mendorong mahasiswanya untuk berpikir kreatif, berjiwa global, dan berani keluar dari zona nyaman. Melalui kolaborasi lintas budaya dan exposure internasional, Binus @Alam Sutera terus berkomitmen membentuk generasi profesional yang mampu memimpin inovasi bisnis kreatif di panggung dunia.
Permintaan Meningkat di Indonesia Ekspansi Kendaraan Listrik China Jadi Ideal
membuka peluang kolaborasi antara perusahaan EV China dengan perusahaan pertambangan lokal serta mendirikan pabrik baterai. Untuk memasuki pasar Indonesia secara efektif, perusahaan EV China harus mematuhi regulasi dan mendirikan entitas lokal. Di sinilah CPT Corporate berperan penting. Sebagai penyedia layanan Pendaftaran Perusahaan terpercaya di Indonesia, CPT Corporate membantu investor asing mendirikan PT PMA (Perusahaan Penanaman Modal Asing) dengan kepatuhan penuh. Mulai dari memperoleh izin usaha hingga memahami sistem klasifikasi KBLI dan mengurus registrasi pajak, CPT Corporate menyederhanakan proses hukum yang kompleks agar perusahaan EV China dapat fokus pada ekspansi pasar dan operasional. Opsi lain yang layak adalah menjalin kemitraan dengan perusahaan Indonesia. Hal ini tidak hanya memberikan akses pasar yang lebih mudah, tetapi juga membantu dalam pengadaan lokal, rekrutmen tenaga kerja, dan perizinan. Banyak merek EV China telah mengadopsi model ini untuk berbagi biaya dan mengurangi risiko.
Batik Sawit Ramah Lingkungan Go Internasional Ikuti InnovFest Suzhou 2024 di China
Jakarta, katakabar.com - Produsen Batik Sawit dari Yogyakarta, CV Smart Batik Indonesia ramah lingkungan go internasional. Lantaran Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini dapat kesempatan istimewa ikuti kegiatan Innovation Festival (InnovFest) Suzhou 2024 yang berlangsung pada 18 hingha 20 November 2024 di China. InnovFest Suzhou adalah festival inovasi dan kewirausahaan internasional yang digelar National University of Singapore Research Institute (NUSRI) Suzhou, yang didukung NUS Enterprise.
Tampil di CAEXPO-CABIS ke 21 di China, Kelapa Sawit Baik Makin Mendunia
Nanning, katakabar.com - Sawit bersih tampil di pergelaran China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke 21 tahun 2024 yang dihelat di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Tiongkok, pada 24 hingga 28 September 2024 lalu. Di ajang tersebut, Indonesia selain mampu membukukan potensi transaksi sebesar Rp479 miliar untuk produk-produk unggulan Indonesia yang paling diminati, yakni kelapa sawit, kelapa, cengkeh, kopi, buah tropis, kerajinan tangan, mi instan, serta makanan olahan membawa penghargaan bergengsi bagi Indonesia.
Ardiansyah Dampingi Investor China Lihat Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bengkalis-Pakning
Bandar Laksamana, katakabar.com - Mewakili Bupati Bengkalis, Kasmarni, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah dampingi Investor dari China Head Contract Consultan Sino Road and Bridge Group Co (SRBGC), Ika Puspitasari bersama rombongan melakukan peninjauan titik koordinat rencana pembangunan Jembatan Bengkalis-Sungai Pakning, pada Jumat (17/5). Peninjauan perdana dilakukan di lokasi titik koordinat pasnya di Jalan Poros Desa Pangkalan Batang Barat, dan dilanjutkan peninjauan titik koordinat Jalan Provinsi di Desa Bukit Batu Kecamatan Bandar Laksamana. Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, sangat serius untuk mewujudkan jembatan Pakning-Bengkalis. Untuk itu, mohon doanya serta dukungan dari semua masyarakat Kabupaten Bengkalis. "Alhamdulillah, rencana pembangunan jembatan antara pulau Bengkalis dan Pulau Sumatera ini terjadi pada masa kepemimpinan Bupati Bengkalis Kasmarni dan Bagus Santoso. Di mana Bupati Bengkalis, Kasmarni berharap pembangunan jembatan ini benar-benar segera terwujud," ujar Kadis PUPR selepas dampingi Investor dari China. Di momen itu, Kadis PUPR menyakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sangat mendukung proses percepatan rencana pembangunan jembatan Pulau Bengkalis dengan pulau Sumatera ini bakal dibangun dari Investor dari China. "Saat ini kita lagi terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau kita sudah berbagi kerjasama dengan pemerintah provinsi Riau, dimana sekarang kita lagi menunggu DED-nya, sementara kita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sedang pembuatan Amdal dan pembebasan lahan," ulas Ardiansyah. Ardiansyah berharap, mudah-mudahan rencana pembangunan Jembatan Pulau Bengkalis pulau dan Sumatera ini segera terlaksana. Hal ini sesuai arahan atau instruksi Bupati Bengkalis, Kasmarni untuk segera dilakukan proses percepatan pembangunan jembatan Bengkalis-Sungai Pakning. "Kita berharap dengan kunjungan pertama dari rombongan investor dari China ini, proses percepatan pembangunan Jembatan Pakning-Bengkalis segera terwujud. Kita terus jalankan koordinasi dengan pihak investor, Provinsi Riau dan pusat supaya rencana pembangunan jembatan ini juga segera masuk Program Strategis Nasional (PSN)," terangnya. Investor dari China Head Contract Consultan Sino Road and Bridge Group Co (SRBGC), Ika Puspitasari menuturkan, hasil kunjungan pertama ini sangat bagus dan berjalan dengan lancar, semoga rencana pembangunan ini bisa segera diproses. Dan diharapkan juga rencana pembangunan jembatan ini segera masuk di PSN. "Kita pun sudah lihat titik koordinatnya, atau titik awal rencana pembangunan Jembatan antara Pakning-Bengkalis. Di mana titik koordinat as di pulau Bengkalis dari Jalan Poros Desa Pangkalan Batang Barat ke bibir pantai jaraknya 220 meter. Sedang, titik koordinat Jalan Provinsi Kecamatan Bandar Laksamana ke bibir pantai jaraknya 1080 meter," ucap Ika. Tenaga Ahli Infrastruktur Provinsi Riau, Ahmad Ismail berserta rombongan, kemudian Sekretaris Bappeda Bengkalis bersama rombongan turut hadir di kegiatan tersebut.
Harga Referensi CPO Naik November 2023, Ini Pemicunya
Jakarta, katakabar.com - Permintaan Negara Tirai Bambu julukan lain dari China dan nilai tukar Ringgit Malaysia disebut jadi pemicu harga referensi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) naik pada November 2023. Harga referensi CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) periode 1 hingga 15 November 2023 ditetapkan sebesar US$748,93 per ton, melonjak US$8,26 setara 1,11 persen dari harga referensi periode 16 hingga 31 Oktober 2023 lalu. Kenaikan itu membikin harga referensi CPO untuk dua pekan ke depan telah melampaui thereshold atau ambang batas US$680 per metrik ton. Dengan begitu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$18 per ton dan PE CPO sebesar US$ 75 per ton untuk periode 1 hingga 15 November 2023. Untuk ketentuan penetapan BK periode dua pekan ke depan diatur dalam Kolom Angka 3 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo Nomor 71/2023 sebesar US$ 18 per metrik ton. Sedang, penetapan PE CPO merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 jo Nomor 154/PMK.05/2022 sebesar US$ 75 per ton. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso menjabarkan, sejumlah faktor yang mendorong kenaikan harga referensi CPO periode 1 hingga 15 November 2023. Salah satunya dipicu kenaikan permintaan CPO dari China. Selain itu, kata Budi lewatketerangan resminya kemarin, disebabkan pelemahan mata uang Ringgit kepada Dolar Amerika Serikat dan peningkatan harga minyak mentah dunia, dilansir dari laman bisnis.com, pada Kamis (2/11). Data Bloomberg menunjukkan, nilai tukar Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada 1 November 2023 ditutup melemah 0,17 persen menjadi MYR4.771 per Dolar AS. Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat Ringgit Malaysia melemah 7,23 persen secara year to date (ytd) terhadap Dolar AS. Tidak hanya itu CPO, pemerintah menetapkan BK untuk minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤ 25 kilogram sebesar US$ 0 per metrik ton dengan penetapan merek sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1832/2023 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 kilogram. Sisi lain, Budi menjelaskan, harga referensi biji kakao periode November 2023 ditetapkan sebesar US$ 3.524,56 per ton. Harga referensi biji kakao pada bulan ini justru turun sebesar US$ 98,32 setara 2,71 persen dari bulan sebelumnya. Melemahnya harga referensi biji kakao telah berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada November 2023 menjadi US$ 3.211 per ton atau turun US$ 96 setara 2,89 persen dari periode sebelumnya. Untuk penurunan harga referensi kakao tidak berdampak pada BK biji kakao, yang tetap sebesar 15 persen sesuai Kolom Tertuang pada 4 Lampiran Huruf B pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo Nomor 71/2023. "Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi adanya penurunan stok biji kakao pada pelabuhan di wilayah Amerika Serikat ke level terendah selama empat bulan terakhir," sebutnya.