Deviden

Sorotan terbaru dari Tag # Deviden

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Kepastian Produksi Tambang, Kontribusi Dividen dan Penerimaan Perkuat Kedaulatan

Jakarta, katakabar.com - Kepastian produksi di sektor pertambangan dinilai menjadi faktor krusial menjaga kontribusi industri mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara. Di tengah upaya memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi nasional, keberlanjutan investasi serta kepastian operasional sektor pertambangan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi dalam mendukung hilirisasi mineral masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih kontribusi penerimaan negara melalui dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan royalti dari sektor pertambangan masih sangat dominan. Lantaran itu, ujar Eddy, untuk mendukung capaian tersebut kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia. "Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia," jelas Eddy. Capaian kontribusi untuk negara tercermin dari kinerja perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang tahun buku 2025. Sebagai induk holding, MIND ID menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp12,6 triliun yang ditopang oleh kinerja enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia. Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan kontribusi perusahaan kepada negara berasal dari berbagai instrumen penerimaan, tidak hanya dari satu sumber. Pada tahun 2026, Freeport Indonesia perkirakan mampu berkontribusi sekitar US$2,6 miliar, yang utamnaya berasal dari dividen sekitar US$1,1 miliar, pajak sekitar US$1 miliar, dan royalti sekitar US$500 juta. "Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalty," bebernya. Selain dividen, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam MIND ID juga merupakan kontributor utama penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara melalui pembayaran royalti dan PNBP sesuai ketentuan yang berlaku. PT Bukit Asam menjadi salah satu penyumbang utama royalti batu bara, sementara ANTAM, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi signifikan melalui royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas. Besarnya kontribusi fiskal tersebut menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang APBN sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Dalam semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, kepastian produksi serta keberlanjutan investasi di sektor pertambangan menjadi fondasi penting agar kekayaan alam nasional terus memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia.

Terminal Kendaraan Makin Kinclong, IPCC Hadiahi Investor Dividen Final Fantastis Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 22 Juni 2025 | 11:00 WIB

Terminal Kendaraan Makin Kinclong, IPCC Hadiahi Investor Dividen Final Fantastis

No. Keterangan Tanggal 1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 19 Juni 2025 2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 25 Juni 2025 3. Recording Date yang berhak atas Dividen Tunai final 30 Juni 2025 4. Cum Dividen di Pasar Tunai 30 Juni 2025 5. Ex Dividen Interim di Pasar Tunai 1 Juli 2025 6. Pelaksanaan pembayaran Dividen Tunai 17 Juli 2025 Selama tahun 2024, IPCC mencatatkan peningkatan volume kendaraan yang ditangani, diantaranya kendaraan Completely Built-Up (CBU) 865.870 Unit meningkat 7,94 persen (yoy), alat berat 26.352 Unit meningkat 38,71% (yoy), truk dan bus 174.609 Unit meningkat 69,21 persen.