Dupoin Futures
Sorotan terbaru dari Tag # Dupoin Futures
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus area resistance US$90,14. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, kegagalan tersebut diikuti pembentukan Swing High baru yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual setelah harga mengalami penguatan dalam tren sekunder. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga minyak. Dalam grafik harian, WTI berpotensi membentuk pola ABC Correction, yaitu pola koreksi yang dapat muncul setelah pergerakan harga mengalami kenaikan sebelumnya. Apabila tekanan bearish berlanjut, harga minyak berpeluang menguji area support US$86,82 hingga US$84,34.
Prediksi Harga Emas Teranyar, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren
Jakarta, katakabar.com - Harga emas punya peluang mengalami penguatan setelah membentuk pola Double Bottom pada grafik harian. Analisis teknikal Dupoin Futures menunjukkan, pola tersebut membuka peluang pembalikan arah dari tren bearish menuju bullish.
Emas Diprediksi Sentuh 4.163, Simak Analisis Mendalam Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Analisis Dupoin Futures menunjukkan, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan bahwa XAUUSD tengah melakukan koreksi naik setelah sebelumnya berhasil breakout dari level support kuat di 4.100. Dupoin Futures melihat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum kembali melanjutkan pelemahan.
NFP Jadi Penentu Harga Emas, Lo Kok Bisa! Dupoin Futures Pantau Level 4.236
Jakarta, katakabar.com - Harga emas masih menghadapi tekanan menjelang perdagangan pekan depan setelah XAUUSD mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Menurut analisis Dupoin Futures, tren bearish pada timeframe H4 masih cukup signifikan.
Prediksi Harga USDJPY: Analisis Tren dan Potensi Pasar Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih berada dalam perhatian pasar setelah yen bertahan di level lemah terhadap dolar AS. Dari analisis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe H4 menunjukkan potensi penguatan setelah mengalami rejection pada zona support 156.918–156.341. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak naik menuju zona resistance 159.034–159.791. Jika melihat rejection pada zona support 156.918–156.341 sebagai sinyal penting dalam membaca pergerakan USDJPY.
WTI Gagal Tembus 94.71: Prediksi Tren Harga Melemah Menurut Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak volatil di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah, dan perubahan kondisi pasokan minyak global. Analisis Dupoin Futures, harga WTI pada timeframe Daily masih berpotensi mengalami pelemahan setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance 92.37–94.71. Kondisi tersebut, menurut Dupoin Futures, membuka peluang bagi harga minyak untuk melanjutkan koreksi menuju zona support 86.40–83.60.
Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply 96.50–99.06 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction yang dapat membawa harga kembali bergerak menuju area support berikutnya. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, WTI berpotensi menguji support pada area 88.67–86.61. Area tersebut menjadi zona penting bagi pergerakan WTI karena dapat menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih panjang. Tetapi, Dupoin Futures menilai faktor fundamental masih dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 30 September, WTI tercatat naik sekitar 0,34 dolar AS menjadi US$89,72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah adanya kesediaan untuk memberikan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian mengenai hubungan AS-Iran kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Di sisi lain, terdapat perkembangan yang dapat meredakan tekanan pasokan. Reuters melaporkan bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai kembali pulih, termasuk kembalinya aktivitas pengiriman Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Ekspor minyak mentah regional juga telah mencapai level tertinggi sejak Februari. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.
Prediksi Harga Emas: Analisis Dupoin Futures Terkait Potensi Rebound ke 4.215
Jakarta, katakabar.com - Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembentukan Swing Low setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila area support mampu dipertahankan.
Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Meskipun harga minyak mendapat dukungan dari kekhawatiran gangguan pasokan, analisis teknikal menunjukkan WTI masih berpotensi menghadapi tekanan bearish pada perdagangan Selasa (29/9).
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily telah memasuki fase bearish dan saat ini sedang membentuk secondary trend. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan XAUUSD masih perlu dicermati, terutama ketika harga mendekati area resistance penting. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat harga emas saat ini tertahan di sekitar resistance pertama pada level 4.357. Dalam analisis Dupoin Futures, area tersebut menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan arah XAUUSD berikutnya. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance kuat 4.357 hingga 4.403, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut. Menurut Dia, kegagalan XAUUSD menembus area 4.357-4.403 dapat membuka peluang bagi harga emas untuk kembali mengalami pelemahan. Dalam skenario tersebut, support terdekat berada pada level 4.282. Level ini menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat pada perdagangan pekan depan. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures juga mencermati pola Head and Shoulders yang terbentuk pada chart Daily. Pola tersebut menjadi salah satu faktor teknikal yang mendukung potensi pelemahan harga apabila struktur bearish tetap terjaga. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat area 4.282 sebagai level support penting yang berpotensi diuji apabila harga tidak mampu mengatasi resistance 4.357-4.403. Meski demikian, pergerakan emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya pemulihan. Harga emas sempat rebound lebih dari 2% setelah dolar AS dan yield Treasury 10 tahun melemah, sementara harga minyak juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap emas karena turunnya yield membuat aset non-yielding seperti emas menjadi relatif lebih menarik. Tetapi, Dupoin Futures menilai rebound tersebut masih perlu dilihat dalam konteks tren Daily yang lebih besar. Secara fundamental, The Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026. Kebijakan The Fed tersebut dapat menjadi tantangan bagi harga emas karena suku bunga yang lebih tinggi berpotensi mempertahankan daya tarik dolar AS dan aset berbasis yield. Dupoin Futures melihat pergerakan USD menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan pekan depan. Apabila dolar kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi meningkat. Selain dolar, Treasury yield juga menjadi indikator penting dalam analisis Dupoin Futures. Yield Treasury 10 tahun sempat menembus level 5% pada pekan ini, mencerminkan tingginya ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dan risiko inflasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas. Harga minyak yang lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga tekanan terhadap kebijakan moneter dapat berkurang. Dalam perdagangan terbaru, penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu emas mengalami rebound. Untuk pekan depan, Dupoin Futures memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada keseimbangan antara sentimen hawkish The Fed dan perkembangan USD serta Treasury yield. Jika dolar dan yield kembali meningkat, peluang tekanan bearish terhadap emas dapat semakin besar. Sebaliknya, pelemahan USD dan yield dapat memberikan ruang bagi XAUUSD untuk mempertahankan rebound. Dari sisi teknikal, Dupoin Futures tetap menempatkan resistance 4.357-4.403 sebagai zona kunci. Selama harga belum mampu breakout dan bertahan di atas area tersebut, tren bearish pada timeframe Daily masih menjadi perhatian. Apabila tekanan jual kembali muncul, XAUUSD berpotensi bergerak menuju support 4.282. Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures menunjukkan XAUUSD masih berpotensi melemah setelah memasuki fase bearish dan membentuk secondary trend. Resistance 4.357-4.403 menjadi area penentu, sedangkan support 4.282 menjadi level yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Sementara itu, arah USD, Treasury yield, harga minyak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas emas sepanjang pekan depan.