Evakuasi

Sorotan terbaru dari Tag # Evakuasi

Di Tengah Ancaman Konflik, Sebelas Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter Nasional
Nasional
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Di Tengah Ancaman Konflik, Sebelas Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter

Papua, katakabar.com - Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel untuk mengevakuasi seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dari wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (9/8) lalu. Evakuasi dilakukan setelah warga tersebut ditemukan berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau melalui akses darat, sehingga membutuhkan tindakan cepat untuk memastikan keselamatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Evakuasi tersebut berlangsung di tengah kondisi wilayah Ugimba yang memiliki tantangan geografis, keterbatasan akses darat, perubahan cuaca, serta situasi keamanan yang masih dinamis. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker juga masih menjadi perhatian karena menimbulkan keresahan masyarakat dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan. Di tengah kondisi tersebut, prajurit tetap mengambil langkah untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan. Saat melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah, personel Koops TNI Habema menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Lantaran berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau menggunakan kendaraan darat, prajurit segera mengambil keputusan untuk melakukan evakuasi. Keselamatan warga menjadi prioritas, dengan setiap tahapan tetap memperhitungkan kondisi medan, cuaca, serta faktor keamanan di lapangan. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menegaskan evakuasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen prajurit dalam mengedepankan nilai kemanusiaan. “Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan," ujarnya. Untuk mempercepat proses penyelamatan, Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell Minggu (9/8) sekitar pukul 12.25 hingga 12.48 WIT. Total 11 personel terlibat dalam pelaksanaan misi tersebut. Pengerahan helikopter menjadi langkah nyata untuk mengatasi keterbatasan akses darat sekaligus memastikan warga dapat segera dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan. Setibanya di Distrik Sugapa, warga tersebut kemudian diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lanjutan agar warga dapat memperoleh penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, proses evakuasi tidak berhenti setelah warga berhasil dibawa keluar dari lokasi yang sulit dijangkau. Rangkaian evakuasi tersebut menunjukkan medan sulit, cuaca, maupun situasi keamanan tidak menjadi penghalang bagi prajurit Koops TNI Habema untuk membantu masyarakat. Mulai dari menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, mengambil keputusan cepat, mengerahkan dua helikopter dan 11 personel, hingga memastikan adanya penanganan lanjutan, seluruh langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian prajurit di wilayah penugasan. Di Ugimba, pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan dan pengamanan wilayah, tetapi juga melalui keberanian untuk bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Saat akses darat terbatas dan keselamatan warga berada dalam risiko, prajurit hadir dengan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan satu kehidupan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga masyarakat berarti hadir saat dibutuhkan, bergerak saat diperlukan, dan memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

Evakuasi Penemuan Mayat di Sungai Kubur, Polres Inhil: Hasil Pemeriksaan Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan Hukrim
Hukrim
Selasa, 21 Juli 2026 | 23:15 WIB

Evakuasi Penemuan Mayat di Sungai Kubur, Polres Inhil: Hasil Pemeriksaan Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Tembilahan, katakabar.com - Personel Polres Indragiri Hilir tindaklanjuti laporan penemuan seorang pria kondisi meninggal dunia di kawasan Sungai Kubur, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (21/7) sore. Laporan diterima setelah seorang nelayan yang sedang dalam perjalanan pulang dari mencari ikan melihat sesosok pria tergantung pada batang pohon pidada di tepi sungai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pos Polair Polda Riau di Sungai Jepun, Kelurahan Sungai Perak, dan diteruskan kepada Satpolair Polres Indragiri Hilir. Mendapat informasi tersebut, personel Satpolair Polres Indragiri Hilir berkoordinasi dengan Unit Samapta, Satreskrim, dan Polsek Tembilahan untuk mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Puri Husada Tembilahan guna dilakukan Visum et Repertum (VER). Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Puri Husada, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, luka akibat benda tajam maupun benda tumpul, serta tidak terdapat indikasi keracunan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi. Sedang hasil olah TKP, petugas mendapati korban masih dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali yang terikat pada batang pohon pidada. Selain itu, tidak ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan di lokasi kejadian. Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban berupa pakaian yang dikenakan, sebuah kalung berbahan stainless, serta seutas tali berwarna hijau yang digunakan di lokasi kejadian. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah beserta barang bukti diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim, mengatakan telah melakukan olah TKP  dan evakuasi korban. "Kami telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian mulai dari olah TKP, evakuasi korban, hingga pemeriksaan medis melalui Visum et Repertum bersama tim RSUD Puri Husada Tembilahan. Menurut hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi adanya tindak pidana," ujarnya. Tetapi, jelasnya, kami tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur untuk memastikan seluruh fakta yang ada. Kami menghormati keputusan pihak keluarga yang menolak dilakukannya autopsi. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghormati privasi keluarga yang sedang berduka," sebutnya.

Evakuasi Berhasil, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan dan Kejar Pelaku di Yahukimo Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 Juli 2026 | 15:04 WIB

Evakuasi Berhasil, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan dan Kejar Pelaku di Yahukimo

Yahukimo, katakabar.com - Koops TNI Habema bergerak cepat mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7) lalu. Di saat yang sama, tim patroli juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat. Operasi evakuasi dilaksanakan dengan mengedepankan kecepatan, ketelitian, dan faktor keamanan mengingat lokasi kejadian berada di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau. Total 10 personel Koops TNI Habema diterjunkan dengan dukungan dua helikopter Caracal sehingga proses evakuasi dapat berjalan secara aman dan terkoordinasi. Berkat operasi yang berjalan lancar, jenazah Nicholas F. Goselin berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan diterbangkan menuju Timika menggunakan dukungan udara Koops TNI Habema. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya pilot PT AMA Air. Koops TNI Habema berkomitmen mendukung proses evakuasi, menjaga keamanan wilayah, serta membantu penegakan hukum. Tim patroli juga terus melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," ujarnya. Sejalan dengan komitmen tersebut, kata Wirya, tim patroli Koops TNI Habema terus bergerak melakukan penyisiran dan pengejaran bersama unsur terkait. "Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum sekaligus memastikan situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo tetap kondusif," jelasnya. Selain operasi pengejaran, lanjutnya, Koops TNI Habema bersama unsur terkait memperkuat pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna mendukung proses penyelidikan. Pengamanan juga dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga kelancaran penerbangan perintis yang menjadi jalur penting bagi wilayah pedalaman Papua. "Bagi masyarakat Papua Pegunungan, penerbangan perintis memiliki peran yang sangat vital. Moda transportasi ini menjadi penghubung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ucapnya. Koops TNI Habema memastikan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait akan terus diperkuat. Pengamanan wilayah, pendalaman kronologi kejadian, hingga operasi pengejaran terhadap para pelaku akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo dan wilayah sekitarnya. Keberhasilan operasi evakuasi ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan medan Papua yang berat, keselamatan dan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Bersamaan dengan itu, Koops TNI Habema akan terus hadir menjaga keamanan, mendukung penegakan hukum, serta memastikan masyarakat Papua dapat beraktivitas dengan tenang dan pelayanan penerbangan perintis tetap berjalan demi menghubungkan harapan di setiap pelosok negeri.

Bupati dan Polres Kepulauan Meranti Gercep Evakuasi Dump Truk Sampah Kena Jebakan Batman  Riau
Riau
Sabtu, 13 Desember 2025 | 14:47 WIB

Bupati dan Polres Kepulauan Meranti Gercep Evakuasi Dump Truk Sampah Kena Jebakan Batman 

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti dan Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar gerak cepat (Gercep) tangani, sekaligus evakuasi dump truk pengangkut sampah kena 'jebakan batman' disebabkan amblasnya gorong-gorong di kawasan simpang tiga Jalan Utama Alahair, Sabtu (13/12) pagi. "Satu unit dump truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti pelat BM 8032 X sedang melaksanakan kegiatan operasional rutin, yakni mengangkut sampah masyarakat menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kabag Ops, Kompol Syahrizal. "Saat dump truk melintas gorong-gorong di kawasan Simpang tiga Jalan Utama Alahair, secara tiba-tiba terjadi amblas pada struktur gorong-gorong sehingga mengakibatkan ban roda belakang sebelah kiri dump truk terperosok ke dalam lubang, sebabkan kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan, dan menghambat arus lalu lintas di lokasi tersebut," cerita Kompol Syahrizal. Menindaklanjuti kejadian tersebut, ulas Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, petugas Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan upaya penanganan dan evakuasi dengan mendatangkan 2 unit truk bantuan, serta 1 unit truk dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) guna membantu proses penarikan dan pengamanan dump truk yang terperosok. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan pengguna jalan. "Ketika proses penanganan dan evakuasi, personel Polres Kepulauan Meranti turut hadir di lokasi kejadian untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas dan mengurai kemacetan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Selain itu, personel Polres Kepulauan Meranti juga membantu proses pengamanan lokasi dan mendukung kelancaran evakuasi hingga dump truk berhasil dievakuasi dari titik amblas," jelasnya. Sementara, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan sekitar pukul 10.00 WIB, truk pengangkut sampah berhasil dievakuasi dengan aman, sehingga situasi di lokasi kejadian kembali kondusif dan arus lalu lintas berjalan normal. "Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, gorong-gorong di kawasan Simpang 3 Jalan Utama Alahair diketahui telah mengalami keretakan beberapa hari sebelum kejadian, tetapi belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh, sehingga saat dilalui kendaraan bermuatan berat, struktur gorong-gorong tidak mampu menahan beban dan akhirnya mengalami amblas," kata Orang Nomor Satu di Kepulauan Meranti. Menurut H Asmar, kejadian amblasnya gorong-gorong di kawasan Simpang 3 Jalan Utama Alahair dipicu kondisi fisik struktur gorong-gorong yang telah mengalami keretakan sebelumnya, sehingga daya dukung konstruksi tidak lagi optimal dalam menahan beban kendaraan, khususnya kendaraan bermuatan berat seperti dump truk pengangkut sampah. "Amblasnya gorong-gorong tersebut di akibatkan air pasang yang tinggi sehingga struktur bangunan menjadi keropos dan mengakibatkan amblas serta Insiden tersebut, berdampak langsung terhadap terganggunya arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, mengingat Simpang 3 Jalan Utama Alahair merupakan jalur utama aktivitas masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan serta risiko kecelakaan lanjutan apabila tidak segera dilakukan penanganan," jelas H Asmar. Ia mengatakan respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup dengan melibatkan instansi terkait serta dukungan pengamanan dan pengaturan lalu lintas oleh Polres Kepulauan Meranti menunjukkan koordinasi lintas sektor yang cukup baik, sehingga proses evakuasi dapat berjalan aman dan situasi dapat segera kembali kondusif. "Kejadian ini mengindikasikan masih perlunya peningkatan sistem pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan gorong-gorong secara berkala, khususnya pada titik-titik rawan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu pelayanan publik," tandasnya.