Banyak Orang Salah Fokus Saat Pilih Motor, Padahal Fitur Ini Dipakai Hampir Setiap Hari Tekno
Tekno
14 jam yang lalu

Banyak Orang Salah Fokus Saat Pilih Motor, Padahal Fitur Ini Dipakai Hampir Setiap Hari

Jakarta, katakabar.com - Saat membeli motor matic, banyak orang masih menjadikan desain, warna, atau performa mesin sebagai pertimbangan utama. Padahal, setelah motor digunakan setiap hari, justru fitur-fitur sederhana yang berkaitan dengan kepraktisan menjadi yang paling sering dimanfaatkan. Perubahan gaya hidup menjadi salah satu penyebabnya. Kini, motor tidak lagi hanya digunakan untuk pergi dan pulang kerja. Dalam satu hari, banyak orang berpindah ke beberapa lokasi sekaligus, mulai dari kantor, meeting dengan klien, coffee shop, pusat kebugaran, hingga berbelanja kebutuhan harian. Mobilitas yang semakin tinggi membuat ekspektasi terhadap sebuah motor pun ikut berubah. Pengguna kini membutuhkan kendaraan yang bukan hanya nyaman dikendarai, tetapi juga mampu membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis. Lalu, fitur seperti apa yang sebenarnya paling dibutuhkan? Ketika Barang Bawaan Semakin Banyak, Ruang Penyimpanan Lebih Berarti Banyak pengguna baru menyadari pentingnya kapasitas bagasi setelah motor digunakan setiap hari. Saat aktivitas semakin padat, barang yang dibawa pun ikut bertambah. Mulai dari helm saat parkir, jas hujan, jaket, tumbler, charger, hingga barang belanja sering kali harus ikut dibawa dalam satu perjalanan. Karena itu, ruang penyimpanan yang luas menjadi salah satu fitur yang paling sering digunakan. Barang dapat disimpan lebih rapi tanpa memenuhi area dek kaki atau mengurangi kenyamanan berkendara. Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan bagasi berkapasitas 27 liter, salah satu yang terbesar di kelasnya. Kapasitas tersebut memberikan ruang yang lega untuk mendukung berbagai kebutuhan mobilitas sehari-hari. Ketika Motor Digunakan Setiap Hari, Efisiensi Pengeluaran Terasa Bagi pengguna yang mengandalkan motor sebagai kendaraan utama, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hal yang paling sering dirasakan manfaatnya. Semakin sering motor digunakan, semakin besar pula pengaruh efisiensi bahan bakar terhadap biaya operasional. Lantaran itu, motor yang irit bukan hanya membantu menghemat pengeluaran, tetapi juga mengurangi frekuensi mengisi bahan bakar saat digunakan untuk mobilitas harian. Yamaha Grand Filano Hybrid menggunakan teknologi Blue Core Hybrid dengan konsumsi bahan bakar mencapai 60,2 km/liter berdasarkan metode pengujian WMTC, sehingga cocok untuk penggunaan harian. Ketika Waktu Berharga, Hal-hal Kecil Ikut Membuat Perbedaan Dalam rutinitas yang padat, hal sederhana sering kali memberikan dampak besar terhadap kenyamanan. Misalnya saat mengisi bahan bakar. Membuka jok terlebih dahulu sebelum mengisi bensin mungkin hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi ketika dilakukan berulang kali, pengguna akan mulai merasakan pentingnya proses yang lebih praktis. Melalui Smart Front Refuel, Yamaha Grand Filano Hybrid memungkinkan pengisian bahan bakar dilakukan dari bagian depan tanpa membuka jok, sehingga lebih mudah digunakan, terutama ketika membawa banyak barang. Hal serupa juga berlaku pada Smart Key System. Pengguna tidak perlu lagi mencari anak kunci di dalam tas atau saku setiap kali ingin menggunakan motor. Fitur sederhana seperti ini justru menjadi bagian yang paling sering dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Ketika Kendaraan Terhubung dengan Smartphone, Informasi Lebih Mudah Diakses Motor modern kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem digital penggunanya. Melalui aplikasi Y-Connect, Yamaha Grand Filano Hybrid memungkinkan pengguna memantau berbagai informasi kendaraan melalui smartphone, seperti pengingat servis, konsumsi bahan bakar, hingga notifikasi tertentu. Kehadiran fitur ini membantu pengguna mengelola kendaraan dengan lebih praktis tanpa perlu melakukan pengecekan secara manual. Fitur Paling Bernilai Adalah Fitur Benar-benar Digunakan Memilih motor bukan hanya soal tampilan atau spesifikasi di atas kertas. Dalam penggunaan sehari-hari, justru fitur-fitur yang mendukung kenyamanan dan kepraktisan akan paling sering dirasakan manfaatnya. Bagasi yang luas, konsumsi bahan bakar yang efisien, pengisian bensin yang praktis, sistem kunci tanpa anak kunci, hingga konektivitas dengan smartphone merupakan contoh fitur yang memberikan manfaat nyata dalam rutinitas harian. Bagi pengguna yang mencari motor matic dengan utilitas lengkap, Yamaha Grand Filano Hybrid menghadirkan seluruh fitur tersebut dalam satu paket. Motor ini dipasarkan dengan harga rekomendasi mulai Rp28.665.000 OTR Jakarta, menjadikannya salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Program MBG Terus Berjalan, BGN Fokus Tingkatkan Standar Dapur dan Keamanan Pangan Riau
Riau
Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Program MBG Terus Berjalan, BGN Fokus Tingkatkan Standar Dapur dan Keamanan Pangan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Gizi Nasional (BGN) terus perketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seluruh dapur MBG kini diwajibkan menerapkan standar operasional yang lebih ketat, mulai dari kelayakan fasilitas, kebersihan dapur, hingga sistem pelaporan digital yang terintegrasi secara nasional. Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kepulauan Meranti, Suryani, M.Han, menjelaskan seluruh kepala SPPG dan petugas wajib menjalankan tugas sesuai regulasi yang telah ditetapkan BGN. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. "Saat ini di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 23 SPPG yang didukung 23 dapur operasional. Seluruhnya masih berjalan dan tetap beroperasi memberikan layanan kepada para penerima manfaat," ujar Suryani, Rabu (5/8). Menurutnya, BGN tidak akan mentoleransi dapur yang tidak memenuhi standar. Apabila ditemukan fasilitas yang tidak layak, bangunan tidak memenuhi ketentuan, peralatan kurang memadai, atau kondisi dapur tidak bersih, maka pengelola akan diberikan teguran secara bertahap. "Kalau ditemukan pelanggaran, pertama diberikan surat peringatan. Apabila tidak ada perbaikan sesuai batas waktu yang diberikan, maka dapat dikenakan suspend atau penghentian operasional sementara hingga pemutusan kerja sama," tegasnya. Suryani menegaskan, kebijakan penghentian operasional bukan berarti seluruh dapur MBG akan ditutup. Langkah tersebut hanya diberlakukan kepada dapur yang tidak mematuhi standar BGN. Menurutnya, beberapa dapur di Meranti memang sempat dikenakan status suspend sementara karena masih harus melengkapi sejumlah persyaratan yang menjadi catatan tim pengawas. "Suspensi itu sifatnya sementara. Misalnya diberikan waktu tiga minggu untuk memperbaiki fasilitas atau melengkapi kekurangan. Setelah semuanya sesuai standar, operasional dapat kembali berjalan," jelasnya. Ia menambahkan, keputusan pemberian peringatan maupun suspend bukan ditentukan oleh koordinator wilayah, melainkan oleh Tim Pengawasan dan Evaluasi BGN Pusat yang memang memiliki kewenangan melakukan audit terhadap gedung, peralatan, hingga sumber daya manusia di setiap SPPG. Selain pengawasan fisik, BGN juga mulai menerapkan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) sebagai sistem pelaporan terpadu yang harus dijalankan seluruh SPPG di Indonesia. Melalui sistem tersebut, seluruh aktivitas dapur wajib didokumentasikan secara lengkap, mulai dari kedatangan bahan baku, proses persiapan, memasak, pemorsian, distribusi hingga makanan diterima siswa di sekolah. "Kalau dulu pelaporan hanya berupa foto makanan yang sudah jadi, sekarang seluruh tahapan harus dilaporkan melalui sistem. Semua proses terdokumentasi dari awal sampai makanan diterima anak-anak," ucapnya. SIPGN juga dirancang agar dapat diakses oleh orang tua siswa. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui menu makanan yang diterima anak setiap harinya melalui sistem berbasis website. "Orang tua nantinya bisa melihat langsung dari handphone menu yang dimakan anaknya di sekolah. Semua sudah terhubung dalam sistem pelaporan nasional," kata Suryani. Dalam pelaksanaan MBG, BGN juga memberikan perhatian khusus kepada siswa yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Sebelum program berjalan, setiap SPPG diwajibkan mendatangi sekolah untuk mendata seluruh peserta didik yang memiliki riwayat alergi, seperti alergi ikan laut, seafood, udang maupun telur. Apabila pada hari tertentu menu utama menggunakan ikan laut atau bahan yang memicu alergi, maka anak tersebut akan diberikan menu pengganti sesuai rekomendasi ahli gizi. "Semua siswa yang memiliki alergi sudah didata sejak awal. Jadi kalau hari itu menunya ikan laut atau bahan yang tidak boleh dikonsumsi, akan diganti dengan menu lain yang sudah dihitung nilai gizinya oleh ahli gizi," bebernya. Saat ini, beber Suryani, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki 23 dapur MBG yang masing-masing didukung seorang kepala SPPG, seorang ahli gizi, dan seorang pengawas administrasi atau keuangan. "Karena dapurnya ada 23, maka ahli gizinya juga 23 orang. Mereka bertugas memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan BGN," imbuhnya. Menanggapi berbagai informasi mengenai evaluasi pelaksanaan MBG, Suryani memastikan hingga saat ini seluruh layanan di Kabupaten Kepulauan Meranti masih berjalan normal. Ia menegaskan, BGN terus melakukan pembenahan agar kualitas pelayanan semakin baik tanpa mengganggu hak anak-anak untuk memperoleh makanan bergizi setiap hari. "Kami tentu tidak ingin anak-anak yang sudah menerima manfaat program ini tiba-tiba kehilangan haknya. Karena itu yang dibenahi adalah kualitas dapurnya, fasilitasnya, dan tata kelolanya agar semakin baik sesuai standar nasional," tandasnya.

Ketahanan Rantai Pasok Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global Internasional
Internasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 10:30 WIB

Ketahanan Rantai Pasok Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat strategi rantai pasok dan operasional guna menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, termasuk dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi logistik dan pasokan bahan baku industri baja. Direktur Infrastruktur dan Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan perusahaan telah melakukan reassessment strategi rantai pasok melalui supply chain mapping yang lebih komprehensif. “Krakatau Steel juga memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,” kata Sidik. Selain menerapkan diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan. Mandat Hilirisasi Nasional Perkuat Ketahanan Rantai Pasok Komitmen Krakatau Steel Group dalam memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui keterlibatan perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Proyek strategis nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga merupakan langkah taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global. Krakatau Steel Group di bawah pimpinan Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama melalui dua proyek investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara untuk melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel. Secara strategis, proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel Group agar lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group terus membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan. Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya saing global. “Krakatau Steel juga memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,” ucap Sidik.  Selain menerapkan diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan. Mandat Hilirisasi Nasional Perkuat Ketahanan Rantai Pasok  Komitmen Krakatau Steel Group dalam memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui keterlibatan perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Proyek strategis nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga merupakan langkah taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global. Krakatau Steel Group di bawah pimpinan Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama melalui dua proyek investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara untuk melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel.  Secara strategis, proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel Group agar lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group terus membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan. Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya saing global.

Polsek Mandau Fokus Perawatan dan Pengendalian Gulma Tanaman Jagung di Bathin Betuah Hukrim
Hukrim
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:35 WIB

Polsek Mandau Fokus Perawatan dan Pengendalian Gulma Tanaman Jagung di Bathin Betuah

Bengkalis, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau dan jajaran lanjutkan pengelolaan tanaman jagung, dan fokus perawatan, serta pengendalian gulma. Kegiatan tersebut bukti komitmen mendukung Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, sekaligus melaksanakan program gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar. Kegiatan pengelolaan lahan dilaksanakan Selasa (5/5) di Jalan Karya, Dusun Tanjung Sari, Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, S.I.K., M.Si, bersama unsur Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pengelola BUMDes. Lahan yang dikelola totalnya seluas 29 hektar. Dari jumlah tersebut, seluas 7,5 hektar telah ditanami jagung pipil, sementara 21,5 hektare lainnya masih tahap persiapan untuk penanaman berikutnya. Program ini menjadi bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan, termasuk melalui pola tumpang sari pada perkebunan yang ada. Untuk mendukung pengolahan lahan, digunakan alat pertanian berupa John Deere singkal piringan mata 5 milik masyarakat setempat. Penanaman jagung telah dilakukan secara bertahap pada awal April 2026 dengan total luasan mencapai 7,5 hektare. Saat ini, kegiatan difokuskan pada tahap perawatan tanaman agar pertumbuhan tetap optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyemprotan gulma atau rumput liar menggunakan herbisida, guna menjaga tanaman jagung dari gangguan yang dapat menghambat pertumbuhan dan produktivitas. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, menjelaskan peran Polri tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga sebagai penggerak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. “Melalui program ini, kami terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan,” ucapnya.

Terobosan Baru Bupati Rohul: Dokter RSUD Dilarang Praktik Luar Fokus Layani Masyarakat Kesehatan
Kesehatan
Minggu, 26 April 2026 | 09:30 WIB

Terobosan Baru Bupati Rohul: Dokter RSUD Dilarang Praktik Luar Fokus Layani Masyarakat

Pasir Pengaraian, katakabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu berupaya maksimal tingkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian khusus Bupati Rokan Hulu, Anton, pembenahan total di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu. Sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, dan maksimal, Anton menegaskan langkah strategis ke depan. Pihaknya akan tindaklanjuti aturan agar tenaga medis yang bertugas di RSUD Rokan Hulu tidak lagi membuka praktik di luar, sehingga konsentrasi, dan waktu mereka bisa tercurahkan sepenuhnya untuk melayani pasien di rumah sakit daerah. “Nanti kita dalami lagi bagaimana ke depan dokter yang praktik di RSUD tidak lagi praktik di luar, sehingga mereka bisa fokus melayani masyarakat di RSUD kita,” tegas, di pekan ketiga April 2026 lalu. Menjawab tantangan kesejahteraan yang selama ini menjadi alasan dokter mencari penghasilan tambahan di luar, Ia memastikan Pemkab Rokan Hulu mencari solusi terbaik. Kalau pendapatan dan insentif di RSUD Rokan Hulu bisa disetarakan atau setidaknya mendekati nilai pasar, diyakini para tenaga medis lebih betah dan fokus bekerja di instansi pemerintah. “Kalau pendapatan para dokter bisa setara dengan di luar, kita yakin mereka bisa fokus di RSUD,” jelasnya. Selain perbaikan sistem manajemen SDM, pembangunan infrastruktur juga terus digenjot. Saat ini Pemkab Rokan Hulu tengah membangun gedung baru RSUD setinggi enam lantai. Kehadiran fasilitas modern ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing RSUD agar bisa bersaing secara sehat dengan rumah sakit swasta. “Target kita, RSUD Rokan Hulu ke depan mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya. Di sisi lain, perwakilan Ombudsman RI menjelaskan sistem penilaian pelayanan publik kini telah berubah. Jika dulu berfokus pada kepatuhan standar, kini penilaian lebih menitikberatkan pada aspek maladministrasi, dan persepsi masyarakat, terutama di sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial. “Ini layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Meski kondisi keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan tetap harus ditingkatkan,” terangnya. Ombudsman pun mencatat perubahan positif yang signifikan di Rokan Hulu. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya dinilai kurang transparan, seperti Dinas Sosial, Pendidikan, dan Disdukcapil, kini pelayanannya sudah jauh lebih terbuka dan mudah diakses secara daring maupun luring. “Sekarang masyarakat sudah bisa mengakses layanan secara online, seperti mutasi siswa atau perbaikan data ijazah. Ini bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas,” bebernya. Ke depan, Pemkab Rokan Hulu juga berencana mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengintegrasikan seluruh layanan dalam satu atap, serta terus mendorong transformasi digital berbasis aplikasi agar masyarakat semakin dimudahkan. Langkah nyata dan komitmen kuat Bupati Rokab Hulu mendorong perubahan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Ombudsman. “Pak Bupati sangat serius dan bahkan meminta pendampingan langsung di beberapa OPD. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” sebut perwakilan Ombudsman.

Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram Nasional
Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 09:59 WIB

Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

Maluku, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, percepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, PTPN I Regional 8, Pulau Seram, Maluku. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, saat kunjungan kerja ke Kebun Awaya, di pekan pertama April 2026 lalu, sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis perusahaan di wilayah tersebut. Pada tahap awal, PTPN I bakal melaksanakan program replanting seluas 500 hektare pada 2026. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai total 3.100 hektare di areal Kebun Awaya. Kunjungan tersebut disambut oleh Manager Kebun Awaya, Freddy B.R. Hutahaean, yang menyampaikan kesiapan jajaran kebun mendukung agenda strategis perusahaan. Ia menegaskan Kebun Awaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi dan pengolahan kelapa terintegrasi di kawasan timur Indonesia. Dalam arahannya, Teddy Yunirman Danas mendorong seluruh karyawan untuk menjaga semangat dan optimisme dalam mengelola potensi kebun, serta menjadikan Kebun Awaya sebagai titik awal (groundbreaking) hilirisasi kelapa di lingkungan PTPN I. “Potensi Kebun Awaya harus dimaksimalkan melalui langkah konkret dan terukur. Program replanting seluas 500 hektare pada tahun 2026 dan 1.000 hektare pada tahun 2027 harus menjadi momentum peningkatan produktivitas, baik dari sisi on farm maupun off farm,” ujarnya. Teddy menekankan pentingnya penguatan budaya kerja melalui konsep 3 on 3 sebagai fondasi transformasi perusahaan. Konsep tersebut meliputi Owner's Mindset, yaitu pola pikir sebagai pemilik perusahaan dengan memahami proses bisnis secara menyeluruh serta mempertimbangkan aspek cost and benefit dalam setiap pekerjaan. Selain itu, Networking menjadi elemen penting membangun kolaborasi yang memberikan nilai tambah, serta Excellence yang menekankan pencapaian kinerja sesuai tata kelola yang baik dengan perhitungan risiko yang terukur. Penerapan nilai 3 on 3 tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kebun Awaya yang memiliki luas areal sekitar 4.586 hektare, terdiri dari 3.100 hektare kebun kelapa dan 1.486 hektare kebun karet. Dengan dominasi komoditas kelapa, Kebun Awaya memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis kawasan. Optimalisasi potensi ini akan dilakukan melalui program replanting, peningkatan produktivitas, serta penguatan proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Teddy menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, disiplin operasional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid. Melalui implementasi prinsip Owner's Mindset, Networking, dan Excellence, Kebun Awaya diharapkan dapat menjadi model pengembangan hilirisasi kelapa di Regional 8 sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan. Kunjungan kerja ini turut dihadiri Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan, Aris Handoyo, Head of PMO Hilirisasi Perkebunan, Tri Susanto, serta seluruh karyawan Kebun Awaya. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi bisnis, memperkuat daya saing komoditas perkebunan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.

Fokus Transformasi Teknologi 2026, Dupoin Futures Perkuat Sinergi Regulator Tekno
Tekno
Senin, 02 Maret 2026 | 08:10 WIB

Fokus Transformasi Teknologi 2026, Dupoin Futures Perkuat Sinergi Regulator

Jakarta, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia gelar Regulatory dan Industry Roundtable 2026 di restoran Basque de Tapas, Gedung Noble House, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/2) lalu. Acara berlangsung dalam format makan siang bersama dan dihadiri 45 tamu undangan dari lintas institusi. Forum ini mempertemukan manajemen perusahaan dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), pemerintah daerah, pelaku industri, media, serta mitra strategis perusahaan. Dari unsur regulator dan SRO hadir perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bank Indonesia, Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), serta Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO). Turut hadir perwakilan pemerintah daerah, perusahaan pialang berjangka, pemimpin redaksi media nasional, serta mitra teknologi dan bisnis Dupoin. Direktur Utama Dupoin Futures, Gunawan Herman, menyatakan 2026 menjadi fase transformasi teknologi perusahaan. Dupoin akan memperkuat infrastruktur dan ekosistem trading melalui pengembangan AI-Driven Insights untuk meningkatkan presisi analisis pasar, sistem eksekusi berkecepatan tinggi, serta penguatan keamanan melalui Automated KYC dan perlindungan digital terintegrasi. “Kami ingin memastikan sistem yang efisien, aman, dan berbasis teknologi, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kepatuhan,” ujarnya. Selain penguatan teknologi, Dupoin juga memaparkan program edukasi dan literasi perdagangan berjangka sepanjang 2026 guna mendorong pengembangan industri yang lebih transparan dan berkelanjutan. Dari sisi regulator, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Bappebti, Ima Siti Fatimah, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Dupoin Futures. Ia menyatakan bahwa Bappebti sepanjang tahun 2025 aktif memberikan penilaian pertriwulan kepada pialang berjangka yang mencerminkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang solid dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan berjangka. Sebagai informasi, Dupoin Futures juga memperoleh penilaian Grade A+++ pada periode Januari-Juni 2025 dari Bappebti sebagai bentuk pengakuan regulator atas konsistensi kepatuhan dan tata kelola perusahaan. Sedang, Rudianto Setiawan selaku Kepala Anggota Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia menyampaikan harapannya terhadap perkembangan industri ini. “Ke depan, industri perdagangan berjangka diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya. Melalui forum ini, Dupoin Futures menegaskan komitmennya memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan regulator, SRO, pelaku industri, serta media. Dupoin Futures mengajak kolaborasi yang lebih erat dan berdampak luas dengan regulator dan ekosistem jasa keuangan sebagai upaya Dupoin Futures memimpin pertumbuhan industri pialang berjangka lebih lebih maju dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

India Perluas Jejak Investasi di Jateng Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Internasional
Internasional
Jumat, 20 Februari 2026 | 19:36 WIB

India Perluas Jejak Investasi di Jateng Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis

Semarang, katakabar.com - Hubungan ekonomi India dan Indonesia terus menunjukkan dinamika positif. Saat kunjungan kehormatan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan komitmen India untuk memperluas kerjasama investasi, khususnya di sektor ekonomi hijau, industri padat karya, serta layanan kesehatan dan tenaga medis profesional. Pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Kamis (19/2) kemarin, menjadi momentum penting untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih strategis dan berjangka panjang. Dalam pernyataannya, Dubes Sandeep, menyampaikan apresiasi atas stabilitas dan iklim investasi di Jawa Tengah yang dinilai kondusif bagi pertumbuhan usaha. “Saya mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, baik secara sosial maupun ekonomi. Perusahaan kami merasa sangat nyaman di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” ujarnya. Ia menilai kesamaan karakteristik antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk besar, menjadi potensi penting baik dari sisi pasar maupun tenaga kerja. Saat ini, realisasi investasi India di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp646,52 miliar dan menempati peringkat ke 17 di antara investor asing di provinsi tersebut. Investasi tersebut tersebar di sektor tekstil, hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, industri kayu, serta sektor lainnya. Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan pemerintah daerah membuka ruang lebih luas bagi ekspansi investasi India, terutama di sektor yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan keberlanjutan. “Ke depan kami menawarkan green economy, kemudian tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri-industri padat karya terutama garmen,” kata Ahmad Luthfi lepas pertemuan. Ia menegaskan investasi memiliki peran krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,37 persen dengan angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen. “Investasi baru sangat dibutuhkan untuk menjaga tren pertumbuhan ini. Baik penanaman modal asing maupun dalam negeri sangat berperan dalam stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov, Jawa Tengah juga berencana melakukan studi komparatif ke India guna memperkuat keyakinan investor terhadap daya saing dan keramahan investasi di wilayahnya. Ekspansi dan Rencana Investasi Baru Komitmen perluasan kerja sama juga diwujudkan melalui rencana groundbreaking salah satu perusahaan India di Jawa Tengah pada Agustus 2026 mendatang dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi bilateral yang telah terjalin erat selama ini. India melihat Jawa Tengah sebagai salah satu simpul penting dalam memperluas jejaring industri dan rantai pasok di Indonesia. Dengan dialog yang semakin intensif antara pemerintah daerah dan dunia usaha India, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperbesar arus investasi, tetapi juga memperkuat fondasi hubungan ekonomi India–Indonesia dalam jangka panjang.

Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus Nasional
Nasional
Jumat, 20 Februari 2026 | 16:37 WIB

Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

Jakarta, katakabar.com - Hilirisasi mineral kembali jadi kontributor terbesar realisasi investasi nasional sepanjang 2025. Dari total investasi nasional sebesar Rp1.931,2 triliun, sektor hilirisasi menyumbang 30,2 persen setara Rp584,1 triliun, menjadikannya pendorong utama pertumbuhan investasi Indonesia. Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral, dengan total Rp373,1 triliun, yang terdiri dari Nikel Rp185,2 triliun, Tembaga Rp65,9 triliun, Bauksit Rp53,1 triliun, Besi baja Rp39,2 triliun, Timah Rp11,3 triliun, dan mineral lainnya sebesar Rp18,4 triliun. Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan Rp144,5 triliun, migas Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp6,4 triliun. Data tersebut menegaskan bahwa hilirisasi mineral telah menjadi tulang punggung investasi nasional. Tetapi, hilirisasi dinilai masih perlu melangkah ke tahap industrialisasi. Meski capaian investasi tersebut sangat positif, para ekonom menilai Indonesia kini memasuki fase baru yang lebih menantang: mengubah hilirisasi menjadi industrialisasi menyeluruh. Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi, menilai hilirisasi saat ini masih didominasi pembangunan smelter, sehingga nilai tambah lanjutan belum sepenuhnya tercapai. “Pemerintah tidak cukup hanya mengejar besaran investasi. Yang lebih penting adalah memastikan investasi tersebut membangun ekosistem industrialisasi yang lengkap dari hulu hingga hilir,” ujarnya, Rabu (18/2) lalu. Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kualitas investasi melalui penguatan rantai pasok, diversifikasi produk, dan peningkatan teknologi industri. Fahmy juga mencontohkan proyek hilirisasi alumina–aluminium yang dikembangkan oleh anak usaha MIND ID: PT Inalum, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebagai contoh hilirisasi yang mulai mengarah pada industrialisasi yang lebih matang. Indonesia Harus Mampu Menciptakan Produk Akhir Pengamat Ekonomi INDEF, Ahmad Heri Firdaus, menegaskan tantangan besar berikutnya adalah membangun industri produk jadi (end products) agar nilai tambah hilirisasi dapat dinikmati di dalam negeri. “Indonesia harus mampu memproduksi end product di dalam negeri. Perlu ada iklim usaha yang memberikan nilai plus kepada investor agar mereka bersedia berinvestasi hingga tahap produk jadi,” jelasnya. Ahmad mengingatkan hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah optimal, bukan berhenti pada produk setengah jadi atau intermediate goods. Adapun, pemerintah siapkan 20 proyek hilirisasi baru. Menteri Investasi dan CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan 20 proyek hilirisasi strategis dengan potensi investasi sekitar US$26 miliar dan penciptaan hingga 600.000 lapangan kerja. Sebanyak enam proyek telah diresmikan pada Februari 2026, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi dan negosiasi investasi. Dengan kontribusi 30,2 persen terhadap total investasi nasional, hilirisasi mineral diperkirakan masih akan menjadi pilar utama investasi pada 2026. Pemerintah terus mengupyakan investasi besar ini mampu menjadi motor bagi penciptakan nilai tambah lanjutan, memperkuat ekosistem industri nasional, membangun rantai pasok domestik, dan menghasilkan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.