Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis
Jakarta, katakabar.com - Launching Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival telah sukses digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai momentum awal penguatan kolaborasi lintas sektor membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia, Senin kemarin. Penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai strategic partner dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, serta pengembangan generasi muda, sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekosistem halal global yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan. Usung semangat kolaborasi lintas sektor, Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan halal, tetapi menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri, institusi pendidikan, komunitas kreatif, regulator, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun masa depan ekosistem halal Indonesia. Direktur PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menjelaskan Pekan Halal Indonesia hadir sebagai pelengkap ekosistem event halal nasional dengan menawarkan diferensiasi melalui integrasi sektor bisnis, edukasi, dan gaya hidup. “Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi integrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya. Menurutnya, konsep ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri halal yang terus bergerak menuju pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda. "Melalui kolaborasi dengan berbagai strategic partner, termasuk mendorong partisipasi lembaga seperti KNEKS dan BPJPH, PHI 2026 diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait sertifikasi halal, literasi industri syariah, dan peluang pengembangan bisnis halal di Indonesia," jelasnya. Sebagai representasi perkembangan gaya hidup halal yang semakin dekat dengan generasi muda, PHI 2026 menghadirkan Halal Kulture, sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan tren masa kini. Usung konsep experiential exhibition, Halal Kulture akan menghadirkan berbagai program seperti Faedah Talkz, Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman halal kini telah menjadi bagian dari identitas dan budaya hidup modern. Melengkapi pengalaman tersebut, GlamLocal hadir sebagai zona pameran modest fashion dan aksesoris yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya, kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle. Sementara, kolaborasi bersama Deatextile diwujudkan melalui Textile Trade Event by Deatextile, sebuah zonasi khusus yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim. Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, PHI 2026 diselenggarakan Bersama EduNation Festival, sebuah pameran pendidikan Islam berskala internasional yang akan mempertemukan institusi pendidikan, universitas global, tenaga pendidik, pelajar, dan berbagai organisasi pemberi beasiswa. Ketua KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menjelaskan EduNation 2026 merupakan transformasi besar dari penyelenggaraan sebelumnya yang masih berfokus pada skala nasional. “EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” ucapnya. EduNation dirancang sebagai ruang interaksi antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, serta institusi pendidikan untuk mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Selain menghadirkan berbagai institusi pendidikan internasional, EduNation juga akan melibatkan organisasi pemberi beasiswa serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi pendidikan. Menurut Ustaz Ali selaku Ketua KOPIN, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal. “Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” timpalnya. Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional. Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy, Ph.D., memaparkan Indonesia memiliki modalitas besar pengembangan industri halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat. Saat ini, bebernya, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur. Ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” terangnya. Ia menegaskan halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global. Pada konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas. Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.
BPDP Perkuat Insustri Sawit Nasional Dukung Pelepasan Bibit Sawit Unggul Asal Tanzania
Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen mendukung penguatan industri kelapa sawit nasional melalui pendanaan kegiatan pelepasan dan pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit unggul asal Tanzania di Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama guna perkuat produktivitas sawit nasional di tengah tantangan stagnasi produksi yang terjadi dalam lima tahun terakhir. Kegiatan pelepasan bibit sawit unggul tersebut hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri sawit nasional, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), lembaga riset, pelaku usaha perkebunan, serta pemerintah. Total 29.281 bibit sawit unggul asal Tanzania didistribusikan kepada sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Utara sebagai bagian dari pengayaan plasma nutfah dan pengembangan generasi baru sawit Indonesia. Di momentum itu, BPDP menegaskan dukungan pada pengembangan riset dan inovasi sawit bagian dari mandat strategis dalam mendorong transformasi industri sawit nasional yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Pengembangan plasma nutfah baru dinilai menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan penurunan produktivitas akibat dominasi tanaman tua yang telah memasuki usia di atas 25 tahun. Berbagai kajian industri menunjukkan, produksi minyak sawit nasional mengalami stagnasi kisaran 52 hingga 54 juta ton selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, kebutuhan domestik terus meningkat seiring implementasi program biodiesel nasional dari B35 menuju B40 dan persiapan B50. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan produktivitas sebagai agenda prioritas nasional. Melalui dukungan pendanaan BPDP, kegiatan introduksi material genetik asal Tanzania diharapkan dapat memperkaya keragaman genetik kelapa sawit Indonesia, sekaligus menjadi fondasi pengembangan varietas unggul baru yang lebih adaptif, produktif, tahan terhadap cekaman lingkungan, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan dukungan terhadap pengembangan bibit unggul dan inovasi riset sawit merupakan bagian dari upaya jangka panjang BPDP dalam memperkuat fondasi industri sawit nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan domestik dan tantangan global yang semakin kompleks. “Pengembangan sumber daya genetik unggul menjadi investasi strategis bagi masa depan sawit Indonesia. BPDP mendukung berbagai upaya riset dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus memastikan industri sawit nasional tetap berkelanjutan,” jelas Alfansyah. Selain pengembangan bibit unggul, kolaborasi Indonesia dan Tanzania juga diarahkan pada penguatan riset penyerbukan biologis melalui introduksi beberapa spesies serangga penyerbuk untuk meningkatkan fruit set tanaman sawit. Program tersebut merupakan bagian dari strategi intensifikasi produktivitas tanpa perlu melakukan ekspansi lahan baru. BPDP memandang penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya genetik merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional. Lantaran itu, dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga pada pembangunan ekosistem inovasi sawit nasional yang melibatkan dunia usaha, lembaga penelitian, akademisi, dan pemerintah. Kegiatan pelepasan bibit unggul asal Tanzania ini juga jadi simbol komitmen bersama dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia dari yang sebelumnya bertumpu pada ekspansi lahan menuju peningkatan produktivitas berbasis inovasi dan teknologi. Dengan dukungan riset yang kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi baru kelapa sawit yang lebih unggul dan mampu menjawab tantangan industri sawit global di masa depan. Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP akan terus memperkuat dukungan terhadap program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri perkebunan Indonesia. Dukungan terhadap pengembangan plasma nutfah sawit unggul ini diharapkan menjadi salah satu pijakan penting menjaga posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit nasional bagi generasi mendatang.
Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat
Jakarta, katakabar.com - Dengan lebih dari 50.000 unit quadruped yang sudah beroperasi secara aktif di berbagai negara dan 70 persen pangsa pasar global di segmen ini, lini quadruped Unitree dibangun dari pengalaman lapangan, bukan hanya spesifikasi di atas kertas. Ada pekerjaan di lingkungan industri yang terlalu berbahaya, terlalu sempit, atau terlalu tidak beraturan untuk dijangkau kendaraan konvensional. Bukan karena tidak ada teknologinya, melainkan karena sebagian besar robot yang ada belum benar-benar dirancang untuk kondisi nyata di lapangan. Unitree hadir dengan tiga lini quadruped yang masing-masing menjawab kebutuhan yang berbeda, dari riset hingga operasi industri kelas berat. Platform Riset Siap untuk AI Go2 adalah titik masuk ke ekosistem quadruped Unitree. Dengan bobot 15 kg dan sistem 4D LiDAR untuk pemetaan 3D real-time, Go2 digunakan secara luas oleh universitas dan pusat riset untuk mengembangkan kemampuan AI robotik di lingkungan nyata. Yang membedakan Go2 dari platform riset lainnya adalah varian EDU-nya, yang hadir sebagai platform terbuka dengan dukungan NVIDIA Jetson Orin. Tim riset bisa mengembangkan dan menguji algoritma AI langsung di hardware yang sama dengan yang digunakan di lapangan industri, bukan di simulator yang terpisah dari realita. Kapabilitas Industri Ukuran Kompak Quadruped Unitree As2 menjawab kebutuhan yang berbeda. Platform ini menggabungkan ukuran yang relatif kompak dengan kapabilitas yang jauh melampaui kelasnya. Dengan bobot 18 kg, torsi sendi maksimum 90 Nm, dan kecepatan hingga 5 m/s, As2 mampu membawa payload hingga 15 kg saat bergerak dan 65 kg dalam posisi statis. Rating IP54 menjadikan As2 tahan terhadap debu dan hujan untuk operasi outdoor berkepanjangan. Daya tahan baterai lebih dari 4 jam tanpa beban memungkinkan misi inspeksi dan patroli yang panjang tanpa interupsi. As2 bisa dikonfigurasi dengan kamera termal, sensor gas, hingga scanner 3D. Kelas Industri Medan Paling Ekstrem A2 berada di ujung lain spektrum. Platform kelas industri ini mampu membawa beban hingga 25 kg dengan daya tahan baterai lebih dari 5 jam, dan dirancang khusus untuk medan yang tidak bisa dilalui platform lain: tangga, lereng curam, permukaan tidak rata, dan area dengan risiko tinggi. Di sektor energi, quadruped Unitree sudah digunakan untuk patroli gardu listrik dengan pemindaian termal dan deteksi kebocoran gas secara otonom. Di sektor keselamatan publik, tim pemadam kebakaran mengoperasikan robot Unitree yang dilengkapi kamera 360 derajat dan sensor gas untuk menilai kondisi zona berbahaya sebelum personel masuk. Tersedia di Indonesia Seluruh lini quadruped Unitree kini tersedia di Indonesia melalui Halo Robotics, distributor resmi dan eksklusif Unitree di Indonesia, dengan dukungan lokal penuh mulai dari konsultasi, integrasi sistem, pelatihan operasional, hingga layanan purna jual resmi.
Robot Humanoid Unitree: Dari Otomasi Industri hingga Interaksi
Jakarta, katakabar.com - Robot humanoid bukan lagi teknologi yang hanya hidup di pameran teknologi. Unitree telah mengirimkan lebih dari 5.500 unit humanoid secara komersial sepanjang 2025, menjadikannya produsen dengan volume pengiriman terbesar di dunia untuk kategori ini. Teknologinya sudah digunakan secara aktif di fasilitas industri, universitas riset terkemuka, hingga ruang publik di berbagai negara. Paling menarik bukan hanya angkanya, melainkan seberapa luas spektrum aplikasinya. Tiga robot humanoid Unitree masing-masing menjawab kebutuhan yang berbeda secara fundamental. Di lingkungan industri, fleksibilitas adalah kunci. Robot humanoid G1 hadir sebagai robot humanoid yang bisa disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dibutuhkan melalui pilihan aksesori tangannya. Untuk tugas yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan, tangan tiga jari Dex3-1 dirancang untuk kondisi kerja industri. Untuk pekerjaan yang membutuhkan sensitivitas lebih tinggi, BrainCo Revo2 hadir sebagai tangan lima jari dengan kemampuan menangani objek yang rapuh sekalipun. G1 sudah beroperasi aktif untuk inspeksi fasilitas dan pengembangan AI robotik di berbagai negara, bukan sebagai demonstrasi, melainkan sebagai bagian dari operasional nyata. Kecerdasan Tidak Bergantung Jaringan Internet Ada kebutuhan spesifik di industri tertentu yang tidak bisa diabaikan: bagaimana robot bekerja di lokasi tanpa koneksi internet, atau di fasilitas yang tidak mengizinkan data keluar ke server eksternal. Robot humanoid H2 menjawab kebutuhan itu. Platform ini membawa onboard computer yang mampu menjalankan LLM (Large Language Model) skala penuh langsung di perangkat. Seluruh kemampuan pemrosesan AI berjalan mandiri tanpa bergantung pada infrastruktur jaringan di luar robot. Untuk operasi di tambang bawah tanah, fasilitas offshore, atau lingkungan dengan protokol keamanan data ketat, ini bukan fitur tambahan melainkan syarat utama. Interaksi Dirancang untuk Manusia Tidak semua robot humanoid beroperasi di balik pagar fasilitas industri. R1 mengambil pendekatan yang berbeda dari G1 dan H2, robot humanoid ini dirancang untuk bergerak dan berinteraksi secara natural di tengah keramaian. R1 mampu berjalan, berlari, dan berdiri kembali dari posisi terjatuh. Di ruang kelas, R1 membuka cara baru untuk mengajarkan robotika secara langsung dan interaktif. Di pameran teknologi atau fasilitas publik, R1 hadir sebagai platform yang bisa berkomunikasi dan bergerak bersama pengunjung. Tersedia di Indonesia Seluruh lini humanoid Unitree kini tersedia di Indonesia melalui Halo Robotics, distributor resmi dan eksklusif Unitree di Indonesia, dengan dukungan lokal penuh mulai dari konsultasi, integrasi sistem, pelatihan operasional, hingga layanan purna jual resmi.
Besi AS Industri: Jenis dan Kegunaan Jarang Diketahui
Jakarta, katakabar.com - Di dunia konstruksi, dan manufaktur, pemilihan material adalah fondasi utama keberhasilan sebuah proyek. Salah satu material yang sering menjadi tulang punggung kekuatan struktur adalah Besi AS (atau sering disebut round bar). Meskipun terlihat sederhana, besi AS memiliki karakteristik teknis yang sangat krusial bagi ketahanan mesin dan struktur bangunan. Banyak kontraktor atau purchasing industri seringkali terjebak hanya pada satu jenis besi, padahal pemilihan jenis besi AS yang tepat dapat meningkatkan efisiensi biaya dan umur pakai alat secara signifikan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai jenis dan kegunaan besi AS yang wajib Anda ketahui untuk optimasi kebutuhan industri Anda. Apa Itu Besi AS (Round Bar)? Besi AS adalah material berbentuk batang silinder padat dengan penampang melintang berbentuk lingkaran. Berbeda dengan pipa yang memiliki rongga di tengah, besi AS bersifat solid (pejal), menjadikannya pilihan utama untuk komponen yang menerima beban mekanis tinggi atau putaran mesin yang konstan. Klasifikasi Jenis Besi AS Berdasarkan Material Tidak semua besi AS diciptakan sama. Untuk kebutuhan industri, berikut adalah tiga kategori utama yang paling sering dicari: 1. Besi AS Mild Steel (Baja Karbon Rendah) Ini adalah jenis yang paling umum digunakan untuk kebutuhan konstruksi ringan hingga menengah. Karakteristik: Memiliki kandungan karbon rendah, mudah dilas, dan mudah dibentuk. Kegunaan: Pembuatan pagar, pintu, tralis, hingga komponen otomotif yang tidak membutuhkan ketahanan aus ekstrem. 2. Besi AS High Carbon (Baja Karbon Tinggi) Bagi Anda yang membutuhkan kekuatan struktural tinggi, baja karbon tinggi adalah jawabannya. Karakteristik: Sangat keras, kuat, namun lebih sulit untuk dilas dibandingkan mild steel. Kegunaan: Komponen alat berat, poros mesin (shaft), gear, dan peralatan yang memerlukan ketahanan terhadap benturan dan tekanan besar. 3. Besi AS Stainless Steel Jika industri Anda bergerak di bidang makanan, kimia, atau farmasi, material ini adalah standar wajib. Karakteristik: Tahan terhadap korosi (karat), higienis, dan memiliki estetika yang baik. Kegunaan: Tangki penyimpanan, peralatan medis, industri pengolahan makanan, dan komponen mesin yang terpapar zat kimia atau air. Fungsi dan Kegunaan Sering Terlewatkan Seringkali, fungsi besi AS hanya dianggap sebagai penguat beton. Padahal, peranannya dalam dunia teknik jauh lebih luas: Pembuatan Poros (Shaft) Mesin: Karena bentuknya yang presisi dan solid, besi AS sering dibubut (machining) untuk menjadi as atau poros penggerak motor atau mesin industri. Dowel Pin pada Konstruksi: Digunakan sebagai penyambung antar-elemen struktur beton untuk memastikan pergeseran atau pemuaian tetap terkontrol. Komponen Jembatan: Dalam skala besar, besi AS digunakan sebagai baut pengikat atau elemen pengunci pada konstruksi jembatan yang membutuhkan kekuatan tarik (tensile strength) yang konsisten. Automotive Parts: Banyak komponen kaki-kaki kendaraan yang menggunakan besi AS khusus karena kemampuannya menahan beban statis dan dinamis dalam waktu lama. Tips Memilih Besi AS untuk Efisiensi Anggaran Sebagai pelaku industri, efisiensi adalah prioritas. Berikut tips memilih besi AS agar tidak terjadi pemborosan: Sesuaikan dengan Toleransi: Pastikan Anda mengetahui tingkat toleransi diameter yang dibutuhkan. Membeli besi dengan tingkat presisi yang terlalu tinggi untuk aplikasi sederhana hanya akan menambah biaya yang tidak perlu. Perhatikan Sertifikasi Material: Untuk aplikasi yang bersifat safety-critical (seperti mesin berkecepatan tinggi), selalu minta dokumen Mill Test Certificate untuk memastikan komposisi kimia dan kekuatan tarik material sesuai standar (seperti ASTM atau JIS). Pertimbangkan Faktor Korosi: Jangan gunakan mild steel di lingkungan terbuka atau lembap tanpa pelapis anti-karat (coating/galvanis). Dalam jangka panjang, biaya perawatan akan jauh lebih mahal dibandingkan investasi awal untuk stainless steel. Besi AS bukan sekadar batang besi biasa. Memahami perbedaan antara mild steel, high carbon, dan stainless steel adalah langkah awal untuk memastikan efisiensi operasional dan ketahanan jangka panjang aset industri Anda. Apakah Anda sedang merencanakan proyek skala besar atau membutuhkan spesifikasi teknis khusus untuk komponen mesin Anda? Pastikan untuk berkonsultasi dengan penyedia material yang tidak hanya menjual barang, tetapi juga memahami kebutuhan teknis aplikasi Anda.
Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis
Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.
Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri
Jakarta, katakabar.com - Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA), mengatakan 2025 jadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional. Selain itu, ujar Djohan, program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian industri. Krakatau Baja Industri (KBI) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian industri baja dalam negeri. "Melalui komitmen terhadap standar kualitas tinggi, KBI konsisten menghasilkan produk baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) yang menjadi material fundamental bagi berbagai sektor pembangunan di Indonesia," jelas Djohan. Selain operasi, ulasnya, keunggulan KBI terletak pada penguasaan teknologi dan keahlian teknis. Direktur Utama Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menyoroti bahwa aset terbesar perusahaan adalah sumber daya manusia yang memiliki spesialisasi tinggi. "KBI memiliki sumber daya manusia yang sangat handal di bidang pengerolan baja (steel rolling). Sinergi antara teknologi mutakhir dan kompetensi SDM inilah yang menjadikan Krakatau Baja Industri memiliki keandalan tinggi dalam menghasilkan produk baja berkualitas premium," timpal Arief. Sebagai informasi selain pasar domestik, produk KBI juga diminati oleh mancanegara. Di tahun 2025, rekor ekspor terjadi sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri untuk produk Cold Rolled Coil (CRC) ke negara Spanyol sebanyak 54.247 ton. Sepanjang tahun 2025, KBI telah mencatat total ekspor CRC sekitar 62.000 ton ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol. Menjaga Devisa dan Ketahanan Ekonomi Dr. Akbar Djohan menerangkan PTKBI merupakan salah satu anak usaha yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja sektor manufaktur Krakatau Steel. "Produk baja Cold Rolled Coil dan Plate PT KBI merupakan pemimpin pasar di Indonesia dengan sebaran ekspor ke Amerika, Polandia, Belgia, dan Protugal," ucapnya. Langkah strategis KBI dalam menggenjot produksi nasional tidak hanya bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga memiliki misi besar dalam mendorong penghematan devisa negara. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor, KBI berkontribusi langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional. Sepanjang 2026 ini, tercatat 40.000 ton produk HRC dan CRC telah terkirim ke berbagai negara di ASEAN, Eropa, dan Australia sebagai bukti kelangsungan produktivitas operasi pabrik yang ada di Krakatau Steel. Menjelang berakhir bulan April terdapat tambahan ekspor CRC ke Spanyol. “Industri besi dan baja yang termasuk dalam kategori industri manufaktur merupakan salah satu penopang ekonomi dan infrastruktur. Kami berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas surplus perdagangan manufaktur melalui baja berkualitas kami yang semakin diakui di pasar global," sebut Arief.
MIND ID Perkokoh Keunggulan Kompetitif Industri, Lewat Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Karawang, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional. Melalui pengembangan Ekosistem Industri EV Battery di Karawang, MIND ID mengoptimalkan keunggulan komparatif sektor tambang menjadi keunggulan kompetitif industri. Indonesia memiliki pasokan mineral strategis yang besar, mulai dari nikel, kobalt, mangan, bauksit, tembaga, dan batu bara, yang dapat diolah menjadi bahan baku utama baterai. Lewat fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Grup MIND ID memperkuat penguasaan teknologi, integrasi rantai pasok pengolahan sumber daya alam mineral, dan kualitas SDM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Adapun, fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Indonesia Battery Corporation (IBC/Anggota Grup MIND ID) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Limited, Brunp, Lygend (CBL) bernama CBL International Development Pte Ltd (Singapore-CBL). Fasilitas ini berfokus pada produksi sel baterai dan battery pack untuk kendaraan listrik dan Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh per tahun yang akan ditingkatkan hingga sekitar 15 GWh pada fase berikutnya. Ekosistem ini upaya MIND ID memperkuat rantai pasok baterai, mempercepat transisi energi, dan membuka peluang nilai tambah industri demi membangun peradaban masa depan Indonesia. Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan terhadap proyek ini untuk memastikan kesiapan industri baterai nasional sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif industri yang khususnya akan mendukung transisi energi nasional. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, menyampaikan transformasi industri yang mendukung energi bersih dan ekonomi rendah karbon merupakan agenda strategis nasional yang terus didorong melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. “Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi dari sektor hulu pertambangan hingga hilir industri manufaktur baterai. Hal ini menjadikan keterkaitan antara sektor energi, minerba, dan industri semakin erat dan strategis,” jelas Putri. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif, menimpali fasilitas produksi baterai di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal kuartal tiga tahun ini. "IBC sebagai Anggota Grup MIND ID berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang sesuai dengan mandat dari Asta Cita Presiden," ulasnya. Kata Aditya fasilitas produksi baterai ini memproduksi baterai ion lithium dengan komposisi kimia NMC (nickel manganese cobalt) dan LFP (lithium ferro phosphate), yang mana kedua tipe ini dibutuhkan untuk mendukung agenda transisi energi nasional. "Saat ini, pasar baterai LFP di dunia dan Indonesia sudah terbentuk namun untuk pasar baterai NMC masih dalam tahap pertumbuhan. Oleh karena itu, IBC konsisten mendukung pemerintah untuk terus menstimulasi pengembangan pasar baterai nikel," ucapnya. Berdasarkan data yang dihimpun oleh IBC, mobil listrik yang menggunakan baterai jenis NMC di dunia telah mencapai 40 persen, tetapi di Indonesia pasar baterai NMC baru berkisar 4.persen. Hal itu juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang baru-baru ini dirilis. Tahun lalu penjualan mobil listrik di Tanah Air telah mencapai lebih dari 10.930 unit, dengan rincian yang menggunakan baterai jenis LFP sebanyak 99.613 unit sementara baterai jenis NMC hanya 4.317 unit. “Kami mendukung pemerintah dan legislatif untuk membuat kebijakan bagi penguatan pasar domestik bagi kendaraan baterai berbasis nikel, guna memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global, sehingga pada akhirnya akan semakin memperkuat keunggulan kompetitif nasional," tandasnya.
Penting Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Jakarta, katakabar.com - Industri pertambangan tak cuma berkutat kegiatan ekstraktif, melainkan melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas. Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis. Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan. Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional. Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel. Tetapi, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75 persen kapasitas peleburan. Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas. Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional. Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO). Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi. Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik. "Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu," jelas Yayan. Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik. Yayan juga menyoroti pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional. Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.
Peran Industri Gadai di Tengah Gejolak Global: Gimana deGadai Jaga Likuiditas Tanpa Kehilangan Aset
Jakarta, katakabar.com - Di saat dunia tidak stabil, yang paling berharga bukan hanya aset yang Anda miliki, tetapi bagaimana Anda mengelolanya tanpa harus kehilangannya. Di tengah situasi geopolitik yang tidak kondusif, mulai dari konflik kawasan Timur Tengah hingga ketegangan global, pasar keuangan mengalami tekanan yang signifikan. Dampaknya terasa langsung: harga minyak melonjak, harga emas bergejolak, dan nilai tukar menjadi tidak stabil. Pada kondisi seperti ini, tantangan terbesar bukan hanya menjaga aset, tetapi menjaga likuiditas tanpa harus mengorbankan aset tersebut. Di sinilah peran industri gadai menjadi semakin relevan. Ketika harga minyak naik, biaya logistik dan operasional ikut meningkat. Ini berdampak pada: biaya hidup yang lebih tinggi tekanan terhadap bisnis kebutuhan cash flow yang meningkat Di sisi lain, emas sebagai aset safe haven justru mengalami volatilitas. Meskipun secara jangka panjang cenderung kuat, dalam jangka pendek harga emas bisa naik-turun mengikuti sentimen global. Kombinasi ini menciptakan kondisi yang tidak ideal: aset ada, tetapi likuiditas terbatas. Industri Gadai: Jembatan Antara Aset dan Likuiditas Industri gadai hadir sebagai solusi atas gap tersebut. Alih-alih menjual aset di tengah kondisi pasar yang tidak pasti, gadai memungkinkan seseorang untuk: mendapatkan dana tunai dengan cepat tetap mempertahankan kepemilikan aset menunggu waktu yang lebih tepat untuk mengambil keputusan Dengan kata lain, gadai berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan likuiditas dan perlindungan aset. Peran deGadai Pada Konteks Modern Dalam perkembangan industri, layanan gadai tidak lagi sekadar transaksi pinjaman. Perusahaan seperti deGadai menghadirkan pendekatan yang lebih modern dan strategis. deGadai memposisikan diri bukan hanya sebagai tempat mendapatkan dana, tetapi sebagai: mitra pengelolaan aset solusi likuiditas jangka pendek alternatif menjaga nilai kekayaan Terutama untuk aset bernilai tinggi seperti: emas tas branded jam tangan mewah kendaraan premium Ada beberapa cara nyata bagaimana pengguna gadai bisa mendapatkan keuntungan: 1. Tidak Kehilangan Potensi Kenaikan Aset Saat harga emas bergejolak, menjual di waktu yang salah bisa merugikan. Dengan gadai, Anda tetap memiliki aset dan bisa menebusnya saat kondisi lebih menguntungkan. 2. Mendapatkan Likuiditas di Saat Kritis Kenaikan harga minyak dan biaya hidup membuat banyak orang membutuhkan dana tambahan. Gadai memberikan solusi cepat tanpa proses kompleks. 3. Fleksibilitas Finansial Dana dari gadai bisa digunakan untuk: menjaga cash flow bisnis memanfaatkan peluang investasi menutup kebutuhan mendesak Tanpa harus menjual aset yang bernilai tinggi. 4. Manajemen Risiko yang Lebih Baik Di tengah ketidakpastian, menjaga aset adalah bagian dari strategi. Gadai memungkinkan Anda tidak mengambil keputusan permanen di situasi yang sementara. Ilustrasi Sederhana Bayangkan seseorang memiliki emas atau jam tangan mewah seperti jam tangan rolex misalnya dengan nilai ratusan juta rupiah. Ketika harga minyak naik, bisnisnya membutuhkan tambahan modal operasional. Jika ia menjual aset tersebut: ia kehilangan aset ia kehilangan potensi kenaikan nilai Tetapi jika ia gadai jam rolex: ia mendapatkan dana aset tetap bisa ditebus ia bisa menunggu momen yang lebih baik Dalam konteks ini, gadai bukan hanya solusi, tetapi strategi. Perubahan Mindset: Dari Darurat ke Strategis Salah satu perubahan terbesar adalah cara pandang terhadap gadai. Jika dulu identik dengan kondisi terdesak, kini gadai mulai dilihat sebagai: bagian dari perencanaan keuangan alat untuk menjaga fleksibilitas strategi mempertahankan aset Terutama di kalangan yang memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara likuiditas dan kekayaan. Konklusi Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, kenaikan harga minyak, dan volatilitas harga emas, tantangan utama bukan hanya bertahan tetapi tetap fleksibel. Industri gadai, khususnya melalui pendekatan modern seperti yang dilakukan deGadai, memberikan solusi yang relevan: dana tetap tersedia aset tetap terjaga peluang tetap terbuka Pada akhirnya, keunggulan terbesar dari gadai bukan hanya pada kemudahan mendapatkan dana, tetapi pada kemampuannya menjaga posisi finansial Anda di tengah ketidakpastian. Karena di saat dunia tidak stabil, yang paling berharga bukan hanya aset yang Anda miliki, tetapi bagaimana Anda mengelolanya tanpa harus kehilangannya.