Jabodetabek

Sorotan terbaru dari Tag # Jabodetabek

Kenali Plinth Track, Struktur Jalan Rel Menjaga Keandalan LRT Jabodebek Nasional
Nasional
Kemarin

Kenali Plinth Track, Struktur Jalan Rel Menjaga Keandalan LRT Jabodebek

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) jaga keandalan infrastruktur LRT Jabodebek lewat perawatan rutin sistem jalan rel plinth track. Berbeda dari rel konvensional, plinth track dipasang langsung di beton + fastening system untuk jaga posisi rel tetap presisi, stabil, dan aman. Setiap hari setelah operasional, petugas periksa seluruh lintas, perbaiki kerusakan ringan, dan lakukan injeksi beton bila ada rongga demi kekuatan jangka panjang. Pemeriksaan berkala juga dilakukan untuk geometri jalur, kondisi rel, wesel, dan fastening system. Langkah ini penting karena LRT melayani ratusan perjalanan harian. Tujuannya: pastikan perjalanan aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat Jabodebek. KAI terus menjaga keandalan infrastruktur LRT Jabodebek sebagai bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Salah satu komponen penting yang mendukung operasional tersebut adalah sistem jalan rel plinth track yang digunakan pada lintas LRT Jabodebek. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan di balik perjalanan kereta yang berlangsung setiap hari, terdapat berbagai kegiatan pemeriksaan dan perawatan prasarana yang dilakukan secara rutin untuk memastikan seluruh komponen jalur berada dalam kondisi optimal. “Keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan LRT Jabodebek tidak hanya tentang operasional kereta, namun juga keandalan infrastruktur. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan jalur dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” jelasnya. Berbeda dengan jalur kereta konvensional yang umumnya menggunakan bantalan rel, LRT Jabodebek mengoperasikan sistem plinth track, yakni struktur jalan rel yang dipasang langsung pada konstruksi beton. Sistem ini dirancang untuk memberikan kestabilan yang tinggi sehingga mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan LRT Jabodebek. Pada struktur tersebut terpasang fastening system atau sistem penambat rel yang berfungsi menjaga posisi rel tetap presisi saat dilalui rangkaian kereta. Komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan jalur serta mendukung kelancaran operasional sehari-hari. Sebagai moda transportasi yang melayani ratusan perjalanan setiap hari, keandalan jalan rel menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keselamatan dan ketepatan waktu operasional LRT Jabodebek. Untuk menjaga kondisi plinth track tetap optimal, LRT Jabodebek melakukan pemeriksaan dan perawatan jalur setiap hari setelah operasional berakhir. Kegiatan tersebut dilakukan di seluruh lintas operasional guna memastikan kondisi infrastruktur tetap memenuhi standar keselamatan. Penanganan yang dilakukan antara lain berupa perbaikan pada plinth track yang mengalami kerusakan ringan. Selain itu, petugas juga dapat melakukan injeksi beton apabila ditemukan indikasi rongga pada struktur guna menjaga kekuatan konstruksi jalan rel dan mendukung keandalan jalur dalam jangka panjang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kekuatan konstruksi dan mendukung keandalan jalur dalam jangka panjang. Selain pemeriksaan harian, LRT Jabodebek juga melaksanakan pemeriksaan berkala terhadap geometri jalur, kondisi rel, wesel, serta fastening system. Pengukuran geometri dilakukan untuk memastikan lintasan tetap memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan sehingga perjalanan LRT Jabodebek dapat beroperasi dengan selamat, nyaman, dan tepat waktu. Menurutnya, kegiatan perawatan prasarana bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keselamatan serta kualitas layanan kepada pengguna LRT Jabodebek. "Melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan, LRT Jabodebek terus memperkuat keandalan infrastrukturnya guna mendukung perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat Jabodebek," sebutnya.

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek Dukung Kebutuhan Pengguna Nasional
Nasional
Jumat, 19 Juni 2026 | 12:19 WIB

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek Dukung Kebutuhan Pengguna

Jakarta, katakabar.com - Seiring kenaikan pengguna LRT Jabodebek, Kereta Api Indonesia (KAI) kembangkan layanan pendukung dan tenant di area stasiun. Pada 2024 melayani 21,05 juta pengguna, naik jadi 28,81 juta di 2025. Jan–Mei 2026 sudah 13,21 juta pengguna atau +23% YoY. Rata-rata harian hari kerja naik dari 100 ribu di 2025 jadi 120 ribu di 2026. KAI ingin stasiun jadi ruang publik yang praktis, bukan cuma titik transit. Kehadiran tenant memudahkan pengguna dapat kebutuhan cepat sebelum/sesudah perjalanan. Ke depan KAI akan terus kolaborasi dengan mitra usaha untuk ekosistem komersial terintegrasi, demi pengalaman perjalanan yang lebih nyaman Seiring meningkatnya pengguna LRT Jabodebek, mendorong KAI terus mengembangkan layanan pendukung di area stasiun untuk menghadirkan perjalanan yang lebih praktis dan nyaman bagi pengguna. Pengembangan tersebut juga merupakan upaya KAI dalam menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan ketersediaan berbagai layanan dan kebutuhan sehari-hari di lingkungan stasiun guna mendukung mobilitas mereka. Sebagai moda transportasi perkotaan yang melayani mobilitas masyarakat setiap hari, LRT Jabodebek tidak hanya berfokus pada layanan perjalanan yang aman dan tepat waktu, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas pendukung yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pengguna selama perjalanan maupun saat berada di area stasiun. Kehadiran tenant di area stasiun diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memperoleh kebutuhan secara cepat dan praktis, baik sebelum memulai perjalanan maupun setelah tiba di stasiun tujuan. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem layanan yang mendukung aktivitas masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Kebutuhan terhadap layanan pendukung tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek yang terus meningkat. Pada tahun 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pengguna dan meningkat menjadi 28.816.787 pengguna pada tahun 2025. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna mencapai 13.211.856 pengguna atau meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, rata-rata jumlah pengguna harian pada hari kerja juga meningkat dari sekitar 100 ribu pengguna pada tahun 2025 menjadi sekitar 120 ribu pengguna pada periode Januari hingga Mei 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat Jabodetabek, sehingga kebutuhan akan layanan pendukung yang mudah diakses juga terus berkembang. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengembangan layanan pendukung dilakukan untuk memberikan kemudahan tambahan bagi pengguna dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Karena itu, kami terus menghadirkan layanan pendukung yang dapat membantu pengguna memenuhi kebutuhannya secara lebih praktis selama berada di area stasiun maupun saat menggunakan LRT Jabodebek,” ujar Radhitya. Menurutnya, kehadiran tenant tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna LRT Jabodebek dalam mobilitasnya. “KAI ingin stasiun tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menjadi ruang yang mampu mendukung kebutuhan pengguna selama beraktivitas. Dengan semakin lengkapnya layanan yang tersedia, pengguna dapat merasakan manfaat lebih dari penggunaan transportasi publik,” jeasnya. KAI akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra usaha untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Melalui pengembangan ekosistem komersial yang terintegrasi dengan layanan transportasi, KAI akan terus mengembangkan layanan pendukung di lingkungan LRT Jabodebek melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya mendukung perpindahan orang, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dalam menjalankan mobilitas sehari-hari.

Total 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Dirut JM: Optimalkan RAA dan Manfaatkan ATT Nasional
Nasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:07 WIB

Total 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Dirut JM: Optimalkan RAA dan Manfaatkan ATT

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H+5 libur Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 atau pada periode 11 hingga 26 Maret 2026 mencapai 2.357.203 kendaraan. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yakni GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak). Rivan mengatakan, sebanyak 2,3 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 69,45% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11 hingga 31 Maret 2026. Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 1.071.678 kendaraan (45,5%) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 715.045 kendaraan (30,3%) dari arah Barat (Merak), dan 570.480 kendaraan (24,2%) dari arah Selatan (Puncak). Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut: Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) * Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 559.529 kendaraan, meningkat 26,6% dari lalin normal. * Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang dengan jumlah 512.149 kendaraan, meningkat 2,3% dari lalin normal. Total lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 1.071.678 kendaraan, meningkat 13,7% dari lalin normal. Arah Barat (Merak) Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebanyak 715.045 kendaraan, lebih rendah 2,8% dari lalin normal. Arah Selatan (Puncak) Sementara, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 570.480 kendaraan, meningkat 1,9% dari lalin normal. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+5 Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi (Kamis, 26 Maret 2026) mencapai 192.122 kendaraan atau meningkat 43,1% dibanding normal (134.273 kendaraan). Peningkatan jumlah kendaraan tertinggi tercatat terjadi di GT Cikampek Utama, yaitu sebesar 68.244 kendaraan, meningkat 162,7% dari lalin normal. Rivan menambahkan, potensi kepadatan tidak hanya dipengaruhi oleh volume lalu lintas yang meningkat dibanding kondisi normal, tetapi juga tingginya aktivitas pengguna di rest area. Kondisi ini memerlukan antisipasi melalui perencanaan perjalanan yang matang, termasuk pemanfaatan rest area alternatif di luar jalan tol serta penggunaan aplikasi Travoy untuk memperoleh informasi lalu lintas secara real time. “Jadi, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang Ruas Tol Trans Jawa , mulai dari Jalan Tol Semarang-Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 72, dan berada tidak jauh dari akses gerbang tol sehingga tetap mudah dijangkau oleh pengguna jalan, setelah beristirahat, pengguna jalan dapat Kembali melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan,” terang Rivan. Rivan melanjutkan, untuk merencanakan perjalanan secara matang, pengguna jalan dapat menggunakan aplikasi Travoy untuk mengetahui kondisi lalu lintas terkini, dan manfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30% di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group guna membantu mengurai potensi kepadatan seiring peningkatan arus yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Rivan kembali mengingatkan pengemudi dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih dapat mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026 Masehi 1447 Hijriah terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan, yakni pada periode 13 hingga 29 Maret 2026. Rivan juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk silaturahmi maupun kembali ke wilayah Jabotabek melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik. Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol. Gunakan waktu dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain.

Mobilitas Ramadhan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:19 WIB

Mobilitas Ramadhan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan jumlah pengguna selama Ramadhan 2026, dengan puncak 126.848 pengguna pada 9 Maret 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek di bulan Ramadan 2026. Jumlah pengguna bahkan melampaui rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat pada Januari 2026 yakni 123.276 pengguna LRT Jabodebek. Pada 4 Maret 2026, jumlah pengguna tercatat sebanyak 123.319 orang, sedikit lebih tinggi dibanding rekor Januari. Peningkatan kemudian terjadi pada 6 Maret 2026 dengan 126.626 pengguna, atau naik sekitar 2,72 persen dibanding capaian tertinggi sebelumnya. Tren mobilitas masyarakat terus meningkat pada 9 Maret 2026 dengan 126.848 pengguna yang menjadi angka tertinggi pada periode tersebut atau naik sekitar 2,9 persen dibanding rekor Januari 2026. Sementara, pada 10 Maret 2026, LRT Jabodebek melayani 125.901 pengguna, tetap berada di atas capaian rekor tertinggi pada Januari. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik semakin menjadi pilihan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk selama bulan Ramadhan. “Mobilitas masyarakat pada bulan Ramadan tetap tinggi, baik untuk aktivitas bekerja maupun kegiatan sosial seperti berbuka puasa bersama. LRT Jabodebek hadir sebagai alternatif transportasi yang efisien di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan,” ujarnya. Menurut Radhitya, tren peningkatan jumlah pengguna ini juga mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek yang mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan. KAI memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan optimal selama Ramadan melalui pengawasan operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta peningkatan pelayanan di stasiun maupun di dalam kereta. “Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman, terutama pada periode Ramadan hingga menjelang Angkutan Lebaran,” sebut Radhitya. KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 Palembang, katakabar.com - Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api. Kegiatan ini buah kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif. “Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” kata Aida. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi, menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk. “Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Aida menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. “Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” jelasnya. Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau. “Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tandas Aida.

LRT Jabodebek Hadirkan Vending Machine Kemudahan Pengguna Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 27 Desember 2025 | 19:11 WIB

LRT Jabodebek Hadirkan Vending Machine Kemudahan Pengguna

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) perkenalkan vending machine di stasiun LRT Jabodebek memudahkan pengguna mengisi saldo Kartu Multi Trip (KMT) secara mandiri. Fasilitas ini melengkapi layanan loket yang sudah ada, memberikan pilihan lebih praktis dan efisien bagi masyarakat. KAI terus meningkatkan kemudahan layanan bagi pengguna dengan menghadirkan mesin tiket otomatis atau vending machine di stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini menjadi alternatif baru bagi pengguna untuk melakukan pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) secara mandiri, sekaligus melengkapi layanan loket yang telah tersedia sebelumnya. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, menjelaskan bahwa penambahan vending machine merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menyediakan pilihan layanan yang lebih praktis dan fleksibel bagi masyarakat. “Kehadiran vending machine memberikan kemudahan tambahan bagi pengguna LRT Jabodebek dalam melakukan isi ulang atau top up saldo KMT. Kini, pengguna tidak hanya bergantung pada loket, tetapi juga dapat memanfaatkan mesin otomatis yang tersedia di stasiun,” ujarnya. Radhitya menambahkan, layanan loket tetap beroperasi seperti biasa untuk pembelian maupun pengisian saldo KMT. Namun dengan adanya vending machine, pengguna memiliki pilihan yang lebih efisien, terutama pada jam-jam sibuk, karena dapat melakukan top up tanpa harus ke loket. Selain KMT, KAI juga menyediakan beragam metode pembayaran non-tunai lainnya, seperti kartu uang elektronik perbankan, aplikasi Access by KAI, LinkAja, serta QRIS Tap. Berbagai pilihan tersebut memungkinkan pengguna LRT Jabodebek dalam menyesuaikan metode pembayaran sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing. Dari sisi tarif, KAI menerapkan skema yang sederhana dan mudah dipahami. Pada hari kerja, tarif maksimal ditetapkan sebesar Rp 20.000,- pada jam sibuk (06.00 wib - 08.59 wib dan 16.00 wib - 19.59 wib) dan Rp 10.000,- di luar jam sibuk. Sementara itu, pada akhir pekan dan hari libur nasional, tarif maksimal Rp10.000 berlaku untuk seluruh perjalanan. Pengembangan fasilitas pembayaran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan kemudahan akses layanan LRT Jabodebek, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih praktis, nyaman, dan andal untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Isi Ulang Minum Gratis di Stasiun LRT Jabodebek, Jadikan Perjalanan Ramah Lingkungan Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 18 Juli 2025 | 13:05 WIB

Isi Ulang Minum Gratis di Stasiun LRT Jabodebek, Jadikan Perjalanan Ramah Lingkungan

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian dari gerakan menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, KAI mengajak seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk membiasakan diri membawa tumbler atau botol minum pribadi saat bepergian. Kebiasaan kecil ini tak hanya berdampak positif bagi kesehatan dan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan. KAI menyediakan fasilitas air minum gratis (water station) di seluruh stasiun LRT Jabodebek yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengguna. Fasilitas ini dihadirkan untuk mendukung gaya hidup minim sampah dan mendorong kesadaran akan pentingnya mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai. Water station yang KAI sediakan telah memenuhi prasyarat kesehatan yang ketat, dengan air yang telah dianalisis di Water Quality Laboratory (WQL) yang dikelola oleh Coway bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa keberadaan water station merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung gaya hidup hijau di tengah mobilitas masyarakat. “Membawa tumbler sendiri saat bepergian adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Kita tidak hanya lebih hemat dan sehat, tapi juga ikut menjaga lingkungan dari timbunan sampah plastik,” ujarnya.

KAI Layani 862 Ribu Pengguna LRT Jabodebek dengan Ketepatan Waktu Mencapai 99,96 Persen Nasional
Nasional
Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:10 WIB

KAI Layani 862 Ribu Pengguna LRT Jabodebek dengan Ketepatan Waktu Mencapai 99,96 Persen

Bekasi, katakabar.com - Penambahan jumlah perjalanan LRT Jabodebek mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2025 telah berjalan selama sembilan hari. Hasil evaluasi menunjukkan penyesuaian jadwal tersebut memberikan dampak positif, baik dari sisi kenaikan jumlah pengguna maupun kinerja operasional yang tetap terjaga optimal. Selama periode 1 hingga 9 Juli 2025, layanan LRT Jabodebek mencatat tingkat ketepatan waktu perjalanan mencapai 99,96 persen, serta melayani lebih dari 862.892 pengguna. Rata-rata pengguna pada hari kerja mencapai 108.124 pengguna, sementara di akhir pekan rata-rata 53.009 pengguna per hari. Lonjakan ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap transportasi publik yang nyaman, tepat waktu, dan semakin terjangkau. Selain pertumbuhan jumlah pengguna, tingkat ketepatan waktu perjalanan atau on-time performance atau OTP menunjukkan konsistensi yang sangat baik, yakni 99,94 persen untuk keberangkatan, 99,97 persen untuk kedatangan, dan jika dirata-rata 99,96.persen. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi ucapkan apresiasinya kepada para pengguna. “Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat selama sepekan terakhir sejak penambahan jadwal diberlakukan. Kinerja operasional yang tetap terjaga ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan layanan yang prima bagi masyarakat,” ujar Purnomosidi, lewat siaran pers diterima katakabar.com, Kamis siang. Tiga stasiun dengan pengguna tertinggi selama sepekan terakhir: • Dukuh Atas BNI: 141.301 pengguna tap in, 129.126 tap out • Harjamukti: 97.924 tap in, 99.650 tap out • Kuningan: 79.786 tap in, 74.867 tap out Sebagai pengingat, mulai 1 Juli 2025, jadwal perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja (Senin hingga Jumat) ditingkatkan dari 366 menjadi 398 perjalanan per hari. Penambahan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna, khususnya pada jam-jam sibuk. Informasi jadwal keberangkatan dapat diakses melalui Instagram resmi LRT Jabodebek di @lrt_jabodebek.

Permudah Mobilitas Pengguna, KAI Tambah Jumlah Perjalanan LRT Jabodebek Mulai 1 Juli Lingkungan
Lingkungan
Senin, 30 Juni 2025 | 13:00 WIB

Permudah Mobilitas Pengguna, KAI Tambah Jumlah Perjalanan LRT Jabodebek Mulai 1 Juli

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan layanan LRT Jabodebek sebagai upaya untuk menyikapi kepercayaan, dan antusiasme masyarakat semakin tinggi pada transportasi publik. Mulai 1 Juli 2025, KAI menambah jumlah perjalanan dan operasional rangkaian LRT Jabodebek di hari kerja (Senin-Jumat). Kini, sebanyak 24 rangkaian dioperasikan setiap weekday, naik dari sebelumnya 22 rangkaian. Penambahan ini turut mendorong peningkatan jumlah perjalanan harian dari 366 menjadi 398 perjalanan pada hari kerja. Selama periode 1 Maret hingga 30 Juni 2025, saat 366 perjalanan diberlakukan, rata-rata pengguna harian LRT Jabodebek pada hari kerja mencapai 95.586 pengguna, naik sekitar 10 persen dibandingkan periode 1 November 2024 hingga 28 Februari 2025 yang mencatat rata-rata 86.784 pengguna pada hari kerja. Kenaikan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek dan turut mendorong penambahan perjalanan agar mobilitas pengguna semakin terfasilitasi. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi menyampaikan, peningkatan ini menjadi komitmen LRT Jabodebek dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Kami menyambut positif peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, agar masyarakat semakin nyaman dalam bertransportasi menggunakan LRT Jabodebek,” ujar Purnomosidi. Headway di jam sibuk semakin singkat, yakni 9 menit 25 detik untuk relasi Jatimulya / Harjamukti - Cawang (PP). Sedangkan untuk lintas Cawang - Dukuh Atas BNI waktu tunggu antar kereta berkurang menjadi 4 menit 12,5 detik. Selain penambahan pada hari kerja, pada hari Sabtu, jumlah rangkaian yang dioperasikan juga ditambah menjadi 20 rangkaian, dari sebelumnya 18 rangkaian. Hal ini menjadikan jumlah perjalanan turut meningkat dari 270 menjadi 326 perjalanan. Sefang, di hari Minggu, jumlah perjalanan tetap 270, dan jadwal pada hari libur nasional atau cuti bersama mengikuti jadwal hari Minggu.

Malam Idul Adha, KAI Layani 107.187 Pengguna LRT Jabodebek Default
Default
Jumat, 06 Juni 2025 | 19:50 WIB

Malam Idul Adha, KAI Layani 107.187 Pengguna LRT Jabodebek

Bekasi, katakabar.com - Momen malam Iduladha 1446 hijiriah tahun 2025 masehi berdampak signifikan pada peningkatan mobilitas masyarakat di Jabodetabek. Lihat, Kamis (5/6), LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna sebanyak 107.187 orang dalam satu hari. Angka ini menunjukkan lonjakan aktivitas pengguna dibanding hari kerja (weekday) di bulan Mei, di mana LRT Jabodebek rata-rata melayani sekitar 98.000 pengguna setiap harinya. Peningkatan jumlah pengguna terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat pada malam Iduladha. Sebagian pengguna memanfaatkan LRT Jabodebek untuk berangkat atau pulang kerja di hari terakhir sebelum libur panjang, sementara lainnya mulai melakukan perjalanan mudik dengan menjadikan LRT Jabodebek sebagai moda penghubung menuju terminal atau stasiun antarkota. Selain itu, suasana malam diramaikan euforia masyarakat yang hendak saksikan pertandingan tim nasional Indonesia melawan China di Stadion Gelora Bung Karno atau GBK. Banyak pengguna turun di Stasiun Dukuh Atas BNI untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan GBK. Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi pada 5 Juni 2025 yakni: • Stasiun Dukuh Atas BNI: 17.194 pengguna tap in dan 14.140 pengguna tap out • Stasiun Harjamukti: 11.394 pengguna tap in dan 13.288 pengguna tap out • Stasiun Kuningan: 11.006 pengguna tap in dan 9.601 pengguna tap out

Layanan Makin Diminati, LRT Jabodebek Layani 2,29 Juta Pengguna Sepanjang Mei 2025 Nasional
Nasional
Kamis, 05 Juni 2025 | 20:00 WIB

Layanan Makin Diminati, LRT Jabodebek Layani 2,29 Juta Pengguna Sepanjang Mei 2025

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) catat kinerja positif pengoperasian LRT Jabodebek. Sepanjang bulan Mei 2025, sebanyak 2.293.124 pengguna tercatat telah memanfaatkan layanan LRT Jabodebek, meningkat sebesar 10 persen atau sebanyak 209.733 pengguna dibandingkan bulan April. Kinerja ini turut ditopang pertumbuhan pengguna baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Rata-rata pengguna harian pada hari kerja mencapai 98.000 orang, naik 3 persen dibandingkan April yang mencatat 95.031 orang. Sementara, rata-rata pengguna akhir pekan meningkat signifikan menjadi 44.794 orang, atau tumbuh 11 persen dari sebelumnya. Lonjakan jumlah pengguna pun kembali tercatat pada hari-hari tertentu. LRT Jabodebek mencatat rekor tertinggi sepanjang operasional, yakni 114.000 pengguna dalam satu hari pada 28 Mei 2025. Angka ini menjadi pencapaian baru dalam sejarah pengoperasian LRT Jabodebek sejak diluncurkan. Sepanjang bulan Mei, LRT Jabodebek juga telah mengoperasikan 10.077 perjalanan dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) mencapai 99,48 persen, menunjukkan konsistensi dalam pelayanan yang efisien dan andal. Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi selama bulan Mei 2025 adalah: • Stasiun Dukuh Atas BNI: 352.898 pengguna tap in dan 321.018 pengguna tap out • Stasiun Harjamukti: 263.768 pengguna tap in dan 271.977 pengguna tap out • Stasiun Kuningan: 206.779 pengguna tap in dan 195.656 pengguna tap out Secara kumulatif, hingga akhir Mei 2025, jumlah total pengguna LRT Jabodebek telah mencapai 10.727.798 pengguna. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan LRT Jabodebek.