Jamur

Sorotan terbaru dari Tag # Jamur

Kemandirian UMKM Seroja Lewat Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur Ekonomi
Ekonomi
Senin, 22 Juni 2026 | 11:45 WIB

Kemandirian UMKM Seroja Lewat Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Pekanbaru, katakabar.com - Mutmainah tampak fokus mengamati instruktur yang begitu piawai merancang media tanam jamur tiram (baglog). Siang itu pertengahan Juni 2026, Mutmainah bersama sejumlah anggota kelompok pembudidaya jamur tiram UMKM Seroja, Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung, Kampar berkesempatan belajar mengenai proses pembuatan media tanam secara mandiri hingga teknik pengelolaan budidaya jamur tiram, di Rumah Jamur Bertuah, Pekanbaru. Tak sekadar bagaimana mencetak baglog, mereka mendapat pengetahuan ihwal pengolahan bahan baku yang sesuai standar. Memahami teknik pencampuran media tanam hingga pengemasan baglog yang kokoh.  Para penggerak ekonomi desa ini begitu antusias mengikuti setiap sesi kegiatan benchmarking dan pelatihan intensif pembuatan baglog secara mandiri. Pelatihan pembuatan baglog menjadi sangat berarti bagi kelompok UMKM Seroja. Mengapa tidak, keterampilan mencetak baglog secara mandiri mampu menekan biaya produksi yang selama ini bergantung pada pasokan pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta mengoptimalkan kualitas hasil panen secara berkelanjutan. Tak kalah pentingnya, mereka diharapkan mampu menguasai sistem pengaturan suhu, kelembapan, dan sanitasi rumah jamur guna mendukung pertumbuhan miselium jamur tiram secara optimal. Begitu pula menambah kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri jamur tiram yang sehat, higienis, serta memiliki produktivitas tinggi. Pengalaman dan ilmu pengetahuan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kemandirian produksi kelompok, namun sekaligus menjawab keresahan atas kendala pada aspek teknis operasional, imbas minimnya pengetahuan. Kelompok UMKM Seroja mengaku merasakan langsung dampak positif. Wawasan baru, keterampilan teknis, dan pengalaman praktis yang didapat kini siap diimplementasikan secara langsung pada fasilitas budidaya di Desa Rimba Beringin. “Selama ini kami sering terkendala masalah teknis operasional karena minimnya pengetahuan. Pelatihan ini memberikan kami ilmu tentang teknik budidaya dan pengelolaan kumbung yang tepat. Tentunya memberikan rasa optimis dan motivasi buat kami untuk terus meningkatkan produktivitas guna mendukung kemajuan ekonomi di desa kami,” cerita Mutmainah.  Kegiatan benchmarking dan pelatihan intensif pembuatan baglog mandiri bagi UMKM Seroja terlaksana berkat dukungan penuh  PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Langkah strategis ini dirancang untuk mendorong peningkatan bisnis kelompok agar mampu berkembang, mandiri, dan berkelanjutan. "Melalui benchmarking dan pelatihan ini, Kelompok Seroja kini telah jauh lebih siap dalam mengembangkan budidaya jamur tiram secara mandiri. Penguatan kapasitas ini merupakan langkah nyata dukungan PHR bagi Masyarakat untuk kemandirian usaha dan penguatan ekonomi desa," Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Langkah PHR mendampingi Kelompok UMKM Seroja dilaksanakan secara bertahap dan konsisten. Program ini merupakan bagian penguatan kapasitas masyarakat dalam membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal di Bumi Lancang Kuning. Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram UMKM Seroja kini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan ekonomi warga Desa Rimba Beringin. Hal ini sekaligus membuktikan, dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri, tumbuh dan berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Merayu Masyarakat Budidaya Jamur Media Tumbuh Limbah Sawit Serba Serbi
Serba Serbi
Sabtu, 11 November 2023 | 17:35 WIB

Merayu Masyarakat Budidaya Jamur Media Tumbuh Limbah Sawit

Jambi, katakabar.com - Tim mahasiswa Universitas Jambi (Unja) yang tergabung dalam Program Inovasi Desa (Pro-IDe) di Desa Jati Mulyo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur melaksanakan kegiatan angkat tema, 'Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Sawit yang Dibudidayakan Menjadi Jamur'. Limbah organik dari kelapa sawit yang digunakan berupa Lignoselulosa yang terdapat pada bagian Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Tim Pro-IDe beranggotakan 10 orang mahasiswa, meliputi Dian Fladiko Pandiangan, M. Hasby Hasidqy, Juprizal, Viga Aprilia Putri, Robiatul Adawiyah, Deslina Safitri, Ayu Wiranti (Prodi Pendidikan Kimia), Anggi Marviany dan Annisa Ibrahim (Prodi Pendidikan Biologi), serta M Ikhsan Khairullah (Prodi Pendidikan Sejarah). Usaha budidaya jamur bisa dijadikan salah satu pilihan alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat di desa tersebut. Apalagi diikuti dengan pengembangan dan budidaya berbagai produk olahan sehingga mampu memberikan nilai tambah (value added) baik dari aspek finansial maupun kesempatan kerja dan berusaha. Usaha budidaya jamur tiram menggunakan modal relatif kecil dan terjangkau dengan teknologi tepat guna, murah dan sederhana sehingga dapat dilakukan seluruh lapisan masyarakat termasuk petani setempat. Budidaya jamur fleksibel sehingga dapat dilakukan siapa saja, di mana saja, dan tidak mengenal musim, serta dapat dijalankan dalam skala rumah tangga/kecil. Jamur ini memiliki waktu panen yang singkat, hanya butuh waktu 1,5 bulan sudah dapat dipanen hasilnya dan tidak membutuhkan biaya pakan, obat-obatan, dan pupuk. Menurut, Dian Fladiko Pandiangan sebagai perwakilan tim Pro-IDe, motivasi, persiapan, dan harapan timnya dalam kegiatan yang dimulai September 2023 lalu dan dijadwalkan selesai Desember 2023 nanti “Saya tertarik dengan kegitan ini, di mana dengan adanya kegiatan ini banyak pembelajaran yang telah didapat. Persiapan yang kami lakukan membuat dan mempersiapkan berkas proposal yang telah diajukan kepada dosen pembimbing," kata Dian lewat rilis Humas Unja, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (11/11). Harapannya, tambah Dian, proses pembuatan jamur ini dapat berkembang dan tidak berhenti hingga Desember 2023. Tapi dapat dilanjutkan masyarakat desa setempat. Minarni MSi sebagai dosen pembimbing mengatakan, rasa bangga dan mengutarakan harapannya. “Apresiasi saya atas semangat mahasiswa dari Pro-IDe ini, sebab punya ide dan pantang menyerah untuk membudidayakan limbah TKKS dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara membudidayakan limbah menjadi media pembiakan jamur," tuturnya. Kegiatan ini, harap Minarni, dapat menghasilkan baglog atau tempat media tumbuh jamur yang dapat meningkatkan nilai jual dari jamur tiram yang dihasilkan. "Jamur tersebut mudah-mudahan bisa dimanfaatkan menjadi suatu produk yang dapat dipasarkan seperti yang sudah direncanakan, yakni salad jamur, abon jamur, jamur crispy, nugget jamur, dan minuman jamur,” sebutnya.

Coba-coba, Warga Kaur Sukses Budidayakan Jamur Pakai Media TKK Sawit Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 30 Oktober 2023 | 19:25 WIB

Coba-coba, Warga Kaur Sukses Budidayakan Jamur Pakai Media TKK Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Seorang warga Desa Jembatan Dua, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Zoni Afrizon berhasil budidaya jamur dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit, berupa tandan kosong kelapa sawit sebagai media budidaya jamur. Belajar budidaya jamur ini lewat YouTube. Nermodal konten itu, Zoni beranikan diri budidaya jamur di rumahnya. Percobaan itu pun berhasil. "Sudah sebulan belakangan ini, saya budidaya jamur. Alhamdulillah, berhasil," ujar Zoni, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (30/10). Cerita Zoni, proses budidaya jamur terbilang sederhana. Cuma butuh tandan kosong sawit dan dedak untuk merangsang pertumbuhan jamur. "Hasilnya, pertumbuhan jamur cukup cepat, hanya perlu waktu 14 hari hingga jamur siap dipanen. Untuk masa panennya cukup lama, bisa sebulan," kata Zoni. Panen pertama, tutur Zoni, berhasil kumpulkan sekitar 4 hingya 5 kilogram jamur dengan harga Rp40 ribu per kilogram. "Kalau melihat dari hasil panen pertama, potensi jamur sangat besar. Apalagi, ini hanya coba-coba, ke depan saya kembangkan lagi dengan lahan yang cukup luas," sebutnya.